Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Monday, January 15, 2018

Tidak Memiliki Cukup waktu Untuk Blog Kita Sendiri

MySatnite.com - Tidak memiliki waktu yang cukup

Tidak Memiliki Cukup waktu Untuk Blog Kita Sendiri
Sumber pic thelaratouch dan saya tambahin karakter seta icon mysatnite

Seorang sahabat blogger sharing kepada saya tentang waktu yang kurang untuk sekedar ngeblog dan tidak memiliki cukup waktu untuk mengembangkan blognya, “kenapa saya tidak begitu produktif dan mulai kehilangan banyak waktu untuk sekedar memulai membangun blog saya”

“Saya ingin sekali bisa punya banyak waktu di blog dari sisa kesibukan saya”

“Saya sudah vakum beberapa minggu, sulit rasanya untuk memulai dari nol lagi saat melihat pegunjung yang hilang”.

Waktu memang sangat berarti, sedetik kedepan itu sudah masuk dalam masa depan. Memanfaatkan waktu seefisien mungkin memang pilihan bijak, namun bukan hal yang mudah untuk memanfaatkan waktu dari kesibukan sehari-hari.

Terutama kesibukan dari pekerjaan utama kita, untuk yang masih study mungkin sibuk dengan tugas dan sedikit pacaran, yang sudah berkeluarga harus benar-benar mampu membagi waktu untuk anak dan pasangannya dan yang jomblo terlalu sibuk untuk stalking media sosial si doi.

Kehabisan waktu atau kekurangan waktu itu memang menjadi penyebab frustasi dalam diri kita. Tidak hanya dalam blogging tapi juga dalam segala hal yang  kita lakukan di dunia nyata.

Tapi bukan berarti kekurangan waktu menjadi alasan kita sulit mengembangkan blog kita. Sedikit waktu yang kita punya mungkin bisa jadi sangat berharga dan itu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

Jangan lupa baca juga : Mendapatkan Ide Untuk Menulis


Bukan tidak punya waktu tapi tidak memanfaatkan waktu


Kebanyakan dari kita kadang mengeluhkan kurangnya waktu yang kita miliki. Merasa waktu itu begitu langka untuk didapatkan secara bebas.

Tapi sebenarnya banyak waktu yang terkadang hanya terbuang sia-sia dan tidak berarti, yang seharusnya bisa kita manfaatkan untuk sekedar meperhatikan perkembangan blog kita.

Perhatian kita mungkin terbagi untuk sekedar membuka media sosial dan ini menjadi sebuah kebiasaan. Waktu yang dihabiskanpun terbilang tidak sedikit, cukup untuk sekedar merapihkan atau membuat beberapa paragraf tulisan.

Tapi kita enggan untuk mengakui itu dan mengambing hitamkan kesibukan dan tidak punya waktu.
Pada kenyataannya “Saya tidak punya cukup waktu” menjadi label dan alasan yang selalu kita berikan.

Banyak tips-tips di internet yang membahas tentang cara memanfaatkan waktu, tapi memang sulit untuk diterapkan.

Tidak bisa pungkiri hal inipun sering terjadi terhadap saya pribadi, kebiasaan yang tidak boleh ditiru.


Hilangnya motivasi saat ngeblog


Pentingnya sebuah motivasi untuk diri agar terus semangat melakukan inovasi dalam mengembangkan blog kita.

Kurangnya motivasi juga menjadi alasan kita untuk menyematkan kalimat “Saya tidak punya waktu”. 

Khususnya untuk blogger pemula yang memang baru memulai blognya, melihat pengunjung yang tidak merangkak naik, belum adanya income yang datang dan masih banyak lagi yang membuat motivasi sedikit luntur.

Hilangnya motivasi juga akan membuat kita menghabiskan banyak waktu untuk hal yang tidak berarti.

Untuk itu cobalah mengunjungi beberapa blogger yang sudah dikatakan sukses, baca artikel-artikel lama mereka.

Kalau memiliki kesempatan coba untuk menghubungi dan mulai sharing tentang blogging.

Jadikan kesuksesan mereka motivasi untuk diri kamu mengembangkan blog kamu, tanamkan dalam diri kamu pertanyaan “bagaimana mereka mampu duduk dilevel seperti itu sekarang?, bagaimana cara saya memapu seperti mereka?, Mereka bisa mengapa saya tidak?".

Ketika kamu sudah menemukan jawaban dan motivasi untuk memulai kembali mengembangkan blog kamu, kalimat “saya tidak punya waktu” bukan lagi sebuah alasan.


Belum menemukan sebuah kepastian


Kita kadang tidak yakin mengejar suatu aktivitas akan menghabiskan waktu dengan bijak, ketidakpastian itu membuat kita berfikir sebagai kekurangan waktu.

Banyak yang mendasari ketidakpastian yang berujung membuat kita malas untuk mengembangkan blog kita.

Blog akan dibawa kemana dan membahas tentang apa menjadi alasan kita untuk belum bisa menemukan sebuah kepastian.

Saat membuka dasbord blog, mungkin ada beberapa pertanyaan didalam kepala “Apa yang harus saya tulis?, Apakah tulisan saya akan ada yang membacanya?, Apakah suatu saat nanti saya bisa menghasilkan income dari blog saya?”.

Baca juga : Apa yang harus saya tulis di blog?

Semua pertanyaan itu menambah ketidakpastian dalam diri ini yang pada akhirnya menurunkan rasa semangat kita untu memulai membuat sebuah artikel.

Dan pada akhirnya waktu kita terbuang sia-sia untuk sekedar pikiran negatif dari ketidakpastian.

Tidak ada yang pasti didunia ini, jadikan ketidakpastian itu sebuah tantagan untuk diri  kita, karena akan banyak kejutan yang terjadi di masa depan.

Tentang apakah tulisan kita akan ada yang membaca atau tidak, itu urusan nanti. Selama kita memaksimalkan usaha kita tentu akan ada hasil yang kita dapat suatu saat nanti.


Mengapa saya harus melakukan ini?


Buatlah pertanyaan didalam kepala kamu “mengapa saya harus melakukan ini?”, apa yang dimaksud melakukan ini adalah menyempatkan waktu untuk mengembangkan blog kamu.

Setiap blogger tentunya memiliki jawaban sendiri, seperti.


  • Untuk mendapatkan banyak pengunjung dan menghasilkan income dari blog
  • Untuk mengembangkan brand sendiri dan dikenal banyak orang
  • Untuk menjadi penulis dan belajar mengembangkan tulisan hingga suatu saat nanti mampu melahirkan sebuah e-book atau buku untuk di pasarkan


Tentu masih banyak lagi jawaban dari pertanyaan “Mengapa”, tergantung tujuan dari para blogger itu sendiri, termasuk kamu yang selalu mengeluh kehabisan waktu untuk sekedar mengembangkan blog.

Mulai sekarang ucapkanlah selapat tinggal pada “Tidak Punya Cukup Waktu”


Jika kamu merasa tidak memiliki cukup waktu untuk blog kamu, sadarilah bahwa kurangnya memanfaatkan waktu, ketidakpastian, hilangnya motivasi mungkin adalah penyebabnya.

Dan, solusi terbaik dari itu semua adalah sedikit memaksakan diri, mengapa?.

Kerena jikalau menunggu kamu memiliki banyak waktu, maka blog kamu akan terbengkalai selamanya.

Karena kita selalu merasa kurang dengan waktu yang kita miliki, mulai belajar untuk komit untuk mengembangkan blog kita dengan waktu yang tersedia. Seperti saya selalu komitmen untuk harus makan mie ayam seminggu satu kali.

Ketika kamu belum menemukan motivasi, itu bukan hal yang buruk. Karena blogging itu berdasarkan minat dan hobby yang tidak biasa, bukan suatu tuntutan atau sebuah pencarian yang serius.

Tapi jika kamu mampu memiliki blog yang sukses itu akan mengubah sisi hidup kamu dan menjadi sebuah pencarian yang serius.

Jadi, coba hentikan sejenak waktumu sekarang dan mulai cari tahu apa yang membuat kamu mulai dunia blogging.

Intinya kita selalu punya waktu yang sama sehari 24 jam, namun kesibukan dari kerja, kuliah dan lain sebagainya telah memangkas beberapa jam waktu kita.

Setidaknya kita pasti memiliki waktu luang walaupun tidak banyak, jadi manfaatkan waktu kamu yang sedikit itu untuk sekedar bercengkerama dengan blog kamu.

Jangan buang waktu kamu sia-sia untuk hal yang tidak berguna, seperti yang kamu lakukan sekarang ini.

Berapa lama kamu baca tulisan ini?, seharunya waktumu bisa kamu manfaatkan untuk menulis di blog kamu atau mencari informasi yang lebih bermanfaat dari pada membaca tulisan ini.

Selamat ngbelog dan happy blogging.

Wednesday, January 10, 2018

Mengusir Rasa Kesepian

MySatnite.com - Kesepian

Mengusir Rasa Kesepian
Sumber pic pixabay dengan keyword "Kesepian" terus saya edit lagi.

Dalam hidup ini kita terkadang sering merasakan sebuah perasaan negatif yang hanya merusak momen indah kita. Tanpa disadari perasaan negatif yang muncul membuat kita kadang ingin melakukan hal-hal diluar akal sehat.

Perasaan negatif juga banyak menimbulkan masalah untuk diri kita sendiri. Salah satunya rasa kesepian, saya percaya setiap orang pasti pernah merasakan namanya kesepian.

Kesepian bisa menyerang siapa saja, bahkan artis terkenalpun bisa dirasuki oleh kesepian. Banyak yang sampai melakukan tindakan bunuh diri karena merasa dirinya kesepian.

Menurut laman Wikipedia kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia yang diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya.

Hanya itu saja, saya juga tidak begitu mengerti dengan kalimatnya. Kesepian itu merujuk kepada kesendirian, tanpa teman. Tapi tidak semua kesepian itu harus sendiri atau tanpa teman dan orang-orang disekitar kita.

Dalam kehidupan nyata banyak yang merasakan rasa kesepian meskipun dalam keadaan ditengah kerumunan atau keramaian.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang merasakan kesepian, dari hal kecil seperi perpisahan, patah hati, sebuah penolakan, dikucilkan, sebuah transisi kehidupan pun membuat kita merasakan kesepian seperti menjadi tua dan ditinggalkan oleh anak-anaknya  dan masih banyak lagi.


Jangan lupa baca juga : Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang

Sesekali perhatikan sekitarmu, perhatikan orang lain


Rasa sepi terkadang hadir karena kita hanya peduli dengan diri kita sendiri, ingin diperhatikan tapi kita tidak pernah mencoba untuk memperhatikan orang lain.

Mulai dari memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan, karena membantu sesama akan mengikis sedikit demi sedikit rasa kesepian kita. Membantu sesama juga menimbulkan perasaan bahagia  yang akan membuat kita lebih tenang.

Hal ini pun dapat membantu kita lebih dekat dengan lingkungan sekitar, memahami rasa sosial dan menajai lebih empati.

Merobohkan tembok yang menghalangi antara kita dan orang-orang yang ada disekitar kita. Pada akhirnya rasa kesepian itu akan hilang dengan sendirinya.
Baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan.

“Kesepian harusnya membuat kita sadar, bahwa dalam hidup ini kita membutuhkan orang lain”


Berbagi cerita kepada orang-orang yang bisa kita percaya


Tidak perlu malu untuk mengakui bahwa kita sedang merasakan kesepian, ceritakan kepada orang yang bisa kita percaya.

Mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan rasa kesepian dalam diri, namun paling tidak sedikit meringankan.

Ceritakan yang apa yang membuat diri kita merasa kesepian, mintalah solusi terbaik dari sahabat kita tadi.

Itulah kenapa kita perlu setidaknya satu orang dalam hidup ini yang bisa kita percaya untuk saling berbagi.
Baca juga : Sebutir Berlian dari Sebuah Pertemanan

“Kesepian tidak akan pernah lebih kejam dalam kedekatan erat dengan seseoarang  yang berhenti untuk saling peduli”


Mengadulah kepada yang menciptakan berbagai macam perasaan dalam diri


Berbicaralah kepada yang maha kuasa, ini jalan terakhir untuk menghilangkan rasa kesepian dalam diri ini.

DIA lah yang membolak-balikkan perasaan kita. Mengadu dan bicaralah dalam setiap sujud dan doa, coba untuk instrospeksi diri.

Mungkin ada yang salah dalam diri kita, yang dibuat sengaja ataupun tidak. Selama kita paham dan mengerti tentang hal itu, kita tidak akan pernah benar-benar merasakan kesepian ataupun kesendirian.

Doa adalah jembatan, obat dari segala penyakit kegelisahan. Obat penenang jiwa dikala rasa sepi tiba.
Baca juga : 3 Hal Sederhana yang dapat membuatmu bahagia tapi sering dilupakan

“Terkadang orang yang selalu ingin membuat orang lain bahagia adalah orang yang paling sering merasakan kesepian”

Ingatlah satu hal, rasa sepi hanya terbentuk saat emosi negatif hadir menyelimuti hati. Cobalah untuk keluar sejenak, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk sekedar mengusirnya.

Jika kita merasa kehidupan memberikan sebuah rasa pahit, buatlah rasa pahit itu menjadi sebuah jamu yang menyehatkan. Agar orang lain merasakan manfaatnya maka berbagilah, karena hidup bukan tentang diri kita sendiri.

Saturday, January 6, 2018

Mendapatkan Ide Untuk Menulis

MySatnite.com - Sebuah Ide Itu Sangat Berharga

Mendapatkan Ide Untuk Menulis
Sumber pic Pixabay dan saya edit lagi

Terkadang kita berusaha keras untuk menemukan ide, otak dipaksa untuk berfikir diluar batas. Saya pernah melakukan hal seperti ini, dimana saat benar-benar tidak ada ide untuk sebuah tulisan. Sebenarnya banyak tutorial dan tips di om gugel yang membahas cara mendapatkan ide, inspirasi dan sebagainya.

Namun memang sulit kalau kita masih pemula ataupun baru memulai untuk menulis, bahkan orang yang setiap harinya menulis saja terkadang bisa kehabisan ide.

Saya punya beberapa blogger indonesia yang saya kagumi, mereka bukan blogger besar. Namun eksistensi mereka dan kontribusi mereka di dunia perbloggeran cukup baik.

Terkadang saya merasa bingung, bagaimana mereka mampu mengolah ide menjadi tulisan yang baik dan cara mereka mendapatkan ide itu seperti apa?, Setiap kesulitan ide, apa yang mereka pikirkan?

Dan ini selalu menjadi pertanyaan saya setiap waktu.

Namun semakin saya berusaha untuk menemukan ide, semakin semuanya sia sia. Otak ng-blank, alhasil satu tulisanpun tidak ada.

Disini saya semakin bingung dan timbulah rasa malas untuk ngeblog lagi. Itulah kenapa saya tidak pernah konsisten ngeblog, dan alhasil blog blog yang saya buat terbengkalai.

Jangan lupa baca juga : Belajar Dari Kucing Untuk Membuat Sebuah Konten

Hal kecil untuk sebuah inspirasi


Sore tadi, sepulang kerja. Ada seorang teman yang nyamperin saya. Ia mengajukan beberapa pertanyaan.

“Bro, gimana ya biar ide itu terus ngalir?” “Gimana cara mengolah ide yang kita dapat tadi?” “Saya pengen banget bisa produktif nulis diblog, tapi bingung memulainya?”

Kebetulan teman saya ini baru memulai blog, setelah beberapa kali membaca postingan saya diblog ini, ia memutuskan untuk memulai ngeblog . Alhamdulillah akhirnya ada sedikit manfaat juga artikel saya.

Menumbuhkan ide dan inspirasi dari hal hal kecil dan sederhana, ini lah yang saya terapkan dalam tulisan diblog saya.

Mulai dari lingkungan sekitar kita


Seperti tulisan saya sekarang yang sedang kamu baca ini, tadinya saya tidak pernah berfikir untuk menulis ini. Tapi ada seorang teman yang mengajukan pertanyaan seperti itu. Kenapa tidak saya buat artikel saja?.

Walaupun di luar sana sudah banyak yang membahas tentang  cara mendapatkan ide menulis. Tidak ada salahnya saya juga ingin berbagi pengalaman yang saya dapat, lagian memang sedang tidak ada ide lain juga.

Hampir semua tulisan yang ada diblog ini mengambil dari kejadian sehari hari saya, yang ada di kost, ditempat kerja, dijalan.

Karena sebenarnya banyak hal yang bisa dibahas di dalam kehidupan sehari hari, mungkin seperti,  kenapa kecoa susah mati, semut yang mampu membawa beban lebih besar dari ukuran tubuhnya atau mungkin baru di tolak sama gebetan.

Jadi menurut saya tidak perlu memikirkan dan mencari ide apa yang ingin saya tulis, karena semakin kamu berfikir keras semakin hilang itu idenya. Ini yang saya alami, tidak tau dengan yang lain.

“Suatu saat kita akan menemukan sumber inspirasi menulis kita sendiri, tanpa susah payah memeras otak untuk dipaksa mencari ide”


Buatlah sebuah judul terlebih dahulu


Tidak perlu judul yang bagus, tapi dibuat asal saja. Ini hanya memancing otak kita untuk mendapatkan ide dari judul singkat yang kita buat tadi.

Misal “Kecoa terbang”, dengan hanya dua kata seperti itu kita bisa dapat banyak kesimpulan dan beberapa pertanyaan dikepala yang pada akhirnya menjadi sebuah konten.

Ini sering saya terapkan jika benar benar tidak ada ide lagi, saya biasanya membuat judul apa saja dari beberapa objek yang saya lihat, pertanyaan dari orang orang sekitar saya, bahkan pertanyaan tukang mie ayam di depan kost saya.

“Fokus pada satu hal disetiap kali kita menulis, itu jauh lebih baik dari pada mengumpulkan banyak ide”

Menemukan ide dari kolom komentar


Sepertinya kalau yang ini juga sudah banyak sekali yang membahas, tapi tidak ada salahnya saya masukkan, karena memang  ampuh juga jika tidak ada ide lagi.

Kalau blognya tentang tutorial mungkin akan banyak komentar dengan nada pertanyaan. Dengan begini kita bisa menjawab langsung di kolom komentar atau bisa kita jawab dengan artikel. Lumayan kan nambah nambah artikel di blog.

Terus bagaimana jika blognya bukan tentang tutorial dan sejenisnya?. Tetap masih bisa dapat ide dari komentar, tentu bagaimana kita jeli saja mengambil beberapa kalimat dari komentar tadi untuk dijadikan tema tulisan kita berikutnya.

Misal ada komentar “nice artikel”, dari dua kata itu kita bisa membuat beberap ide tulisan, contohnya “cara membuat artikel yang bagus, 99 cara membuat artikel yang menarik, atau mungkin cara berkomentar yang baik”.

Itu sudah dapat tiga judul artikel, isinya tinggal kita mengolahnya dengan kalimat dan gaya bahasa kita sendiri.

“Keistimewaan dan ide yang aneh itulah yang membuat kita menjadi diri sendiri, jangan pernah takut untuk menunjukkannya”

Buatlah hobby lain, selain menulis


Punya beberapa hobby atau kegiatan lain bisa memicu otak lebih tanggap untuk mendapatkan ide dari kegiatan kita.

Misal kamu punya hobby mukulin kecoa didapur, hobby nolongin ikan tenggelem di aquarium. Dari kegiatan kegiatan yang kita lakukan bisa menjadi inspirasi kita untuk menulis.

Saya sendiri biasa hobbynya ngumpul bareng teman kost, ngobrol ngalur ngidul yang sedikit diisi dengan beberapa pertanyaan pertanyaan aneh.

Dari sinilah saya terkadang mendapatkan ide menulis, seperti tulisan saya hari ini.

Luangkan waktu untuk mengekspresikan diri secara kreatif tanpa menulis, dengan begitu kreatifitas akan menyulut kita untuk menumbuhkan ide ide baru dikepala kita.

“Tulisalah tulisan untuk diri kamu sendiri, sesekali lepaskan tekanan tulisan yang kamu lakukan untuk para pembaca”

Banyak-banyak membaca buku atau blog lain


Nah, kalau yang ini juga sering banyak yang bahas. Tapi tetap saya masukkin, kan lumayan nambah-nambahin jumlah katanya.

Bukan bukan, ini juga sering saya terapkan di saat saya seret ide. Saya mengulas beberapa buku yang sedikit menyangkut dengan niche blog saya.

Didalamnya kadang terdapat kalimat kalimat atau kata yang bisa dijadikan sebuah ide untuk menulis. Tapi jangan ditulis ulang isi bukunya, maksudnya dapat ide saja.

Sisanya tetap berfikir dan gunakan kreatifitas kita untuk mengolah ide tersebut menjadi sebuah tulisan dengan ciri khas kita sendiri.

Membaca di blog lain juga hampir sama dengan membaca buku, jangan nanti menulis ulang artikel blog orang.

Disini kamu bisa mendapatkan ide dari beberap kalimat yang terdapat di isi tulisan, mungkin juga bisa dapat dari kolom komentarnya.

“Menulislah saat kamu ingin menulis, jangan pernah memaksakan diri untuk menulis dikala tidak ada mood menulis”

***

Itu beberapa tips cara mendapatkan ide menulis yang memang sering saya terapkan, sebenarnya masih banyak lagi.

Tapi point-point diatas yang paling ampuh menurut saya dan pengalaman saya pribadi selama menggunakannya.

Untuk pertanyaan “Gimana cara mengolah ide yang kita dapat tadi?”  mungkin akan saya bahas di artikel berikutnya, karena sudah terlalu panjang. Tidak tau kapan mau membahasnya, karena kapan saja saya mau menulis.

Ide bisa datang dari mana saja, selama kita mampu untuk peka terhadap kejadian atau hal hal kecil yang ada disekitar kita. Manfaatkan dan olah sesuai kemampuan kita, setiap orang punya cara sendiri untuk mendapatkan inspirasi dan idenya.

Tulis apa yang ingin kamu tulis, jangan paksakan diri untuk menulis yang tidak ingin kamu tulis. Kecuali dapet job review, walau tidak ingin menulis tapi tetap harus ditulis.

Yang ingin menambahkan silahkan komentarnya dibawah, atau yang ingin ngoreksi dan kritiknya selama kolom komentar gratis.

Wednesday, January 3, 2018

Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang

MySatnite.com - Dewasa Muda

Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang
Sumber pic npr(org) tapi di edit lagi

Apa yang sudah kamu lakukan selama hidup dunia ini? Apa yang sudah kamu ketahui selama hidup dunia ini?
Pertanyaan yang selalu saya lontarkan dalam hati setiap tahunnya, setiap angka yang bernama usia itu bertambah. Namun nyatanya jatah hidup didunia semakian berkurang saja tanpa disadari.

Di usia sekarang ini katanya bukan lagi remaja tapi juga belum masuk dewasa, senior saya bilang ini masa dewasa muda. Sudah merasa pede dibilang ada dewasanya.

Terkadang juga masih merasa bingung dimana ada saatnya sudah tidak cocok lagi bergaya rock n roll dan kongkow ditempat tempat remaja.

Merasa sudah saatnya membangun wibawa dan membangun identitas diri, tidak lagi yang namanya mencari jati diri.

Pemikiran yang semakin berubah, dari yang tadinya sekedar hidup santai untuk hari ini saja. Namun sekarang lebih berfikir untuk kedepan, bahkan sudah jauh memikirkan masa depan tapi tetap dengan mempertimbangkan realitas hari ini.


Jangan lupa baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan


Tidak terasa sudah lama juga saya hidup didunia ini


Waktu itu tidak pernah mau menunggu,  walau sedetik sekalipun, semakin hari tidak terasa tahun demi tahun terlewati.

Terkadang masih merasa baru kemarin saya melepas seragam, baru kemarin saya tertawa bersama para sahabat, baru kemarin saya menuliskan dan bercerita omong kosong untuk sekedar menghadirkan gelak tawa. Mencerikatan mimpi mimpi besar dimasa depan.

Namun hari ini saya sudah di masa depan, meski harapan harapan dimasa lalu belum sepenuhnya tercapai, setidaknya saya sudah mulai berproses meraihnya.

“Waktu itu sperti pisau, jika kita tidak bisa menggunakannya dengan baik, dia akan melukaimu”

Menghadapi masalah dengan cara yang semakin berbeda


Setiap orang pasti memiliki permasalahan dalam hidupnya, entah itu dari masalah cinta, persahabatan, keluarga, pekerjaan dan masih banyak lagi.

Dulu jika ada masalah bukan langsung diselesaikan tapi malah update status di media sosial. Status yang memperlihatkan bahwa diri ini sedang banyak masalah antara hidup dan mati, merasa dunia tidak adil, merasa masalahnya yang paling berat di dunia.

Walaupun terkadang hanya sekedar di gigit nyamuk saja, updatnya sudah seperti kena hunus pedang di ulu hati.

Untuk sekarang lebih bisa mengatur diri, mengatur mana yang harusnya di tampilkan dan mana yang tidak seharusnya di publish ke publik.

Setiap menghadapi masalah juga tidak pernah lagi mengadu ke sosmed, karena sudah sadar itu tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada malah terlihat seperti manusia idiot.

Berbagi boleh saja, yang terpenting jangan terlalu menelanjangi diri di media sosial
“Berbagi yang sepantasnya saja, filter mana yang bisa di publish dan mana yang memang seharusnya tidak di tampilkan. Jangan terlalu menelanjangi diri di media sosial”

Sudah mulai pandai berhitung


Bukan berhitung satu sampai seratus, disini sudah mulai perhitungan dengan hal hal kecil yang disaat remaja merasa biasa saja.

Seperti menghabiskan waktu sia sia dengan kegiatan kegiatan yang tidak begitu bermanfaat. Menghabiskan uang sekedar kongkow kongkow bareng teman hanya untuk gengsi semata.

Sekarang sudah mulai perhitungan tapi bukan pelit. Perhitungan untuk memikirkan masa depan. Mulai merasa dari pada uang habis untuk hal tidak berguna lebih baik ditabung.

Meskipun tetap menyisihkan untuk sekedar  memanjakan diri dan memberikan hadiah pada diri sendiri yang sudah bekerja keras.
“Jangan menyia-nyiakan waktu untuk sekedar melakukan hal hal yang tidak berguna, itu tidak akan membawa perubahan yang baik di masa depan”

Selera penampilan yang ikut berubah


Saat remaja tampilan dengan gaya Rock n Roll, rambut sedikit acak acakan, saya sudah merasa orang paling tampan didunia saat itu, meskipun masih terlihat cupu.

Namun semakin kesini rasanya yang seperti itu bukan saya banget, sekarang lebih ingin tampil sederhana namun terlihat dewasa.

Tidak lagi terlalu mengikuti tren yang ada, lebih membangun identitas diri dari penampilan. Karena bukan saatnya lagi mencari jati diri, saya merasa sudah menemukannya.
“Perubahan tidak dapat dipaksakan, namun perlahan waktu demi waktu dari banyaknya perjalanan, pengalaman membuat diri semakin paham. Perubahan akan mengikuti seusai pemikiran dan pola kehidupan”

Sebuah lingkaran pertemanan yang sedikit bergeser


Seiring berjalannya waktu, usia yang katanya semakin bertambah. Terkadang kita tanpa sadar bahwa lingkaran pertemanan semakin mengecil dan menyempit.

Ini sebuah kenyataan yang saya alami sendiri, kehilangan beberapa kontak teman. Semakin hari semakin bertambah kontak yang tidak aktif dan mulai hilang perlahan.

Akhirnya tidak pernah tau kabar dan perkembangan nya. Tiba tiba kabar sudah mau nikah saja, itupun dari media sosial.

Namun dari sekian banyaknya kontak dan teman yang menghilang ada beberapa teman yang masih selalu setia menemani perjalanan dan selalu saling berbagi tentang perkembangan masing masing.

Memang tidak banyak, hanya ada satu dua orang saja, namun ini yang harus saya pertahankan. Mungkin ini yang disebut sahabat sejati.

Tapi memang seperti inilah perputaran kehidupan, siklus yang memang harus dilewati. Pertemuan pasti ada perpisahan.

Bertemu dengan orang-orang baru, cara berpikir yang baru, sudut pandang yang baru, pastinya membuat diri ini semakin berkembang.

Tidak ada yang sia-sia apapun yang terjadi didunia ini, semua sudah diatur oleh yang kuasa.
“Pertemanan itu bukan berlomba-lomba mengumpulkan banyaknya bongkahan batu, tapi lebih mencari sebutir berlian”

Lebih mendekatkan diri dengan Sang Pencipta


Kelakuan saat remaja yang kadang shalat bolong bolong, masih mengikuti hawa nafsu, emosi. Untuk sekarang rasanya sudah waktunya memperbaiki diri, memantaskan diri untuk lebih baik lagi.

Karena merasa usia katanya bertambah namun jatah hidup sudah mulai berkurang setiap harinya. Jadi sudah mulai merasa sayang menyia-nyiakan waktu.

Tidak ada kata menunggu besok atau lusa, seperti yang sering saya dengar  “syarat mati itu tidak harus tua, syarat mati tidak harus sakit, jadi pergunakan waktu mudamu untuk melakukan hal yang bermanfaat setidaknya untuk dirimu dulu,”

Karena saya laki-laki yang pastinya bakal jadi calon pemimpin untuk keluarga suatu saat nanti, jadi harus mempersiapkan diri dari sekarang.
“Hidup didunia itu singkat, pergunakanlan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai lalai dan nafsu mengendalikanmu”

***

Ada banyak yang sudah saya lalui selama 24 tahun ini, benar benar tidak terasa. Mungkin belum ada apa apanya dibandingkan orang orang yang sudah punya segudang pengalaman.

Namun bagi saya sudah sangat banyak perubahan yang saya rasakan, meskipun pengalaman masih belum begitu banyak.

Terutama pengalaman hidup jauh dari orang tua, mengeluarkan biaya makan, tempat tinggal, study yang membuat saya sadar beratnya orang tua saya dulu banting tulang pergi pagi pulang malam demi sekolah dan makan saya.

Di usia yang nominal angkanya semakin bertambah ini, tidak banyak yang saya harapkan, kecuali kebahagiaan dan kesehatan untuk orang orang terdekat saya.

Berapa banyak hal bodoh yang saya lakukan, berapa banyak waktu terbuang sia sia. Ada ketakutan yang selalu menghantui, yaitu diri saya sendiri. Takut diri ini tanpa sadar mengecewakan orang orang yang pernah hadir dalam kehidupan saya, entah yang baru kenal ataupun yg sudah lama.

Meskipun begitu, waktu tidak akan bisa diulang. Mungkin dengan bertambahnya angka ini saya bisa lebih mawas diri.

Sunday, December 31, 2017

Untuk Yang Pertama Pengisi Kekosongan

MySatnite.com - Cinta Pertama

Untuk Yang Pertama Pengisi Kekosongan
Sumber pic shmoop, jangan tanya kenapa gambar kucing. Karena mereka lucu.

Pagi yang cerah di awal bulan juni, secerah hatiku saat itu karena baru saja diterima disekolah yang selama ini aku idamkan. Namun bukan hanya itu saja yang membuatku senyum semringah dan semangat untuk cepat cepat berangkat kesekolah.

Aku bertemu dengan seseorang yang membuat hati ini sedikit gugup dihadapannya.
Ini berawal ketika aku berangkat sekolah kemarin, saat di halte dimana tempat menunggu bis jemputan dari sekolah.

Saat itu seperti biasa, aku yang memang selalu terlambat dan kesiangan akhirnya ketinggalan bis.

Tapi hal itu menjadi momen dimana aku bertemu dengan cinta pertamaku. Ya.. aku sebut itu cinta pertamaku walau masih ada embel embel monyetnya.

Yang tadinya sedikit kesal karena ketinggalan bis menjadi hari dimana paling aku syukuri. Setidaknya untuk saat itu.

Yang paling aku sykuri, aku punya teman terlambat hari ini. Dari seragam yang ia kenakan bertuliskan SMA 1 Tangkas OKUT.

Akhirnya kami berangkat dengan bis umum, Ia duduk di bangku paling belakang. Dengan sesekali aku melirik kearahnya.

Ingin rasanya bertegur sapa, setidaknya aku ingin tau namanya.
Namun seperti biasa, aku tak pernah punya keberanian seperti teman temanku yang lain.

Wajar saja aku sering dipanggil cupu disekolah, julukan yang sebenarnya tak pernah aku harapkan. Namun memang seperti itulah kenyataan yang ada.

Jangan lupa baca juga : Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang bukan Sekedar Teman

Aku mulai terlihat bodoh didepanmu


Tidak terasa kamipun tiba disekolah, aku langsung berlari menuju kelasku. Karena sebentar lagi bel masuk akan berkumandang, sudah cukup buatku bersih bersih toilet pagi kemarin.

Tapi aku masih penasaran dengan gadis yang berseragam bertuliskan SMA 1 Tangkas itu. Kira kira ia masuk dikelas mana atau mungkin kakak kelasku.

Bel tanda masuk sudah berbunyi, semua sudah siap duduk di bangku masing-masing menunggu guru pertama datang.

“Selamat pagi anak-anak” sapa pak dirlan sang guru matematika.

“pagi pak” jawab kami.

“Hari ini bapak ingin ...... ...... ..... .....”. telingaku seakan tak perduli lagi dengan apa yang Pak Dirlan katakan. Mata ini langsung ternganga tanpa kedip melihat sosok gadis yang disebelah pak dirlan itu.

“Yess..” dengan kencang tanpa sadarnya aku berteriak dan berdiri.

“Ada apa Tama?,” tanya Pak dirlan.

“Ee ee anu pak, akhirnya saya hari ini bisa datang tepat waktu” Aku mulai terlihat bodoh.

“Bagus kalau begitu, baiklah Akina, silahkan perkenalkan diri kamu” suruh Pak Dirlan.

Yah ... namanya Akina, gadis yang aku temui di halte tadi. Ternyata ia anak pindahan dari Jakarta. Disini tinggal bersama kakek dan neneknya.

Setidaknya aku masih bisa memandangmu dari sudut sempit ruangan kelas


Jam pelajaran pertama dimulai, aku tak pernah bisa fokus mendengarkan mulut pak dirlan berceloteh menjelaskan angka dan rumus rumus yang membuat isi kepala ini bekerja ekstra.

Yang sekarang aku pikirkan bagaimana caranya aku bisa menyapa gadis imut yang sekarang duduk di bangku nomor 3 dari depan, baris keempat dari pintu kelas. Sangat jauh dari tempat dudukku yang paling belakang di baris pertama.

Tapi setidaknya aku bisa leluasa memandangi ia dari sini, Nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustakan.

Tidak terasa bel istirahat pun telah berkumandang, si gadis imut bernama Akina itu sudah seperti gula dikerubungi teman satu kelas untuk sekedar bertanya-tanya.

Jujur saja, kami hanya tau Jakarta itu dari tivi dan cerita-cerita buku di perpustakaan. Terkadang sesekali ada guru kami yang pernah ikut pelatihan disana menceritakan tentang Jakarta. Yang katanya kota metropolitan dengan gedung gedung tinggi.

Aku sendiri bingung, bagaimana orang bangun gedung tinggi seperti itu. Memang tidak takut roboh?. Pohon kelapa samping rumahku saja saat angin kencang sudah roboh.

Sulit memang membayangkan yang diluar kepalaku. Mungkin suatu saat nanti aku akan pergi kesana untuk melihatnya langsung.

Aku mulai merasa hilang harapan dengan dirimu yang semakin populer


Hari hari pun berganti, namun masih saja aku belum pernah sekalipun menyapa Akina walaupun kami satu kelas. Entahlah, mulut ini sulit sekali raasanya terbuka, langkah berat seakan penuh beban.

Akina, gadis imut dari Jakarta yang meluluhkan hati ini, sekarang menjadi gadis populer di kelas bahkan disekolah. Dari kakak kelas sampai ibu kantinpun sekarang mengenalnya.

Semakin minder dan merasa jauh saja, mana mungkin ia mau berkenalan dengan aku yang hanya kutu buku ini.

Mungkin aku tetap melanjutkan hari hariku seperti biasa, mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya di kepala dari buku buku usang di perpus.

Namun disaat kaki melangkah keluar dari pintu kelas ada suara aneh mengiringi dari belakang.

“Taamaa” Pelan namun pasti, suara itu aku kenal. Ya.. hari ini aku sedang tidak beruntung.
Itu suara pengemis disekolah ini, doni, eka dan roni. Anak kelas 3 yang semena-mena dengan adik kelas tak berdaya seperti aku.

“Mau kemana kamu?” tanya doni.

“Ini kak, ee ee mau ke ke” Haduh.. kenapa aku selalu gugup seperti ini. Semakin bahagia wajah mereka untuk menindas.

Namun tuhan berkata lain...

“Ghemm..”.

Itu suara pak Dirlan dari belakang, para pengemis itupun langsung pergi. Akhirnya aku terselamatkan hari ini.

Kebodohan yang selalu aku tunjukkan didepanmu


Hari yang seperti biasanya,  masih di bulan juni namun sudah di penghujung. Tinggal beberapa hari lagi Juli pun tiba.

Sedang asyik diperpus, tiba tiba ada yang menyapaku dengan lembut.

“Tama, kamu sering di perpus juga?”

Saat melihat kearahnya “ee.. ee iya, biasa aku memang sering bantu bantu bersihin dan ngerapihin buku disini, dari pada istirahat bengong aja”. Jawabku dengan Pede 100%.

"k k kamu kok bisa tau nama aku" Tanyaku yang mulai GR (Gede Rasa)

"Iyalah, kitakan satu kelas. Lagian itu ada papan nama di baju kamu"

Hit combo kelihatan bodoh di depan Akina.

“Tamaa, buruan. Jangan sambil ngobrol, mau ditambah hukumannya?” saut ibu penjaga perpus dengan muka murka.

“ii..ii iya bu” jawabku dengan senyum aneh.

“Jadi kamu lagi dihukum tam?” cetus Akina, dengan sedikit senyum.

Oke, hari ini aku dihukum karena telat mengembalikan buku ke perpus. Bukan masalah hukumanannya. Tapi kenapa Akina menyapa aku saat momen yang tidak tepat. lagi lagi aku terlihat bodoh didepannya untuk kedua kalinya.

Ini jauh dari ekspetasiku yang berharap kesan pertama kami bertemu dan saling sapa itu ketika aku terlihat keren dimatanya, seperti itulah yang aku tonton di tivi.

Tapi yang jauh lebih penting adalah akhirnya aku dan Akina bisa tegur sapa, meski dengan kesan pertama yang kurang mengenakan.

Kesan pertama yang membuat aku terlihat bodoh, kesan pertama yang membuat aku semakin terlihat cupu. Namun tetap aku syukuri.

Pada akhirnya waktu tetap berpihak padaku, meski mulut masih terasa kaku


Tuhan selalu punya rencana indah untuk saling mempertemukan dengan tidak kesengajaan. Dari pertemuan pertama tanpa kata, dari sapa tanpa makna. Akhirnya kami mulai terbiasa dengan suasana.

Akina : “Tama.. Tam, Makan mie ayam yok? Aku yang traktir hari ini”

Aku : “Siaap, bentar aku mau simpen tulisanku dulu.”

Hujan dipenghujung desember sudah mulai reda, langkah kaki mulai pudar dalam genangan.

Langkah tetap melaju meski rindu hanya terpatri dalam kalbu, lagi lagi mulut sulit terbuka hanya sekedar mengucap Aku Rindu.

***

Gedung tinggi yang selalu aku bandingkan dengan pohon kelapa disamping rumah, hari ini tepat di depan mataku. Hidup itu memang harus dinikmati, sampai dimana yang sekedar mimpi belaka mampu menjadi nyata dengan bantuan usaha dan doa.

Lihat Akina, aku sudah berdiri di kotamu, namun tetap dengan senyummu didepanku sembari menikmati mie ayam dibawah tenda biru.

Akina, selamat tahun baru. Ini tahun baru yang kesekian kalinya namun terasa sama dan hampa.

Tuesday, December 19, 2017

Belajar Dari Kucing Untuk Membuat Sebuah Konten

MySatnite.com - Belajar Membuat Sebuah Konten Dari Seekor Kucing

Belajar Dari Kucing Untuk Membuat Sebuah Konten
Sumber pic sites.psu.edu dan saya tambah editi sedikit

Belajar bisa datang darimana saja, tidak harus dari sekolah ataupun tempat-tempat khusus belajar. Bisa dari lingkungan sekitar kita, orang terdekat atau bahkan kejadian yang sedang terjadi membuat kita belajar dan memahami sesuatu.

Seperti yang hari ini saya alami sepulang dari kerja, ada seekor kucing yang sedang asyik tiduran didepan pintu kost saya.

Karena memang saya seorang pecinta kucing jadi tidak saya usir, kalau melihat kucing rasanya pengen dipeluk saja.

Niat hati ingin memegang itu kucing , tapi tiba-tiba “Robby...pushh”. Ternyata anak ibu kost, ya itu kucing peliharaan nya. Namanya lebih keren dari para penghuni kost disini.

Saya juga memiliki seekor kucing, meski sekarang tinggal dengan sodara dan orang tua saya. Karena waktu yang saya punya sekarang memang tidak banyak.

Di kost hanya untuk tidur dan sisanya dihabiskan dikantor dan dijalan bermacet ria, jadi tidak akan sempat membagi waktu hanya untuk mengurusi seekor kucing.

Bicara soal kucing, dia itu hewan yang lucu, imut, yang pasti kalau ngelus perutnya bikin stress hilang. Ini menurut saya dan pengalaman saya kalau ngelus-ngelus perut kucing.

Ada beberapa hal yang bisa saya pelajari dari seekor kucing tentang membuat sebuah konten diblog.

Kenapa harus kucing? Memang tidak ada hewan lain?  Seperti kecoa mungkin?

Tidak harus kucing, kalau kalian punya hewan yang disukai mungkin bisa dilihat dan diperhatikan. Siapa tau bisa dapat inspirasi dari sana.

Kalau soal kecoa, itu salah satu hewan yang paling saya benci, silahkan baca disini alasan kenapa saya membenci kecoa. ( Sepasan Kecoa Yang Menyebalkan )

Jangan lupa baca juga : Yang Selalu Membuat Rindu Ingin Pulang


Mulai belajar untuk mudah disukai


Perhatikan saja seekor kucing dengan wajah yang imutnya, dia berusaha meyakinkan pemiliknya untuk menyukainya.

Terkadang dengan tingkah-tingkahnya yang konyol dan menggemaskan, membuat sang pemilik semakin gemes saja.

Begitupun dengan kita yang ingin membuat sebuah konten diblog. Apapun konten yang akan kita buat dari cerita, tutorial, tips, traveling atau sebuah review dan masih banyak lagi.

Tentunya kita akan berusaha semaksimal mungkin myakinkan pembaca untuk menyukai tulisan kita dengan berbagai cara. Dari cara penulisan, cara penyampaian yang mungkin sedikit berbeda dari yang lain.

Tulisan yang lebih singkat, penjelasan yang padat dan gaya bahasa yang mudah untuk dipahami.

Setiap orang tentunaya punya cara sendiri untuk memikat dan mudah disukai oleh pembaca.

“Memiliki kucing itu asyik, bisa menemani kita dikala mengerjakan tugas. Dia akan tidur disamping laptopmu dan mendengkur. Suaranya memang sedikit mengganggu namun tidak semengganggu suara chat dari pacar yang posesif”

Belajar membuat pembaca merasakan sesuatu setelah berkunjung


Memelihara kucing itu sedikitnya membuat kita merasakan sesuatu yang beda. Setelah pulang kerja seharian, sampai rumah ngelus-ngelus kucing saja sudah sedikit menghilangkan beban dan emosi negatif yang dibawa dari tempat kerja.

Tapi ini akan dirasakan bagi yang penyuka kucing atau binatang ya. Setiap orang punya feel beda beda.

Untuk sebuah konten diblog mungkin kita bisa belajar untuk membuat pembaca merasakan sesuatu.

Membuat ikatan emosi yang kuat antara tulisan dengan para pembaca sehingga mereka tidak hanya sekali lewat saja.

Mungkin mereka akan kembali lagi mengunjungi blog kita untuk merasakan seuatu yang beda.

Sesutu yang membuat mereka lebih bersemangat dan bahagia lebih dari sebelum mereka berkunjung keblog kita.

Tapi seperti kucing tadi, tidak semua suka dengan kucing. Begitupun konten kita, tidak semua orang suka meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin. Jadi tidak perlu bersedih.

“Kucing itu hewan rumahan yang menggemaskan, meski terkadang menjengkelkan. Terlepas dari itu kucing adalah hewan peliharaan yang enak di gendong kemana-mana.”

Jangan takut untuk terlihat konyol


Kucing selalu melakukan hal konyol untuk menarik perhatian sang pemilik. Meskipun terkadang hanya bikin kesal. Seperti tidur di keyboard saat kita sedang mengetik.

Didalam membuat sebuah konten juga jangan pernah takut untuk terlihat konyol. Terkadang para pengunjung butuh sebuah hiburan dengan tulisan yang tidak terlalu serius.

Mungkin ada sedikit disertai kalimat-kalimat unik yang mampu memecah suasana, walaupun terkadang terlihat garing juga.

Tentunya kalian punya cara sendiri untuk menghibur disela-sela kalimat yang  panjang yang kalian buat.

Sedikit tidak masalahkan, tidak akan mengurangi kadar ketampanan dan kecantikan kalian.

“Nabi Muhammad SAW pun memiliki seekor kucing bernama Muezza. Kucing itu sebenarnya hewan yang sangat penurut, tergantung pemiliknya. Rajin, telaten merawat dan mengajarinya.”


Memberikan yang terbaik


Kucing itu hewan yang pintar, terkadang sulit membedakan mana peliharaan dan mana yang majikan.

Tidak seperti hewan rumahan lainnya, sebut saja doggy. Doggy hewan rumahan yang melayani pemiliknya.

Benar-benar mampu menghibur sang majikan. Itu kenapa ada doggy polisi dan belum ada kucing polisi.

Berbeda dengan kucing, dia tidak akan melayani majikannya. Tapi sebaliknya, kucing ingin dilayani dari makan, bahkan bermain.

Dia akan mengganggu apapun pekerjaan kita hanya untuk dapat perhatian, seperti tertulis di atas. Saat kita sedang mengetik tugas atau pekerjaan, tiba-tiba dia tidur di atas keyboard.

Terus apa hubungannya memberikan yang terbaik?

Ini bukan soal kucing tapi tentang pemilik kucingnya. Kita di ajarkan oleh kucing untuk memberikan konten yang terbaik kepada para pembaca kita. Seperti kita memberikan yang terbaik untuk mereka agar terus betah dirumah.

Memberikan konten yang terbaik disini mungkin bisa dengan tulisan yang ramah untuk pembaca sehingga mereka betah untuk terus stay di blog kita.

Tentunya kalian punya strategi sendiri dalam penulisan konten terbaik kalian bukan.

Walaupun semaksimal apapun kita memberikan yang terbaik, tetap saja ada yang merasa tidak puas.

Tapi tenang saja, ucapkan pada diri kita. Kita hanya seorang blogger, tugas kita hanya menulis apa yang ingin kita tulis dan berharap mampu bermanfaat untuk orang lain.

Kita bukan orang yang bertugas untuk memberikan pendidikan kepada dunia, jadi tetap nikmati saja kalau ada yang tidak suka.

"Kucing indonesia atau disebut kucing kampung, meski tinggal di kota. Menurut saya lebih cerdas dari kucing yang gemuk-gemuk dari benua eropa. Kucing kampung juga lebih atraktif dan bandel."

***
Meskipun begitu ada sifat kucing yang tidak harus di pelajari saat ingin membuat konten.

Sifat kucing yang suka bermalas-malasan karena kucing itu salah satu hewan pemalas. Hampir setiap hari kerjanya hanya tidur.

Kalau kita malas untuk membuat konten, maka blog kita juga akan tertidur. Jadi tetap semangat melawan rasa malasnya dan terus menulis sambil ngemil indomie.

Sunday, November 12, 2017

Menerapkan Disiplin Menulis

Menerapkan Disiplin Menulis
Sumber Pic Pixabay.com and Mysatnite

Kegiatan menulis kini mulai saya gemari kembali, setelah hampir lebih dari empat tahun vakum dari dunia perbloggeran. Akhirnya berkat rekomendasi dari