Showing posts with label Personal. Show all posts
Showing posts with label Personal. Show all posts

Friday, January 12, 2018

Sebuah Perubahan, Perlukah?

MySatnite.com - Perubahan 

Sebuah Perubahan, Perlukah?
Sumber Pixabay dan lagi lagi saya edit


Dunia yang semakin dewasa, bumi yang semakin tua. Manusia yang masih dengan sifat serakahnya. Haus akan kekuasaan, haus akan pengakuan dan terkadang rela melakukan apapun demi keinginannya terwujud. Walaupun harus mengorbankan harga diri dan keluarganya.

Namun saya tidak akan membahas tentang manusia-manusia itu. Saya ingin membahas perubahan dalam diri saya sendiri. Setelah kemarin saya membahas tetang bertambahnya usia namun berkurang sisa hidup didunia.

Setelah 24 tahun saya hidup didunia ini, merasakan susah senang, pahit manisnya kehidupan. Dari pertama kali melihat atap rumah persalinan sampai melihat megahnya langit jakarta.

Begitu banyak yang saya lalui, pelajaran dari orang yang saya temui, tempat yang saya kunjungi dan orang-orang yang silih berganti mengisi kehidupan saya.

Pertemuan dan  perpisahan membuat saya semakin hari semakin belajar tentang kehidupan. Tentang saling menghargai, menghormati  dan kesadaran untuk menghargai waktu bersama orang-orang yang yang berada dilingkaran kehidupan saya sebelum perpisahan tiba.

Dari yang tertatih melangkah sampai kini yang mampu berlari, dari yang hanya disuapi kini bisa mencari sendiri.

Tidak terasa waktu begitu cepat, perubahan semakin pesat. Yang muda menjadi dewasa,  yang dewasa menjadi tua. Begitulah hukum alam dan siklus perubahan dalam diri manusia.

Namun ada seorang sahabat lama yang bertanya “Tam, semakin hari kita semakin dewasa. Tapi apakah sebuah perubahan itu perlu? Dan Kamu sudah banyak berubah sampai aku tidak begitu mengenal dirimu?”.

Pertemuan dengan sahabat yang memang sudah lama tidak pernah berjumpa, tentu saja banyak perubahan.

Jangan lupa baca juga : Mengusir Rasa Kesepian

Dunia yang memaksaku untuk berubah


Sekarang saya hidup dizaman yang katanya modern, dimana semua orang bergantung dengan namanya teknologi.

Bahkan untuk belanja saja tidak perlu lagi kepasar atau ketoko, hanya dengan menggeserkan jari saja semua tersedia.

Berbanding terbalik dengan kehidupan saya dulu, teknologi itu mahal. Hanya di jangkau orang-orang yang berkantong tebal.

Hari ini saya merasa seperti hidup dimasa depan dengan semua kecanggihan yang ada. Kecanggihan yang hanya sebuah angan dimasa lalu. Seperti mimpi saja, perubahan itu begitu cepat.

Inilah yang memaksaku untuk berubah, dari segi pemikiran, konsep hidup, pandangan tentang masa depan dan beberapa hal lain yang memang harus saya rubah, karena zaman yang semakin sedikit gila.

Namun yang paling penting perubahan diri menjadi lebih dewasa, menjadi lebih empati terhadap sesama, menjadi lebih peduli dengan sekitar. Karena saya sadar bukan anak remaja lagi yang masih bingung mencari jati diri.

"Satu hal yang kita tau tentang masa depan, yaitu masa depan tidak akan sama dengan hari ini"

Melupakan harapan dan impian lama


Begitu banyak harapan-harapan yang dituangkan dimasa lalu dan itu tidak lagi relevan dengan hari ini. Begitu juga impian yang terlihat sudah tidak realistis jika dilihat lagi sekarang.

Ini salah satu bentuk perubahan yang saya lakukan, bukan menyerah dengan impian yang sudah sekian lama di inginakan.

Tapi saya mencoba untuk lebih melihat yang realistis, mencapai impian-impian yang sudah ada didepan mata.  Namun tetap dengan misi visi yang tidak pernah berubah karena masih sejalan dengan impian sekarang.

Karena jika saya memaksakan untuk mempertahankan impian dan harapan lama, semua akan menjadi sia sia. Sia-sia di waktu, sia sia di usia yang semakin tipis. Yang lama tidak tercapai, yang hari ini pun  akan terbuang. Kita hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan segalanya.

"Ubahlah dirimu sendiri dan kau akan merubah keberuntunganmu"

Saya tidak pernah berubah, hanya saja pemikiran dan cara pandang saya tentang kehidupan yang berubah


Saya tetap seperti ini, mungkin hanya fisik yang berubah semakin tinggi dan besar karena memang itu siklus kehidupan.

Selain itu cara berfikir dan cara pandang saya tentang kehidupan yang semakin berubah. Mungkin yang dulu hanya memikirkan diri sendiri, bersenang-senang. Sekarang lebih memikirkan untuk fokus mulai menata kehidupan.

Memikirkan masa depan berfokus memantaskan diri menjadi lebih baik lagi, selama masih ada kesempatan berubah dan memperbaiki diri.

Seperti kota yang saya tinggali sekarang , yang semakin hari semakin berubah, dari wajah yang lusuh kini tertata namun tetap riuh, untung saya tidak pernah kehilangan rasa kemanusiaan saya disini.
"Sekedar berubah saja memang tidak cukup, kita butuh berubah kearah lebih baik"

Perubahan itu perlu dan dibutuhkan


Perubahan sangat perlu, tapi perubahan yang kearah positif. Perubahan yang membawa diri kearah yang lebih baik.

Berubah bukan berarti meninggalkn norma-norma kemanusiaan, mencekik sesama saling sikut kiri kanan demi kepentingan.

Itu bukan sebuah perubahan tapi kemunduran, kemunduran kembali kezaman adab tidak berlaku.

Perubahan perlu untuk diri kita sebagai introspeksi diri, meninggalkan hal-hal yang sia-sia untuk mencapai apa yang kita inginkan namun tetap harus realistis.

Perubahan di butuhkan untuk kita mengenal diri kita sendiri, untuk kebaikan diri kita sendiri dan orang – orang terdekat yang kita sayangi dan tentunya untuk masa depan kita.

"Segala sesuatu pasti berubah, tidak ada satu halpun yang tetap dan tidak berubah"

***

Dewasa ini semua semakin berubah, dari kehidupan dan juga prilaku manusianya sendiri. Semua kembali kepada diri kita. Mana yang harus kita rubah dan mana yang harus kita pertahankan.

Kalaupun tidak bisa dirubah setidaknya bisa diperbaiki. Lama hidup banyak dirasa, jauh berjalan banyak dilihat.

Untuk diri saya dimasa lalu, terima kasih atas kerja kerasnya, terima kasih atas semangatnya, pantang menyerah. Meski berat yang di lalui, begitu banyak air mata yang kamu keluarkan, banyak keringat yang mentes dan kegagalan demi kegagalan yang kamu terima.

Namun berkat kegigihanmu, hari ini saya bisa berdiri disini. Sedikit tersenyum memandangi potret diri dari masa lalu yang sedikit lusuh namun penuh semangat.

Setidaknya saya pernah berharap berubah jadi power rangers warna merah, itu dulu.

Wednesday, January 10, 2018

Mengusir Rasa Kesepian

MySatnite.com - Kesepian

Mengusir Rasa Kesepian
Sumber pic pixabay dengan keyword "Kesepian" terus saya edit lagi.

Dalam hidup ini kita terkadang sering merasakan sebuah perasaan negatif yang hanya merusak momen indah kita. Tanpa disadari perasaan negatif yang muncul membuat kita kadang ingin melakukan hal-hal diluar akal sehat.

Perasaan negatif juga banyak menimbulkan masalah untuk diri kita sendiri. Salah satunya rasa kesepian, saya percaya setiap orang pasti pernah merasakan namanya kesepian.

Kesepian bisa menyerang siapa saja, bahkan artis terkenalpun bisa dirasuki oleh kesepian. Banyak yang sampai melakukan tindakan bunuh diri karena merasa dirinya kesepian.

Menurut laman Wikipedia kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia yang diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya.

Hanya itu saja, saya juga tidak begitu mengerti dengan kalimatnya. Kesepian itu merujuk kepada kesendirian, tanpa teman. Tapi tidak semua kesepian itu harus sendiri atau tanpa teman dan orang-orang disekitar kita.

Dalam kehidupan nyata banyak yang merasakan rasa kesepian meskipun dalam keadaan ditengah kerumunan atau keramaian.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang merasakan kesepian, dari hal kecil seperi perpisahan, patah hati, sebuah penolakan, dikucilkan, sebuah transisi kehidupan pun membuat kita merasakan kesepian seperti menjadi tua dan ditinggalkan oleh anak-anaknya  dan masih banyak lagi.


Jangan lupa baca juga : Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang

Sesekali perhatikan sekitarmu, perhatikan orang lain


Rasa sepi terkadang hadir karena kita hanya peduli dengan diri kita sendiri, ingin diperhatikan tapi kita tidak pernah mencoba untuk memperhatikan orang lain.

Mulai dari memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan, karena membantu sesama akan mengikis sedikit demi sedikit rasa kesepian kita. Membantu sesama juga menimbulkan perasaan bahagia  yang akan membuat kita lebih tenang.

Hal ini pun dapat membantu kita lebih dekat dengan lingkungan sekitar, memahami rasa sosial dan menajai lebih empati.

Merobohkan tembok yang menghalangi antara kita dan orang-orang yang ada disekitar kita. Pada akhirnya rasa kesepian itu akan hilang dengan sendirinya.
Baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan.

“Kesepian harusnya membuat kita sadar, bahwa dalam hidup ini kita membutuhkan orang lain”


Berbagi cerita kepada orang-orang yang bisa kita percaya


Tidak perlu malu untuk mengakui bahwa kita sedang merasakan kesepian, ceritakan kepada orang yang bisa kita percaya.

Mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan rasa kesepian dalam diri, namun paling tidak sedikit meringankan.

Ceritakan yang apa yang membuat diri kita merasa kesepian, mintalah solusi terbaik dari sahabat kita tadi.

Itulah kenapa kita perlu setidaknya satu orang dalam hidup ini yang bisa kita percaya untuk saling berbagi.
Baca juga : Sebutir Berlian dari Sebuah Pertemanan

“Kesepian tidak akan pernah lebih kejam dalam kedekatan erat dengan seseoarang  yang berhenti untuk saling peduli”


Mengadulah kepada yang menciptakan berbagai macam perasaan dalam diri


Berbicaralah kepada yang maha kuasa, ini jalan terakhir untuk menghilangkan rasa kesepian dalam diri ini.

DIA lah yang membolak-balikkan perasaan kita. Mengadu dan bicaralah dalam setiap sujud dan doa, coba untuk instrospeksi diri.

Mungkin ada yang salah dalam diri kita, yang dibuat sengaja ataupun tidak. Selama kita paham dan mengerti tentang hal itu, kita tidak akan pernah benar-benar merasakan kesepian ataupun kesendirian.

Doa adalah jembatan, obat dari segala penyakit kegelisahan. Obat penenang jiwa dikala rasa sepi tiba.
Baca juga : 3 Hal Sederhana yang dapat membuatmu bahagia tapi sering dilupakan

“Terkadang orang yang selalu ingin membuat orang lain bahagia adalah orang yang paling sering merasakan kesepian”

Ingatlah satu hal, rasa sepi hanya terbentuk saat emosi negatif hadir menyelimuti hati. Cobalah untuk keluar sejenak, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk sekedar mengusirnya.

Jika kita merasa kehidupan memberikan sebuah rasa pahit, buatlah rasa pahit itu menjadi sebuah jamu yang menyehatkan. Agar orang lain merasakan manfaatnya maka berbagilah, karena hidup bukan tentang diri kita sendiri.

Saturday, January 6, 2018

Mendapatkan Ide Untuk Menulis

MySatnite.com - Sebuah Ide Itu Sangat Berharga

Mendapatkan Ide Untuk Menulis
Sumber pic Pixabay dan saya edit lagi

Terkadang kita berusaha keras untuk menemukan ide, otak dipaksa untuk berfikir diluar batas. Saya pernah melakukan hal seperti ini, dimana saat benar-benar tidak ada ide untuk sebuah tulisan. Sebenarnya banyak tutorial dan tips di om gugel yang membahas cara mendapatkan ide, inspirasi dan sebagainya.

Namun memang sulit kalau kita masih pemula ataupun baru memulai untuk menulis, bahkan orang yang setiap harinya menulis saja terkadang bisa kehabisan ide.

Saya punya beberapa blogger indonesia yang saya kagumi, mereka bukan blogger besar. Namun eksistensi mereka dan kontribusi mereka di dunia perbloggeran cukup baik.

Terkadang saya merasa bingung, bagaimana mereka mampu mengolah ide menjadi tulisan yang baik dan cara mereka mendapatkan ide itu seperti apa?, Setiap kesulitan ide, apa yang mereka pikirkan?

Dan ini selalu menjadi pertanyaan saya setiap waktu.

Namun semakin saya berusaha untuk menemukan ide, semakin semuanya sia sia. Otak ng-blank, alhasil satu tulisanpun tidak ada.

Disini saya semakin bingung dan timbulah rasa malas untuk ngeblog lagi. Itulah kenapa saya tidak pernah konsisten ngeblog, dan alhasil blog blog yang saya buat terbengkalai.

Jangan lupa baca juga : Belajar Dari Kucing Untuk Membuat Sebuah Konten

Hal kecil untuk sebuah inspirasi


Sore tadi, sepulang kerja. Ada seorang teman yang nyamperin saya. Ia mengajukan beberapa pertanyaan.

“Bro, gimana ya biar ide itu terus ngalir?” “Gimana cara mengolah ide yang kita dapat tadi?” “Saya pengen banget bisa produktif nulis diblog, tapi bingung memulainya?”

Kebetulan teman saya ini baru memulai blog, setelah beberapa kali membaca postingan saya diblog ini, ia memutuskan untuk memulai ngeblog . Alhamdulillah akhirnya ada sedikit manfaat juga artikel saya.

Menumbuhkan ide dan inspirasi dari hal hal kecil dan sederhana, ini lah yang saya terapkan dalam tulisan diblog saya.

Mulai dari lingkungan sekitar kita


Seperti tulisan saya sekarang yang sedang kamu baca ini, tadinya saya tidak pernah berfikir untuk menulis ini. Tapi ada seorang teman yang mengajukan pertanyaan seperti itu. Kenapa tidak saya buat artikel saja?.

Walaupun di luar sana sudah banyak yang membahas tentang  cara mendapatkan ide menulis. Tidak ada salahnya saya juga ingin berbagi pengalaman yang saya dapat, lagian memang sedang tidak ada ide lain juga.

Hampir semua tulisan yang ada diblog ini mengambil dari kejadian sehari hari saya, yang ada di kost, ditempat kerja, dijalan.

Karena sebenarnya banyak hal yang bisa dibahas di dalam kehidupan sehari hari, mungkin seperti,  kenapa kecoa susah mati, semut yang mampu membawa beban lebih besar dari ukuran tubuhnya atau mungkin baru di tolak sama gebetan.

Jadi menurut saya tidak perlu memikirkan dan mencari ide apa yang ingin saya tulis, karena semakin kamu berfikir keras semakin hilang itu idenya. Ini yang saya alami, tidak tau dengan yang lain.

“Suatu saat kita akan menemukan sumber inspirasi menulis kita sendiri, tanpa susah payah memeras otak untuk dipaksa mencari ide”


Buatlah sebuah judul terlebih dahulu


Tidak perlu judul yang bagus, tapi dibuat asal saja. Ini hanya memancing otak kita untuk mendapatkan ide dari judul singkat yang kita buat tadi.

Misal “Kecoa terbang”, dengan hanya dua kata seperti itu kita bisa dapat banyak kesimpulan dan beberapa pertanyaan dikepala yang pada akhirnya menjadi sebuah konten.

Ini sering saya terapkan jika benar benar tidak ada ide lagi, saya biasanya membuat judul apa saja dari beberapa objek yang saya lihat, pertanyaan dari orang orang sekitar saya, bahkan pertanyaan tukang mie ayam di depan kost saya.

“Fokus pada satu hal disetiap kali kita menulis, itu jauh lebih baik dari pada mengumpulkan banyak ide”

Menemukan ide dari kolom komentar


Sepertinya kalau yang ini juga sudah banyak sekali yang membahas, tapi tidak ada salahnya saya masukkan, karena memang  ampuh juga jika tidak ada ide lagi.

Kalau blognya tentang tutorial mungkin akan banyak komentar dengan nada pertanyaan. Dengan begini kita bisa menjawab langsung di kolom komentar atau bisa kita jawab dengan artikel. Lumayan kan nambah nambah artikel di blog.

Terus bagaimana jika blognya bukan tentang tutorial dan sejenisnya?. Tetap masih bisa dapat ide dari komentar, tentu bagaimana kita jeli saja mengambil beberapa kalimat dari komentar tadi untuk dijadikan tema tulisan kita berikutnya.

Misal ada komentar “nice artikel”, dari dua kata itu kita bisa membuat beberap ide tulisan, contohnya “cara membuat artikel yang bagus, 99 cara membuat artikel yang menarik, atau mungkin cara berkomentar yang baik”.

Itu sudah dapat tiga judul artikel, isinya tinggal kita mengolahnya dengan kalimat dan gaya bahasa kita sendiri.

“Keistimewaan dan ide yang aneh itulah yang membuat kita menjadi diri sendiri, jangan pernah takut untuk menunjukkannya”

Buatlah hobby lain, selain menulis


Punya beberapa hobby atau kegiatan lain bisa memicu otak lebih tanggap untuk mendapatkan ide dari kegiatan kita.

Misal kamu punya hobby mukulin kecoa didapur, hobby nolongin ikan tenggelem di aquarium. Dari kegiatan kegiatan yang kita lakukan bisa menjadi inspirasi kita untuk menulis.

Saya sendiri biasa hobbynya ngumpul bareng teman kost, ngobrol ngalur ngidul yang sedikit diisi dengan beberapa pertanyaan pertanyaan aneh.

Dari sinilah saya terkadang mendapatkan ide menulis, seperti tulisan saya hari ini.

Luangkan waktu untuk mengekspresikan diri secara kreatif tanpa menulis, dengan begitu kreatifitas akan menyulut kita untuk menumbuhkan ide ide baru dikepala kita.

“Tulisalah tulisan untuk diri kamu sendiri, sesekali lepaskan tekanan tulisan yang kamu lakukan untuk para pembaca”

Banyak-banyak membaca buku atau blog lain


Nah, kalau yang ini juga sering banyak yang bahas. Tapi tetap saya masukkin, kan lumayan nambah-nambahin jumlah katanya.

Bukan bukan, ini juga sering saya terapkan di saat saya seret ide. Saya mengulas beberapa buku yang sedikit menyangkut dengan niche blog saya.

Didalamnya kadang terdapat kalimat kalimat atau kata yang bisa dijadikan sebuah ide untuk menulis. Tapi jangan ditulis ulang isi bukunya, maksudnya dapat ide saja.

Sisanya tetap berfikir dan gunakan kreatifitas kita untuk mengolah ide tersebut menjadi sebuah tulisan dengan ciri khas kita sendiri.

Membaca di blog lain juga hampir sama dengan membaca buku, jangan nanti menulis ulang artikel blog orang.

Disini kamu bisa mendapatkan ide dari beberap kalimat yang terdapat di isi tulisan, mungkin juga bisa dapat dari kolom komentarnya.

“Menulislah saat kamu ingin menulis, jangan pernah memaksakan diri untuk menulis dikala tidak ada mood menulis”

***

Itu beberapa tips cara mendapatkan ide menulis yang memang sering saya terapkan, sebenarnya masih banyak lagi.

Tapi point-point diatas yang paling ampuh menurut saya dan pengalaman saya pribadi selama menggunakannya.

Untuk pertanyaan “Gimana cara mengolah ide yang kita dapat tadi?”  mungkin akan saya bahas di artikel berikutnya, karena sudah terlalu panjang. Tidak tau kapan mau membahasnya, karena kapan saja saya mau menulis.

Ide bisa datang dari mana saja, selama kita mampu untuk peka terhadap kejadian atau hal hal kecil yang ada disekitar kita. Manfaatkan dan olah sesuai kemampuan kita, setiap orang punya cara sendiri untuk mendapatkan inspirasi dan idenya.

Tulis apa yang ingin kamu tulis, jangan paksakan diri untuk menulis yang tidak ingin kamu tulis. Kecuali dapet job review, walau tidak ingin menulis tapi tetap harus ditulis.

Yang ingin menambahkan silahkan komentarnya dibawah, atau yang ingin ngoreksi dan kritiknya selama kolom komentar gratis.

Friday, January 5, 2018

Mysatnite Lagi Ngomongin Ngayap

MySatnite Ngomongin Ngayap

Mysatnite Lagi Ngomongin Ngayap
Tadinya bingung mau pake Cover apa, jadi gini aja la


Hari ini tidak ada postingan tentang cinta, jomblo, ataupun tips tips yang mainstream lainnya. Kali ini saya akan membuat konten yang membahas sedikit tentang ngayap.com.

Karena memang kami sedang menjalin kersajasama juga dengan pemilik ngayap Mas Idris Hasibuan.

Pertama kali saya terdampar di blog ini, saya sudah lupa entah kapan. Tapi yang saya masih ingat nama blognya masih kelayaban, sebelum berubah jadi ngayap.

Seperti namanya, ngayap. Blog ini membahas 70 persennya tentang traveling dan tempat tempat wisata, 20 persennya relationship, 10 persen sisanya apa saja yang pengen adminnya posting.

Tapi beberapa bulan terakhir ini, isi blognya lebih dominan ke relationship. Bahkan tulisannya galau dan bikin baper pembacanya.

Saya tidak tau apa yang terjadi dengan Mas Idris, mungkin sekarang beliau sedang galau mencari tambatan hati.

Tapi saya suka dengan tulisannya, karena memang sedikit menyangkut dengan blog saya yang membahas tentang masalah hubungan sedikit tapi.

Tidak dipungkiri ada beberapa artikelnya yang memang menginspirasi saya untuk membuat sebuah tulisan. Salah satunya Ayah, Ibu! Bukannya Anakmu Tak Rindu, Hanya Saja Aku Sedang Berjuang Untuk Membahagiakanmu

Judulnya memang panjang sekali, hampir semua postingannya dengan judul yang panjang. Mungkin mas adminnya terinspirasi dari macetnya Jakarta, karena memang beliau sekarang tinggal di Jakarta.

Tapi itu menjadi ciri khas tersendiri di blog ngayap.com ini, ngayap sendiri yang saya tau sudah menggunakan hosting sendiri.

Selain membahas tentang hubungan dan traveling, ada beberapa artikel tentang news, informasi penting menurut saya. Salah satunya Di Balik Keindahan Labuan Bajo, Sekolah Dasar Disekitarnya Membutuhkan Uluran Tangan Anda, yang sudah di share sebanya 7,247. Kerena kan, tapi lagi lagi judulnya sudah seperti macet dijakarta saat jam kerja.


Anak Kost yang suka Ngayap


Kenapa saya bilang anak kost suka ngayap, mas idris ini punya blog namanya Ransel Anak kost, disini sepertinya Mas Idris fokus membahas tentang pelesiran ketempat tempat wisata alam. Dari pegunungan, pantai dan alam lainnya. Tapi bukan alam Gaib ya.

Nah, yang bikin saya bingung lagi. Ini masih saja ada selingan artikel galaunya. Di blog ransel anak kost ada menu cerpen, itu isinya hampir sama dengan ngayap. Jadi sudah saya putuskan kalau pemilik ngayap ini Traveler Baper.

Menjelajahi Indonesia dengan hati


Ini adalah slogan dari blog Ngayap, Menjelajahi Indonesia Dengan Hati. Cocok memang dengan isi kontennya. Traveling dan Relationship, mungkin Mas Isdris menjelajah indonesia sambil mencari jodoh.

Bukan bukan, ini berarti ia menjelajah indonesia benar benar dengan hati yang iklas, tanpa meninggalkan sampah di pantai, hutan, gunung. Apa lagi sampai nyabut bunga Edelweis. Kalau bunga kecubung ambil saja mas.

Tentang Adminnya


Saya tidak begitu tau banyak tentang Mas Idris, karena kami kenal belum lama. Bahkan waktu itu sempat WA ingin kopdar, namun saya memang sulit dapet waktu kosong akhirnya belum pernah bertemu.

Padahal kami tinggal di JaBoDeTaBek, tapi memang belum diberi kesempatan bertemu.

Yang sedikit saya tau, tapi kalau salah, mungkin nanti orangnya bakal komen dibawah atau nge WA saya.

Mas Idris ini orang padang lawas, salah satu kabupaten di Sumatera utara, tapi sekarang tinggal dijakarta dan sepertinya masih jomblo. Jadi buat para blogger yang pengen cari cowok sumatera yang masih jomblo hubungin saja mas Idris.

Kalau tidak salah beliau tinggal di tanjung priok, Jakarta Utara. Silahkan cari cari disana, pasti ada orangnya.

Beliau juga bekerja si Perusahaan Shipping Nasional (Samudera Indonesia) sebagai Accointing and Tax). Nah, kurang apa lagi coba, buat ibu ibu blogger yang pengen cari mantu ini cocok.

Beliau juga lulusan dari Universitas Ahmad Dahlan di Fakultas Ekonomi jurusan Akutansi.

Aktif di Hipwe dan beberap media lainnya


Mas Idris tidak cuma aktif diblog saja, beliau masih aktif menjadi penulis tamu dibeberapa media besar di Indonesia. Seperti Hipwe silahkan klik disini untuk melihat artikel-artikelnya.

Kalau sudah buka jangan kaget, benar sekali. Isinya lagi lagi tentang jomblo, hubungan dan artikel artikel galau lainnya.

Pemilik Fan Page Beatiful Indonesia


Fan Page Beautiful Indonesia, yang menyukainya saja sudah 10ribu lebih. Entah pakai cheat apa mas Idris. FP saya masih saja di bawah 200, untuk yang ingin melihat dan tidak ingin ketinggalan update dari blognya Ngayap.com silahkan kunjungi FP Beautiful Indonesia, disana juga ada artikel-artikel Mysatnite yang dishare. Jadi wajib like FPnya.

***

Itulah sedikit ulasan dari saya tentang Ngayap.com, sebenarnya ini membahas ngayap.com atau bahas Adminnya saya juga bingung. Untuk lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini saja.


Blog 1
Blog 2
Facebook
Twitter@hasibuan271
Fan Page
Hipwe
Instagram
Google Plus
WA
0878-3930-3211

Mungkin hanya itu yang bisa saya ulas tentang Ngayap dan Adminnya, lebih dan kurangnya nanti biar adminnya sendiri yang protes.

Untuk yang ingin bekerjasama dengan ngayap.com atau dengan mas idris personal, silahkan hubungi kontak beliau, saran saya di WA nya saja.

Untuk yang penasaran silahkan langsung meluncur keblognya, atau yang ingin saling sapa follow akun medsosnya.

Apa lagi untuk yang suka dengan cerita cerita baper, tulisan tulisan galau. Ngayap.com cocok untuk di pantengin.

Buat blogger traveling atau traveler lain, bisa main main kesana siapa tau bisa traveling bareng. Yang bingung pengen cari liburan kemana, disini banyak menyuguhkan informasi tempat tempat wisata yang berbau alam.

Wednesday, January 3, 2018

Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang

MySatnite.com - Dewasa Muda

Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang
Sumber pic npr(org) tapi di edit lagi

Apa yang sudah kamu lakukan selama hidup dunia ini? Apa yang sudah kamu ketahui selama hidup dunia ini?
Pertanyaan yang selalu saya lontarkan dalam hati setiap tahunnya, setiap angka yang bernama usia itu bertambah. Namun nyatanya jatah hidup didunia semakian berkurang saja tanpa disadari.

Di usia sekarang ini katanya bukan lagi remaja tapi juga belum masuk dewasa, senior saya bilang ini masa dewasa muda. Sudah merasa pede dibilang ada dewasanya.

Terkadang juga masih merasa bingung dimana ada saatnya sudah tidak cocok lagi bergaya rock n roll dan kongkow ditempat tempat remaja.

Merasa sudah saatnya membangun wibawa dan membangun identitas diri, tidak lagi yang namanya mencari jati diri.

Pemikiran yang semakin berubah, dari yang tadinya sekedar hidup santai untuk hari ini saja. Namun sekarang lebih berfikir untuk kedepan, bahkan sudah jauh memikirkan masa depan tapi tetap dengan mempertimbangkan realitas hari ini.


Jangan lupa baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan


Tidak terasa sudah lama juga saya hidup didunia ini


Waktu itu tidak pernah mau menunggu,  walau sedetik sekalipun, semakin hari tidak terasa tahun demi tahun terlewati.

Terkadang masih merasa baru kemarin saya melepas seragam, baru kemarin saya tertawa bersama para sahabat, baru kemarin saya menuliskan dan bercerita omong kosong untuk sekedar menghadirkan gelak tawa. Mencerikatan mimpi mimpi besar dimasa depan.

Namun hari ini saya sudah di masa depan, meski harapan harapan dimasa lalu belum sepenuhnya tercapai, setidaknya saya sudah mulai berproses meraihnya.

“Waktu itu sperti pisau, jika kita tidak bisa menggunakannya dengan baik, dia akan melukaimu”

Menghadapi masalah dengan cara yang semakin berbeda


Setiap orang pasti memiliki permasalahan dalam hidupnya, entah itu dari masalah cinta, persahabatan, keluarga, pekerjaan dan masih banyak lagi.

Dulu jika ada masalah bukan langsung diselesaikan tapi malah update status di media sosial. Status yang memperlihatkan bahwa diri ini sedang banyak masalah antara hidup dan mati, merasa dunia tidak adil, merasa masalahnya yang paling berat di dunia.

Walaupun terkadang hanya sekedar di gigit nyamuk saja, updatnya sudah seperti kena hunus pedang di ulu hati.

Untuk sekarang lebih bisa mengatur diri, mengatur mana yang harusnya di tampilkan dan mana yang tidak seharusnya di publish ke publik.

Setiap menghadapi masalah juga tidak pernah lagi mengadu ke sosmed, karena sudah sadar itu tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada malah terlihat seperti manusia idiot.

Berbagi boleh saja, yang terpenting jangan terlalu menelanjangi diri di media sosial
“Berbagi yang sepantasnya saja, filter mana yang bisa di publish dan mana yang memang seharusnya tidak di tampilkan. Jangan terlalu menelanjangi diri di media sosial”

Sudah mulai pandai berhitung


Bukan berhitung satu sampai seratus, disini sudah mulai perhitungan dengan hal hal kecil yang disaat remaja merasa biasa saja.

Seperti menghabiskan waktu sia sia dengan kegiatan kegiatan yang tidak begitu bermanfaat. Menghabiskan uang sekedar kongkow kongkow bareng teman hanya untuk gengsi semata.

Sekarang sudah mulai perhitungan tapi bukan pelit. Perhitungan untuk memikirkan masa depan. Mulai merasa dari pada uang habis untuk hal tidak berguna lebih baik ditabung.

Meskipun tetap menyisihkan untuk sekedar  memanjakan diri dan memberikan hadiah pada diri sendiri yang sudah bekerja keras.
“Jangan menyia-nyiakan waktu untuk sekedar melakukan hal hal yang tidak berguna, itu tidak akan membawa perubahan yang baik di masa depan”

Selera penampilan yang ikut berubah


Saat remaja tampilan dengan gaya Rock n Roll, rambut sedikit acak acakan, saya sudah merasa orang paling tampan didunia saat itu, meskipun masih terlihat cupu.

Namun semakin kesini rasanya yang seperti itu bukan saya banget, sekarang lebih ingin tampil sederhana namun terlihat dewasa.

Tidak lagi terlalu mengikuti tren yang ada, lebih membangun identitas diri dari penampilan. Karena bukan saatnya lagi mencari jati diri, saya merasa sudah menemukannya.
“Perubahan tidak dapat dipaksakan, namun perlahan waktu demi waktu dari banyaknya perjalanan, pengalaman membuat diri semakin paham. Perubahan akan mengikuti seusai pemikiran dan pola kehidupan”

Sebuah lingkaran pertemanan yang sedikit bergeser


Seiring berjalannya waktu, usia yang katanya semakin bertambah. Terkadang kita tanpa sadar bahwa lingkaran pertemanan semakin mengecil dan menyempit.

Ini sebuah kenyataan yang saya alami sendiri, kehilangan beberapa kontak teman. Semakin hari semakin bertambah kontak yang tidak aktif dan mulai hilang perlahan.

Akhirnya tidak pernah tau kabar dan perkembangan nya. Tiba tiba kabar sudah mau nikah saja, itupun dari media sosial.

Namun dari sekian banyaknya kontak dan teman yang menghilang ada beberapa teman yang masih selalu setia menemani perjalanan dan selalu saling berbagi tentang perkembangan masing masing.

Memang tidak banyak, hanya ada satu dua orang saja, namun ini yang harus saya pertahankan. Mungkin ini yang disebut sahabat sejati.

Tapi memang seperti inilah perputaran kehidupan, siklus yang memang harus dilewati. Pertemuan pasti ada perpisahan.

Bertemu dengan orang-orang baru, cara berpikir yang baru, sudut pandang yang baru, pastinya membuat diri ini semakin berkembang.

Tidak ada yang sia-sia apapun yang terjadi didunia ini, semua sudah diatur oleh yang kuasa.
“Pertemanan itu bukan berlomba-lomba mengumpulkan banyaknya bongkahan batu, tapi lebih mencari sebutir berlian”

Lebih mendekatkan diri dengan Sang Pencipta


Kelakuan saat remaja yang kadang shalat bolong bolong, masih mengikuti hawa nafsu, emosi. Untuk sekarang rasanya sudah waktunya memperbaiki diri, memantaskan diri untuk lebih baik lagi.

Karena merasa usia katanya bertambah namun jatah hidup sudah mulai berkurang setiap harinya. Jadi sudah mulai merasa sayang menyia-nyiakan waktu.

Tidak ada kata menunggu besok atau lusa, seperti yang sering saya dengar  “syarat mati itu tidak harus tua, syarat mati tidak harus sakit, jadi pergunakan waktu mudamu untuk melakukan hal yang bermanfaat setidaknya untuk dirimu dulu,”

Karena saya laki-laki yang pastinya bakal jadi calon pemimpin untuk keluarga suatu saat nanti, jadi harus mempersiapkan diri dari sekarang.
“Hidup didunia itu singkat, pergunakanlan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai lalai dan nafsu mengendalikanmu”

***

Ada banyak yang sudah saya lalui selama 24 tahun ini, benar benar tidak terasa. Mungkin belum ada apa apanya dibandingkan orang orang yang sudah punya segudang pengalaman.

Namun bagi saya sudah sangat banyak perubahan yang saya rasakan, meskipun pengalaman masih belum begitu banyak.

Terutama pengalaman hidup jauh dari orang tua, mengeluarkan biaya makan, tempat tinggal, study yang membuat saya sadar beratnya orang tua saya dulu banting tulang pergi pagi pulang malam demi sekolah dan makan saya.

Di usia yang nominal angkanya semakin bertambah ini, tidak banyak yang saya harapkan, kecuali kebahagiaan dan kesehatan untuk orang orang terdekat saya.

Berapa banyak hal bodoh yang saya lakukan, berapa banyak waktu terbuang sia sia. Ada ketakutan yang selalu menghantui, yaitu diri saya sendiri. Takut diri ini tanpa sadar mengecewakan orang orang yang pernah hadir dalam kehidupan saya, entah yang baru kenal ataupun yg sudah lama.

Meskipun begitu, waktu tidak akan bisa diulang. Mungkin dengan bertambahnya angka ini saya bisa lebih mawas diri.

Sunday, December 31, 2017

Untuk Yang Pertama Pengisi Kekosongan

MySatnite.com - Cinta Pertama

Untuk Yang Pertama Pengisi Kekosongan
Sumber pic shmoop, jangan tanya kenapa gambar kucing. Karena mereka lucu.

Pagi yang cerah di awal bulan juni, secerah hatiku saat itu karena baru saja diterima disekolah yang selama ini aku idamkan. Namun bukan hanya itu saja yang membuatku senyum semringah dan semangat untuk cepat cepat berangkat kesekolah.

Aku bertemu dengan seseorang yang membuat hati ini sedikit gugup dihadapannya.
Ini berawal ketika aku berangkat sekolah kemarin, saat di halte dimana tempat menunggu bis jemputan dari sekolah.

Saat itu seperti biasa, aku yang memang selalu terlambat dan kesiangan akhirnya ketinggalan bis.

Tapi hal itu menjadi momen dimana aku bertemu dengan cinta pertamaku. Ya.. aku sebut itu cinta pertamaku walau masih ada embel embel monyetnya.

Yang tadinya sedikit kesal karena ketinggalan bis menjadi hari dimana paling aku syukuri. Setidaknya untuk saat itu.

Yang paling aku sykuri, aku punya teman terlambat hari ini. Dari seragam yang ia kenakan bertuliskan SMA 1 Tangkas OKUT.

Akhirnya kami berangkat dengan bis umum, Ia duduk di bangku paling belakang. Dengan sesekali aku melirik kearahnya.

Ingin rasanya bertegur sapa, setidaknya aku ingin tau namanya.
Namun seperti biasa, aku tak pernah punya keberanian seperti teman temanku yang lain.

Wajar saja aku sering dipanggil cupu disekolah, julukan yang sebenarnya tak pernah aku harapkan. Namun memang seperti itulah kenyataan yang ada.

Jangan lupa baca juga : Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang bukan Sekedar Teman

Aku mulai terlihat bodoh didepanmu


Tidak terasa kamipun tiba disekolah, aku langsung berlari menuju kelasku. Karena sebentar lagi bel masuk akan berkumandang, sudah cukup buatku bersih bersih toilet pagi kemarin.

Tapi aku masih penasaran dengan gadis yang berseragam bertuliskan SMA 1 Tangkas itu. Kira kira ia masuk dikelas mana atau mungkin kakak kelasku.

Bel tanda masuk sudah berbunyi, semua sudah siap duduk di bangku masing-masing menunggu guru pertama datang.

“Selamat pagi anak-anak” sapa pak dirlan sang guru matematika.

“pagi pak” jawab kami.

“Hari ini bapak ingin ...... ...... ..... .....”. telingaku seakan tak perduli lagi dengan apa yang Pak Dirlan katakan. Mata ini langsung ternganga tanpa kedip melihat sosok gadis yang disebelah pak dirlan itu.

“Yess..” dengan kencang tanpa sadarnya aku berteriak dan berdiri.

“Ada apa Tama?,” tanya Pak dirlan.

“Ee ee anu pak, akhirnya saya hari ini bisa datang tepat waktu” Aku mulai terlihat bodoh.

“Bagus kalau begitu, baiklah Akina, silahkan perkenalkan diri kamu” suruh Pak Dirlan.

Yah ... namanya Akina, gadis yang aku temui di halte tadi. Ternyata ia anak pindahan dari Jakarta. Disini tinggal bersama kakek dan neneknya.

Setidaknya aku masih bisa memandangmu dari sudut sempit ruangan kelas


Jam pelajaran pertama dimulai, aku tak pernah bisa fokus mendengarkan mulut pak dirlan berceloteh menjelaskan angka dan rumus rumus yang membuat isi kepala ini bekerja ekstra.

Yang sekarang aku pikirkan bagaimana caranya aku bisa menyapa gadis imut yang sekarang duduk di bangku nomor 3 dari depan, baris keempat dari pintu kelas. Sangat jauh dari tempat dudukku yang paling belakang di baris pertama.

Tapi setidaknya aku bisa leluasa memandangi ia dari sini, Nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustakan.

Tidak terasa bel istirahat pun telah berkumandang, si gadis imut bernama Akina itu sudah seperti gula dikerubungi teman satu kelas untuk sekedar bertanya-tanya.

Jujur saja, kami hanya tau Jakarta itu dari tivi dan cerita-cerita buku di perpustakaan. Terkadang sesekali ada guru kami yang pernah ikut pelatihan disana menceritakan tentang Jakarta. Yang katanya kota metropolitan dengan gedung gedung tinggi.

Aku sendiri bingung, bagaimana orang bangun gedung tinggi seperti itu. Memang tidak takut roboh?. Pohon kelapa samping rumahku saja saat angin kencang sudah roboh.

Sulit memang membayangkan yang diluar kepalaku. Mungkin suatu saat nanti aku akan pergi kesana untuk melihatnya langsung.

Aku mulai merasa hilang harapan dengan dirimu yang semakin populer


Hari hari pun berganti, namun masih saja aku belum pernah sekalipun menyapa Akina walaupun kami satu kelas. Entahlah, mulut ini sulit sekali raasanya terbuka, langkah berat seakan penuh beban.

Akina, gadis imut dari Jakarta yang meluluhkan hati ini, sekarang menjadi gadis populer di kelas bahkan disekolah. Dari kakak kelas sampai ibu kantinpun sekarang mengenalnya.

Semakin minder dan merasa jauh saja, mana mungkin ia mau berkenalan dengan aku yang hanya kutu buku ini.

Mungkin aku tetap melanjutkan hari hariku seperti biasa, mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya di kepala dari buku buku usang di perpus.

Namun disaat kaki melangkah keluar dari pintu kelas ada suara aneh mengiringi dari belakang.

“Taamaa” Pelan namun pasti, suara itu aku kenal. Ya.. hari ini aku sedang tidak beruntung.
Itu suara pengemis disekolah ini, doni, eka dan roni. Anak kelas 3 yang semena-mena dengan adik kelas tak berdaya seperti aku.

“Mau kemana kamu?” tanya doni.

“Ini kak, ee ee mau ke ke” Haduh.. kenapa aku selalu gugup seperti ini. Semakin bahagia wajah mereka untuk menindas.

Namun tuhan berkata lain...

“Ghemm..”.

Itu suara pak Dirlan dari belakang, para pengemis itupun langsung pergi. Akhirnya aku terselamatkan hari ini.

Kebodohan yang selalu aku tunjukkan didepanmu


Hari yang seperti biasanya,  masih di bulan juni namun sudah di penghujung. Tinggal beberapa hari lagi Juli pun tiba.

Sedang asyik diperpus, tiba tiba ada yang menyapaku dengan lembut.

“Tama, kamu sering di perpus juga?”

Saat melihat kearahnya “ee.. ee iya, biasa aku memang sering bantu bantu bersihin dan ngerapihin buku disini, dari pada istirahat bengong aja”. Jawabku dengan Pede 100%.

"k k kamu kok bisa tau nama aku" Tanyaku yang mulai GR (Gede Rasa)

"Iyalah, kitakan satu kelas. Lagian itu ada papan nama di baju kamu"

Hit combo kelihatan bodoh di depan Akina.

“Tamaa, buruan. Jangan sambil ngobrol, mau ditambah hukumannya?” saut ibu penjaga perpus dengan muka murka.

“ii..ii iya bu” jawabku dengan senyum aneh.

“Jadi kamu lagi dihukum tam?” cetus Akina, dengan sedikit senyum.

Oke, hari ini aku dihukum karena telat mengembalikan buku ke perpus. Bukan masalah hukumanannya. Tapi kenapa Akina menyapa aku saat momen yang tidak tepat. lagi lagi aku terlihat bodoh didepannya untuk kedua kalinya.

Ini jauh dari ekspetasiku yang berharap kesan pertama kami bertemu dan saling sapa itu ketika aku terlihat keren dimatanya, seperti itulah yang aku tonton di tivi.

Tapi yang jauh lebih penting adalah akhirnya aku dan Akina bisa tegur sapa, meski dengan kesan pertama yang kurang mengenakan.

Kesan pertama yang membuat aku terlihat bodoh, kesan pertama yang membuat aku semakin terlihat cupu. Namun tetap aku syukuri.

Pada akhirnya waktu tetap berpihak padaku, meski mulut masih terasa kaku


Tuhan selalu punya rencana indah untuk saling mempertemukan dengan tidak kesengajaan. Dari pertemuan pertama tanpa kata, dari sapa tanpa makna. Akhirnya kami mulai terbiasa dengan suasana.

Akina : “Tama.. Tam, Makan mie ayam yok? Aku yang traktir hari ini”

Aku : “Siaap, bentar aku mau simpen tulisanku dulu.”

Hujan dipenghujung desember sudah mulai reda, langkah kaki mulai pudar dalam genangan.

Langkah tetap melaju meski rindu hanya terpatri dalam kalbu, lagi lagi mulut sulit terbuka hanya sekedar mengucap Aku Rindu.

***

Gedung tinggi yang selalu aku bandingkan dengan pohon kelapa disamping rumah, hari ini tepat di depan mataku. Hidup itu memang harus dinikmati, sampai dimana yang sekedar mimpi belaka mampu menjadi nyata dengan bantuan usaha dan doa.

Lihat Akina, aku sudah berdiri di kotamu, namun tetap dengan senyummu didepanku sembari menikmati mie ayam dibawah tenda biru.

Akina, selamat tahun baru. Ini tahun baru yang kesekian kalinya namun terasa sama dan hampa.

Thursday, December 28, 2017

Jatuh Cinta Yang Kadang Membuat Lupa Diri

MySatnite.com - Apa yang membuatmu jatuh cinta?

Jatuh Cinta Yang Kadang Membuat Lupa Diri
Sumber pic unplush

Pagi sebelum berangkat kerja saya biasa menghabiskan waktu duduk di teras kost, sembari buka hp untuk baca-baca berita yang sedang hangat hari itu. Ada satu berita yang membuat saya sedikit mengernyitkan dahi.

Dengan judul “Seorang pria tega membunuh teman wanitanya karena ditolak”. Saya tidak tau ini berita hoax atau bukan, tapi dari judulnya saja bikin ngeri dan miris.

Tidak lama kemudian ada seorang teman tiba-tiba duduk disebelah saya, “Saya izin dulu hari ini tam, mau nemenin doi dulu sekalian nganter ke depok. Nanti klien kamu yang urus ya”.

Dengan buru-buru ia langsung pergi saja tanpa menunggu lagi apa yang ingin saya ucapkan. Sebenarnya memang tidak ada yang ingin saya ucapkan.

Padahal itu teman wanitanya baru dikenal satu minggu yang lalu saat dikereta.

Hal semacam ini sering terjadi kepada saya, menggantikan pekerjaan teman. Walaupun terkadang bukan ranah saya untuk dijalurnya.

Tapi apa memang sampai segitunya manusia dibutakan oleh yang namanya jatuh cinta. Meninggalkan yang menjadi prioritas dan mendahulukan sesuatu yang belum pasti.

Banyak terjadi pada orang terdekat saya yang menghancurkan mimpinya sendiri karena lupa diri. Jatuh cinta menjadi alasan mereka meninggalkan prioritas yang sudah mereka bangun sendiri.



Terkadang sulit memisahkan mana yang harus menjadi prioritas sampai melupakan kewajiban.


Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta, saya sendiri hari ini pun merasakan jatuh cinta. Tapi setidaknya harus bisa lebih mengontrol perasaan.

Jangan hanya karena jatuh cinta, kewajiban kita sebagai pekerja di tinggalkan. Hari ini saya hanya seorang karyawan yang bekerja dibawah aturan-aturan yang mengikat.

Tidak bisa seenaknya melakukan apa saja semau saya. Tapi tidak untuk beberapa orang yang saya temui, mereka selalu berkata menikmati hidup sekali-sekali tidak masalah. Tapi dengan cara bolos kerja dan beberapa alasan yang membuat geleng kepala.

Yang hanya ingin jalan bareng dengan gebetan, ada janji nonton dan alasan-alasan lainnya. “Gimana lagi tam, saya bener-bener lagi Fallin in love banget sama doi. Liburnya kita gak pernah bareng, jadi saya yang ngalah aja sebagai cowok.”

Kalau sudah berkata seperti itu, saya bukan orang yang pandai memberikan kalimat-kalimat melarang dan sebagainya.

“Hidup itu harus seimbang. Meskipun begitu, kewajiban jangan pernah ditinggalkan. Sikap professional harus tetap ditanamkan. Walaupun terkadang tidak sebanding dengan kenyataan.”

Lupa kalau lagi dalam situasi kumpul dan diskusi


Seharusnya sebagai cowok bisa lebih tegas, terkadang tidak tau situasi sedang apa dan dimana. Pokoknya sibuk sendiri dengan handphone, dari yang chat sampe telponan.

Padahal kita sedang membahas tugas atau membahas sesuatu yang memang membuatuhkan kerja tim. Walau tidak membantu begitu banyak setidaknya hargai teman teman yang lainnya.

Mungkin bisa bilang ke gebetan atau apalah itu, suruh tunggu sejenak karena ada keperluan kerja. Saya rasa kalau memang doi cinta juga pasti bakal mengerti dan memberikan waktu dan tidak akan membatasi diri kita dalam pekerjaan ataupun bersosialisasi.

“Jangan sampai hanya karena satu orang, kita kehilangan banyak kesempatan berharga, waktu dan produktifitas. Bahkan kehilangan begitu banyak teman dekat”

Tega melawan orang tua demi yang namanya cinta


Kalau orang lagi kasmaran memang sulit untuk diberi nasehat, bahkan orang tua sendiripun di abaikan demi doi yang kadang hanya bikin patah hati.

Orang jatuh cinta itu seperti pengikut partai yang fanatik, akan tetap merasa benar dan tidak akan ada yang bisa masuk satu kalimat apapun dikepalanya.

Yang seperti ini sudah tidak asing lagi bagi saya, dari teman bahkan keluarga terdekatpun ada yang seperti ini.

Mengabaikan setiap nasehat dari orang tua, membantah bahkan membohongi orang tua. Parahnya lagi, ada yang masih sekolah dan kuliah. Sedangkan biaya untuk study mereka masih menadahkan kepada orang tua.

Jangankan biaya study, uang jajan masih menadahkan kedua telapak tangan.

Setelah kecewa dan patah hati, baru merasa hidup itu tidak adil. Merasa tidak ada yang perduli dengan dirinya, merasa setiap orang meninggalkannya sendiri.

Padahal hanya ia sendiri yang lupa sekitar dan orang terdekat demi cinta yang sesaat.

“Tidak selamanya yang kita anggap benar itu sebuah kebenaran. Sesekali mendengarkan bisikan dari teman atau orang yang kita anggap tidak penting sekalipun itu jauh lebih baik untuk mempertimbangkan sebuah keputusan”

***

Tapi tidak semua yang jatuh cinta seperti itu, selama bisa menyikapi dan menjaga perasaan tetap terkontrol sesuai dengan jalurnya.

Jatuh cinta itu sesuatu yang indah, sebagai manusia yang normal tentunya akan merasakan namanya jatuh cita, tapi jangan sampai terlena dan menghancurkan kehidupan kita. Apa lagi sampai mengabaikan orang tua, teman, pekerjaan dan study.

Seperti hari ini saya sedang jatuh cinta, namun saya belajar untuk menyederhanakan perasaan saya agar tidak melebihi rasa cinta saya kepada sang pencipta. Karena saya tau patah hati itu tidak enak.