Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Friday, January 12, 2018

Sebuah Perubahan, Perlukah?

MySatnite.com - Perubahan 

Sebuah Perubahan, Perlukah?
Sumber Pixabay dan lagi lagi saya edit


Dunia yang semakin dewasa, bumi yang semakin tua. Manusia yang masih dengan sifat serakahnya. Haus akan kekuasaan, haus akan pengakuan dan terkadang rela melakukan apapun demi keinginannya terwujud. Walaupun harus mengorbankan harga diri dan keluarganya.

Namun saya tidak akan membahas tentang manusia-manusia itu. Saya ingin membahas perubahan dalam diri saya sendiri. Setelah kemarin saya membahas tetang bertambahnya usia namun berkurang sisa hidup didunia.

Setelah 24 tahun saya hidup didunia ini, merasakan susah senang, pahit manisnya kehidupan. Dari pertama kali melihat atap rumah persalinan sampai melihat megahnya langit jakarta.

Begitu banyak yang saya lalui, pelajaran dari orang yang saya temui, tempat yang saya kunjungi dan orang-orang yang silih berganti mengisi kehidupan saya.

Pertemuan dan  perpisahan membuat saya semakin hari semakin belajar tentang kehidupan. Tentang saling menghargai, menghormati  dan kesadaran untuk menghargai waktu bersama orang-orang yang yang berada dilingkaran kehidupan saya sebelum perpisahan tiba.

Dari yang tertatih melangkah sampai kini yang mampu berlari, dari yang hanya disuapi kini bisa mencari sendiri.

Tidak terasa waktu begitu cepat, perubahan semakin pesat. Yang muda menjadi dewasa,  yang dewasa menjadi tua. Begitulah hukum alam dan siklus perubahan dalam diri manusia.

Namun ada seorang sahabat lama yang bertanya “Tam, semakin hari kita semakin dewasa. Tapi apakah sebuah perubahan itu perlu? Dan Kamu sudah banyak berubah sampai aku tidak begitu mengenal dirimu?”.

Pertemuan dengan sahabat yang memang sudah lama tidak pernah berjumpa, tentu saja banyak perubahan.

Jangan lupa baca juga : Mengusir Rasa Kesepian

Dunia yang memaksaku untuk berubah


Sekarang saya hidup dizaman yang katanya modern, dimana semua orang bergantung dengan namanya teknologi.

Bahkan untuk belanja saja tidak perlu lagi kepasar atau ketoko, hanya dengan menggeserkan jari saja semua tersedia.

Berbanding terbalik dengan kehidupan saya dulu, teknologi itu mahal. Hanya di jangkau orang-orang yang berkantong tebal.

Hari ini saya merasa seperti hidup dimasa depan dengan semua kecanggihan yang ada. Kecanggihan yang hanya sebuah angan dimasa lalu. Seperti mimpi saja, perubahan itu begitu cepat.

Inilah yang memaksaku untuk berubah, dari segi pemikiran, konsep hidup, pandangan tentang masa depan dan beberapa hal lain yang memang harus saya rubah, karena zaman yang semakin sedikit gila.

Namun yang paling penting perubahan diri menjadi lebih dewasa, menjadi lebih empati terhadap sesama, menjadi lebih peduli dengan sekitar. Karena saya sadar bukan anak remaja lagi yang masih bingung mencari jati diri.

"Satu hal yang kita tau tentang masa depan, yaitu masa depan tidak akan sama dengan hari ini"

Melupakan harapan dan impian lama


Begitu banyak harapan-harapan yang dituangkan dimasa lalu dan itu tidak lagi relevan dengan hari ini. Begitu juga impian yang terlihat sudah tidak realistis jika dilihat lagi sekarang.

Ini salah satu bentuk perubahan yang saya lakukan, bukan menyerah dengan impian yang sudah sekian lama di inginakan.

Tapi saya mencoba untuk lebih melihat yang realistis, mencapai impian-impian yang sudah ada didepan mata.  Namun tetap dengan misi visi yang tidak pernah berubah karena masih sejalan dengan impian sekarang.

Karena jika saya memaksakan untuk mempertahankan impian dan harapan lama, semua akan menjadi sia sia. Sia-sia di waktu, sia sia di usia yang semakin tipis. Yang lama tidak tercapai, yang hari ini pun  akan terbuang. Kita hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan segalanya.

"Ubahlah dirimu sendiri dan kau akan merubah keberuntunganmu"

Saya tidak pernah berubah, hanya saja pemikiran dan cara pandang saya tentang kehidupan yang berubah


Saya tetap seperti ini, mungkin hanya fisik yang berubah semakin tinggi dan besar karena memang itu siklus kehidupan.

Selain itu cara berfikir dan cara pandang saya tentang kehidupan yang semakin berubah. Mungkin yang dulu hanya memikirkan diri sendiri, bersenang-senang. Sekarang lebih memikirkan untuk fokus mulai menata kehidupan.

Memikirkan masa depan berfokus memantaskan diri menjadi lebih baik lagi, selama masih ada kesempatan berubah dan memperbaiki diri.

Seperti kota yang saya tinggali sekarang , yang semakin hari semakin berubah, dari wajah yang lusuh kini tertata namun tetap riuh, untung saya tidak pernah kehilangan rasa kemanusiaan saya disini.
"Sekedar berubah saja memang tidak cukup, kita butuh berubah kearah lebih baik"

Perubahan itu perlu dan dibutuhkan


Perubahan sangat perlu, tapi perubahan yang kearah positif. Perubahan yang membawa diri kearah yang lebih baik.

Berubah bukan berarti meninggalkn norma-norma kemanusiaan, mencekik sesama saling sikut kiri kanan demi kepentingan.

Itu bukan sebuah perubahan tapi kemunduran, kemunduran kembali kezaman adab tidak berlaku.

Perubahan perlu untuk diri kita sebagai introspeksi diri, meninggalkan hal-hal yang sia-sia untuk mencapai apa yang kita inginkan namun tetap harus realistis.

Perubahan di butuhkan untuk kita mengenal diri kita sendiri, untuk kebaikan diri kita sendiri dan orang – orang terdekat yang kita sayangi dan tentunya untuk masa depan kita.

"Segala sesuatu pasti berubah, tidak ada satu halpun yang tetap dan tidak berubah"

***

Dewasa ini semua semakin berubah, dari kehidupan dan juga prilaku manusianya sendiri. Semua kembali kepada diri kita. Mana yang harus kita rubah dan mana yang harus kita pertahankan.

Kalaupun tidak bisa dirubah setidaknya bisa diperbaiki. Lama hidup banyak dirasa, jauh berjalan banyak dilihat.

Untuk diri saya dimasa lalu, terima kasih atas kerja kerasnya, terima kasih atas semangatnya, pantang menyerah. Meski berat yang di lalui, begitu banyak air mata yang kamu keluarkan, banyak keringat yang mentes dan kegagalan demi kegagalan yang kamu terima.

Namun berkat kegigihanmu, hari ini saya bisa berdiri disini. Sedikit tersenyum memandangi potret diri dari masa lalu yang sedikit lusuh namun penuh semangat.

Setidaknya saya pernah berharap berubah jadi power rangers warna merah, itu dulu.

Wednesday, January 10, 2018

Mengusir Rasa Kesepian

MySatnite.com - Kesepian

Mengusir Rasa Kesepian
Sumber pic pixabay dengan keyword "Kesepian" terus saya edit lagi.

Dalam hidup ini kita terkadang sering merasakan sebuah perasaan negatif yang hanya merusak momen indah kita. Tanpa disadari perasaan negatif yang muncul membuat kita kadang ingin melakukan hal-hal diluar akal sehat.

Perasaan negatif juga banyak menimbulkan masalah untuk diri kita sendiri. Salah satunya rasa kesepian, saya percaya setiap orang pasti pernah merasakan namanya kesepian.

Kesepian bisa menyerang siapa saja, bahkan artis terkenalpun bisa dirasuki oleh kesepian. Banyak yang sampai melakukan tindakan bunuh diri karena merasa dirinya kesepian.

Menurut laman Wikipedia kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia yang diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya.

Hanya itu saja, saya juga tidak begitu mengerti dengan kalimatnya. Kesepian itu merujuk kepada kesendirian, tanpa teman. Tapi tidak semua kesepian itu harus sendiri atau tanpa teman dan orang-orang disekitar kita.

Dalam kehidupan nyata banyak yang merasakan rasa kesepian meskipun dalam keadaan ditengah kerumunan atau keramaian.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang merasakan kesepian, dari hal kecil seperi perpisahan, patah hati, sebuah penolakan, dikucilkan, sebuah transisi kehidupan pun membuat kita merasakan kesepian seperti menjadi tua dan ditinggalkan oleh anak-anaknya  dan masih banyak lagi.


Jangan lupa baca juga : Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang

Sesekali perhatikan sekitarmu, perhatikan orang lain


Rasa sepi terkadang hadir karena kita hanya peduli dengan diri kita sendiri, ingin diperhatikan tapi kita tidak pernah mencoba untuk memperhatikan orang lain.

Mulai dari memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan, karena membantu sesama akan mengikis sedikit demi sedikit rasa kesepian kita. Membantu sesama juga menimbulkan perasaan bahagia  yang akan membuat kita lebih tenang.

Hal ini pun dapat membantu kita lebih dekat dengan lingkungan sekitar, memahami rasa sosial dan menajai lebih empati.

Merobohkan tembok yang menghalangi antara kita dan orang-orang yang ada disekitar kita. Pada akhirnya rasa kesepian itu akan hilang dengan sendirinya.
Baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan.

“Kesepian harusnya membuat kita sadar, bahwa dalam hidup ini kita membutuhkan orang lain”


Berbagi cerita kepada orang-orang yang bisa kita percaya


Tidak perlu malu untuk mengakui bahwa kita sedang merasakan kesepian, ceritakan kepada orang yang bisa kita percaya.

Mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan rasa kesepian dalam diri, namun paling tidak sedikit meringankan.

Ceritakan yang apa yang membuat diri kita merasa kesepian, mintalah solusi terbaik dari sahabat kita tadi.

Itulah kenapa kita perlu setidaknya satu orang dalam hidup ini yang bisa kita percaya untuk saling berbagi.
Baca juga : Sebutir Berlian dari Sebuah Pertemanan

“Kesepian tidak akan pernah lebih kejam dalam kedekatan erat dengan seseoarang  yang berhenti untuk saling peduli”


Mengadulah kepada yang menciptakan berbagai macam perasaan dalam diri


Berbicaralah kepada yang maha kuasa, ini jalan terakhir untuk menghilangkan rasa kesepian dalam diri ini.

DIA lah yang membolak-balikkan perasaan kita. Mengadu dan bicaralah dalam setiap sujud dan doa, coba untuk instrospeksi diri.

Mungkin ada yang salah dalam diri kita, yang dibuat sengaja ataupun tidak. Selama kita paham dan mengerti tentang hal itu, kita tidak akan pernah benar-benar merasakan kesepian ataupun kesendirian.

Doa adalah jembatan, obat dari segala penyakit kegelisahan. Obat penenang jiwa dikala rasa sepi tiba.
Baca juga : 3 Hal Sederhana yang dapat membuatmu bahagia tapi sering dilupakan

“Terkadang orang yang selalu ingin membuat orang lain bahagia adalah orang yang paling sering merasakan kesepian”

Ingatlah satu hal, rasa sepi hanya terbentuk saat emosi negatif hadir menyelimuti hati. Cobalah untuk keluar sejenak, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk sekedar mengusirnya.

Jika kita merasa kehidupan memberikan sebuah rasa pahit, buatlah rasa pahit itu menjadi sebuah jamu yang menyehatkan. Agar orang lain merasakan manfaatnya maka berbagilah, karena hidup bukan tentang diri kita sendiri.

Saturday, January 6, 2018

Mendapatkan Ide Untuk Menulis

MySatnite.com - Sebuah Ide Itu Sangat Berharga

Mendapatkan Ide Untuk Menulis
Sumber pic Pixabay dan saya edit lagi

Terkadang kita berusaha keras untuk menemukan ide, otak dipaksa untuk berfikir diluar batas. Saya pernah melakukan hal seperti ini, dimana saat benar-benar tidak ada ide untuk sebuah tulisan. Sebenarnya banyak tutorial dan tips di om gugel yang membahas cara mendapatkan ide, inspirasi dan sebagainya.

Namun memang sulit kalau kita masih pemula ataupun baru memulai untuk menulis, bahkan orang yang setiap harinya menulis saja terkadang bisa kehabisan ide.

Saya punya beberapa blogger indonesia yang saya kagumi, mereka bukan blogger besar. Namun eksistensi mereka dan kontribusi mereka di dunia perbloggeran cukup baik.

Terkadang saya merasa bingung, bagaimana mereka mampu mengolah ide menjadi tulisan yang baik dan cara mereka mendapatkan ide itu seperti apa?, Setiap kesulitan ide, apa yang mereka pikirkan?

Dan ini selalu menjadi pertanyaan saya setiap waktu.

Namun semakin saya berusaha untuk menemukan ide, semakin semuanya sia sia. Otak ng-blank, alhasil satu tulisanpun tidak ada.

Disini saya semakin bingung dan timbulah rasa malas untuk ngeblog lagi. Itulah kenapa saya tidak pernah konsisten ngeblog, dan alhasil blog blog yang saya buat terbengkalai.

Jangan lupa baca juga : Belajar Dari Kucing Untuk Membuat Sebuah Konten

Hal kecil untuk sebuah inspirasi


Sore tadi, sepulang kerja. Ada seorang teman yang nyamperin saya. Ia mengajukan beberapa pertanyaan.

“Bro, gimana ya biar ide itu terus ngalir?” “Gimana cara mengolah ide yang kita dapat tadi?” “Saya pengen banget bisa produktif nulis diblog, tapi bingung memulainya?”

Kebetulan teman saya ini baru memulai blog, setelah beberapa kali membaca postingan saya diblog ini, ia memutuskan untuk memulai ngeblog . Alhamdulillah akhirnya ada sedikit manfaat juga artikel saya.

Menumbuhkan ide dan inspirasi dari hal hal kecil dan sederhana, ini lah yang saya terapkan dalam tulisan diblog saya.

Mulai dari lingkungan sekitar kita


Seperti tulisan saya sekarang yang sedang kamu baca ini, tadinya saya tidak pernah berfikir untuk menulis ini. Tapi ada seorang teman yang mengajukan pertanyaan seperti itu. Kenapa tidak saya buat artikel saja?.

Walaupun di luar sana sudah banyak yang membahas tentang  cara mendapatkan ide menulis. Tidak ada salahnya saya juga ingin berbagi pengalaman yang saya dapat, lagian memang sedang tidak ada ide lain juga.

Hampir semua tulisan yang ada diblog ini mengambil dari kejadian sehari hari saya, yang ada di kost, ditempat kerja, dijalan.

Karena sebenarnya banyak hal yang bisa dibahas di dalam kehidupan sehari hari, mungkin seperti,  kenapa kecoa susah mati, semut yang mampu membawa beban lebih besar dari ukuran tubuhnya atau mungkin baru di tolak sama gebetan.

Jadi menurut saya tidak perlu memikirkan dan mencari ide apa yang ingin saya tulis, karena semakin kamu berfikir keras semakin hilang itu idenya. Ini yang saya alami, tidak tau dengan yang lain.

“Suatu saat kita akan menemukan sumber inspirasi menulis kita sendiri, tanpa susah payah memeras otak untuk dipaksa mencari ide”


Buatlah sebuah judul terlebih dahulu


Tidak perlu judul yang bagus, tapi dibuat asal saja. Ini hanya memancing otak kita untuk mendapatkan ide dari judul singkat yang kita buat tadi.

Misal “Kecoa terbang”, dengan hanya dua kata seperti itu kita bisa dapat banyak kesimpulan dan beberapa pertanyaan dikepala yang pada akhirnya menjadi sebuah konten.

Ini sering saya terapkan jika benar benar tidak ada ide lagi, saya biasanya membuat judul apa saja dari beberapa objek yang saya lihat, pertanyaan dari orang orang sekitar saya, bahkan pertanyaan tukang mie ayam di depan kost saya.

“Fokus pada satu hal disetiap kali kita menulis, itu jauh lebih baik dari pada mengumpulkan banyak ide”

Menemukan ide dari kolom komentar


Sepertinya kalau yang ini juga sudah banyak sekali yang membahas, tapi tidak ada salahnya saya masukkan, karena memang  ampuh juga jika tidak ada ide lagi.

Kalau blognya tentang tutorial mungkin akan banyak komentar dengan nada pertanyaan. Dengan begini kita bisa menjawab langsung di kolom komentar atau bisa kita jawab dengan artikel. Lumayan kan nambah nambah artikel di blog.

Terus bagaimana jika blognya bukan tentang tutorial dan sejenisnya?. Tetap masih bisa dapat ide dari komentar, tentu bagaimana kita jeli saja mengambil beberapa kalimat dari komentar tadi untuk dijadikan tema tulisan kita berikutnya.

Misal ada komentar “nice artikel”, dari dua kata itu kita bisa membuat beberap ide tulisan, contohnya “cara membuat artikel yang bagus, 99 cara membuat artikel yang menarik, atau mungkin cara berkomentar yang baik”.

Itu sudah dapat tiga judul artikel, isinya tinggal kita mengolahnya dengan kalimat dan gaya bahasa kita sendiri.

“Keistimewaan dan ide yang aneh itulah yang membuat kita menjadi diri sendiri, jangan pernah takut untuk menunjukkannya”

Buatlah hobby lain, selain menulis


Punya beberapa hobby atau kegiatan lain bisa memicu otak lebih tanggap untuk mendapatkan ide dari kegiatan kita.

Misal kamu punya hobby mukulin kecoa didapur, hobby nolongin ikan tenggelem di aquarium. Dari kegiatan kegiatan yang kita lakukan bisa menjadi inspirasi kita untuk menulis.

Saya sendiri biasa hobbynya ngumpul bareng teman kost, ngobrol ngalur ngidul yang sedikit diisi dengan beberapa pertanyaan pertanyaan aneh.

Dari sinilah saya terkadang mendapatkan ide menulis, seperti tulisan saya hari ini.

Luangkan waktu untuk mengekspresikan diri secara kreatif tanpa menulis, dengan begitu kreatifitas akan menyulut kita untuk menumbuhkan ide ide baru dikepala kita.

“Tulisalah tulisan untuk diri kamu sendiri, sesekali lepaskan tekanan tulisan yang kamu lakukan untuk para pembaca”

Banyak-banyak membaca buku atau blog lain


Nah, kalau yang ini juga sering banyak yang bahas. Tapi tetap saya masukkin, kan lumayan nambah-nambahin jumlah katanya.

Bukan bukan, ini juga sering saya terapkan di saat saya seret ide. Saya mengulas beberapa buku yang sedikit menyangkut dengan niche blog saya.

Didalamnya kadang terdapat kalimat kalimat atau kata yang bisa dijadikan sebuah ide untuk menulis. Tapi jangan ditulis ulang isi bukunya, maksudnya dapat ide saja.

Sisanya tetap berfikir dan gunakan kreatifitas kita untuk mengolah ide tersebut menjadi sebuah tulisan dengan ciri khas kita sendiri.

Membaca di blog lain juga hampir sama dengan membaca buku, jangan nanti menulis ulang artikel blog orang.

Disini kamu bisa mendapatkan ide dari beberap kalimat yang terdapat di isi tulisan, mungkin juga bisa dapat dari kolom komentarnya.

“Menulislah saat kamu ingin menulis, jangan pernah memaksakan diri untuk menulis dikala tidak ada mood menulis”

***

Itu beberapa tips cara mendapatkan ide menulis yang memang sering saya terapkan, sebenarnya masih banyak lagi.

Tapi point-point diatas yang paling ampuh menurut saya dan pengalaman saya pribadi selama menggunakannya.

Untuk pertanyaan “Gimana cara mengolah ide yang kita dapat tadi?”  mungkin akan saya bahas di artikel berikutnya, karena sudah terlalu panjang. Tidak tau kapan mau membahasnya, karena kapan saja saya mau menulis.

Ide bisa datang dari mana saja, selama kita mampu untuk peka terhadap kejadian atau hal hal kecil yang ada disekitar kita. Manfaatkan dan olah sesuai kemampuan kita, setiap orang punya cara sendiri untuk mendapatkan inspirasi dan idenya.

Tulis apa yang ingin kamu tulis, jangan paksakan diri untuk menulis yang tidak ingin kamu tulis. Kecuali dapet job review, walau tidak ingin menulis tapi tetap harus ditulis.

Yang ingin menambahkan silahkan komentarnya dibawah, atau yang ingin ngoreksi dan kritiknya selama kolom komentar gratis.

Wednesday, January 3, 2018

Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang

MySatnite.com - Dewasa Muda

Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang
Sumber pic npr(org) tapi di edit lagi

Apa yang sudah kamu lakukan selama hidup dunia ini? Apa yang sudah kamu ketahui selama hidup dunia ini?
Pertanyaan yang selalu saya lontarkan dalam hati setiap tahunnya, setiap angka yang bernama usia itu bertambah. Namun nyatanya jatah hidup didunia semakian berkurang saja tanpa disadari.

Di usia sekarang ini katanya bukan lagi remaja tapi juga belum masuk dewasa, senior saya bilang ini masa dewasa muda. Sudah merasa pede dibilang ada dewasanya.

Terkadang juga masih merasa bingung dimana ada saatnya sudah tidak cocok lagi bergaya rock n roll dan kongkow ditempat tempat remaja.

Merasa sudah saatnya membangun wibawa dan membangun identitas diri, tidak lagi yang namanya mencari jati diri.

Pemikiran yang semakin berubah, dari yang tadinya sekedar hidup santai untuk hari ini saja. Namun sekarang lebih berfikir untuk kedepan, bahkan sudah jauh memikirkan masa depan tapi tetap dengan mempertimbangkan realitas hari ini.


Jangan lupa baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan


Tidak terasa sudah lama juga saya hidup didunia ini


Waktu itu tidak pernah mau menunggu,  walau sedetik sekalipun, semakin hari tidak terasa tahun demi tahun terlewati.

Terkadang masih merasa baru kemarin saya melepas seragam, baru kemarin saya tertawa bersama para sahabat, baru kemarin saya menuliskan dan bercerita omong kosong untuk sekedar menghadirkan gelak tawa. Mencerikatan mimpi mimpi besar dimasa depan.

Namun hari ini saya sudah di masa depan, meski harapan harapan dimasa lalu belum sepenuhnya tercapai, setidaknya saya sudah mulai berproses meraihnya.

“Waktu itu sperti pisau, jika kita tidak bisa menggunakannya dengan baik, dia akan melukaimu”

Menghadapi masalah dengan cara yang semakin berbeda


Setiap orang pasti memiliki permasalahan dalam hidupnya, entah itu dari masalah cinta, persahabatan, keluarga, pekerjaan dan masih banyak lagi.

Dulu jika ada masalah bukan langsung diselesaikan tapi malah update status di media sosial. Status yang memperlihatkan bahwa diri ini sedang banyak masalah antara hidup dan mati, merasa dunia tidak adil, merasa masalahnya yang paling berat di dunia.

Walaupun terkadang hanya sekedar di gigit nyamuk saja, updatnya sudah seperti kena hunus pedang di ulu hati.

Untuk sekarang lebih bisa mengatur diri, mengatur mana yang harusnya di tampilkan dan mana yang tidak seharusnya di publish ke publik.

Setiap menghadapi masalah juga tidak pernah lagi mengadu ke sosmed, karena sudah sadar itu tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada malah terlihat seperti manusia idiot.

Berbagi boleh saja, yang terpenting jangan terlalu menelanjangi diri di media sosial
“Berbagi yang sepantasnya saja, filter mana yang bisa di publish dan mana yang memang seharusnya tidak di tampilkan. Jangan terlalu menelanjangi diri di media sosial”

Sudah mulai pandai berhitung


Bukan berhitung satu sampai seratus, disini sudah mulai perhitungan dengan hal hal kecil yang disaat remaja merasa biasa saja.

Seperti menghabiskan waktu sia sia dengan kegiatan kegiatan yang tidak begitu bermanfaat. Menghabiskan uang sekedar kongkow kongkow bareng teman hanya untuk gengsi semata.

Sekarang sudah mulai perhitungan tapi bukan pelit. Perhitungan untuk memikirkan masa depan. Mulai merasa dari pada uang habis untuk hal tidak berguna lebih baik ditabung.

Meskipun tetap menyisihkan untuk sekedar  memanjakan diri dan memberikan hadiah pada diri sendiri yang sudah bekerja keras.
“Jangan menyia-nyiakan waktu untuk sekedar melakukan hal hal yang tidak berguna, itu tidak akan membawa perubahan yang baik di masa depan”

Selera penampilan yang ikut berubah


Saat remaja tampilan dengan gaya Rock n Roll, rambut sedikit acak acakan, saya sudah merasa orang paling tampan didunia saat itu, meskipun masih terlihat cupu.

Namun semakin kesini rasanya yang seperti itu bukan saya banget, sekarang lebih ingin tampil sederhana namun terlihat dewasa.

Tidak lagi terlalu mengikuti tren yang ada, lebih membangun identitas diri dari penampilan. Karena bukan saatnya lagi mencari jati diri, saya merasa sudah menemukannya.
“Perubahan tidak dapat dipaksakan, namun perlahan waktu demi waktu dari banyaknya perjalanan, pengalaman membuat diri semakin paham. Perubahan akan mengikuti seusai pemikiran dan pola kehidupan”

Sebuah lingkaran pertemanan yang sedikit bergeser


Seiring berjalannya waktu, usia yang katanya semakin bertambah. Terkadang kita tanpa sadar bahwa lingkaran pertemanan semakin mengecil dan menyempit.

Ini sebuah kenyataan yang saya alami sendiri, kehilangan beberapa kontak teman. Semakin hari semakin bertambah kontak yang tidak aktif dan mulai hilang perlahan.

Akhirnya tidak pernah tau kabar dan perkembangan nya. Tiba tiba kabar sudah mau nikah saja, itupun dari media sosial.

Namun dari sekian banyaknya kontak dan teman yang menghilang ada beberapa teman yang masih selalu setia menemani perjalanan dan selalu saling berbagi tentang perkembangan masing masing.

Memang tidak banyak, hanya ada satu dua orang saja, namun ini yang harus saya pertahankan. Mungkin ini yang disebut sahabat sejati.

Tapi memang seperti inilah perputaran kehidupan, siklus yang memang harus dilewati. Pertemuan pasti ada perpisahan.

Bertemu dengan orang-orang baru, cara berpikir yang baru, sudut pandang yang baru, pastinya membuat diri ini semakin berkembang.

Tidak ada yang sia-sia apapun yang terjadi didunia ini, semua sudah diatur oleh yang kuasa.
“Pertemanan itu bukan berlomba-lomba mengumpulkan banyaknya bongkahan batu, tapi lebih mencari sebutir berlian”

Lebih mendekatkan diri dengan Sang Pencipta


Kelakuan saat remaja yang kadang shalat bolong bolong, masih mengikuti hawa nafsu, emosi. Untuk sekarang rasanya sudah waktunya memperbaiki diri, memantaskan diri untuk lebih baik lagi.

Karena merasa usia katanya bertambah namun jatah hidup sudah mulai berkurang setiap harinya. Jadi sudah mulai merasa sayang menyia-nyiakan waktu.

Tidak ada kata menunggu besok atau lusa, seperti yang sering saya dengar  “syarat mati itu tidak harus tua, syarat mati tidak harus sakit, jadi pergunakan waktu mudamu untuk melakukan hal yang bermanfaat setidaknya untuk dirimu dulu,”

Karena saya laki-laki yang pastinya bakal jadi calon pemimpin untuk keluarga suatu saat nanti, jadi harus mempersiapkan diri dari sekarang.
“Hidup didunia itu singkat, pergunakanlan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai lalai dan nafsu mengendalikanmu”

***

Ada banyak yang sudah saya lalui selama 24 tahun ini, benar benar tidak terasa. Mungkin belum ada apa apanya dibandingkan orang orang yang sudah punya segudang pengalaman.

Namun bagi saya sudah sangat banyak perubahan yang saya rasakan, meskipun pengalaman masih belum begitu banyak.

Terutama pengalaman hidup jauh dari orang tua, mengeluarkan biaya makan, tempat tinggal, study yang membuat saya sadar beratnya orang tua saya dulu banting tulang pergi pagi pulang malam demi sekolah dan makan saya.

Di usia yang nominal angkanya semakin bertambah ini, tidak banyak yang saya harapkan, kecuali kebahagiaan dan kesehatan untuk orang orang terdekat saya.

Berapa banyak hal bodoh yang saya lakukan, berapa banyak waktu terbuang sia sia. Ada ketakutan yang selalu menghantui, yaitu diri saya sendiri. Takut diri ini tanpa sadar mengecewakan orang orang yang pernah hadir dalam kehidupan saya, entah yang baru kenal ataupun yg sudah lama.

Meskipun begitu, waktu tidak akan bisa diulang. Mungkin dengan bertambahnya angka ini saya bisa lebih mawas diri.

Thursday, December 28, 2017

Jatuh Cinta Yang Kadang Membuat Lupa Diri

MySatnite.com - Apa yang membuatmu jatuh cinta?

Jatuh Cinta Yang Kadang Membuat Lupa Diri
Sumber pic unplush

Pagi sebelum berangkat kerja saya biasa menghabiskan waktu duduk di teras kost, sembari buka hp untuk baca-baca berita yang sedang hangat hari itu. Ada satu berita yang membuat saya sedikit mengernyitkan dahi.

Dengan judul “Seorang pria tega membunuh teman wanitanya karena ditolak”. Saya tidak tau ini berita hoax atau bukan, tapi dari judulnya saja bikin ngeri dan miris.

Tidak lama kemudian ada seorang teman tiba-tiba duduk disebelah saya, “Saya izin dulu hari ini tam, mau nemenin doi dulu sekalian nganter ke depok. Nanti klien kamu yang urus ya”.

Dengan buru-buru ia langsung pergi saja tanpa menunggu lagi apa yang ingin saya ucapkan. Sebenarnya memang tidak ada yang ingin saya ucapkan.

Padahal itu teman wanitanya baru dikenal satu minggu yang lalu saat dikereta.

Hal semacam ini sering terjadi kepada saya, menggantikan pekerjaan teman. Walaupun terkadang bukan ranah saya untuk dijalurnya.

Tapi apa memang sampai segitunya manusia dibutakan oleh yang namanya jatuh cinta. Meninggalkan yang menjadi prioritas dan mendahulukan sesuatu yang belum pasti.

Banyak terjadi pada orang terdekat saya yang menghancurkan mimpinya sendiri karena lupa diri. Jatuh cinta menjadi alasan mereka meninggalkan prioritas yang sudah mereka bangun sendiri.



Terkadang sulit memisahkan mana yang harus menjadi prioritas sampai melupakan kewajiban.


Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta, saya sendiri hari ini pun merasakan jatuh cinta. Tapi setidaknya harus bisa lebih mengontrol perasaan.

Jangan hanya karena jatuh cinta, kewajiban kita sebagai pekerja di tinggalkan. Hari ini saya hanya seorang karyawan yang bekerja dibawah aturan-aturan yang mengikat.

Tidak bisa seenaknya melakukan apa saja semau saya. Tapi tidak untuk beberapa orang yang saya temui, mereka selalu berkata menikmati hidup sekali-sekali tidak masalah. Tapi dengan cara bolos kerja dan beberapa alasan yang membuat geleng kepala.

Yang hanya ingin jalan bareng dengan gebetan, ada janji nonton dan alasan-alasan lainnya. “Gimana lagi tam, saya bener-bener lagi Fallin in love banget sama doi. Liburnya kita gak pernah bareng, jadi saya yang ngalah aja sebagai cowok.”

Kalau sudah berkata seperti itu, saya bukan orang yang pandai memberikan kalimat-kalimat melarang dan sebagainya.

“Hidup itu harus seimbang. Meskipun begitu, kewajiban jangan pernah ditinggalkan. Sikap professional harus tetap ditanamkan. Walaupun terkadang tidak sebanding dengan kenyataan.”

Lupa kalau lagi dalam situasi kumpul dan diskusi


Seharusnya sebagai cowok bisa lebih tegas, terkadang tidak tau situasi sedang apa dan dimana. Pokoknya sibuk sendiri dengan handphone, dari yang chat sampe telponan.

Padahal kita sedang membahas tugas atau membahas sesuatu yang memang membuatuhkan kerja tim. Walau tidak membantu begitu banyak setidaknya hargai teman teman yang lainnya.

Mungkin bisa bilang ke gebetan atau apalah itu, suruh tunggu sejenak karena ada keperluan kerja. Saya rasa kalau memang doi cinta juga pasti bakal mengerti dan memberikan waktu dan tidak akan membatasi diri kita dalam pekerjaan ataupun bersosialisasi.

“Jangan sampai hanya karena satu orang, kita kehilangan banyak kesempatan berharga, waktu dan produktifitas. Bahkan kehilangan begitu banyak teman dekat”

Tega melawan orang tua demi yang namanya cinta


Kalau orang lagi kasmaran memang sulit untuk diberi nasehat, bahkan orang tua sendiripun di abaikan demi doi yang kadang hanya bikin patah hati.

Orang jatuh cinta itu seperti pengikut partai yang fanatik, akan tetap merasa benar dan tidak akan ada yang bisa masuk satu kalimat apapun dikepalanya.

Yang seperti ini sudah tidak asing lagi bagi saya, dari teman bahkan keluarga terdekatpun ada yang seperti ini.

Mengabaikan setiap nasehat dari orang tua, membantah bahkan membohongi orang tua. Parahnya lagi, ada yang masih sekolah dan kuliah. Sedangkan biaya untuk study mereka masih menadahkan kepada orang tua.

Jangankan biaya study, uang jajan masih menadahkan kedua telapak tangan.

Setelah kecewa dan patah hati, baru merasa hidup itu tidak adil. Merasa tidak ada yang perduli dengan dirinya, merasa setiap orang meninggalkannya sendiri.

Padahal hanya ia sendiri yang lupa sekitar dan orang terdekat demi cinta yang sesaat.

“Tidak selamanya yang kita anggap benar itu sebuah kebenaran. Sesekali mendengarkan bisikan dari teman atau orang yang kita anggap tidak penting sekalipun itu jauh lebih baik untuk mempertimbangkan sebuah keputusan”

***

Tapi tidak semua yang jatuh cinta seperti itu, selama bisa menyikapi dan menjaga perasaan tetap terkontrol sesuai dengan jalurnya.

Jatuh cinta itu sesuatu yang indah, sebagai manusia yang normal tentunya akan merasakan namanya jatuh cita, tapi jangan sampai terlena dan menghancurkan kehidupan kita. Apa lagi sampai mengabaikan orang tua, teman, pekerjaan dan study.

Seperti hari ini saya sedang jatuh cinta, namun saya belajar untuk menyederhanakan perasaan saya agar tidak melebihi rasa cinta saya kepada sang pencipta. Karena saya tau patah hati itu tidak enak.

Friday, December 22, 2017

Masakan Ibu Yang Selalu Bikin Rindu Untuk Pulang

MySatnite.com - Selamat Hari Ibu

selamat hari ibu
Orek dan Hari Ibu

Sore itu tepatnya tiga hari yang lalu sepulang kerja saya mendapatkan undangan makan gratis, memang inilah yang selalu ditunggu-tunggu anak kost seperti saya. Saat mendengar kata gratis apapun bentuknya selalu membuat hati terasa bahagia.

Sore itu dapat undangan makan bersama di tempat ibu/bapak kost dalam rangka memperingati hari lahir anaknya yang sekarang sedang menempuh pendidikan kuliah di jogja.

Anaknya tidak bisa pulang karena belum ada libur, jadi beliau mengajak anak kostnya untuk makan bersama.

Satu yang membuat saya sedikit bersemangat, bukan soal gratisnya. Walaupun memang saya dan beberapa teman hadir setengah jam sebelum waktunya. Ini karena kami dedikasi terhadap waktu.

Yang membuat saya bersemangat adalah sangat jarang sekali saya bisa makan bersama seperti ini.

Dengan hidangan rumahan biasa, ada orek tempe, semur jengkol, sup sayap ayam, tempe, tahu, ikan asin.

Pokoknya sederhana tapi terasa nikmat karena kita makan bersama seperti keluarga.

Ini momen langka yang bisa saya dapatkan ketika di kota orang , jauh dari namanya keluarga. Namun dari makan bersama ini membuat saya benar-benar rindu yang namanya rumah dan keluarga, terutama orang tua.

***

Setelah makan bersama selesai, kami melanjutkan duduk dan ngobrol di pelataran teras sebelum kembali ke kamar masing-masing melanjutkan aktivitas lagi.

Karena memang orang disini semua sok sibuk dengan alasan tugas kuliah, kantor bahkan nyuapin burung peliharaan.

Setelah kembali kekamar,  teringat satu makanan dimeja tadi yang membuat saya rindu ingin segera pulang.

Orek tempenya, saat pertama kali menghirup aromanya benar-benar teringat masakan ibu dirumah.

Ini juga salah satu masakan rumahan yang selalu saya nantikan ketika pulang kerumah. Sebenarnya banyak orek tempe dijual di warung makan bahkan masuk restoran juga ada.

Tapi entah kenapa yang namanya masakan ibu itu selalu terlihat istimewa, dari aroma, rasa bahkan benar-benar membuat rindu untuk segera pulang.


Jangan lupa baca juga : Yang Selalu Membuat Rindu Ingin Pulang

Aroma masakan rumahan yang khas dari dapur ibu


Saya tidak tau apa bumbu yang dibuat oleh ibu untuk membuat makanannya. Entah mengapa masakan ibu itu selalu memanjakan lidah, meskipun hanya masakan sederhana seperti orek tempe sekalipun.

Ada seperti aroma khas yang terkadang terbayang dan tiba-tiba rindu berat untuk mencicipi masakan ibu.

Terakhir kali makan masakannya, ketika enam bulan yang lalu saat Ibu berkunjung ke jakarta. Selama satu minggu saya meninggalkan ritual makan indomie.

Full satu minggu juga saya makan masakan ibu, ini salah satu momen yang tidak akan pernah saya lupakan juga.

“Meski aroma sop iga menggiurkan, tapi tetap saja sayur asem buatan ibu lebih menggoda”


Rasa yang selalu menempel dilidah meski sudah lama tidak mencicipinya


Mau makan dimanapun dan yang katanya enak sekalipun, rasa dari masakan ibu itu sulit untuk dihilangkan dari lidah saya.

Mungkin karena sudah terbiasa bertahun-tahun makan masakan beliau yang selalu terhidang di meja  makan.

Terkadang ada momen dimana lidah itu kepengen sekali nyobain masakannya. Yang pada akhirnya keliling mencari makanan rumahan untuk sekedar mengobati rindu.

Walaupun tidak sama namun sedikitnya ada rasa puas di lidah.

“Masakannya sederhana tapi selalu terlihat istimewa, bukan dari bahannya tapi Ibu tau selera lidah kita”

Makanan mewah terkadang di skip untuk menikmati masakan Ibu


Ini terjadi pada saya sendiri, tidak tau orang lain. Sewaktu masih tinggal bersama orang tua, saya selalu menyampingkan ajakan makan diluar dari rekan kerja.

Karena diatas meja dibawah tudung saji sudah tersedia masakan sederhana yang membuat nafsu makan bergairah.

Bukan tidak mau atau tidak ingin bergaul dengan kumpul bareng dengan teman teman, tapi saya lebih menghargai ibu saya yang sudah susah payah menyiapkan makanan tapi tidak dimakan.

Saya membayangkan jika saya membuat makanan untuk orang banyak, tapi tidak ada yang memakannya. Pasti rasanya kecewa, selain itu saya juga bisa lebih berhemat juga.

“Enak tidak enaknya masakan ibu, tetap puji masakannya. Itu salah satu bentuk penghargaan untuknya. Karena masak itu menurut saya tidak mudah, itu kenapa banyak orang yang tidak bisa masak”

***

Masakan ibu itu dimanapun kita berdiri akan selalu membuat rindu, terkadang Ia mengenyampingkan makanan kesukaannya dan memasak makanan yang memang sesuai selera orang dirumah.

Terlepas dari masakannya yang kadang kurang  asin atau kemanisan, tetap saja nikmatnya itu beda.

Sosok Ibu benar-benar penyelamat untuk perut lapar dipagi hari.

Entah apa yang bisa saya balas dan berikan kepada beliau, di hari ibu tanggal 22 desember 2017 ini.

Untuk kesekian kalinya mungkin hanya sekedar ucapan selamat hari ibu. Saya bukan orang yang pandai dan berani mengucapkan langsung kata kata untuk hari ibu.

Hadiah untuk hari ibu?, saya rasa tidak ada. Bagi saya hari ibu bukan saja pda tanggal 22 desember, tapi setiap hari untuk saya adalah hari ibu.

Namun untuk menghargai sosok seorang Ibu dan kesadaran arti besarnya peran seorang ibu untuk diri saya dan mungkin untuk negara ini, karena tidak akan ada Presiden, menteri, dan para blogger yang baca tulisan ini jika tidak ada namanya seorang ibu.

Tidak adakan yang lahirnya di download, atau di transfer lewat share it.

Perjuangan mengandung selama sembilan bulan, dibawa kemana-mana dari kewarung sampai kondangan.

Perjuangan saat melahirkan, meski saya tidak tau banyak. Tapi saya selalu di ceritakan perjuangan ibu saat melahirkan hanya ada dua kemungkinan Hidup dan mati.

Seberapapun usaha kita untuk membalas kebaikannya tidak akan pernah terbalas, meski uang segepok dibawa kehadapannya.

Hati seorang ibu itu tulus, terkadang kita tanpa sadar menyakiti hatinya namun beliau tetap selalu memaafkan kita.

Sebesar apappun kita, setinggi apapun jabatan kita, sebanyak apapun harta kita. Dimatanya kita tetap anak kecilnya. Doanya selalu saya nanti, restunya selalu saya minta. Karena saya selalu yakin, Ridha Ibu Ridhanya Allah, Murkanya seorang Ibu, Murkanya Allah.

Selamat Hari Ibu yang ke 89 untuk semua Ibu di seluruh Indonesia.

Saturday, December 16, 2017

Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang Bukan Sekedar Teman

MySatnite.com - Teman Yang Bukan Sekedar Teman

Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang Bukan Sekedar Teman
Sumber pic litlepups terus diedit lagi - jangan tanya kenapa kucing - ini cuma fiksi lo

Aneh rasanya saat sebuah kebersamaan yang selalu kita lalui berubah menjadi perasaan yang ambigu. Pada awalnya tidak pernah ada terbesit untuk menyimpan rasa, bahkan untuk menyapamu dengan lembut saja sangat sulit.

Tapi dengan berjalannya waktu, semua berubah dari yang sederhana menjadi rumit. Dari yang biasa menjadi sesuatu yang sulit diterka.

Tapi kau menganggap semuanya seperti biasa, tidak ada terlihat yang berubah. Namun semakin hari aku merasa tersiksa menahan perasaan yang terlanjur tercipta.

Perasaan ini sedikit mengganggu namun aku bahagia merasakannya


Sedikit mengganggu karena ada rasa cemburu, tapi apa daya tidak ada upaya untuk aku mampu berkata.

Ingin rasanya mengatakan "Hey, Akina. Aku pengen makan mie ayam". Asal kau tau bukan itu yang ingin aku ucapkan.

Tapi lidah kelu rasanya dan berdalih mencari alasan agar mampu duduk dan makan berdua denganmu.

Bahagia ketika aku memiliki perasaan ini, tidak tau kenapa? yang pasti rasanya perasaan ini membuat semangat hidupku meningkat 50%.

"Cinta memang sulit dimengerti, tapi tidak ada habisnya untuk dibahas dan tidak pernah ada rasa bosan untuk saya membahasnya"

Jangan lupa baca juga : Akina Bunga Dimusim Semi

Perasaan ini hadir ketika pertemanan kita sudah terjalin


Bingung rasanya antara sebuah pertemanan yang sudah terjalin atau mengikuti ego dan perasaan yang baru saja hadir.

Ingin rasanya lidah ini mengucap tapi selalu terdiam saat kau berdiri didepanku dengan senyum sedikit sayu.

Tidak ada yang salah, mungkin karena sebuah kebersamaan yang membuat rasa ini hadir tanpa aku sadari.

"Seperti lagu zigaz saja Sahabat jadi cinta, saya pikir ini hanya terjadi dalam lagu dan ftv saja. Di dunia nyata bahkan sering terjadi"

Kenapa tidak jujur saja?


Terkadang ingin rasanya jujur dengan perasaan yang sedang dirasakan tapi seperti yang aku katakan diatas. Lidah ini kelu untuk berucap, hanya bisa berucap untuk mengajak makan mie ayam.

Takut ketika perasaanku tidak berbalas dan hubungan pertemanan ini sedikit demi sedikit akan merenggang.

Jadi aku putuskan untuk tetap diam dan menikmati saja yang terjadi dari hari kehari sebelum semuanya berakhir. Karena aku yakin semuanya tidak akan selalu seperti ini, ada awal pasti ada akhir.

"Lucu memang, cinta itu membutakan segalanya terkadang diri kita seperti orang idiot dibuatnya. Tapi seperti apapun cara pandang masing-masing orang, cinta itu tetap sebuah anugrah dari tuhan"

Pada akhirnya akan tetap sama


Meski sedekat apapun jarak kita, kalau memang Allah berkehendak kita tidak bersama apa mau dibuat.

Jadi biarkanlah perasaan ini selalu aku simpan dan menunggu waktu yang tepat disaat hati sudah mantap dan siap.

Bukan sebuah ungkapan semata tapi sebuah rencana yang lebih dari sekedar kata-kata. Mungkin suatu saat kita terpisah jauh, tapi jika Allah menakdirkan kita bersama, semua akan kembali sama.

Aku simpan saja rasa ini dan setiap hari akan kubuat proposal untuk memintamu dari tangan-NYA lewat baris doa.

"Pada akhirnya cinta itu masih menjadi sebuah rahasia tuhan, meski kita bicara saling cinta dan berjanji untuk bersama. Namun ketika Allah berkata, dia bukan jodohmu, mau bilang apa"

***

Lihatlah Akina, hujan pertama di minggu kedua bulan Desember telah reda. Meski tidak ada pelangi sesudahnya namun tetap saja ada mentari dan harapan di sudut senja.

Kau tau, seperti namamu "A-k-i-n-a" yang berarti bunga dimusim semi. Meski diterpa derasnya angin dan air hujan kau tetap berdiri dengan senyum sayumu, secantik bunga yang mekar dimusim semi.

Bahagia rasanya bisa duduk berdua denganmu di bawah tenda biru ini, sambil menikmati pemandangan orang yang berdatangan. Indah bukan.

Saya : "Bang, mie ayamnya satu lagi"

Akina : "Kamu gak kenyang-kenyang Tam, saya juga satu lagi deh di tambah baksonya ya :D"