Showing posts with label Curcol. Show all posts
Showing posts with label Curcol. Show all posts

Wednesday, January 10, 2018

Mengusir Rasa Kesepian

MySatnite.com - Kesepian

Mengusir Rasa Kesepian
Sumber pic pixabay dengan keyword "Kesepian" terus saya edit lagi.

Dalam hidup ini kita terkadang sering merasakan sebuah perasaan negatif yang hanya merusak momen indah kita. Tanpa disadari perasaan negatif yang muncul membuat kita kadang ingin melakukan hal-hal diluar akal sehat.

Perasaan negatif juga banyak menimbulkan masalah untuk diri kita sendiri. Salah satunya rasa kesepian, saya percaya setiap orang pasti pernah merasakan namanya kesepian.

Kesepian bisa menyerang siapa saja, bahkan artis terkenalpun bisa dirasuki oleh kesepian. Banyak yang sampai melakukan tindakan bunuh diri karena merasa dirinya kesepian.

Menurut laman Wikipedia kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia yang diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya.

Hanya itu saja, saya juga tidak begitu mengerti dengan kalimatnya. Kesepian itu merujuk kepada kesendirian, tanpa teman. Tapi tidak semua kesepian itu harus sendiri atau tanpa teman dan orang-orang disekitar kita.

Dalam kehidupan nyata banyak yang merasakan rasa kesepian meskipun dalam keadaan ditengah kerumunan atau keramaian.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang merasakan kesepian, dari hal kecil seperi perpisahan, patah hati, sebuah penolakan, dikucilkan, sebuah transisi kehidupan pun membuat kita merasakan kesepian seperti menjadi tua dan ditinggalkan oleh anak-anaknya  dan masih banyak lagi.


Jangan lupa baca juga : Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang

Sesekali perhatikan sekitarmu, perhatikan orang lain


Rasa sepi terkadang hadir karena kita hanya peduli dengan diri kita sendiri, ingin diperhatikan tapi kita tidak pernah mencoba untuk memperhatikan orang lain.

Mulai dari memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan, karena membantu sesama akan mengikis sedikit demi sedikit rasa kesepian kita. Membantu sesama juga menimbulkan perasaan bahagia  yang akan membuat kita lebih tenang.

Hal ini pun dapat membantu kita lebih dekat dengan lingkungan sekitar, memahami rasa sosial dan menajai lebih empati.

Merobohkan tembok yang menghalangi antara kita dan orang-orang yang ada disekitar kita. Pada akhirnya rasa kesepian itu akan hilang dengan sendirinya.
Baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan.

“Kesepian harusnya membuat kita sadar, bahwa dalam hidup ini kita membutuhkan orang lain”


Berbagi cerita kepada orang-orang yang bisa kita percaya


Tidak perlu malu untuk mengakui bahwa kita sedang merasakan kesepian, ceritakan kepada orang yang bisa kita percaya.

Mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan rasa kesepian dalam diri, namun paling tidak sedikit meringankan.

Ceritakan yang apa yang membuat diri kita merasa kesepian, mintalah solusi terbaik dari sahabat kita tadi.

Itulah kenapa kita perlu setidaknya satu orang dalam hidup ini yang bisa kita percaya untuk saling berbagi.
Baca juga : Sebutir Berlian dari Sebuah Pertemanan

“Kesepian tidak akan pernah lebih kejam dalam kedekatan erat dengan seseoarang  yang berhenti untuk saling peduli”


Mengadulah kepada yang menciptakan berbagai macam perasaan dalam diri


Berbicaralah kepada yang maha kuasa, ini jalan terakhir untuk menghilangkan rasa kesepian dalam diri ini.

DIA lah yang membolak-balikkan perasaan kita. Mengadu dan bicaralah dalam setiap sujud dan doa, coba untuk instrospeksi diri.

Mungkin ada yang salah dalam diri kita, yang dibuat sengaja ataupun tidak. Selama kita paham dan mengerti tentang hal itu, kita tidak akan pernah benar-benar merasakan kesepian ataupun kesendirian.

Doa adalah jembatan, obat dari segala penyakit kegelisahan. Obat penenang jiwa dikala rasa sepi tiba.
Baca juga : 3 Hal Sederhana yang dapat membuatmu bahagia tapi sering dilupakan

“Terkadang orang yang selalu ingin membuat orang lain bahagia adalah orang yang paling sering merasakan kesepian”

Ingatlah satu hal, rasa sepi hanya terbentuk saat emosi negatif hadir menyelimuti hati. Cobalah untuk keluar sejenak, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk sekedar mengusirnya.

Jika kita merasa kehidupan memberikan sebuah rasa pahit, buatlah rasa pahit itu menjadi sebuah jamu yang menyehatkan. Agar orang lain merasakan manfaatnya maka berbagilah, karena hidup bukan tentang diri kita sendiri.

Wednesday, January 3, 2018

Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang

MySatnite.com - Dewasa Muda

Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang
Sumber pic npr(org) tapi di edit lagi

Apa yang sudah kamu lakukan selama hidup dunia ini? Apa yang sudah kamu ketahui selama hidup dunia ini?
Pertanyaan yang selalu saya lontarkan dalam hati setiap tahunnya, setiap angka yang bernama usia itu bertambah. Namun nyatanya jatah hidup didunia semakian berkurang saja tanpa disadari.

Di usia sekarang ini katanya bukan lagi remaja tapi juga belum masuk dewasa, senior saya bilang ini masa dewasa muda. Sudah merasa pede dibilang ada dewasanya.

Terkadang juga masih merasa bingung dimana ada saatnya sudah tidak cocok lagi bergaya rock n roll dan kongkow ditempat tempat remaja.

Merasa sudah saatnya membangun wibawa dan membangun identitas diri, tidak lagi yang namanya mencari jati diri.

Pemikiran yang semakin berubah, dari yang tadinya sekedar hidup santai untuk hari ini saja. Namun sekarang lebih berfikir untuk kedepan, bahkan sudah jauh memikirkan masa depan tapi tetap dengan mempertimbangkan realitas hari ini.


Jangan lupa baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan


Tidak terasa sudah lama juga saya hidup didunia ini


Waktu itu tidak pernah mau menunggu,  walau sedetik sekalipun, semakin hari tidak terasa tahun demi tahun terlewati.

Terkadang masih merasa baru kemarin saya melepas seragam, baru kemarin saya tertawa bersama para sahabat, baru kemarin saya menuliskan dan bercerita omong kosong untuk sekedar menghadirkan gelak tawa. Mencerikatan mimpi mimpi besar dimasa depan.

Namun hari ini saya sudah di masa depan, meski harapan harapan dimasa lalu belum sepenuhnya tercapai, setidaknya saya sudah mulai berproses meraihnya.

“Waktu itu sperti pisau, jika kita tidak bisa menggunakannya dengan baik, dia akan melukaimu”

Menghadapi masalah dengan cara yang semakin berbeda


Setiap orang pasti memiliki permasalahan dalam hidupnya, entah itu dari masalah cinta, persahabatan, keluarga, pekerjaan dan masih banyak lagi.

Dulu jika ada masalah bukan langsung diselesaikan tapi malah update status di media sosial. Status yang memperlihatkan bahwa diri ini sedang banyak masalah antara hidup dan mati, merasa dunia tidak adil, merasa masalahnya yang paling berat di dunia.

Walaupun terkadang hanya sekedar di gigit nyamuk saja, updatnya sudah seperti kena hunus pedang di ulu hati.

Untuk sekarang lebih bisa mengatur diri, mengatur mana yang harusnya di tampilkan dan mana yang tidak seharusnya di publish ke publik.

Setiap menghadapi masalah juga tidak pernah lagi mengadu ke sosmed, karena sudah sadar itu tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada malah terlihat seperti manusia idiot.

Berbagi boleh saja, yang terpenting jangan terlalu menelanjangi diri di media sosial
“Berbagi yang sepantasnya saja, filter mana yang bisa di publish dan mana yang memang seharusnya tidak di tampilkan. Jangan terlalu menelanjangi diri di media sosial”

Sudah mulai pandai berhitung


Bukan berhitung satu sampai seratus, disini sudah mulai perhitungan dengan hal hal kecil yang disaat remaja merasa biasa saja.

Seperti menghabiskan waktu sia sia dengan kegiatan kegiatan yang tidak begitu bermanfaat. Menghabiskan uang sekedar kongkow kongkow bareng teman hanya untuk gengsi semata.

Sekarang sudah mulai perhitungan tapi bukan pelit. Perhitungan untuk memikirkan masa depan. Mulai merasa dari pada uang habis untuk hal tidak berguna lebih baik ditabung.

Meskipun tetap menyisihkan untuk sekedar  memanjakan diri dan memberikan hadiah pada diri sendiri yang sudah bekerja keras.
“Jangan menyia-nyiakan waktu untuk sekedar melakukan hal hal yang tidak berguna, itu tidak akan membawa perubahan yang baik di masa depan”

Selera penampilan yang ikut berubah


Saat remaja tampilan dengan gaya Rock n Roll, rambut sedikit acak acakan, saya sudah merasa orang paling tampan didunia saat itu, meskipun masih terlihat cupu.

Namun semakin kesini rasanya yang seperti itu bukan saya banget, sekarang lebih ingin tampil sederhana namun terlihat dewasa.

Tidak lagi terlalu mengikuti tren yang ada, lebih membangun identitas diri dari penampilan. Karena bukan saatnya lagi mencari jati diri, saya merasa sudah menemukannya.
“Perubahan tidak dapat dipaksakan, namun perlahan waktu demi waktu dari banyaknya perjalanan, pengalaman membuat diri semakin paham. Perubahan akan mengikuti seusai pemikiran dan pola kehidupan”

Sebuah lingkaran pertemanan yang sedikit bergeser


Seiring berjalannya waktu, usia yang katanya semakin bertambah. Terkadang kita tanpa sadar bahwa lingkaran pertemanan semakin mengecil dan menyempit.

Ini sebuah kenyataan yang saya alami sendiri, kehilangan beberapa kontak teman. Semakin hari semakin bertambah kontak yang tidak aktif dan mulai hilang perlahan.

Akhirnya tidak pernah tau kabar dan perkembangan nya. Tiba tiba kabar sudah mau nikah saja, itupun dari media sosial.

Namun dari sekian banyaknya kontak dan teman yang menghilang ada beberapa teman yang masih selalu setia menemani perjalanan dan selalu saling berbagi tentang perkembangan masing masing.

Memang tidak banyak, hanya ada satu dua orang saja, namun ini yang harus saya pertahankan. Mungkin ini yang disebut sahabat sejati.

Tapi memang seperti inilah perputaran kehidupan, siklus yang memang harus dilewati. Pertemuan pasti ada perpisahan.

Bertemu dengan orang-orang baru, cara berpikir yang baru, sudut pandang yang baru, pastinya membuat diri ini semakin berkembang.

Tidak ada yang sia-sia apapun yang terjadi didunia ini, semua sudah diatur oleh yang kuasa.
“Pertemanan itu bukan berlomba-lomba mengumpulkan banyaknya bongkahan batu, tapi lebih mencari sebutir berlian”

Lebih mendekatkan diri dengan Sang Pencipta


Kelakuan saat remaja yang kadang shalat bolong bolong, masih mengikuti hawa nafsu, emosi. Untuk sekarang rasanya sudah waktunya memperbaiki diri, memantaskan diri untuk lebih baik lagi.

Karena merasa usia katanya bertambah namun jatah hidup sudah mulai berkurang setiap harinya. Jadi sudah mulai merasa sayang menyia-nyiakan waktu.

Tidak ada kata menunggu besok atau lusa, seperti yang sering saya dengar  “syarat mati itu tidak harus tua, syarat mati tidak harus sakit, jadi pergunakan waktu mudamu untuk melakukan hal yang bermanfaat setidaknya untuk dirimu dulu,”

Karena saya laki-laki yang pastinya bakal jadi calon pemimpin untuk keluarga suatu saat nanti, jadi harus mempersiapkan diri dari sekarang.
“Hidup didunia itu singkat, pergunakanlan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai lalai dan nafsu mengendalikanmu”

***

Ada banyak yang sudah saya lalui selama 24 tahun ini, benar benar tidak terasa. Mungkin belum ada apa apanya dibandingkan orang orang yang sudah punya segudang pengalaman.

Namun bagi saya sudah sangat banyak perubahan yang saya rasakan, meskipun pengalaman masih belum begitu banyak.

Terutama pengalaman hidup jauh dari orang tua, mengeluarkan biaya makan, tempat tinggal, study yang membuat saya sadar beratnya orang tua saya dulu banting tulang pergi pagi pulang malam demi sekolah dan makan saya.

Di usia yang nominal angkanya semakin bertambah ini, tidak banyak yang saya harapkan, kecuali kebahagiaan dan kesehatan untuk orang orang terdekat saya.

Berapa banyak hal bodoh yang saya lakukan, berapa banyak waktu terbuang sia sia. Ada ketakutan yang selalu menghantui, yaitu diri saya sendiri. Takut diri ini tanpa sadar mengecewakan orang orang yang pernah hadir dalam kehidupan saya, entah yang baru kenal ataupun yg sudah lama.

Meskipun begitu, waktu tidak akan bisa diulang. Mungkin dengan bertambahnya angka ini saya bisa lebih mawas diri.

Sunday, December 31, 2017

Untuk Yang Pertama Pengisi Kekosongan

MySatnite.com - Cinta Pertama

Untuk Yang Pertama Pengisi Kekosongan
Sumber pic shmoop, jangan tanya kenapa gambar kucing. Karena mereka lucu.

Pagi yang cerah di awal bulan juni, secerah hatiku saat itu karena baru saja diterima disekolah yang selama ini aku idamkan. Namun bukan hanya itu saja yang membuatku senyum semringah dan semangat untuk cepat cepat berangkat kesekolah.

Aku bertemu dengan seseorang yang membuat hati ini sedikit gugup dihadapannya.
Ini berawal ketika aku berangkat sekolah kemarin, saat di halte dimana tempat menunggu bis jemputan dari sekolah.

Saat itu seperti biasa, aku yang memang selalu terlambat dan kesiangan akhirnya ketinggalan bis.

Tapi hal itu menjadi momen dimana aku bertemu dengan cinta pertamaku. Ya.. aku sebut itu cinta pertamaku walau masih ada embel embel monyetnya.

Yang tadinya sedikit kesal karena ketinggalan bis menjadi hari dimana paling aku syukuri. Setidaknya untuk saat itu.

Yang paling aku sykuri, aku punya teman terlambat hari ini. Dari seragam yang ia kenakan bertuliskan SMA 1 Tangkas OKUT.

Akhirnya kami berangkat dengan bis umum, Ia duduk di bangku paling belakang. Dengan sesekali aku melirik kearahnya.

Ingin rasanya bertegur sapa, setidaknya aku ingin tau namanya.
Namun seperti biasa, aku tak pernah punya keberanian seperti teman temanku yang lain.

Wajar saja aku sering dipanggil cupu disekolah, julukan yang sebenarnya tak pernah aku harapkan. Namun memang seperti itulah kenyataan yang ada.

Jangan lupa baca juga : Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang bukan Sekedar Teman

Aku mulai terlihat bodoh didepanmu


Tidak terasa kamipun tiba disekolah, aku langsung berlari menuju kelasku. Karena sebentar lagi bel masuk akan berkumandang, sudah cukup buatku bersih bersih toilet pagi kemarin.

Tapi aku masih penasaran dengan gadis yang berseragam bertuliskan SMA 1 Tangkas itu. Kira kira ia masuk dikelas mana atau mungkin kakak kelasku.

Bel tanda masuk sudah berbunyi, semua sudah siap duduk di bangku masing-masing menunggu guru pertama datang.

“Selamat pagi anak-anak” sapa pak dirlan sang guru matematika.

“pagi pak” jawab kami.

“Hari ini bapak ingin ...... ...... ..... .....”. telingaku seakan tak perduli lagi dengan apa yang Pak Dirlan katakan. Mata ini langsung ternganga tanpa kedip melihat sosok gadis yang disebelah pak dirlan itu.

“Yess..” dengan kencang tanpa sadarnya aku berteriak dan berdiri.

“Ada apa Tama?,” tanya Pak dirlan.

“Ee ee anu pak, akhirnya saya hari ini bisa datang tepat waktu” Aku mulai terlihat bodoh.

“Bagus kalau begitu, baiklah Akina, silahkan perkenalkan diri kamu” suruh Pak Dirlan.

Yah ... namanya Akina, gadis yang aku temui di halte tadi. Ternyata ia anak pindahan dari Jakarta. Disini tinggal bersama kakek dan neneknya.

Setidaknya aku masih bisa memandangmu dari sudut sempit ruangan kelas


Jam pelajaran pertama dimulai, aku tak pernah bisa fokus mendengarkan mulut pak dirlan berceloteh menjelaskan angka dan rumus rumus yang membuat isi kepala ini bekerja ekstra.

Yang sekarang aku pikirkan bagaimana caranya aku bisa menyapa gadis imut yang sekarang duduk di bangku nomor 3 dari depan, baris keempat dari pintu kelas. Sangat jauh dari tempat dudukku yang paling belakang di baris pertama.

Tapi setidaknya aku bisa leluasa memandangi ia dari sini, Nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustakan.

Tidak terasa bel istirahat pun telah berkumandang, si gadis imut bernama Akina itu sudah seperti gula dikerubungi teman satu kelas untuk sekedar bertanya-tanya.

Jujur saja, kami hanya tau Jakarta itu dari tivi dan cerita-cerita buku di perpustakaan. Terkadang sesekali ada guru kami yang pernah ikut pelatihan disana menceritakan tentang Jakarta. Yang katanya kota metropolitan dengan gedung gedung tinggi.

Aku sendiri bingung, bagaimana orang bangun gedung tinggi seperti itu. Memang tidak takut roboh?. Pohon kelapa samping rumahku saja saat angin kencang sudah roboh.

Sulit memang membayangkan yang diluar kepalaku. Mungkin suatu saat nanti aku akan pergi kesana untuk melihatnya langsung.

Aku mulai merasa hilang harapan dengan dirimu yang semakin populer


Hari hari pun berganti, namun masih saja aku belum pernah sekalipun menyapa Akina walaupun kami satu kelas. Entahlah, mulut ini sulit sekali raasanya terbuka, langkah berat seakan penuh beban.

Akina, gadis imut dari Jakarta yang meluluhkan hati ini, sekarang menjadi gadis populer di kelas bahkan disekolah. Dari kakak kelas sampai ibu kantinpun sekarang mengenalnya.

Semakin minder dan merasa jauh saja, mana mungkin ia mau berkenalan dengan aku yang hanya kutu buku ini.

Mungkin aku tetap melanjutkan hari hariku seperti biasa, mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya di kepala dari buku buku usang di perpus.

Namun disaat kaki melangkah keluar dari pintu kelas ada suara aneh mengiringi dari belakang.

“Taamaa” Pelan namun pasti, suara itu aku kenal. Ya.. hari ini aku sedang tidak beruntung.
Itu suara pengemis disekolah ini, doni, eka dan roni. Anak kelas 3 yang semena-mena dengan adik kelas tak berdaya seperti aku.

“Mau kemana kamu?” tanya doni.

“Ini kak, ee ee mau ke ke” Haduh.. kenapa aku selalu gugup seperti ini. Semakin bahagia wajah mereka untuk menindas.

Namun tuhan berkata lain...

“Ghemm..”.

Itu suara pak Dirlan dari belakang, para pengemis itupun langsung pergi. Akhirnya aku terselamatkan hari ini.

Kebodohan yang selalu aku tunjukkan didepanmu


Hari yang seperti biasanya,  masih di bulan juni namun sudah di penghujung. Tinggal beberapa hari lagi Juli pun tiba.

Sedang asyik diperpus, tiba tiba ada yang menyapaku dengan lembut.

“Tama, kamu sering di perpus juga?”

Saat melihat kearahnya “ee.. ee iya, biasa aku memang sering bantu bantu bersihin dan ngerapihin buku disini, dari pada istirahat bengong aja”. Jawabku dengan Pede 100%.

"k k kamu kok bisa tau nama aku" Tanyaku yang mulai GR (Gede Rasa)

"Iyalah, kitakan satu kelas. Lagian itu ada papan nama di baju kamu"

Hit combo kelihatan bodoh di depan Akina.

“Tamaa, buruan. Jangan sambil ngobrol, mau ditambah hukumannya?” saut ibu penjaga perpus dengan muka murka.

“ii..ii iya bu” jawabku dengan senyum aneh.

“Jadi kamu lagi dihukum tam?” cetus Akina, dengan sedikit senyum.

Oke, hari ini aku dihukum karena telat mengembalikan buku ke perpus. Bukan masalah hukumanannya. Tapi kenapa Akina menyapa aku saat momen yang tidak tepat. lagi lagi aku terlihat bodoh didepannya untuk kedua kalinya.

Ini jauh dari ekspetasiku yang berharap kesan pertama kami bertemu dan saling sapa itu ketika aku terlihat keren dimatanya, seperti itulah yang aku tonton di tivi.

Tapi yang jauh lebih penting adalah akhirnya aku dan Akina bisa tegur sapa, meski dengan kesan pertama yang kurang mengenakan.

Kesan pertama yang membuat aku terlihat bodoh, kesan pertama yang membuat aku semakin terlihat cupu. Namun tetap aku syukuri.

Pada akhirnya waktu tetap berpihak padaku, meski mulut masih terasa kaku


Tuhan selalu punya rencana indah untuk saling mempertemukan dengan tidak kesengajaan. Dari pertemuan pertama tanpa kata, dari sapa tanpa makna. Akhirnya kami mulai terbiasa dengan suasana.

Akina : “Tama.. Tam, Makan mie ayam yok? Aku yang traktir hari ini”

Aku : “Siaap, bentar aku mau simpen tulisanku dulu.”

Hujan dipenghujung desember sudah mulai reda, langkah kaki mulai pudar dalam genangan.

Langkah tetap melaju meski rindu hanya terpatri dalam kalbu, lagi lagi mulut sulit terbuka hanya sekedar mengucap Aku Rindu.

***

Gedung tinggi yang selalu aku bandingkan dengan pohon kelapa disamping rumah, hari ini tepat di depan mataku. Hidup itu memang harus dinikmati, sampai dimana yang sekedar mimpi belaka mampu menjadi nyata dengan bantuan usaha dan doa.

Lihat Akina, aku sudah berdiri di kotamu, namun tetap dengan senyummu didepanku sembari menikmati mie ayam dibawah tenda biru.

Akina, selamat tahun baru. Ini tahun baru yang kesekian kalinya namun terasa sama dan hampa.

Thursday, December 28, 2017

Jatuh Cinta Yang Kadang Membuat Lupa Diri

MySatnite.com - Apa yang membuatmu jatuh cinta?

Jatuh Cinta Yang Kadang Membuat Lupa Diri
Sumber pic unplush

Pagi sebelum berangkat kerja saya biasa menghabiskan waktu duduk di teras kost, sembari buka hp untuk baca-baca berita yang sedang hangat hari itu. Ada satu berita yang membuat saya sedikit mengernyitkan dahi.

Dengan judul “Seorang pria tega membunuh teman wanitanya karena ditolak”. Saya tidak tau ini berita hoax atau bukan, tapi dari judulnya saja bikin ngeri dan miris.

Tidak lama kemudian ada seorang teman tiba-tiba duduk disebelah saya, “Saya izin dulu hari ini tam, mau nemenin doi dulu sekalian nganter ke depok. Nanti klien kamu yang urus ya”.

Dengan buru-buru ia langsung pergi saja tanpa menunggu lagi apa yang ingin saya ucapkan. Sebenarnya memang tidak ada yang ingin saya ucapkan.

Padahal itu teman wanitanya baru dikenal satu minggu yang lalu saat dikereta.

Hal semacam ini sering terjadi kepada saya, menggantikan pekerjaan teman. Walaupun terkadang bukan ranah saya untuk dijalurnya.

Tapi apa memang sampai segitunya manusia dibutakan oleh yang namanya jatuh cinta. Meninggalkan yang menjadi prioritas dan mendahulukan sesuatu yang belum pasti.

Banyak terjadi pada orang terdekat saya yang menghancurkan mimpinya sendiri karena lupa diri. Jatuh cinta menjadi alasan mereka meninggalkan prioritas yang sudah mereka bangun sendiri.



Terkadang sulit memisahkan mana yang harus menjadi prioritas sampai melupakan kewajiban.


Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta, saya sendiri hari ini pun merasakan jatuh cinta. Tapi setidaknya harus bisa lebih mengontrol perasaan.

Jangan hanya karena jatuh cinta, kewajiban kita sebagai pekerja di tinggalkan. Hari ini saya hanya seorang karyawan yang bekerja dibawah aturan-aturan yang mengikat.

Tidak bisa seenaknya melakukan apa saja semau saya. Tapi tidak untuk beberapa orang yang saya temui, mereka selalu berkata menikmati hidup sekali-sekali tidak masalah. Tapi dengan cara bolos kerja dan beberapa alasan yang membuat geleng kepala.

Yang hanya ingin jalan bareng dengan gebetan, ada janji nonton dan alasan-alasan lainnya. “Gimana lagi tam, saya bener-bener lagi Fallin in love banget sama doi. Liburnya kita gak pernah bareng, jadi saya yang ngalah aja sebagai cowok.”

Kalau sudah berkata seperti itu, saya bukan orang yang pandai memberikan kalimat-kalimat melarang dan sebagainya.

“Hidup itu harus seimbang. Meskipun begitu, kewajiban jangan pernah ditinggalkan. Sikap professional harus tetap ditanamkan. Walaupun terkadang tidak sebanding dengan kenyataan.”

Lupa kalau lagi dalam situasi kumpul dan diskusi


Seharusnya sebagai cowok bisa lebih tegas, terkadang tidak tau situasi sedang apa dan dimana. Pokoknya sibuk sendiri dengan handphone, dari yang chat sampe telponan.

Padahal kita sedang membahas tugas atau membahas sesuatu yang memang membuatuhkan kerja tim. Walau tidak membantu begitu banyak setidaknya hargai teman teman yang lainnya.

Mungkin bisa bilang ke gebetan atau apalah itu, suruh tunggu sejenak karena ada keperluan kerja. Saya rasa kalau memang doi cinta juga pasti bakal mengerti dan memberikan waktu dan tidak akan membatasi diri kita dalam pekerjaan ataupun bersosialisasi.

“Jangan sampai hanya karena satu orang, kita kehilangan banyak kesempatan berharga, waktu dan produktifitas. Bahkan kehilangan begitu banyak teman dekat”

Tega melawan orang tua demi yang namanya cinta


Kalau orang lagi kasmaran memang sulit untuk diberi nasehat, bahkan orang tua sendiripun di abaikan demi doi yang kadang hanya bikin patah hati.

Orang jatuh cinta itu seperti pengikut partai yang fanatik, akan tetap merasa benar dan tidak akan ada yang bisa masuk satu kalimat apapun dikepalanya.

Yang seperti ini sudah tidak asing lagi bagi saya, dari teman bahkan keluarga terdekatpun ada yang seperti ini.

Mengabaikan setiap nasehat dari orang tua, membantah bahkan membohongi orang tua. Parahnya lagi, ada yang masih sekolah dan kuliah. Sedangkan biaya untuk study mereka masih menadahkan kepada orang tua.

Jangankan biaya study, uang jajan masih menadahkan kedua telapak tangan.

Setelah kecewa dan patah hati, baru merasa hidup itu tidak adil. Merasa tidak ada yang perduli dengan dirinya, merasa setiap orang meninggalkannya sendiri.

Padahal hanya ia sendiri yang lupa sekitar dan orang terdekat demi cinta yang sesaat.

“Tidak selamanya yang kita anggap benar itu sebuah kebenaran. Sesekali mendengarkan bisikan dari teman atau orang yang kita anggap tidak penting sekalipun itu jauh lebih baik untuk mempertimbangkan sebuah keputusan”

***

Tapi tidak semua yang jatuh cinta seperti itu, selama bisa menyikapi dan menjaga perasaan tetap terkontrol sesuai dengan jalurnya.

Jatuh cinta itu sesuatu yang indah, sebagai manusia yang normal tentunya akan merasakan namanya jatuh cita, tapi jangan sampai terlena dan menghancurkan kehidupan kita. Apa lagi sampai mengabaikan orang tua, teman, pekerjaan dan study.

Seperti hari ini saya sedang jatuh cinta, namun saya belajar untuk menyederhanakan perasaan saya agar tidak melebihi rasa cinta saya kepada sang pencipta. Karena saya tau patah hati itu tidak enak.

Friday, December 22, 2017

Masakan Ibu Yang Selalu Bikin Rindu Untuk Pulang

MySatnite.com - Selamat Hari Ibu

selamat hari ibu
Orek dan Hari Ibu

Sore itu tepatnya tiga hari yang lalu sepulang kerja saya mendapatkan undangan makan gratis, memang inilah yang selalu ditunggu-tunggu anak kost seperti saya. Saat mendengar kata gratis apapun bentuknya selalu membuat hati terasa bahagia.

Sore itu dapat undangan makan bersama di tempat ibu/bapak kost dalam rangka memperingati hari lahir anaknya yang sekarang sedang menempuh pendidikan kuliah di jogja.

Anaknya tidak bisa pulang karena belum ada libur, jadi beliau mengajak anak kostnya untuk makan bersama.

Satu yang membuat saya sedikit bersemangat, bukan soal gratisnya. Walaupun memang saya dan beberapa teman hadir setengah jam sebelum waktunya. Ini karena kami dedikasi terhadap waktu.

Yang membuat saya bersemangat adalah sangat jarang sekali saya bisa makan bersama seperti ini.

Dengan hidangan rumahan biasa, ada orek tempe, semur jengkol, sup sayap ayam, tempe, tahu, ikan asin.

Pokoknya sederhana tapi terasa nikmat karena kita makan bersama seperti keluarga.

Ini momen langka yang bisa saya dapatkan ketika di kota orang , jauh dari namanya keluarga. Namun dari makan bersama ini membuat saya benar-benar rindu yang namanya rumah dan keluarga, terutama orang tua.

***

Setelah makan bersama selesai, kami melanjutkan duduk dan ngobrol di pelataran teras sebelum kembali ke kamar masing-masing melanjutkan aktivitas lagi.

Karena memang orang disini semua sok sibuk dengan alasan tugas kuliah, kantor bahkan nyuapin burung peliharaan.

Setelah kembali kekamar,  teringat satu makanan dimeja tadi yang membuat saya rindu ingin segera pulang.

Orek tempenya, saat pertama kali menghirup aromanya benar-benar teringat masakan ibu dirumah.

Ini juga salah satu masakan rumahan yang selalu saya nantikan ketika pulang kerumah. Sebenarnya banyak orek tempe dijual di warung makan bahkan masuk restoran juga ada.

Tapi entah kenapa yang namanya masakan ibu itu selalu terlihat istimewa, dari aroma, rasa bahkan benar-benar membuat rindu untuk segera pulang.


Jangan lupa baca juga : Yang Selalu Membuat Rindu Ingin Pulang

Aroma masakan rumahan yang khas dari dapur ibu


Saya tidak tau apa bumbu yang dibuat oleh ibu untuk membuat makanannya. Entah mengapa masakan ibu itu selalu memanjakan lidah, meskipun hanya masakan sederhana seperti orek tempe sekalipun.

Ada seperti aroma khas yang terkadang terbayang dan tiba-tiba rindu berat untuk mencicipi masakan ibu.

Terakhir kali makan masakannya, ketika enam bulan yang lalu saat Ibu berkunjung ke jakarta. Selama satu minggu saya meninggalkan ritual makan indomie.

Full satu minggu juga saya makan masakan ibu, ini salah satu momen yang tidak akan pernah saya lupakan juga.

“Meski aroma sop iga menggiurkan, tapi tetap saja sayur asem buatan ibu lebih menggoda”


Rasa yang selalu menempel dilidah meski sudah lama tidak mencicipinya


Mau makan dimanapun dan yang katanya enak sekalipun, rasa dari masakan ibu itu sulit untuk dihilangkan dari lidah saya.

Mungkin karena sudah terbiasa bertahun-tahun makan masakan beliau yang selalu terhidang di meja  makan.

Terkadang ada momen dimana lidah itu kepengen sekali nyobain masakannya. Yang pada akhirnya keliling mencari makanan rumahan untuk sekedar mengobati rindu.

Walaupun tidak sama namun sedikitnya ada rasa puas di lidah.

“Masakannya sederhana tapi selalu terlihat istimewa, bukan dari bahannya tapi Ibu tau selera lidah kita”

Makanan mewah terkadang di skip untuk menikmati masakan Ibu


Ini terjadi pada saya sendiri, tidak tau orang lain. Sewaktu masih tinggal bersama orang tua, saya selalu menyampingkan ajakan makan diluar dari rekan kerja.

Karena diatas meja dibawah tudung saji sudah tersedia masakan sederhana yang membuat nafsu makan bergairah.

Bukan tidak mau atau tidak ingin bergaul dengan kumpul bareng dengan teman teman, tapi saya lebih menghargai ibu saya yang sudah susah payah menyiapkan makanan tapi tidak dimakan.

Saya membayangkan jika saya membuat makanan untuk orang banyak, tapi tidak ada yang memakannya. Pasti rasanya kecewa, selain itu saya juga bisa lebih berhemat juga.

“Enak tidak enaknya masakan ibu, tetap puji masakannya. Itu salah satu bentuk penghargaan untuknya. Karena masak itu menurut saya tidak mudah, itu kenapa banyak orang yang tidak bisa masak”

***

Masakan ibu itu dimanapun kita berdiri akan selalu membuat rindu, terkadang Ia mengenyampingkan makanan kesukaannya dan memasak makanan yang memang sesuai selera orang dirumah.

Terlepas dari masakannya yang kadang kurang  asin atau kemanisan, tetap saja nikmatnya itu beda.

Sosok Ibu benar-benar penyelamat untuk perut lapar dipagi hari.

Entah apa yang bisa saya balas dan berikan kepada beliau, di hari ibu tanggal 22 desember 2017 ini.

Untuk kesekian kalinya mungkin hanya sekedar ucapan selamat hari ibu. Saya bukan orang yang pandai dan berani mengucapkan langsung kata kata untuk hari ibu.

Hadiah untuk hari ibu?, saya rasa tidak ada. Bagi saya hari ibu bukan saja pda tanggal 22 desember, tapi setiap hari untuk saya adalah hari ibu.

Namun untuk menghargai sosok seorang Ibu dan kesadaran arti besarnya peran seorang ibu untuk diri saya dan mungkin untuk negara ini, karena tidak akan ada Presiden, menteri, dan para blogger yang baca tulisan ini jika tidak ada namanya seorang ibu.

Tidak adakan yang lahirnya di download, atau di transfer lewat share it.

Perjuangan mengandung selama sembilan bulan, dibawa kemana-mana dari kewarung sampai kondangan.

Perjuangan saat melahirkan, meski saya tidak tau banyak. Tapi saya selalu di ceritakan perjuangan ibu saat melahirkan hanya ada dua kemungkinan Hidup dan mati.

Seberapapun usaha kita untuk membalas kebaikannya tidak akan pernah terbalas, meski uang segepok dibawa kehadapannya.

Hati seorang ibu itu tulus, terkadang kita tanpa sadar menyakiti hatinya namun beliau tetap selalu memaafkan kita.

Sebesar apappun kita, setinggi apapun jabatan kita, sebanyak apapun harta kita. Dimatanya kita tetap anak kecilnya. Doanya selalu saya nanti, restunya selalu saya minta. Karena saya selalu yakin, Ridha Ibu Ridhanya Allah, Murkanya seorang Ibu, Murkanya Allah.

Selamat Hari Ibu yang ke 89 untuk semua Ibu di seluruh Indonesia.

Saturday, December 16, 2017

Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang Bukan Sekedar Teman

MySatnite.com - Teman Yang Bukan Sekedar Teman

Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang Bukan Sekedar Teman
Sumber pic litlepups terus diedit lagi - jangan tanya kenapa kucing - ini cuma fiksi lo

Aneh rasanya saat sebuah kebersamaan yang selalu kita lalui berubah menjadi perasaan yang ambigu. Pada awalnya tidak pernah ada terbesit untuk menyimpan rasa, bahkan untuk menyapamu dengan lembut saja sangat sulit.

Tapi dengan berjalannya waktu, semua berubah dari yang sederhana menjadi rumit. Dari yang biasa menjadi sesuatu yang sulit diterka.

Tapi kau menganggap semuanya seperti biasa, tidak ada terlihat yang berubah. Namun semakin hari aku merasa tersiksa menahan perasaan yang terlanjur tercipta.

Perasaan ini sedikit mengganggu namun aku bahagia merasakannya


Sedikit mengganggu karena ada rasa cemburu, tapi apa daya tidak ada upaya untuk aku mampu berkata.

Ingin rasanya mengatakan "Hey, Akina. Aku pengen makan mie ayam". Asal kau tau bukan itu yang ingin aku ucapkan.

Tapi lidah kelu rasanya dan berdalih mencari alasan agar mampu duduk dan makan berdua denganmu.

Bahagia ketika aku memiliki perasaan ini, tidak tau kenapa? yang pasti rasanya perasaan ini membuat semangat hidupku meningkat 50%.

"Cinta memang sulit dimengerti, tapi tidak ada habisnya untuk dibahas dan tidak pernah ada rasa bosan untuk saya membahasnya"

Jangan lupa baca juga : Akina Bunga Dimusim Semi

Perasaan ini hadir ketika pertemanan kita sudah terjalin


Bingung rasanya antara sebuah pertemanan yang sudah terjalin atau mengikuti ego dan perasaan yang baru saja hadir.

Ingin rasanya lidah ini mengucap tapi selalu terdiam saat kau berdiri didepanku dengan senyum sedikit sayu.

Tidak ada yang salah, mungkin karena sebuah kebersamaan yang membuat rasa ini hadir tanpa aku sadari.

"Seperti lagu zigaz saja Sahabat jadi cinta, saya pikir ini hanya terjadi dalam lagu dan ftv saja. Di dunia nyata bahkan sering terjadi"

Kenapa tidak jujur saja?


Terkadang ingin rasanya jujur dengan perasaan yang sedang dirasakan tapi seperti yang aku katakan diatas. Lidah ini kelu untuk berucap, hanya bisa berucap untuk mengajak makan mie ayam.

Takut ketika perasaanku tidak berbalas dan hubungan pertemanan ini sedikit demi sedikit akan merenggang.

Jadi aku putuskan untuk tetap diam dan menikmati saja yang terjadi dari hari kehari sebelum semuanya berakhir. Karena aku yakin semuanya tidak akan selalu seperti ini, ada awal pasti ada akhir.

"Lucu memang, cinta itu membutakan segalanya terkadang diri kita seperti orang idiot dibuatnya. Tapi seperti apapun cara pandang masing-masing orang, cinta itu tetap sebuah anugrah dari tuhan"

Pada akhirnya akan tetap sama


Meski sedekat apapun jarak kita, kalau memang Allah berkehendak kita tidak bersama apa mau dibuat.

Jadi biarkanlah perasaan ini selalu aku simpan dan menunggu waktu yang tepat disaat hati sudah mantap dan siap.

Bukan sebuah ungkapan semata tapi sebuah rencana yang lebih dari sekedar kata-kata. Mungkin suatu saat kita terpisah jauh, tapi jika Allah menakdirkan kita bersama, semua akan kembali sama.

Aku simpan saja rasa ini dan setiap hari akan kubuat proposal untuk memintamu dari tangan-NYA lewat baris doa.

"Pada akhirnya cinta itu masih menjadi sebuah rahasia tuhan, meski kita bicara saling cinta dan berjanji untuk bersama. Namun ketika Allah berkata, dia bukan jodohmu, mau bilang apa"

***

Lihatlah Akina, hujan pertama di minggu kedua bulan Desember telah reda. Meski tidak ada pelangi sesudahnya namun tetap saja ada mentari dan harapan di sudut senja.

Kau tau, seperti namamu "A-k-i-n-a" yang berarti bunga dimusim semi. Meski diterpa derasnya angin dan air hujan kau tetap berdiri dengan senyum sayumu, secantik bunga yang mekar dimusim semi.

Bahagia rasanya bisa duduk berdua denganmu di bawah tenda biru ini, sambil menikmati pemandangan orang yang berdatangan. Indah bukan.

Saya : "Bang, mie ayamnya satu lagi"

Akina : "Kamu gak kenyang-kenyang Tam, saya juga satu lagi deh di tambah baksonya ya :D"

Saturday, December 9, 2017

Tentang Sebuah Tombol Bernama Publish

Tentang Sebuah Tombol Bernama Publish
Sumber pic shutterstock terus saya edit lagi


Seperti biasanya saya selalu menikmati kegiatan menulis meski harus berkutat dengan padatnya deadline pekerjaan yang selalu menuntut untuk diselesaikan. Waktu yang begitu sempit membuat saya harus bekerja ekstra untuk membagi waktu kerja dengan kegiatan menulis.

Karena menulis sedikit membantu pikiran terasa lebih tenang dan menimbulkan emosi positif dalam diri saya. Kegiatan menulis juga membantu merefresh pikiran saya selain bermain game atau sekedar nonton tv.

Ketika sedang menulis terasa santai namun terkadang merasa serius. Tapi benar-benar bisa saya nikmati apa lagi ditengah gelapnya malam dan diiringi nada khas dari hujan bersama secangkir cappucino hangat di samping meja.

Setelah paragraf demi paragraf saya selesaikan, tibalah saatnya yang selalu saya nant-nanti. Yang selalu membuat saya merasa puas dan lega terkadang rasa bahagiapun hadir menyertai.

Menekan tombol publish, momen diamana semangat hidup naik 30 persen, yang tadinya merasa ngantuk tiba-tiba merasa segar bugar kembali.

Namun ada beberapa momen yang selalu membuat kesal setelah menekan tombol publish.

Jangan lupa juga baca : Apa Yang Harus Saya Tulis Diblog?

Selalu melakukan kesalahan yang berulang


Kecerobohan sering terjadi karena terlalu semangat untuk menekan tombol publish, yang pada akhirnya saya melupakan untuk mengoreksi dan mengedit ulang tulisan saya.

Terjadilah typo dimana-mana, walaupun saya merasa sudah membaca ulang tulisan saya namun selalu terlewatkan, mungkin juga pengaruh tengah malam yang membuat fokus jadi sedikit kacau dan terganggu.

Bahkan pernah typo di judul, itupun ketahuan setelah sehari diposting ada sahabat blogger lain yang memberi tahu.

Kadang merasa malu sendiri, begitu cerobohnya saya dan mengulang kesalahan berulang kali hanya demi tombol yang bernama publish itu.


Selalu merasa ada yang kurang setelah menekan tombol publish


Artikel telah terbit, biasanya saya membaca ulang postingan berkali-kali. Disini saya terkadang baru sadar dan merasa tulisan saya ada yang kurang. Kalau masak itu sudah jadi tapi ketika dicicipi ada rasa kurang asin atau manisnya.

Lupa memiringkan tulisan yang seharusnya miring, menebalkan tulisan yang seharusnya tebal.

Lupa memberi enter, ada juga yang enternya lebih dari satu kali jadi terlihat jauh sekali jaraknya.

Alhasil tulisan kembali di edit kedalam draft dan mengulang proses editing. Sebenarnya ini kegiatan yang benar-benar merugikan waktu.

Merasa ragu dan berfikir lama


Begitu banyak tulisan yang saya hasilkan berakhir di draft dan tidak pernah saya selesaikan, bahkan ada yang telah selesai namun ragu untuk menekan tombol publish.

Merasa tulisan kurang bagus dan masih datar sekali, mempertimbangkan apakah tulisan ini saya publish atau tidak itu kadang memakan waktu sampai berjam-jam bahkan berhari hari.

Ujung-ujungnya tulisan masih tetap berakhir di draft dan tidak tahu bagaimana nasibnya kedepan apakah akan saya publish atau bertahan menunggu antrian.

Menang dan bahagia


Tujuan akhir setelah tulisan kita selesai adalah menekan tombol publish dan hidup itu terasa lega seperti terlepas dari ruangan yang sempit dan pengap menuju alam bebas.

Merasa memenangi pertarungan dengan rasa malas yang selalu menghasut dan menunda kita untuk menulis.

Rasa bahagiapun tidak dipungkiri menyelimuti hati, merasa bangga karena telah mampu menyelesaikan tulisan yang tadinya diganggu dengan rasa malas.

Saya juga tidak tahu apa yang membuat saya merasa begitu bangga dan bahagia ketika menekan tombol publish, meski sering terjadi kecerobohan lupa mengoreksi dan mengedit kembali tulisan yang telah di publish.

Selalu merasa bersalah


Ketika kecerobohan terulang, tulisan yang dirasa masih kurang. Ada rasa bersalah kenapa saya terlalu terburu-buru untuk menekan tombol publish padahal belum tentu tulisan saya sudah benar.

Merasa bersalah karena kurang teliti ketika mengoreksi dan megedit tulisan sebelum di publish.

Mungkin dari tulisan ini saya akan belajar untuk lebih teliti lagi dan tidak terlalu terburu-buru untuk menekan tombol publish.

Walaupun hasrat untuk menekan tombol “publish’’ itu tinggi, saya akan sedikit menahannya.

Tapi bukan berarti saya akan berhenti, saya akan terus berusaha untuk menekan tombol publish sampai berapa kalipun saya akan lakukan dan menerbitakan artikel-artikel diblog ini.

Semoga saja sampai 1 tahun, 2 tahun bahkan 10 tahun yang akan datang tidak pernah bosan untuk menekan tombol bernama “Publish”.

Yang mungkin harus saya pelajari adalah membuat konten yang lebih baik lagi, meminimalisir kecerobohan yang selalu terjadi.

Ini sekedar sharing pengalaman dengan tombol publish dari saya, bagaimana dengan pengalaman para sahabat blogger?

Apakah pernah mengalami seperti saya atau punya cerita lain dengan tombol bernama “publish”. Silahkan tulis di kolom komentar.