Showing posts with label Cerita Malam Minggu. Show all posts
Showing posts with label Cerita Malam Minggu. Show all posts

Saturday, January 13, 2018

Sepotong Martabak Manis Untukmu Yang Sedang Patah Hati

MySatnite.com - Untukmu Yang Sedang Patah Hati

Sepotong Martabak Manis Untukmu Yang Sedang Patah hati
Sumber pic knkx(org) lalu saya edit lagi

Kepergian dan sebuah kehilangan sesuatu yang pasti akan terjadi dalam kehidupan kita. Dalam setiap kepergian terkadang memang harus ada yang namanya peratapan, untuk sekedar meluapkan emosi dalam diri, sedikit mengurangi rasa sakit dari kehilangan.

Sunday, December 31, 2017

Untuk Yang Pertama Pengisi Kekosongan

MySatnite.com - Cinta Pertama

Untuk Yang Pertama Pengisi Kekosongan
Sumber pic shmoop, jangan tanya kenapa gambar kucing. Karena mereka lucu.

Pagi yang cerah di awal bulan juni, secerah hatiku saat itu karena baru saja diterima disekolah yang selama ini aku idamkan. Namun bukan hanya itu saja yang membuatku senyum semringah dan semangat untuk cepat cepat berangkat kesekolah.

Aku bertemu dengan seseorang yang membuat hati ini sedikit gugup dihadapannya.
Ini berawal ketika aku berangkat sekolah kemarin, saat di halte dimana tempat menunggu bis jemputan dari sekolah.

Saat itu seperti biasa, aku yang memang selalu terlambat dan kesiangan akhirnya ketinggalan bis.

Tapi hal itu menjadi momen dimana aku bertemu dengan cinta pertamaku. Ya.. aku sebut itu cinta pertamaku walau masih ada embel embel monyetnya.

Yang tadinya sedikit kesal karena ketinggalan bis menjadi hari dimana paling aku syukuri. Setidaknya untuk saat itu.

Yang paling aku sykuri, aku punya teman terlambat hari ini. Dari seragam yang ia kenakan bertuliskan SMA 1 Tangkas OKUT.

Akhirnya kami berangkat dengan bis umum, Ia duduk di bangku paling belakang. Dengan sesekali aku melirik kearahnya.

Ingin rasanya bertegur sapa, setidaknya aku ingin tau namanya.
Namun seperti biasa, aku tak pernah punya keberanian seperti teman temanku yang lain.

Wajar saja aku sering dipanggil cupu disekolah, julukan yang sebenarnya tak pernah aku harapkan. Namun memang seperti itulah kenyataan yang ada.

Jangan lupa baca juga : Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang bukan Sekedar Teman

Aku mulai terlihat bodoh didepanmu


Tidak terasa kamipun tiba disekolah, aku langsung berlari menuju kelasku. Karena sebentar lagi bel masuk akan berkumandang, sudah cukup buatku bersih bersih toilet pagi kemarin.

Tapi aku masih penasaran dengan gadis yang berseragam bertuliskan SMA 1 Tangkas itu. Kira kira ia masuk dikelas mana atau mungkin kakak kelasku.

Bel tanda masuk sudah berbunyi, semua sudah siap duduk di bangku masing-masing menunggu guru pertama datang.

“Selamat pagi anak-anak” sapa pak dirlan sang guru matematika.

“pagi pak” jawab kami.

“Hari ini bapak ingin ...... ...... ..... .....”. telingaku seakan tak perduli lagi dengan apa yang Pak Dirlan katakan. Mata ini langsung ternganga tanpa kedip melihat sosok gadis yang disebelah pak dirlan itu.

“Yess..” dengan kencang tanpa sadarnya aku berteriak dan berdiri.

“Ada apa Tama?,” tanya Pak dirlan.

“Ee ee anu pak, akhirnya saya hari ini bisa datang tepat waktu” Aku mulai terlihat bodoh.

“Bagus kalau begitu, baiklah Akina, silahkan perkenalkan diri kamu” suruh Pak Dirlan.

Yah ... namanya Akina, gadis yang aku temui di halte tadi. Ternyata ia anak pindahan dari Jakarta. Disini tinggal bersama kakek dan neneknya.

Setidaknya aku masih bisa memandangmu dari sudut sempit ruangan kelas


Jam pelajaran pertama dimulai, aku tak pernah bisa fokus mendengarkan mulut pak dirlan berceloteh menjelaskan angka dan rumus rumus yang membuat isi kepala ini bekerja ekstra.

Yang sekarang aku pikirkan bagaimana caranya aku bisa menyapa gadis imut yang sekarang duduk di bangku nomor 3 dari depan, baris keempat dari pintu kelas. Sangat jauh dari tempat dudukku yang paling belakang di baris pertama.

Tapi setidaknya aku bisa leluasa memandangi ia dari sini, Nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustakan.

Tidak terasa bel istirahat pun telah berkumandang, si gadis imut bernama Akina itu sudah seperti gula dikerubungi teman satu kelas untuk sekedar bertanya-tanya.

Jujur saja, kami hanya tau Jakarta itu dari tivi dan cerita-cerita buku di perpustakaan. Terkadang sesekali ada guru kami yang pernah ikut pelatihan disana menceritakan tentang Jakarta. Yang katanya kota metropolitan dengan gedung gedung tinggi.

Aku sendiri bingung, bagaimana orang bangun gedung tinggi seperti itu. Memang tidak takut roboh?. Pohon kelapa samping rumahku saja saat angin kencang sudah roboh.

Sulit memang membayangkan yang diluar kepalaku. Mungkin suatu saat nanti aku akan pergi kesana untuk melihatnya langsung.

Aku mulai merasa hilang harapan dengan dirimu yang semakin populer


Hari hari pun berganti, namun masih saja aku belum pernah sekalipun menyapa Akina walaupun kami satu kelas. Entahlah, mulut ini sulit sekali raasanya terbuka, langkah berat seakan penuh beban.

Akina, gadis imut dari Jakarta yang meluluhkan hati ini, sekarang menjadi gadis populer di kelas bahkan disekolah. Dari kakak kelas sampai ibu kantinpun sekarang mengenalnya.

Semakin minder dan merasa jauh saja, mana mungkin ia mau berkenalan dengan aku yang hanya kutu buku ini.

Mungkin aku tetap melanjutkan hari hariku seperti biasa, mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya di kepala dari buku buku usang di perpus.

Namun disaat kaki melangkah keluar dari pintu kelas ada suara aneh mengiringi dari belakang.

“Taamaa” Pelan namun pasti, suara itu aku kenal. Ya.. hari ini aku sedang tidak beruntung.
Itu suara pengemis disekolah ini, doni, eka dan roni. Anak kelas 3 yang semena-mena dengan adik kelas tak berdaya seperti aku.

“Mau kemana kamu?” tanya doni.

“Ini kak, ee ee mau ke ke” Haduh.. kenapa aku selalu gugup seperti ini. Semakin bahagia wajah mereka untuk menindas.

Namun tuhan berkata lain...

“Ghemm..”.

Itu suara pak Dirlan dari belakang, para pengemis itupun langsung pergi. Akhirnya aku terselamatkan hari ini.

Kebodohan yang selalu aku tunjukkan didepanmu


Hari yang seperti biasanya,  masih di bulan juni namun sudah di penghujung. Tinggal beberapa hari lagi Juli pun tiba.

Sedang asyik diperpus, tiba tiba ada yang menyapaku dengan lembut.

“Tama, kamu sering di perpus juga?”

Saat melihat kearahnya “ee.. ee iya, biasa aku memang sering bantu bantu bersihin dan ngerapihin buku disini, dari pada istirahat bengong aja”. Jawabku dengan Pede 100%.

"k k kamu kok bisa tau nama aku" Tanyaku yang mulai GR (Gede Rasa)

"Iyalah, kitakan satu kelas. Lagian itu ada papan nama di baju kamu"

Hit combo kelihatan bodoh di depan Akina.

“Tamaa, buruan. Jangan sambil ngobrol, mau ditambah hukumannya?” saut ibu penjaga perpus dengan muka murka.

“ii..ii iya bu” jawabku dengan senyum aneh.

“Jadi kamu lagi dihukum tam?” cetus Akina, dengan sedikit senyum.

Oke, hari ini aku dihukum karena telat mengembalikan buku ke perpus. Bukan masalah hukumanannya. Tapi kenapa Akina menyapa aku saat momen yang tidak tepat. lagi lagi aku terlihat bodoh didepannya untuk kedua kalinya.

Ini jauh dari ekspetasiku yang berharap kesan pertama kami bertemu dan saling sapa itu ketika aku terlihat keren dimatanya, seperti itulah yang aku tonton di tivi.

Tapi yang jauh lebih penting adalah akhirnya aku dan Akina bisa tegur sapa, meski dengan kesan pertama yang kurang mengenakan.

Kesan pertama yang membuat aku terlihat bodoh, kesan pertama yang membuat aku semakin terlihat cupu. Namun tetap aku syukuri.

Pada akhirnya waktu tetap berpihak padaku, meski mulut masih terasa kaku


Tuhan selalu punya rencana indah untuk saling mempertemukan dengan tidak kesengajaan. Dari pertemuan pertama tanpa kata, dari sapa tanpa makna. Akhirnya kami mulai terbiasa dengan suasana.

Akina : “Tama.. Tam, Makan mie ayam yok? Aku yang traktir hari ini”

Aku : “Siaap, bentar aku mau simpen tulisanku dulu.”

Hujan dipenghujung desember sudah mulai reda, langkah kaki mulai pudar dalam genangan.

Langkah tetap melaju meski rindu hanya terpatri dalam kalbu, lagi lagi mulut sulit terbuka hanya sekedar mengucap Aku Rindu.

***

Gedung tinggi yang selalu aku bandingkan dengan pohon kelapa disamping rumah, hari ini tepat di depan mataku. Hidup itu memang harus dinikmati, sampai dimana yang sekedar mimpi belaka mampu menjadi nyata dengan bantuan usaha dan doa.

Lihat Akina, aku sudah berdiri di kotamu, namun tetap dengan senyummu didepanku sembari menikmati mie ayam dibawah tenda biru.

Akina, selamat tahun baru. Ini tahun baru yang kesekian kalinya namun terasa sama dan hampa.

Saturday, December 16, 2017

Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang Bukan Sekedar Teman

MySatnite.com - Teman Yang Bukan Sekedar Teman

Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang Bukan Sekedar Teman
Sumber pic litlepups terus diedit lagi - jangan tanya kenapa kucing - ini cuma fiksi lo

Aneh rasanya saat sebuah kebersamaan yang selalu kita lalui berubah menjadi perasaan yang ambigu. Pada awalnya tidak pernah ada terbesit untuk menyimpan rasa, bahkan untuk menyapamu dengan lembut saja sangat sulit.

Tapi dengan berjalannya waktu, semua berubah dari yang sederhana menjadi rumit. Dari yang biasa menjadi sesuatu yang sulit diterka.

Tapi kau menganggap semuanya seperti biasa, tidak ada terlihat yang berubah. Namun semakin hari aku merasa tersiksa menahan perasaan yang terlanjur tercipta.

Perasaan ini sedikit mengganggu namun aku bahagia merasakannya


Sedikit mengganggu karena ada rasa cemburu, tapi apa daya tidak ada upaya untuk aku mampu berkata.

Ingin rasanya mengatakan "Hey, Akina. Aku pengen makan mie ayam". Asal kau tau bukan itu yang ingin aku ucapkan.

Tapi lidah kelu rasanya dan berdalih mencari alasan agar mampu duduk dan makan berdua denganmu.

Bahagia ketika aku memiliki perasaan ini, tidak tau kenapa? yang pasti rasanya perasaan ini membuat semangat hidupku meningkat 50%.

"Cinta memang sulit dimengerti, tapi tidak ada habisnya untuk dibahas dan tidak pernah ada rasa bosan untuk saya membahasnya"

Jangan lupa baca juga : Akina Bunga Dimusim Semi

Perasaan ini hadir ketika pertemanan kita sudah terjalin


Bingung rasanya antara sebuah pertemanan yang sudah terjalin atau mengikuti ego dan perasaan yang baru saja hadir.

Ingin rasanya lidah ini mengucap tapi selalu terdiam saat kau berdiri didepanku dengan senyum sedikit sayu.

Tidak ada yang salah, mungkin karena sebuah kebersamaan yang membuat rasa ini hadir tanpa aku sadari.

"Seperti lagu zigaz saja Sahabat jadi cinta, saya pikir ini hanya terjadi dalam lagu dan ftv saja. Di dunia nyata bahkan sering terjadi"

Kenapa tidak jujur saja?


Terkadang ingin rasanya jujur dengan perasaan yang sedang dirasakan tapi seperti yang aku katakan diatas. Lidah ini kelu untuk berucap, hanya bisa berucap untuk mengajak makan mie ayam.

Takut ketika perasaanku tidak berbalas dan hubungan pertemanan ini sedikit demi sedikit akan merenggang.

Jadi aku putuskan untuk tetap diam dan menikmati saja yang terjadi dari hari kehari sebelum semuanya berakhir. Karena aku yakin semuanya tidak akan selalu seperti ini, ada awal pasti ada akhir.

"Lucu memang, cinta itu membutakan segalanya terkadang diri kita seperti orang idiot dibuatnya. Tapi seperti apapun cara pandang masing-masing orang, cinta itu tetap sebuah anugrah dari tuhan"

Pada akhirnya akan tetap sama


Meski sedekat apapun jarak kita, kalau memang Allah berkehendak kita tidak bersama apa mau dibuat.

Jadi biarkanlah perasaan ini selalu aku simpan dan menunggu waktu yang tepat disaat hati sudah mantap dan siap.

Bukan sebuah ungkapan semata tapi sebuah rencana yang lebih dari sekedar kata-kata. Mungkin suatu saat kita terpisah jauh, tapi jika Allah menakdirkan kita bersama, semua akan kembali sama.

Aku simpan saja rasa ini dan setiap hari akan kubuat proposal untuk memintamu dari tangan-NYA lewat baris doa.

"Pada akhirnya cinta itu masih menjadi sebuah rahasia tuhan, meski kita bicara saling cinta dan berjanji untuk bersama. Namun ketika Allah berkata, dia bukan jodohmu, mau bilang apa"

***

Lihatlah Akina, hujan pertama di minggu kedua bulan Desember telah reda. Meski tidak ada pelangi sesudahnya namun tetap saja ada mentari dan harapan di sudut senja.

Kau tau, seperti namamu "A-k-i-n-a" yang berarti bunga dimusim semi. Meski diterpa derasnya angin dan air hujan kau tetap berdiri dengan senyum sayumu, secantik bunga yang mekar dimusim semi.

Bahagia rasanya bisa duduk berdua denganmu di bawah tenda biru ini, sambil menikmati pemandangan orang yang berdatangan. Indah bukan.

Saya : "Bang, mie ayamnya satu lagi"

Akina : "Kamu gak kenyang-kenyang Tam, saya juga satu lagi deh di tambah baksonya ya :D"

Saturday, November 25, 2017

Mantan dan Patah Hati

Mantan dan Patah Hati
Sumber pic Pixabay, kalo gambar enggak nyambung enggak apa kan.

Kenapa harus ada mahkluk yang namanya mantan?, itu salah satu ucapan teman saya yang sedang mengalami patah hati karena ditinggal pacarnya dengan laki laki lain.

Dua hari yang lalu kabar buruk menimpa salah satu teman kost saya. Dia diselingkuhi sama pacarnya, bahkan ini yang ke tiga kalinya hubungan percintaannya berakhir tragis dengan ending diselingkuhi.

Efek dari patah hati yang dirasakan membuat teman saya ini semangat hidupnya turun drastis.
Makan saja sudah tidak nafsu lagi, karena saya teman yang baik akhirnya saya ajak makan diluar.

Awalnya dia tidak mau, tapi saat bilang kalau saya yang bayarin dia langsung berdiri. Hmm Begitu hebat nya patah hati itu, sampai segitunya.

Kalau ngomongin soal patah hati memang tidak jauh-jauh dari mantan, begitupun sebaliknya ketika ngomongin soal mantan pasti terselip noda patah hati. Tapi tidak juga selamanya yang namanya patah hati karena mantan.

Bisa saja patah hatinya karena ditolak, berarti bukan mantan dong.

Tapi tunggu dulu, kalau ditolak berarti itu mantan gebetan. Sudah saya putuskan dan fix, patah hati itu selalu ada hubungannya dengan mantan.

Jangan lupa baca juga : Jomblo Juga Ciptaan Tuhan

Kenapa harus ada mahluk yang namnya mantan?


Ini pertanyaan konyol sebenarnya, tapi saya maklumin mungkin kondisi psikis teman saya masih belum pulih sepenuhnya dari efek patah hati.

Tapi bukan teman saya saja yang seperti ini, diluar sana banyak saya liat status di FB, twitter permasalahin soal mantan.

Menurut saya kalau memang tidak mau ada makhluk yang bernama mantan, ya jangan pacaran. Kalaupun pacaran, pertahanin jangan sampai putus kalo bisa sampai nikah. Walau masih disebut mantan pacar, tapi setidaknya jadi istri dan kamu tidak akan patah hati.

Mantan hanya mengingatkan luka patah hati


Sudah kembali dengan kehidupan yang normal tidak ada bayang bayang yang namanya mantan lagi. Luka dari patah hati pun sudah mulai pulih, hidup sudah mulai berwarna kembali.

Tapi ada saat saat dimana kita kembali mengingat tentang mantan, bisa karena mendengar lagu yang pernah diputer bersama, harum parfum kasir indomaret yang mirip dengan punya doi atau teman yang iseng ngingetin.

Kalau sudah begini luka lama bersemi kembali, yang tadinya sudah menikmati hidup baru harus terusik dengan ingatan ingatan yang mengganggu hati.
...
Tapi tidak selamanya patah hati itu berdampak buruk untuk diri kita kalau kitanya bisa menyikapinya secara dewasa dan berfikir logis saja. Buat pertanyaan untuk diri kita sendiri, kenapa saya patah hati?, kenapa saya diselingkuhi?.

Jangan selalu mencari kesalahan sesorang tapi lupa dengan kesalahan sendiri dan membenarkan diri saja.

Patah hati sebagai bahan introspeksi diri


Saat kita mengalami yang namanya patah hati pasti emosi tidak akan terkendali, semua kesalahan ditimpakan kepada mantan. Apa lagi patah hati karena diselingkuhi, kita akan merasa benar sendiri. Merasa menjadi orang yang paling tertindas dan disakiti.

Ini hal yang lumrah karena saya juga seperti itu ketika dulu patah hati, tapi setelah itu saya sadar mungkin hanya saya saja yang menaruh harapan terlalu besar.

Alhasil ketika harapan tidak sesuai dengan apa yang terjadi timbul gejolak di hati dan berujung patah hati.

Kenapa kita selalu diselingkuhi? Coba ingat ingat apa yang kurang dan apa kesalahan yang pernah kita buat sehingga si doi ninggalin kita demi cowok lain.

Mungkin kamu yang terlalu over protektif, kurang sopan, kasar atau kamunya jarang mandi. Doi ninggalin kamu karena orang lain pasti itu orang ada lebihnya yang tidak ada dalam diri kamu. Kemungkinan lebih ganteng dan sering mandi.

Sebagai pelajaran untuk menjadi lebih dewasa


Belajar tidak harus didapatkan dari pendidikan formal, apa lagi belajar soal kehidupan dan gagalnya percintaan. Tidak akan ada pelajaran yang menjelaskan tentang hal tersebut.

Jadikan kegagalan cinta kamu sebagai pelajaran untuk kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Setelah instrospeksi diri, mulailah perbaiki kesalahan kesalahan yang kamu lakukan agar tidak terulang kembali.

Mulai rubah sifat yang mungkin menyebabkan sidoi pindah kelain hati, mungkin sifat kamu yang terlalu kekanaak kanakan seperti sedang jalan dengan pacar minta beliin balon atau mobl mobilan.

Gagal dalam percintaan itu soal biasa, yang terpenting jangan sampai galaunya mengganggu prestasi dan semangat hidup kamu.

Apa lagi sampai tidak mau makan karena patah hati, mantan kamu tidak akan kembali lagi meski kamu tidak makan sebulan penuh. Hal semacam itu hanya membuat semakin menderita tanpa ada manfaatnya.

Jadilah pribadi yang dewasa menerima segalanya dengan lapang dada seperti lagu sheila on 7. Perempuan tidak hanya satu begitupun dengan yang perempuan, cowok masih banyak.

Jangan tangisi yang sudah pergi dengan yang lain, kalau memang takdirnya hanya jadi mantan ya terima saja. Kalau bisa jadi teman kenapa tidak, tapi kalau tidak bisa ya tidak apa apa.

Mantan dan patah hati memang sulit dipisahkan karena saat bicara patah hati selalu membawa nama nama mantan. Allah selalu punya rahasia dan rencana yang baik untuk kita, itung itung kamu jagain jodoh orang.

Friday, November 17, 2017

Memberi dan Sebuah Kebahagiaan

Memberi dan Sebuah Kebahagiaan
Sumber pic Om Gugel

Malam tadi saya bertemu dengan teman lama sekaligus salah satu senior saya sewaktu kerja dulu. Sudah hampir 3 tahun kita tidak pernah bertemu, sejak saya memutuskan untuk pindah ketempat kerja yang sekarang ini. Kesibukan juga yang pastinya menjadi penghalang kami untuk saling sapa di dunia nyata.

Pertemuan malam ini pun tidak dijanjikan, ya mungkin Allah sudah mengaturnya untuk kami tetap menjalin silaturrahmi.

Didalam kereta perjalanan pulang kami bertemu. Beliau yang menyapa saya terlebih dahulu. “Mas Adi ya?”, sembari menepuk pundak saya. “eh pak Dirlan”, jawab saya. “Apa kabar mas, kerja dimana sekarang?” tanya beliau.

...
Dari sini percakapan kamipun berlanjut, meski dalam keadaan berdiri didalam kereta. Sampai tibanya kereta berhenti distasiun, saya dan pak dirlan segera bergegas untuk turun. Sebenarnya kami memang satu arah dan berhenti di stasiun yang sama tapi tidak pernah saling bertemu dan baru kali ini. Semua memang sudah di atur yang di atas.

Setelah dari stasiun kami berpisah dengan menaiki angkot dengan jurusan yang beda. Saya juga memang hari ini tidak membawa motor, lagi kepengen naik angkot saja.

Saya melihat kearah pak dirlan dari dalam angkot, beliau tidak langsung menaiki angkotnya. Beliau berhenti sejenak, tangan kanannya merogoh kekantong celananya dan memeberikan sesutu kepada orang yang didepannya.

Saya tidak tau apa yang beliau berikan dan siapa orang yang didepannya itu. Yang saya lihat dari kejauhan hanya sesosok ibu-ibu bahkan sudah bisa dibilang nenek-nenek.

Saya hanya tersenyum sembari kembali teringat ketika pertama kali bertemu dengan pak dirlan ditempat kerja. Waktu itu saya karyawan baru sekitar tiga hari disana. Saya dipertemukan dengan pak dirlan karena ditempatkan dalam satu tim kerja, beliau sebagai pemimpin.

Ada satu kejadian yang membuat saya selalu ingat, sewaktu kita berdua makan siang diluar. Hari itu saya ditraktir sama beliau hehe. Perbedaan usia kami sangat jauh yaitu 22 tahun, sudah seperti bapak saya sendiri.

Makan di restoran sejuta umat (warteg), sewaktu sedang menikmati makan. Ada datang seorang ibu dan dua anak ingin membeli nasi. Tapi uangnya kurang dan sipemilik tidak memberikannya.

Pak Dirlanpun seketika berdiri “Mbak kasih aja ibu ini mau beli apa, biar saya nanti yang bayarnya” uacap pak Dirlan. Tidak berhenti sampai disitu, beliau juga memberikan uang kepada si ibu tadi “nih bu, ada rezeki sedikit buat ibu sama anaknya”.

Saya hanya menatap bengong dan berfikir masih ada orang seperti ini di zaman sekarang. Apa lagi ini di Ibu kota yang katanya kejam.

Dalam perjalanan pulang dari tempat makan, saya menyakan perihal tadi. “maaf pak, tadi kenapa bapak baik banget sama itu ibu-ibu?” tanya saya.

Beliaupun sedikit menghela nafas sembari tersenyum dan mulai menjawab pertanyaan konyol saya tadi 

    “hmm gina ya mas adi, hidup itu sementara. Apa lagi buat saya yang sudah usia berkepala empat. Apa yang ingin saya tuju lagi sudah tidak ada, sekarang saya hanya berfokus dengan anak dan istri.


    Selain itu saya ingin sisa waktu saya dapat berguna untuk sesama, seperti yang mas adi lihat tadi. Berbagi kesesama itu tidak akan membuat kita jatuh miskin, yang ada kita bisa merasakan kebahagiaan. Selagi gusti Allah memberikan kesempatan kita untuk berbuat baik, pergunakanlah.”,  Sembari tersenyum dan menpuk pundak saya lalau beliau melanjutkan perkataanya


    “Mas adi masih muda, jalan hidupnya masih panjang. Masih punya banyak kesempatan. Mungkin suatu saat nanti mas adi bakal mengerti dengan ucapan saya tadi, paham gak?”. Ucap beliau sambil tertawa kecil.

Saya hanya mengangguk dan bengong saja, tapi memang ada benarnya apa yang dikatakan pak Dirlan.

Setelah dari situ saya selalu mencoba menerapkan apa yang pak Dirlan ajarkan kepada saya tentang makna berbagi. Ternyata benar adanya banyak hal yang saya dapatkan dan perubahan dalam hidup saya.

Sebuah Kebahaagiaan dari Hal Sederhana


Sekecil apapun yang kita beri kepada orang yang membutuhkan tentu akan bermanfaat untuk mereka. Seperti kata ungkapan “Tangan diatas lebih baik dari pada tangan di bawah”, karena memberi lebih baik dari pada menerima, dengan memberi kita bisa lebih bersyukur.

Didalam Islam pun kita diajarkan untuk berbagi dan memberi.

Tentu selalu ada pertanyaan, apa sih yang kita dapat dari memberi/berbagi?, memang kita mungkin tidak akan mendapatkan apa-apa. Apa lagi berharap sebuah imbalan segepok emas turun dari langit, itu hal yang tidak mungkin kan.
Lalu apa?,

Sebuah kebahagiaan, ketika kita memberi dan berbagi kesesama itu ada rasa bahagia di hati. Apa lagi orang yang kita beri itu terlhat bahagia. Double combo rasanya kebahagiaan yang kita rasakan itu.

Mampu Bersyukur Dengan Apa yang Kita Miliki


Dengan menyisihkan sedikit uang disaku kita untuk sekedar berbagi kesesama yang memang membutuhkan.

Dengan ini kita bisa lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, sesulit apapun kita hari ini diluar sana masih banyak orang yang lebih sulit dari pada kita.

Bersyukur karena kita masih bisa berbagi, walaupun terkadang kita masih pas pasan.

Rasa Puas yang Didapatkan


Ada rasa kepuasan tersendiri saat kita memberi, rasanya hati ini lebih lega dan tenang.  Masalah yang terjadi seakan sejenak hilang dari kepala.

Apa lagi kita ikhlas dengan segenap hati untuk berbagi, selain kebahagiaan yang kita dapatkan ada rasa ketenangan dalam diri ini. Ketenangan dalam menjalani hidup meski begitu banyak problematika yang ada.

Meningkatkan Mood Kita


Saya tidak tau apa ini juga berpengaruh dengan orang lain, tapi saya merasakan saat kita berbagi dengan sesama itu. Rasa mood kita itu sperti meningkat beberapa persen, hidup rasanya kembali bergairah lagi.

Yang tadinya mungkin sudah merasa lelah dengan rutinitas yang membosankan dan kehidupan yang monoton. Berputar-putar seperti itu setiap harinya, namun ketika kita mampu berbagi dengan sesama. Kita akan merasakan lagi semangat untuk menjalani kehidupan seolah selalu ada harapan baru didepan.

...
Cerita diatas memang banar adanya saya alami, saya pun awalnya tidak pernah percaya masih ada orang baik seperti beliau. Di tengah-tengah ibu kota yang penuh sesak dengan orang-orang yang penuh dengan ambisi besar, rasa haus dan rakus akan kekuasaan.

Tapi dibalik kejamnya Ibu Kota, masih tersimpan orang-orang yang hatinya baik dan penuh rasa kemanusiaan.

Berbagi tidak selamanya harus dengan uang atau harta yang kita milikki. Berbagi juga tidak harus dengan orang lain atau siapapun itu.

Berbagi kebahagiaan dengan para sahabat dan keluarga terdekat pun akan membuat kita lebih tenang dan bahagia tentunya.

Sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan, namun sepertinya akan panjang dan mungkin yang baca juga akan bosan melihat tulisan. Jadi saya hanya mengambil point pentingnya saja.

Berbuat baik selagi masih diberi kesempatan, karena hari esok kita tidak pernah tau.

Lain kali mungkin saya harus foto bareng dengan beliau, untuk sebuah kenang-kengangan.

Saturday, November 4, 2017

Selain Sebuah Janji, Apakah Cinta Itu Hanya Sekedar Omong Kosong?

Sumber pic Pixabay.com


Beberapa tahun yang lalu saya memiliki seorang teman yang sedikit frustasi karena cinta. Bagaimana tidak, sudah memiliki hubungan yang cukup lama namun kandas karena adanya orang ketiga. Padahal mereka sudah membuat sebuah janji untuk saling menjaga satu sama lain, tapi janji tinggal sebuah janji. Disini teman saya yang menjadi korban seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi, pada akhirnya teman saya sering mengurung diri dan jarang sekali keluar rumah.

Saya sebagai teman terus memberikan motivasi dan dukungan, pada akhirnya teman saya mampu bangkit dan memulai kehidupan yang baru. Namun rasa sakit yang dia dirasakan tidak semudah itu hilang. Setelah kejadian itu teman saya tidak pernah mempercayai yang namanya cinta, bahkan teman saya pernah bilang "selain janji cinta hanyalah sebuah omong kosong."

Saya pikir itu hanya sekedar emosi sesaat yang dia rasakan, nanti juga kalau sudah sadar lagi pasti kembali normal. Ternyata benar, beberapa minggu lalu saya mendapat kabar teman saya ini menikah dengan seseorang yang mampu meluluhkan hatinya kembali untuk percaya bahwa cinta itu masih ada.

Terus kemana ucapan dia yang bilang "selain janji, cinta hanyalah omong kosong". Mungkin waktu itu dia hanya bercanda mengatakannya.


Cinta itu sekedar omong kosong?



Kalau patah hati pasti pikiran juga  tidak bisa terkontrol, emosi meluap-luap. Apa lagi tidak disikapi dengan kedewasaan. Banyak orang melakukan tindakan ekstrim sampai bunuh diri sekalipun karena putus cinta.

Yang patah hati akan mengatakan cinta itu hanya omong kosong, selain janji murahan yang selalu diumbar tanpa kepastian. Itu menurut versi mereka yang sedang mengalami kegalauan yang akut.

Tidak ada yang namanya cinta sekedar omong kosong, kamu tidak akan pernah lahir didunia ini jika tidak ada cinta dari kedua orang tuamu.

Cobalah menjadikan cinta itu lebih universal, cinta kepada orang tua, sahabat, kerabat dekat bahkan hewan peliharaan sekalipun. Karena sesama makhluk hidup kita harus saling mencintai, yang penting jangan homo ya. Namun dengan satu syarat jangan mencintai apapun dengan cara berlebihan. Itu hanya akan membuat kamu menderita kedepannya.

Karena cinta tidak selalu tentang sepasang kekasih, cinta itu luas dan universal. Kamu akan merasakan cinta yang sebenarnya dan pandangan kamu terhadap cinta hanya sekedar omong kosong akan sirna jika kamu mampu menyederhanakan perasaan kamu dan mulai membuka diri lagi.

Seperti cerita teman saya di atas, mungkin pertama kali patah hati dia sangat frustasi. Sampai-sampai kalimat sumpah serapah pun beliau ucapkan, tapi nyatanya sekarang  saat di mampu menerima kenyataan dan memulai hidup yang baru, cinta itu hadir kembali. Mungkin sekarang dia sedang bahagia dan lupa dengan saya hehehe.

Cinta itu hanya janji tanpa bukti?



Seperti pejabat kita yang selalu mengumbar janji namun tanpa bukti. Begitupun cinta dalam pandangan orang yang sedang dalam patah hati. Mereka menganggap cinta itu hanya janji-janji palsu yang tidak pernah ada buktinya.

Sebenarnya bukan cinta itu yang mengumbar janji, tapi orang yang pernah kamu cintai dan membuat kamu kecewalah yang mengumbar janji kepada kamu. Cinta itu hanya sebuah perasaan, cinta itu tulus tidak akan pernah berbohong, cinta adalah anugerah yang di hadirkan Allah kepada kita.

Hanya saja begitu banyak orang yang mengatasnamakan cinta untuk menutupi kebohongan dengan mengumbar janji-janji yang meluluhkan hati. Semua kembali kepada diri kamu sendiri, akan percaya atau tidak dengan janji itu. Karena hanya janji dan cinta Allah yang tidak akan pernah bohong. Jadi jangan salahkan cintanya, salahkan orang yang membuat janji-janji itu.

Membahas cinta memang tidak pernah ada habisnya, selalu saja ada bahan yang untuk di bahas. Jatuh cinta itu memang indah, tapi kalau sudah patah hati semua sirna begitu saja.

Saya sendiri pernah mengalami patah hati, namun tidak pernah separah yang teman saya rasakan. Karena saya selalu mencoba menyederhanakan perasaan saya untuk tidak melebihi cinta saya kepada sang pencipta. Karena sesuatu yang terlalu berlebihan itu tidak ada yang baik. Untuk yang sedang dikecewakan mungkin lebih baik introspeksi diri dan menerima kenyataan. Mungkin Allah menyiapkan cinta yang lebih baik untuk kamu.

Monday, October 30, 2017

Mencoba Berteman Dengan Malam

Pixabay

Malam hari itu memang waktu yang tepat untuk beristirahat, apa lagi bagi orang yang rutinitasnya padat diwaktu siang. Saat malam hari kesempatan untuk berkumpul bareng dengan keluarga itu lebih besar. Apa lagi diera modern sekarang ini, semua sibuk dengan kegiatan yang benar-benar menghabiskan waktu seharian.

Maka dari itu banyak orang mulai akrab dengan malam hari hanya untuk sekedar menghibur diri dengan hal-hal kecil sederhana. Mungkin ada yang keluar kumpul bareng teman-temannya, Kongkow di kafe untuk pake wifi gratis atau main futsal bareng.

Adapun alasan yang mengharuskan kamu berteman dengan malam hari adalah tugas kantor yang harus diselesaikan, tugas dari kuliah, skripsi yang sudah satu tahun belum selesai-selesai atau mungkin bertemu via telpon dengan sang pacar. Buat yang jomblo boleh telpon pemadam kebakaran.

Pertama kali berteman dengan malam

Begitupun dengan aku yang beberapa minggu ini, terpaksa untuk selalu tidur larut malam. Alasanya karena suatu pekerjaan yang harus diselesaikan. Deadline yang kadang hanya membuat kepala pusing dan stres. Seperti orang-orang bijak bilang "Usaha tidak akan pernah menghianati hasil".

Dua minggu lebih aku berjuang melawan rasa ngantuk untuk menyelesaikan deadline-deadline yang begitu menyebalkan itu, pada akhirnya perjuanganku tidak sia-sia. Semua pekerjaanku selesai tepat pada waktunya tanpa ada yang namanya revisi.

Untuk menemani waktu malamku itu biasanya ada secangkir kopi dan martabak manis pak gendut yang selalu setia. Tanpa kedua itu mungkin aku akan merasakan bosan dan sulit mengendalikan rasa ngantuk yang amat berat.

Tapi karena kegiatan itu berlangsung sampai dua minggu lebih, akhirnya berimbas kepadaku sampai hari ini. Sulit untuk tidur lebih awal dan jadi ketagihan makan martabaknya pak gendut.

Tapi waktu malamku ini tidak aku sia-siakan begitu saja, akhirnya aku memutuskan untuk melakukan beberapa hal yang aku anggap bermanfaat untuk diriku. Seperti menulis dan membuat beberapa design untuk pekerjaanku.

Waktu yang pas untuk menulis

Aku yang tidak terbiasa akrab dengan malam hari, tapi sejak menyelesaikan deadline pekerjaanku. Merasa kalau malam hari itu waktu yang pas untuk menulis sesuatu.

Kejadian yang aku alami selama satu hari penuh bisa di eksplore lagi untuk menjadi sebuah tulisan. Yang biasanya bingung ingin menulis apa karena kehabisan ide, sekarang sebaliknya bingung mana yang harus ditulis karena kepala seakan dihujani meteor-meteor ide.

Suasana yang hening membuatku bisa lebih fokus untuk mengerjakan sesuatu tanpa harus tertanggu suara-suara bising dari luar. Dinginnya malam juga membuat pikiran terasa tenang dan nyaman.

Banyak Hal yang terjadi di malam hari

Begitu banyak hal yang tidak aku temukan pada saat siang hari, seperti halnya martabak pak gendut yang setia menemani malamku. Adapun beberapa kejadian yang sama namun feel yang dirasakan itu berbeda.

Seperti suara longlongan anjing dari kejauahan, siang hari juga ada tapi biasa saja. Suara jangkrik yang hanya ada dimalam hari, walaupun pertama kali aku merasa bingung disekeliling kostan ku tidak ada semak – semak, saat ditelusuri suaranya ternyata jangkrik makanan burung bapak kost. 

Langit dimalam hari juga dihiasi beberapa bintang yang indah namun sulit memang untuk dilihat karena kalah dengan pantulan cahaya lampu, kalau di daerah pedesaan mungkin bisa terlihat jelas. Bulan juga lebih terlihat indah dimalam hari.

Bahkan sempat beberapa kali aku melihat dan mendengar teriakan "maling, maling". Saat aku keluar, ternyata itu bapak kost yang sedang menonton TV.

Masih banyak kejadian dimalam hari yang aku saksikan sendiri seperti, suara tetesan air keran, tikus yang berantem karena rebutan makanan, kecoa yang sedang bercanda gurau dengan pacarnya dan cicak yang kepleset dari langit-langit kamar.

Ada satu lagi kejadian menyeramkan yang aku alami, tepatnya malam minggu kemaren. Aku keluar untuk mencari cemilan dan hampir disekeliling jalan banyak penampakan remaja yang pacaran.

Yang membuat semakin seram itu umur mereka yang jauh dibawah aku bahkan terlihat kalau mereka itu masih anak SMP dan SMA. Kejadian itu sekitar pukul 10 malam, serem kan.

Itulah pengalaman yang aku dapatkan saat mencoba berteman dengan malam hari, sepertinya aku harus mulai kembali dengan kehidupan normalku.

Kalau tidak, aku akan mulai kelebihan berat badan karena martabak pak gendut dan tentu menghindari ngantuk saat bekerja.