Showing posts with label Blogger pemula. Show all posts
Showing posts with label Blogger pemula. Show all posts

Monday, January 15, 2018

Tidak Memiliki Cukup waktu Untuk Blog Kita Sendiri

MySatnite.com - Tidak memiliki waktu yang cukup

Tidak Memiliki Cukup waktu Untuk Blog Kita Sendiri
Sumber pic thelaratouch dan saya tambahin karakter seta icon mysatnite

Seorang sahabat blogger sharing kepada saya tentang waktu yang kurang untuk sekedar ngeblog dan tidak memiliki cukup waktu untuk mengembangkan blognya, “kenapa saya tidak begitu produktif dan mulai kehilangan banyak waktu untuk sekedar memulai membangun blog saya”

“Saya ingin sekali bisa punya banyak waktu di blog dari sisa kesibukan saya”

“Saya sudah vakum beberapa minggu, sulit rasanya untuk memulai dari nol lagi saat melihat pegunjung yang hilang”.

Waktu memang sangat berarti, sedetik kedepan itu sudah masuk dalam masa depan. Memanfaatkan waktu seefisien mungkin memang pilihan bijak, namun bukan hal yang mudah untuk memanfaatkan waktu dari kesibukan sehari-hari.

Terutama kesibukan dari pekerjaan utama kita, untuk yang masih study mungkin sibuk dengan tugas dan sedikit pacaran, yang sudah berkeluarga harus benar-benar mampu membagi waktu untuk anak dan pasangannya dan yang jomblo terlalu sibuk untuk stalking media sosial si doi.

Kehabisan waktu atau kekurangan waktu itu memang menjadi penyebab frustasi dalam diri kita. Tidak hanya dalam blogging tapi juga dalam segala hal yang  kita lakukan di dunia nyata.

Tapi bukan berarti kekurangan waktu menjadi alasan kita sulit mengembangkan blog kita. Sedikit waktu yang kita punya mungkin bisa jadi sangat berharga dan itu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

Jangan lupa baca juga : Mendapatkan Ide Untuk Menulis


Bukan tidak punya waktu tapi tidak memanfaatkan waktu


Kebanyakan dari kita kadang mengeluhkan kurangnya waktu yang kita miliki. Merasa waktu itu begitu langka untuk didapatkan secara bebas.

Tapi sebenarnya banyak waktu yang terkadang hanya terbuang sia-sia dan tidak berarti, yang seharusnya bisa kita manfaatkan untuk sekedar meperhatikan perkembangan blog kita.

Perhatian kita mungkin terbagi untuk sekedar membuka media sosial dan ini menjadi sebuah kebiasaan. Waktu yang dihabiskanpun terbilang tidak sedikit, cukup untuk sekedar merapihkan atau membuat beberapa paragraf tulisan.

Tapi kita enggan untuk mengakui itu dan mengambing hitamkan kesibukan dan tidak punya waktu.
Pada kenyataannya “Saya tidak punya cukup waktu” menjadi label dan alasan yang selalu kita berikan.

Banyak tips-tips di internet yang membahas tentang cara memanfaatkan waktu, tapi memang sulit untuk diterapkan.

Tidak bisa pungkiri hal inipun sering terjadi terhadap saya pribadi, kebiasaan yang tidak boleh ditiru.


Hilangnya motivasi saat ngeblog


Pentingnya sebuah motivasi untuk diri agar terus semangat melakukan inovasi dalam mengembangkan blog kita.

Kurangnya motivasi juga menjadi alasan kita untuk menyematkan kalimat “Saya tidak punya waktu”. 

Khususnya untuk blogger pemula yang memang baru memulai blognya, melihat pengunjung yang tidak merangkak naik, belum adanya income yang datang dan masih banyak lagi yang membuat motivasi sedikit luntur.

Hilangnya motivasi juga akan membuat kita menghabiskan banyak waktu untuk hal yang tidak berarti.

Untuk itu cobalah mengunjungi beberapa blogger yang sudah dikatakan sukses, baca artikel-artikel lama mereka.

Kalau memiliki kesempatan coba untuk menghubungi dan mulai sharing tentang blogging.

Jadikan kesuksesan mereka motivasi untuk diri kamu mengembangkan blog kamu, tanamkan dalam diri kamu pertanyaan “bagaimana mereka mampu duduk dilevel seperti itu sekarang?, bagaimana cara saya memapu seperti mereka?, Mereka bisa mengapa saya tidak?".

Ketika kamu sudah menemukan jawaban dan motivasi untuk memulai kembali mengembangkan blog kamu, kalimat “saya tidak punya waktu” bukan lagi sebuah alasan.


Belum menemukan sebuah kepastian


Kita kadang tidak yakin mengejar suatu aktivitas akan menghabiskan waktu dengan bijak, ketidakpastian itu membuat kita berfikir sebagai kekurangan waktu.

Banyak yang mendasari ketidakpastian yang berujung membuat kita malas untuk mengembangkan blog kita.

Blog akan dibawa kemana dan membahas tentang apa menjadi alasan kita untuk belum bisa menemukan sebuah kepastian.

Saat membuka dasbord blog, mungkin ada beberapa pertanyaan didalam kepala “Apa yang harus saya tulis?, Apakah tulisan saya akan ada yang membacanya?, Apakah suatu saat nanti saya bisa menghasilkan income dari blog saya?”.

Baca juga : Apa yang harus saya tulis di blog?

Semua pertanyaan itu menambah ketidakpastian dalam diri ini yang pada akhirnya menurunkan rasa semangat kita untu memulai membuat sebuah artikel.

Dan pada akhirnya waktu kita terbuang sia-sia untuk sekedar pikiran negatif dari ketidakpastian.

Tidak ada yang pasti didunia ini, jadikan ketidakpastian itu sebuah tantagan untuk diri  kita, karena akan banyak kejutan yang terjadi di masa depan.

Tentang apakah tulisan kita akan ada yang membaca atau tidak, itu urusan nanti. Selama kita memaksimalkan usaha kita tentu akan ada hasil yang kita dapat suatu saat nanti.


Mengapa saya harus melakukan ini?


Buatlah pertanyaan didalam kepala kamu “mengapa saya harus melakukan ini?”, apa yang dimaksud melakukan ini adalah menyempatkan waktu untuk mengembangkan blog kamu.

Setiap blogger tentunya memiliki jawaban sendiri, seperti.


  • Untuk mendapatkan banyak pengunjung dan menghasilkan income dari blog
  • Untuk mengembangkan brand sendiri dan dikenal banyak orang
  • Untuk menjadi penulis dan belajar mengembangkan tulisan hingga suatu saat nanti mampu melahirkan sebuah e-book atau buku untuk di pasarkan


Tentu masih banyak lagi jawaban dari pertanyaan “Mengapa”, tergantung tujuan dari para blogger itu sendiri, termasuk kamu yang selalu mengeluh kehabisan waktu untuk sekedar mengembangkan blog.

Mulai sekarang ucapkanlah selapat tinggal pada “Tidak Punya Cukup Waktu”


Jika kamu merasa tidak memiliki cukup waktu untuk blog kamu, sadarilah bahwa kurangnya memanfaatkan waktu, ketidakpastian, hilangnya motivasi mungkin adalah penyebabnya.

Dan, solusi terbaik dari itu semua adalah sedikit memaksakan diri, mengapa?.

Kerena jikalau menunggu kamu memiliki banyak waktu, maka blog kamu akan terbengkalai selamanya.

Karena kita selalu merasa kurang dengan waktu yang kita miliki, mulai belajar untuk komit untuk mengembangkan blog kita dengan waktu yang tersedia. Seperti saya selalu komitmen untuk harus makan mie ayam seminggu satu kali.

Ketika kamu belum menemukan motivasi, itu bukan hal yang buruk. Karena blogging itu berdasarkan minat dan hobby yang tidak biasa, bukan suatu tuntutan atau sebuah pencarian yang serius.

Tapi jika kamu mampu memiliki blog yang sukses itu akan mengubah sisi hidup kamu dan menjadi sebuah pencarian yang serius.

Jadi, coba hentikan sejenak waktumu sekarang dan mulai cari tahu apa yang membuat kamu mulai dunia blogging.

Intinya kita selalu punya waktu yang sama sehari 24 jam, namun kesibukan dari kerja, kuliah dan lain sebagainya telah memangkas beberapa jam waktu kita.

Setidaknya kita pasti memiliki waktu luang walaupun tidak banyak, jadi manfaatkan waktu kamu yang sedikit itu untuk sekedar bercengkerama dengan blog kamu.

Jangan buang waktu kamu sia-sia untuk hal yang tidak berguna, seperti yang kamu lakukan sekarang ini.

Berapa lama kamu baca tulisan ini?, seharunya waktumu bisa kamu manfaatkan untuk menulis di blog kamu atau mencari informasi yang lebih bermanfaat dari pada membaca tulisan ini.

Selamat ngbelog dan happy blogging.

Saturday, January 6, 2018

Mendapatkan Ide Untuk Menulis

MySatnite.com - Sebuah Ide Itu Sangat Berharga

Mendapatkan Ide Untuk Menulis
Sumber pic Pixabay dan saya edit lagi

Terkadang kita berusaha keras untuk menemukan ide, otak dipaksa untuk berfikir diluar batas. Saya pernah melakukan hal seperti ini, dimana saat benar-benar tidak ada ide untuk sebuah tulisan. Sebenarnya banyak tutorial dan tips di om gugel yang membahas cara mendapatkan ide, inspirasi dan sebagainya.

Namun memang sulit kalau kita masih pemula ataupun baru memulai untuk menulis, bahkan orang yang setiap harinya menulis saja terkadang bisa kehabisan ide.

Saya punya beberapa blogger indonesia yang saya kagumi, mereka bukan blogger besar. Namun eksistensi mereka dan kontribusi mereka di dunia perbloggeran cukup baik.

Terkadang saya merasa bingung, bagaimana mereka mampu mengolah ide menjadi tulisan yang baik dan cara mereka mendapatkan ide itu seperti apa?, Setiap kesulitan ide, apa yang mereka pikirkan?

Dan ini selalu menjadi pertanyaan saya setiap waktu.

Namun semakin saya berusaha untuk menemukan ide, semakin semuanya sia sia. Otak ng-blank, alhasil satu tulisanpun tidak ada.

Disini saya semakin bingung dan timbulah rasa malas untuk ngeblog lagi. Itulah kenapa saya tidak pernah konsisten ngeblog, dan alhasil blog blog yang saya buat terbengkalai.

Jangan lupa baca juga : Belajar Dari Kucing Untuk Membuat Sebuah Konten

Hal kecil untuk sebuah inspirasi


Sore tadi, sepulang kerja. Ada seorang teman yang nyamperin saya. Ia mengajukan beberapa pertanyaan.

“Bro, gimana ya biar ide itu terus ngalir?” “Gimana cara mengolah ide yang kita dapat tadi?” “Saya pengen banget bisa produktif nulis diblog, tapi bingung memulainya?”

Kebetulan teman saya ini baru memulai blog, setelah beberapa kali membaca postingan saya diblog ini, ia memutuskan untuk memulai ngeblog . Alhamdulillah akhirnya ada sedikit manfaat juga artikel saya.

Menumbuhkan ide dan inspirasi dari hal hal kecil dan sederhana, ini lah yang saya terapkan dalam tulisan diblog saya.

Mulai dari lingkungan sekitar kita


Seperti tulisan saya sekarang yang sedang kamu baca ini, tadinya saya tidak pernah berfikir untuk menulis ini. Tapi ada seorang teman yang mengajukan pertanyaan seperti itu. Kenapa tidak saya buat artikel saja?.

Walaupun di luar sana sudah banyak yang membahas tentang  cara mendapatkan ide menulis. Tidak ada salahnya saya juga ingin berbagi pengalaman yang saya dapat, lagian memang sedang tidak ada ide lain juga.

Hampir semua tulisan yang ada diblog ini mengambil dari kejadian sehari hari saya, yang ada di kost, ditempat kerja, dijalan.

Karena sebenarnya banyak hal yang bisa dibahas di dalam kehidupan sehari hari, mungkin seperti,  kenapa kecoa susah mati, semut yang mampu membawa beban lebih besar dari ukuran tubuhnya atau mungkin baru di tolak sama gebetan.

Jadi menurut saya tidak perlu memikirkan dan mencari ide apa yang ingin saya tulis, karena semakin kamu berfikir keras semakin hilang itu idenya. Ini yang saya alami, tidak tau dengan yang lain.

“Suatu saat kita akan menemukan sumber inspirasi menulis kita sendiri, tanpa susah payah memeras otak untuk dipaksa mencari ide”


Buatlah sebuah judul terlebih dahulu


Tidak perlu judul yang bagus, tapi dibuat asal saja. Ini hanya memancing otak kita untuk mendapatkan ide dari judul singkat yang kita buat tadi.

Misal “Kecoa terbang”, dengan hanya dua kata seperti itu kita bisa dapat banyak kesimpulan dan beberapa pertanyaan dikepala yang pada akhirnya menjadi sebuah konten.

Ini sering saya terapkan jika benar benar tidak ada ide lagi, saya biasanya membuat judul apa saja dari beberapa objek yang saya lihat, pertanyaan dari orang orang sekitar saya, bahkan pertanyaan tukang mie ayam di depan kost saya.

“Fokus pada satu hal disetiap kali kita menulis, itu jauh lebih baik dari pada mengumpulkan banyak ide”

Menemukan ide dari kolom komentar


Sepertinya kalau yang ini juga sudah banyak sekali yang membahas, tapi tidak ada salahnya saya masukkan, karena memang  ampuh juga jika tidak ada ide lagi.

Kalau blognya tentang tutorial mungkin akan banyak komentar dengan nada pertanyaan. Dengan begini kita bisa menjawab langsung di kolom komentar atau bisa kita jawab dengan artikel. Lumayan kan nambah nambah artikel di blog.

Terus bagaimana jika blognya bukan tentang tutorial dan sejenisnya?. Tetap masih bisa dapat ide dari komentar, tentu bagaimana kita jeli saja mengambil beberapa kalimat dari komentar tadi untuk dijadikan tema tulisan kita berikutnya.

Misal ada komentar “nice artikel”, dari dua kata itu kita bisa membuat beberap ide tulisan, contohnya “cara membuat artikel yang bagus, 99 cara membuat artikel yang menarik, atau mungkin cara berkomentar yang baik”.

Itu sudah dapat tiga judul artikel, isinya tinggal kita mengolahnya dengan kalimat dan gaya bahasa kita sendiri.

“Keistimewaan dan ide yang aneh itulah yang membuat kita menjadi diri sendiri, jangan pernah takut untuk menunjukkannya”

Buatlah hobby lain, selain menulis


Punya beberapa hobby atau kegiatan lain bisa memicu otak lebih tanggap untuk mendapatkan ide dari kegiatan kita.

Misal kamu punya hobby mukulin kecoa didapur, hobby nolongin ikan tenggelem di aquarium. Dari kegiatan kegiatan yang kita lakukan bisa menjadi inspirasi kita untuk menulis.

Saya sendiri biasa hobbynya ngumpul bareng teman kost, ngobrol ngalur ngidul yang sedikit diisi dengan beberapa pertanyaan pertanyaan aneh.

Dari sinilah saya terkadang mendapatkan ide menulis, seperti tulisan saya hari ini.

Luangkan waktu untuk mengekspresikan diri secara kreatif tanpa menulis, dengan begitu kreatifitas akan menyulut kita untuk menumbuhkan ide ide baru dikepala kita.

“Tulisalah tulisan untuk diri kamu sendiri, sesekali lepaskan tekanan tulisan yang kamu lakukan untuk para pembaca”

Banyak-banyak membaca buku atau blog lain


Nah, kalau yang ini juga sering banyak yang bahas. Tapi tetap saya masukkin, kan lumayan nambah-nambahin jumlah katanya.

Bukan bukan, ini juga sering saya terapkan di saat saya seret ide. Saya mengulas beberapa buku yang sedikit menyangkut dengan niche blog saya.

Didalamnya kadang terdapat kalimat kalimat atau kata yang bisa dijadikan sebuah ide untuk menulis. Tapi jangan ditulis ulang isi bukunya, maksudnya dapat ide saja.

Sisanya tetap berfikir dan gunakan kreatifitas kita untuk mengolah ide tersebut menjadi sebuah tulisan dengan ciri khas kita sendiri.

Membaca di blog lain juga hampir sama dengan membaca buku, jangan nanti menulis ulang artikel blog orang.

Disini kamu bisa mendapatkan ide dari beberap kalimat yang terdapat di isi tulisan, mungkin juga bisa dapat dari kolom komentarnya.

“Menulislah saat kamu ingin menulis, jangan pernah memaksakan diri untuk menulis dikala tidak ada mood menulis”

***

Itu beberapa tips cara mendapatkan ide menulis yang memang sering saya terapkan, sebenarnya masih banyak lagi.

Tapi point-point diatas yang paling ampuh menurut saya dan pengalaman saya pribadi selama menggunakannya.

Untuk pertanyaan “Gimana cara mengolah ide yang kita dapat tadi?”  mungkin akan saya bahas di artikel berikutnya, karena sudah terlalu panjang. Tidak tau kapan mau membahasnya, karena kapan saja saya mau menulis.

Ide bisa datang dari mana saja, selama kita mampu untuk peka terhadap kejadian atau hal hal kecil yang ada disekitar kita. Manfaatkan dan olah sesuai kemampuan kita, setiap orang punya cara sendiri untuk mendapatkan inspirasi dan idenya.

Tulis apa yang ingin kamu tulis, jangan paksakan diri untuk menulis yang tidak ingin kamu tulis. Kecuali dapet job review, walau tidak ingin menulis tapi tetap harus ditulis.

Yang ingin menambahkan silahkan komentarnya dibawah, atau yang ingin ngoreksi dan kritiknya selama kolom komentar gratis.

Tuesday, December 19, 2017

Belajar Dari Kucing Untuk Membuat Sebuah Konten

MySatnite.com - Belajar Membuat Sebuah Konten Dari Seekor Kucing

Belajar Dari Kucing Untuk Membuat Sebuah Konten
Sumber pic sites.psu.edu dan saya tambah editi sedikit

Belajar bisa datang darimana saja, tidak harus dari sekolah ataupun tempat-tempat khusus belajar. Bisa dari lingkungan sekitar kita, orang terdekat atau bahkan kejadian yang sedang terjadi membuat kita belajar dan memahami sesuatu.

Seperti yang hari ini saya alami sepulang dari kerja, ada seekor kucing yang sedang asyik tiduran didepan pintu kost saya.

Karena memang saya seorang pecinta kucing jadi tidak saya usir, kalau melihat kucing rasanya pengen dipeluk saja.

Niat hati ingin memegang itu kucing , tapi tiba-tiba “Robby...pushh”. Ternyata anak ibu kost, ya itu kucing peliharaan nya. Namanya lebih keren dari para penghuni kost disini.

Saya juga memiliki seekor kucing, meski sekarang tinggal dengan sodara dan orang tua saya. Karena waktu yang saya punya sekarang memang tidak banyak.

Di kost hanya untuk tidur dan sisanya dihabiskan dikantor dan dijalan bermacet ria, jadi tidak akan sempat membagi waktu hanya untuk mengurusi seekor kucing.

Bicara soal kucing, dia itu hewan yang lucu, imut, yang pasti kalau ngelus perutnya bikin stress hilang. Ini menurut saya dan pengalaman saya kalau ngelus-ngelus perut kucing.

Ada beberapa hal yang bisa saya pelajari dari seekor kucing tentang membuat sebuah konten diblog.

Kenapa harus kucing? Memang tidak ada hewan lain?  Seperti kecoa mungkin?

Tidak harus kucing, kalau kalian punya hewan yang disukai mungkin bisa dilihat dan diperhatikan. Siapa tau bisa dapat inspirasi dari sana.

Kalau soal kecoa, itu salah satu hewan yang paling saya benci, silahkan baca disini alasan kenapa saya membenci kecoa. ( Sepasan Kecoa Yang Menyebalkan )

Jangan lupa baca juga : Yang Selalu Membuat Rindu Ingin Pulang


Mulai belajar untuk mudah disukai


Perhatikan saja seekor kucing dengan wajah yang imutnya, dia berusaha meyakinkan pemiliknya untuk menyukainya.

Terkadang dengan tingkah-tingkahnya yang konyol dan menggemaskan, membuat sang pemilik semakin gemes saja.

Begitupun dengan kita yang ingin membuat sebuah konten diblog. Apapun konten yang akan kita buat dari cerita, tutorial, tips, traveling atau sebuah review dan masih banyak lagi.

Tentunya kita akan berusaha semaksimal mungkin myakinkan pembaca untuk menyukai tulisan kita dengan berbagai cara. Dari cara penulisan, cara penyampaian yang mungkin sedikit berbeda dari yang lain.

Tulisan yang lebih singkat, penjelasan yang padat dan gaya bahasa yang mudah untuk dipahami.

Setiap orang tentunaya punya cara sendiri untuk memikat dan mudah disukai oleh pembaca.

“Memiliki kucing itu asyik, bisa menemani kita dikala mengerjakan tugas. Dia akan tidur disamping laptopmu dan mendengkur. Suaranya memang sedikit mengganggu namun tidak semengganggu suara chat dari pacar yang posesif”

Belajar membuat pembaca merasakan sesuatu setelah berkunjung


Memelihara kucing itu sedikitnya membuat kita merasakan sesuatu yang beda. Setelah pulang kerja seharian, sampai rumah ngelus-ngelus kucing saja sudah sedikit menghilangkan beban dan emosi negatif yang dibawa dari tempat kerja.

Tapi ini akan dirasakan bagi yang penyuka kucing atau binatang ya. Setiap orang punya feel beda beda.

Untuk sebuah konten diblog mungkin kita bisa belajar untuk membuat pembaca merasakan sesuatu.

Membuat ikatan emosi yang kuat antara tulisan dengan para pembaca sehingga mereka tidak hanya sekali lewat saja.

Mungkin mereka akan kembali lagi mengunjungi blog kita untuk merasakan seuatu yang beda.

Sesutu yang membuat mereka lebih bersemangat dan bahagia lebih dari sebelum mereka berkunjung keblog kita.

Tapi seperti kucing tadi, tidak semua suka dengan kucing. Begitupun konten kita, tidak semua orang suka meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin. Jadi tidak perlu bersedih.

“Kucing itu hewan rumahan yang menggemaskan, meski terkadang menjengkelkan. Terlepas dari itu kucing adalah hewan peliharaan yang enak di gendong kemana-mana.”

Jangan takut untuk terlihat konyol


Kucing selalu melakukan hal konyol untuk menarik perhatian sang pemilik. Meskipun terkadang hanya bikin kesal. Seperti tidur di keyboard saat kita sedang mengetik.

Didalam membuat sebuah konten juga jangan pernah takut untuk terlihat konyol. Terkadang para pengunjung butuh sebuah hiburan dengan tulisan yang tidak terlalu serius.

Mungkin ada sedikit disertai kalimat-kalimat unik yang mampu memecah suasana, walaupun terkadang terlihat garing juga.

Tentunya kalian punya cara sendiri untuk menghibur disela-sela kalimat yang  panjang yang kalian buat.

Sedikit tidak masalahkan, tidak akan mengurangi kadar ketampanan dan kecantikan kalian.

“Nabi Muhammad SAW pun memiliki seekor kucing bernama Muezza. Kucing itu sebenarnya hewan yang sangat penurut, tergantung pemiliknya. Rajin, telaten merawat dan mengajarinya.”


Memberikan yang terbaik


Kucing itu hewan yang pintar, terkadang sulit membedakan mana peliharaan dan mana yang majikan.

Tidak seperti hewan rumahan lainnya, sebut saja doggy. Doggy hewan rumahan yang melayani pemiliknya.

Benar-benar mampu menghibur sang majikan. Itu kenapa ada doggy polisi dan belum ada kucing polisi.

Berbeda dengan kucing, dia tidak akan melayani majikannya. Tapi sebaliknya, kucing ingin dilayani dari makan, bahkan bermain.

Dia akan mengganggu apapun pekerjaan kita hanya untuk dapat perhatian, seperti tertulis di atas. Saat kita sedang mengetik tugas atau pekerjaan, tiba-tiba dia tidur di atas keyboard.

Terus apa hubungannya memberikan yang terbaik?

Ini bukan soal kucing tapi tentang pemilik kucingnya. Kita di ajarkan oleh kucing untuk memberikan konten yang terbaik kepada para pembaca kita. Seperti kita memberikan yang terbaik untuk mereka agar terus betah dirumah.

Memberikan konten yang terbaik disini mungkin bisa dengan tulisan yang ramah untuk pembaca sehingga mereka betah untuk terus stay di blog kita.

Tentunya kalian punya strategi sendiri dalam penulisan konten terbaik kalian bukan.

Walaupun semaksimal apapun kita memberikan yang terbaik, tetap saja ada yang merasa tidak puas.

Tapi tenang saja, ucapkan pada diri kita. Kita hanya seorang blogger, tugas kita hanya menulis apa yang ingin kita tulis dan berharap mampu bermanfaat untuk orang lain.

Kita bukan orang yang bertugas untuk memberikan pendidikan kepada dunia, jadi tetap nikmati saja kalau ada yang tidak suka.

"Kucing indonesia atau disebut kucing kampung, meski tinggal di kota. Menurut saya lebih cerdas dari kucing yang gemuk-gemuk dari benua eropa. Kucing kampung juga lebih atraktif dan bandel."

***
Meskipun begitu ada sifat kucing yang tidak harus di pelajari saat ingin membuat konten.

Sifat kucing yang suka bermalas-malasan karena kucing itu salah satu hewan pemalas. Hampir setiap hari kerjanya hanya tidur.

Kalau kita malas untuk membuat konten, maka blog kita juga akan tertidur. Jadi tetap semangat melawan rasa malasnya dan terus menulis sambil ngemil indomie.

Thursday, December 14, 2017

Blogging Jangka Panjang dan Sulitnya Membangun Kredibilitas

Blogging Jangka Panjang Membangun Kredibilitas

Blogging Jangka Panjang dan Sulitnya Membangun Kredibilitas
Tidak ada sumber - ini gambar bikin sendiri


Rasa lelah setelah pulang  liburan masih terasa, meskipun banyak rencana yang gagal karena hujan sepanjang hari. Namun semua sudah rencana dari yang di atas, hikmahnya kami bisa kumpul dan ngobrol bersama.

Dalam sela obrolan ada seorang teman bertanya seputar blog, namun pertanyaannya sangat mainstream. Karena memang selalu ditanyakan oleh beberapa orang yang memang ingin ngeblog atau mulai tertarik dengan aktivitas blogging.

“Bro, saya pengen ngeblog. Katanya bisa dapet duit dari ngeblog. Ajarin la biar cepet kaya”

Pertanyaan yang selalu saya dapatkan dari beberapa orang yang ingin memulai blog. Tidak ada yang salah dengan pertanyaan dan motivasi ia untuk ngblog.

Semua orang butuh uang,  banyak yang memang menjadikan aktivitas blogging sebagai pendapatan utama.

Tidak dipungkiri sayapun tertarik untuk bisa mendapatkan pundi pundi kertas berharga itu dari aktivitas ngeblog.

Tapi tidak semudah itu, banyak yang harus di lewati. Bukan sekedar membuat artikel, publish besoknya dapat uang.

Impian akan ketenaran dan sebuah tanda dollar tidak akan di dapat dalam semalaman.

Apakah kamu sudah bersedia bekerja keras dalam blogging untuk jangka waktu yang lama?, Apakah kamu sudah siap menerima resiko diabaikan oleh pembaca?, Apakah kamu sudah siap untuk menjadikan blogging sebagai aktivitas sehari hari kamu?

Itu pertanyaan yang selalu saya lontarkan untuk beberapa teman yang katanya ingin mencoba ngeblog.

Karena membuat blog itu mudah, namun untuk merawat dan membangun kredibilitasnya yang sulit.

Saya pernah mengalami kegagalan dalam blogging, dari blog yang tidak terurus sampai akun adsense yang di banned.

Dari 2010 ngeblog apa yang saya dapatkan?, hanya pengalaman saja dan pelajaran bahwa ngeblog bukan sekedar cepat cepat dapat uang.

Tapi lebih bagaimana kita menjaga aktivitas blogging untuk jangka panjang, percuma jika hari ini sebesar gunung didapat besok sudah kelaparan lagi.

Semua butuh proses dan pengorbanan


Tidak ada sesuatu yang diraih dengan sekejap mata, semua harus melalui proses. Ada yang cepat ada juga yang pelan pelan merambat.

Pengorbanan dari waktu, kreatifitas bahkan kuota internet. Untuk mengawali semuanya harus mengeluarkan sedikit pengorbanan yang pasti akan sedikit membuatmu lebih sibuk.

Yang terpenting  jangan pernah patah asa ketika semua pengorbanan belum memperlihatkan hasilnya. Tetap nikmati saja prosesnya sambil belajar dan meningkatkan lagi kualitas artikel kita.

Ada harga yang harus dibayar


Harganya adalah kamu harus berkomitmen, harga yang tidak mahal namun terkadang sulit untuk membayarnya.

Blog sudah jadi dan tertata dengan rapi, namun ketika kita tidak berani untuk berkomitmen menjaga dan merawatnya semua akan berakhir.

Blog ibarat sebuah rumah makan tidak terawat, siapa yang ingin mampir ditempatmu walau hanya sekedar minum air putih saja.

Apa yang ingin kamu hidangkan untuk tamu yang mampir tadi, secangkir teh, atau makanan.

Ketika kamu tidak ada komitmen untuk menjaga, merawatnya dan memberikan pelayanan yang baik semua pengunjung tidak akan kembali lagi.

Mungkin hanya sekedar lumut yang menempel ditembok yang terlihat.


Bangun sebuah kredibilitas meskipun sulit


Seperti saya bilang sebelumnya, semua butuh proses. Begitupun untuk membangun sebuah kredibilitas dari audience atau para sahabat blogger lain yang berkunjung.

Sayapun belum memiliki kredibilitas itu, namun terus berusaha dari menjaga etika dalam blogging, etika dalam berkomentar di blog sahabat.

Bangun sedikit demi sedikit sebuah kredibilitas dari prilaku kita yang secara konsisten memberikan sebuah kesan dan meyakinkan bahwa kita adalah orang yang memiliki karakter, yang tidak hanya mengatakan yang sebenarnya tapi siap untuk menjalaninya.

Semua bisa diperoleh namun butuh waktu yang tidak singkat untuk membangun sebuah kepercayaan dari pembaca.

Bangun blog untuk jangka panjang


Sebelum memulai semuanya, pikirkan matang-matang sampai mana kamu akan bertahan dalam aktivitas blogging.

Untuk sekedar ikut tren atau untuk investasi jangka panjang, karena sekarang blog memang bukan sekedar tempat berbagi keluh kesah saja.

Banyak yang bisa kita lakukan, menjadi  tempat bisnis, lahan promosi atau untuk menggaet para pengiklan.

Jadi tentukan apa yang ingin kamu bahas di dalam blog kamu agar mampu bertahan sampai 5 atau 10 tahun kedepan. Bahkan bisa menjadi role model bagi blog-blog baru.

Tidak ada yang tidak mungkin jika kamu berusaha.

Nikmati saja prosesnya jangan terlalu terburu buru


Nikmati saja proses ngeblognya, pelan pelan namun tetap konsisten. Kecuali kamu memiliki konsep yang benar benar brilian dan keberuntungan yang mampu membawa blog kamu kedalam posisi yang kamu inginkan.

Dengan pendapatan yang layak seperti yang kamu idamkan.
Tapi tetap saja kamu masih butuh namanya sebuah keberuntungan dan kerja keras.

Berjam jam didepan komputer, berfikir dengan strategi cerdas untuk membuat konten yang berkualitas.

Tidak ada sesuatu yang diraih dengan instan, meski kamu punya ide brilian sekalipun.

Sebuah hasil itu akan mengikuti seberapa besar usaha kita, anggap saja itu bonus atau hadiah untuk diri kita yang sudah berusaha.

kalau tidak mau melakukannya jangan pernah berharap hadiah yang datang tiba tiba.

***
Membangun sebuah blog memang membutuhkan waktu yang panjang, dari hari kehari bahkan bertahun tahun untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tetap konstan menulis artikel diblog, perlahan waktu kewaktu akan menjadi sesuatu yang cukup besar dan dikenal banyak orang.

Buatlah sebuah tujuan yang mampu memotivasi kamu untuk tetap menikmati aktivitas blogging.

Pasang target-target kecil yang mampu kamu capai, seterusnya sampai dimana kamu mendapatkan apa yang diinginkan.

Tapi ingat, ngeblog untuk cepet kaya itu bohong, tapi bisa kaya  itu bener, semua tergantung usaha dan butuh waktu.

Saya berbagi bukan untuk menggurui, sekedar mengeluarkan keresahan atau untuk orang yang ingin memulai blogging dan juga sebagai pengingat diri saya sendiri bahwa saya harus tetap konsisten.

Hidup itu singkat, jadi tunggu apa lagi let’s start do it. 

Saturday, December 9, 2017

Tentang Sebuah Tombol Bernama Publish

Tentang Sebuah Tombol Bernama Publish
Sumber pic shutterstock terus saya edit lagi


Seperti biasanya saya selalu menikmati kegiatan menulis meski harus berkutat dengan padatnya deadline pekerjaan yang selalu menuntut untuk diselesaikan. Waktu yang begitu sempit membuat saya harus bekerja ekstra untuk membagi waktu kerja dengan kegiatan menulis.

Karena menulis sedikit membantu pikiran terasa lebih tenang dan menimbulkan emosi positif dalam diri saya. Kegiatan menulis juga membantu merefresh pikiran saya selain bermain game atau sekedar nonton tv.

Ketika sedang menulis terasa santai namun terkadang merasa serius. Tapi benar-benar bisa saya nikmati apa lagi ditengah gelapnya malam dan diiringi nada khas dari hujan bersama secangkir cappucino hangat di samping meja.

Setelah paragraf demi paragraf saya selesaikan, tibalah saatnya yang selalu saya nant-nanti. Yang selalu membuat saya merasa puas dan lega terkadang rasa bahagiapun hadir menyertai.

Menekan tombol publish, momen diamana semangat hidup naik 30 persen, yang tadinya merasa ngantuk tiba-tiba merasa segar bugar kembali.

Namun ada beberapa momen yang selalu membuat kesal setelah menekan tombol publish.

Jangan lupa juga baca : Apa Yang Harus Saya Tulis Diblog?

Selalu melakukan kesalahan yang berulang


Kecerobohan sering terjadi karena terlalu semangat untuk menekan tombol publish, yang pada akhirnya saya melupakan untuk mengoreksi dan mengedit ulang tulisan saya.

Terjadilah typo dimana-mana, walaupun saya merasa sudah membaca ulang tulisan saya namun selalu terlewatkan, mungkin juga pengaruh tengah malam yang membuat fokus jadi sedikit kacau dan terganggu.

Bahkan pernah typo di judul, itupun ketahuan setelah sehari diposting ada sahabat blogger lain yang memberi tahu.

Kadang merasa malu sendiri, begitu cerobohnya saya dan mengulang kesalahan berulang kali hanya demi tombol yang bernama publish itu.


Selalu merasa ada yang kurang setelah menekan tombol publish


Artikel telah terbit, biasanya saya membaca ulang postingan berkali-kali. Disini saya terkadang baru sadar dan merasa tulisan saya ada yang kurang. Kalau masak itu sudah jadi tapi ketika dicicipi ada rasa kurang asin atau manisnya.

Lupa memiringkan tulisan yang seharusnya miring, menebalkan tulisan yang seharusnya tebal.

Lupa memberi enter, ada juga yang enternya lebih dari satu kali jadi terlihat jauh sekali jaraknya.

Alhasil tulisan kembali di edit kedalam draft dan mengulang proses editing. Sebenarnya ini kegiatan yang benar-benar merugikan waktu.

Merasa ragu dan berfikir lama


Begitu banyak tulisan yang saya hasilkan berakhir di draft dan tidak pernah saya selesaikan, bahkan ada yang telah selesai namun ragu untuk menekan tombol publish.

Merasa tulisan kurang bagus dan masih datar sekali, mempertimbangkan apakah tulisan ini saya publish atau tidak itu kadang memakan waktu sampai berjam-jam bahkan berhari hari.

Ujung-ujungnya tulisan masih tetap berakhir di draft dan tidak tahu bagaimana nasibnya kedepan apakah akan saya publish atau bertahan menunggu antrian.

Menang dan bahagia


Tujuan akhir setelah tulisan kita selesai adalah menekan tombol publish dan hidup itu terasa lega seperti terlepas dari ruangan yang sempit dan pengap menuju alam bebas.

Merasa memenangi pertarungan dengan rasa malas yang selalu menghasut dan menunda kita untuk menulis.

Rasa bahagiapun tidak dipungkiri menyelimuti hati, merasa bangga karena telah mampu menyelesaikan tulisan yang tadinya diganggu dengan rasa malas.

Saya juga tidak tahu apa yang membuat saya merasa begitu bangga dan bahagia ketika menekan tombol publish, meski sering terjadi kecerobohan lupa mengoreksi dan mengedit kembali tulisan yang telah di publish.

Selalu merasa bersalah


Ketika kecerobohan terulang, tulisan yang dirasa masih kurang. Ada rasa bersalah kenapa saya terlalu terburu-buru untuk menekan tombol publish padahal belum tentu tulisan saya sudah benar.

Merasa bersalah karena kurang teliti ketika mengoreksi dan megedit tulisan sebelum di publish.

Mungkin dari tulisan ini saya akan belajar untuk lebih teliti lagi dan tidak terlalu terburu-buru untuk menekan tombol publish.

Walaupun hasrat untuk menekan tombol “publish’’ itu tinggi, saya akan sedikit menahannya.

Tapi bukan berarti saya akan berhenti, saya akan terus berusaha untuk menekan tombol publish sampai berapa kalipun saya akan lakukan dan menerbitakan artikel-artikel diblog ini.

Semoga saja sampai 1 tahun, 2 tahun bahkan 10 tahun yang akan datang tidak pernah bosan untuk menekan tombol bernama “Publish”.

Yang mungkin harus saya pelajari adalah membuat konten yang lebih baik lagi, meminimalisir kecerobohan yang selalu terjadi.

Ini sekedar sharing pengalaman dengan tombol publish dari saya, bagaimana dengan pengalaman para sahabat blogger?

Apakah pernah mengalami seperti saya atau punya cerita lain dengan tombol bernama “publish”. Silahkan tulis di kolom komentar.

Tuesday, December 5, 2017

Ngeblog Sambil Berbagi Ilmu dan Informasi, mungkinkah?

Ngeblog Sambil Berbagi Ilmu dan Informasi, mungkinkah?
Sumber pic masih dari Pixabay tapi saya edit lagi

Saya mengenal dunia blogger sudah cukup lama namun baru baru ini yang memang sedikit lebih fokus. Begitu banyak blogger yang bermunculan setiap tahunnya tapi tidak sedikit juga yang sudah memutuskan meninggalkan blognya dan mulai beralih ke youtube.

Tidak dipungkiri dunia per-youtuban sekarang semakin banyak peminatnya dan ringi dengan kebiasaan orang indonesia yang memang lebih suka melihat video daripada membaca.

Seperti yang terjadi sore tadi, salah satu teman saya menanyakan sesuatu “Bro apa si yang bisa di bagi lewat blog?, kenapa gak bikin channel youtube aja. Memangnya masih ada yang baca itu blog?.”

Belum sempat saya jawab, ada teman saya yang lain menjawabnya “Kamu aja yg memang males baca, masih ada la yg suka baca. Lagian ngeblog juga bisa berbagi banyak hal dari cerita, pengetahuan atau berita berita gitu.”

Saya juga sempat berfikir begitu sebelumnya, apa masih ada orang membaca artikel blog?. Tapi karena memang masih ada minat yang kuat untuk membangun blog akhirnya tetap saya jalani saja.

Terus jika ada yang bertanya apa yang bisa dibagi lewat blog?, menurut saya banyak hal bisa di bagikan di blog dalam bentuk tulisan seperti berbagi ilmu mungkin.

Selama saya mengenal internet dan browsing di om gugel sudah banyak blog yang saya hampiri dari yang lokal sampai yang blogger luar. Dari sekedar iseng sampai memang sengaja mencari informasi yang saya butuhkan.

Begitu banyak hal yang bisa dibagikan melalu tulisan diblog dari hal yang biasa saja sampai yang tidak biasa.

Seperti berbagi pengalaman lewat ngeblog


Mungkin terdengar sedikit biasa saja, tapi sebuah pengalaman yang di bagikan mungkin bisa menginspirasi atau malah menambah pengetahuan bagi para pembaca.

Seperti berbagi tentang pengalaman ditolak adsense berkali kali, mungkin untuk sebagian blogger yang sudah di terima ini bukanlah hal yang penting lagi. Tapi untuk para blogger pemula ini adalah informasi yang sangat penting.

Tanpa di sadari ini juga bagian dari ilmu yang di bagikan lewat ngeblog, karena ilmu bukan tentang Matematika dan kimia saja.

Gudangnya  pengetahuan yang bisa diakses secara gratis


Kalau dilihat lagi begitu banyak pengetahuan yang  bisa kita ambil dan pelajari di internet. Semua itu tidak hadir dengan sendirinya, tentu ada yang membuat konten tersebut.

Siapa lagi kalau bukan penulis, blogger, dan para konten writer lainnya. Mereka membagikan ilmu yang dimiliki dengan gratis, meskipun ada yang dibuat menjadi bisnis. Tapi coba lihat begitu banyak blog tentang tutorial, resep masakan, teknologi dan lain sebgainya.

Itu semua sumber ilmu dan pengetahuan yang kita dapatkan hanya bermodalkan kuota. Bayangkan saja kalau kita harus kursus dan membayar mentor, berapa banyak uang yang harus kita keluarkan. Sekali lagi ini membuktikan aktifitas blogging bisa berbagi ilmu.

Sekedar menulis cerita


Pasti pernah membaca sebuah blog yang berisi cerpen ataupun cerita series.  “Memangnya ada ilmu yang bisa di dapet?” . Selama saya membaca cerita yang dibuat oleh para blogger lain dari mulai cerpen sampai cerita bersambung.

Banyak hal yang bisa saja pelajari dan hikmah yang bisa dipetik dari cerita yang ditulis. Kalau kita memahami alur ceritanya, selalu ada sebuah pesan moral yang disampaikan dalam sebuah cerita pendek.

Tapi semua itu kembali lagi jenis apa ceritanya dan bagaimana kita mengambil kesimpulan dari cerita tersebut.

Menjadi media informasi yang valid menurut saya


Dari mulai tempat wisata, kuliner bahkan tempat nongkrong anak kekinian. Semua di rangkum dalam sebuah tulisan yang menarik dan lebih objektif. Biasanya dari para blogger blogger personal informasi yang di sampaikan lebih jujur dan terhindar dari namanya HOAX.

Dari tempat wisata yang belum pernah tereksplore sebelumnya, makanan khas dari daerah lain yang selama ini tidak pernah mendengar bahkan tidak tau kalau ada makanan sejenis itu.

Informasi seperti tanah longsor didekat daerahnya, pembangunan, jembatan putus, bahkan kemacetan yang terjadi pun bisa kita dapatkan. Yang tadinya tidak pernah tau menjadi tau.

Begitu banyak hal yang bisa di bagi dengan aktifitas ngeblog, jadi kalau ada pertanyaan “Apa si yang bisa di bagikan di blog?.”

Mungkin bukan sembako atau nasi kotak, tapi sebuah informasi, pengetahuan, dan ilmu yang bisa kita bagikan.

Namun bukan sebuah keharusan juga, belum ada yang bisa kita bagikan setidaknya tidak menulis yang merugikan. Seperti yang saya tulis sekarang ini, mungkin bukan sebuah pengetahuan atau ilmu yang bermanfaat tapi hanya sekedar menulis apa yang menjadi pertanyaan teman saya saja.

Untuk yang memiliki banyak pengetahuan dan ilmu, dari pada dipendam mending di bagikan untuk yang membutuhkan. Mungkin hal itu spele seperti cara memasak nasi, untuk sebagian orang ini akan menjadi bahan tertawaan.

Tapi ingat tidak semua orang bisa, mungkin saja ada yang baru belajar untuk memasak dan tutorial itu sangat bermanfaat dan membantu untuknya.

Hal sekecil apapun yang kita bagikan dan kita anggap tidak terlalu penting, mugkin saja sangat di tunggu tunggu oleh sebagian orang.

Keep writing and happy blogging, tetap lakukan yang terbaik dan tulis apa yang menurut kita baik.

Wednesday, November 22, 2017

Apa Yang Harus Saya Tulis Diblog?

Apa Yang Harus Saya Tulis Diblog? Mysatnite
Sumber pic pixabay tapi saya edit lagi lo

Dengan berbagai banyak konten di internet yang bertaburan dari blog-blog kecil hingga besar, dari yang baru memulai sampai yang sudah veteran, dari amatir sampai yang professional dan dari yang personal sampai media startup.

Beragam tema yang diusung, bahkan ada yang memang sangat mirip dari satu blog keblog lainnya. Pembahasan yang disampaikan pun sebenarnya menuju inti yang sama, namun cara penyampaiannya saja yang berbeda.

Blog-blog besar bersaing dipapan atas pencarian om gugel, membicarakan yang banyak dicari dan dibutuhkan oleh pembaca. Dari beragam tutorial, tips, kesehatan, olahrga, berita yang sedang hangat-hangatnya dan masih banyak lagi.

Saya selalu mendapat nasehat dari berbagai blogger senior untuk menulis konten yang original hasil tulisan sendiri. Saya masih bingung seperti apa konten yang benar-benar original, karena hampir setiap yang ingin saya tulis sudah ada di internet dan dibahas.

Misalnya saja tulisan saya sekarang ini, mungkin sudah ada yang membahasnya diluar sana. Saya mengklaim ini hasil konten original karena memang saya menulisnya sendiri dan memang lahir dari keresahan saya.

Tapi kemungkinan ada beberapa orang akan menganggap ini tulisan plagiat karena sudah ada yang membahasnya, bahkan jauh lebih dulu dari punya saya. Mungkin dari satu atau dua tahun yang lalu, hanya saja beda cara penyampaiannya saja.

Jangan lupa baca juga : Menjadi Penulis Tanpa Bakat

Jadi seperti apa konten yang original?


Dari berbagai sumber yang saya baca dan pemahaman yang diberikan oleh beberapa blogger senior. Konten original adalah tulisan asli, bukan hasil dari copy paste ataupun plagiat. Bisa juga dengan penulisan konten yang unik beda dari yang lainnya.

Saya selalu mencoba menulis dengan cara sendiri supaya beda gitu, tapi kadang masih saja ada yang sama dengan yang lain. Seperti beberpa hari yang lalu saya dan teman saya sendiri menulis konten yang memiliki isi yang sama namun cara penyampaian yang beda.

Bahkan dua kali terjadi, kami tetap mengklaim bahwa tulisan kami original hasil sendiri. Kalau mau bilang siapa yang lebih dulu mungkin saya lebih duluan satu hari. Meski begitu kami tidak mempermasalahkannya mungkin hanya sebuah kebetulan.

Kami hanya tertawa saja, meski perbedaan dari gaya bahasa dan beberpa poin didalamnya namun tetap tema yang disampaikan sama.

Jadi menurut saya pribadi untuk menulis yang benar-benar 100 persen original itu sedikit sulit bagi saya, karena kemungkinan apa yang kita bahas sudah pernah dibahas oleh blogger lain.

Atau memang pemikiran saya yang masih standar untuk membuat sebuah konten original, mungkin saya harus lebih kreatif lagi.

Jadi apa yang harus saya tulis di blog?


Lagi lagi saya dapat pencerahan dari beberapa blogger yang sudah lebih dulu terjun di dunia perbloggeran dan mereka memberikan saran untuk tulisan apa yang harus di posting di blog.

Tulislah konten yang bermanfaat dan berguna untuk para pembaca 


Seperti tips, tutorial atau informasi lain yang memang dibutuhkan. Tidak mesti harus tips dan tutorial juga, masih banyak konten yang bisa dibagikan dan bermanfaat.

Mungkin untuk yang satu ini saya belum bisa memberikan manfaat atau informasi yang dibutuhkan para pembaca. Namun saya selalu berusaha menyajikan konten yang menurut saya baik dan tidak menyalahi aturan ataupun menyinggung isu Sara dan berita Hoax.


Tulis saja sesuai apa yang kamu bisa


Tidak perlu memaksakan diri untuk menulis yang memang diluar jangkauan, meskipun hal itu bermanfaat. Tulis apa yang kamu pahami saja, kalau belum paham buat apa ditulis yang ada hanya bikin pusing dan beban diri.

Untuk yang satu ini mungkin sudah saya terapkan, saya selalu menulis apa yang saya ingin tulis. Memang dari awal ngeblog juga masih bingung dan labil soal niche diblog ini.

Hasilnya saya menulis apa yang ingin saya tulis saja, sesuai keresahan yang sedang saya rasakan. Saat ide muncul langsung saya tulis, meski kadang tidak semua di tulis. Karena saya juga harus pertimbangkan pantas atau tidaknya tulisan saya ini di posting.

...
Sampai saat ini saya masih bingung apa yang harus saya tulis diblog ini, karena memang saya masih labil untuk menentukan niche yang tepat.

Untuk sekarang mungkin saya hanya menikmati aktifitas ngeblog sesuai keinginan saya sendiri. Konten apa yang ingin saya tulis, sesuai apa yang sedang saya rasakan saja.

Tapi bukan berarti saya mengabaikan untuk menulis artikel yang bermanfaat dan berguna suatu saat nanti.