Thursday, March 8, 2018

Kenangan Yang Sulit Dibinasakan

Kenangan Yang Sulit Dibinasakan
Sumber pic Pexels, 3 gambar saya edit jadi satu

Hujan malam ini melarutkan segalanya, namun kalian berdua berdiri di bawah lampu kota yang mulai meredup itu. Membicarakan setiap kenangan yang seakan mampu kalian bentuk sendiri semau nya. Setiap orang yang berdiri disana memiliki kenangan tersendiri, tapi kali ini hanya kalian berdua yang menjadi pemeran utamanya.

Indahnya malam itu ya, rasanya sulit untuk dilupakan. Kau boleh mengingatnya sebagai apapun, sesuka kepalamu memikirkannya.

Kalian berselisih tentang sebuah kenangan itu baik dan bagaimana cara membentuknya. Kenangan yang kalian bilang seperi sebuah lilin yang di panaskan, mampu kalian bentuk semaunya.

Atau di bakar untuk menghancurkan dan melupakannya. Tapi tidak semudah itu membinasakannya.

Jangan Lupa Baca Juga : Sepotong Martabak Manis Untukmu Yang Sedang Patah hati

Malam itu lampu kota mulai berkedip dari kejauhan


Sinarnya yang sedikit blur dan berkedip memanjakan mata yang mulai basah di guyur hujan. Dari kejauhan kalian mulai saling terdiam menghentikan sejenak perdebatan itu.

Hujan yang mulai sedikit reda, orang yang berlalu lalangpun tidak memperdulikan kalian berdua yang berdiri terdiam saling membalikan wajah.

Mungkin tidak diam, hati kalian yang saling bicara namun ego menutup segalanya. Apa yang membuat kalian rela berdiri dibawah hujan seperti itu, cinta memang membutakan segalanya.

Salah satu dari kalian mencoba untuk memulai bicara, memulai kembali mencairkan suasana. Seperti cairnya batu es terkena air hangat.

Sedikit demi sedikit lalu tawa terhias di wajah kalian malam ini. Dingin malam yang baru saja di guyur hujan menjadi terasa hangat melihat nya.

Meskipun tidak dipungkiri kalian merasakan kedinginan, karena hujan masih mengandung air. Meski menurut beberapa pecinta hujan dan mantan, hujan itu hanya  satu persen air dan 99 persennya kenangan. Meskipun hanya satu persen kalian tetap basah.

Lampu taman menjadi saksi bisu malam ini


Kalian berdua berdiri dibawahnya, memayungi  dari derasnya hujan. Menerangi sisi gelap hati kalian yang sedang berkelahi. Meski sedikit meredup dan beberapa kali berkedip. Tapi dia menjadi saksi malam itu, setidaknya sampai benar-benar padam dan berganti lampu baru.

Lima atau sepuluh tahun yang akan datang, apa kalian berdua akan ingat malam ini. Malam yang penuh kenangan dibawah langit kota yang diguyur hujan. Malam yang menjadi saksi kalian membuat sebuah janji.

Sebuah janji bukan untuk tidak saling menyakiti tapi berjanji untuk tidak saling pergi disaat salah satu dari kalian tersakiti.

Semoga saja itu bukan sekedar janji seperti orang yang sedang kampanye. Karena cinta itu terkadang selain janji hanyalah sebuah omong kosong menurut orang yang sedang patah hati.

Lampu yang perlahan meredup dan sesekali berkedip itu sekarang benar-benar padam, seketika membuat kalian berdua kaget lalu tertawa dan menertawakan diri kalian sendiri yang sedari tadi asyik sendiri berdiri disana.

Saksi bisu kalian malam ini sudah padam, karena sekitar tidak ada yang perduli keberadaan kalian berdua. Mungkin hanya saya dan lampu taman itu yang rela berlama-lama memperhatikannya, rela di guyur hujan menantikan endingnya.

Karena saya seperti melihat diri saya sendiri malam ini, kenangan itu sulit dibinasakan. Saya melihat janji yang hilang di bawah lampu taman itu, seperti yang kalian ucapkan malam ini.

Hanya blogger biasa yang biasa melakukan kebiasaan diluar orang-orang biasa. Blogger part time yang sehari harinya bekerja di perusahaan branding kawasan jakarta.

54 komentar

selamat tinggal kekasih terbaikku
kita saling kenal sejak 9 atau 10 tahun
sampai dewasa saling menyelami hati
berjanji untuk selalu ada
selamat tinggal untuk mu
apakah gampang untuk pergi
ketika burung dilangit berkicau tentang kenangan kita
ketika bunga bermekaran memunculkan kenangan indah
entahlah , mungkin janji diucapkan memang untuk diingkari
dan kepercayaan hanya untuk dikhianati

Baik-baik ya kalian, jangan melulu mencintai dan bila disakiti galau di media sosial bikin spam status seperti ada yang peduli saja.

mungkin sepuluh tahun lagi lampu tamannya udah gak jadi saksi bisu mas.

karena udah rusak dan di ganti ama yang baru ;)

Jelas sulit dilupakan , kenangan indah kehujanan berdua

Coba ja kalo lampu tamannya bisa ngomong
Dia kan g bakal jadi saksi bisu
Kalo g jadi saksi bisu itu bisa memudahkan kita dalam proses persidangan
Ya nasib nasib yang jadi saksinya si lampu taman

Baik baik ya kenangan, tanpa kalian tidak akan ada masa depan

Lampu tamannya semoga enggak bernasih sama dengan sebuah tiang listrik yang tertabrak ketika itu...
Biarlah dia membisu dan menjadi saksi asli bukan saksi palsu..

Hihihi bunda Dian bisaan ikh komennya. Bikin aq senyum2 sendiri ๐Ÿ˜‚. Setuju aq ama bunda Dian, De Adi ๐Ÿ˜‚

janji suci yang sulit dilupakan bahkan dibinasakan.. hmmm,,, dalam banget tulisan ini..

Lampu taman menjadi saksi bisu, angin malam tak mau bertiup lg karena semuanya telah kau ingkari๐Ÿ˜‚

kalau lampu tamannya bisa ngomong :
eh, ini ngapain 2 orang di taman malam2 hujan2an begini, emang cinta bisa nyembuhin sakit? ah bulshit!

Masuk sini jd galau gan,, daleeem

Terangnya lampu taman, akan tergantikan terangnya sang surya, pelan-pelan cakrawala pagi mulai menggagahi. Malam, dan hujan kini tidak ada artinya lagi.

saya jadi teringat sesuatu ketika baca nya mas ..

Kok saya baper baca ini mang, mamang jago nih bikin puisi :D

Hahhahaa nah itu yuh kalo patah hati
baru deh bilang cinta itu gak harus memiliki sambil post foto nangis -_- :D

Masuk angin nya sendiri bersama tolak angin mang :D

Hahahahaha temen nya tiang listrik ini kang :D

hahaha bener tu, walau bisu tapi saksi asli :D

Hujan pun enggan membassahi kepala :D

Bisa nyembuhin sakit patah hati hahaha :D

Gak sedalem galian sumur tetangga kan :D

Suara adzan berkumandang, yok neng shalat subuh dulu hehehe :D

ini dalem banget mas ini berarti ga moveon :D

Karna hujan yang sangat deras campur angin kali mas, sehingga lampu lampu di kota pada redup

Aku suka banget kalimat ini, dududu kaya tersayat2 bgt atikuuuu :(

Sebuah janji bukan untuk tidak saling menyakiti tapi berjanji untuk tidak saling pergi disaat salah satu dari kalian tersakiti. Huks

artikel adek yang bikin saya bisa berpuisi

kenangan yang sulit dibinasakan seprtinya tidak ada
cuma kenangan aku pernah ngutang itu dan lupa belum bayar masih terngiang sampe sekarang wkekek

Kenangan itu yang bikin banjir bukan bang? Eh itu genangan ya *loh. Pulang bang ngapain ditaman malem-malem wkwkwk

kalo dipikir-pikir rada sadis juga ya kata2 di gambar, membinasakan kenangan. kesannya benci banget sama kenangan yg suram.

kalo mau membinasakan kenangan, potong aja lampu tamannya :)

lampu taman jadi sasaran curhatan tu heehee. Keren yang tulisan, selaras dengan judulnya yang membuat penasaran utnuk membacanya

Udah lupakan saja kenangan indahnya.. Buka langkah baru yang lebih cemerlang

Aduh... masuk web ni isinya puitis semua.. yang bacanya juga ikutan komen puitis... duh kok jadi baper bacanya... semoga diberikan kenangan terbaik ya.. diberikan juga pasangan terbaik... agar tidak saling berjanji untuk pergi

Mengenang sejenak gak masalah...
Yang terlalu larut itu dia yang paling bahaya....

gak sedalem sumur di ladang kan mang Abdul :D hehe

Sedikit ada puting beliung jg mang :D

Suka kok sama kalimat, suka itu sama mantan #eh :D

Owh jd mas Ikrom yg ambil gorengan 3 bayarnya satu :D

Ini di jawab sendiri sama mas Alien -_-

Hahaha di binasakan mas Beny takut nyebar virus yg bernama kenangan itu :D

Mau curhat sama tiang listrik udah jd korban tabrakan mas Ibrahim :D

Aamiin, jangan baper biar aku saja hahaha
emang web ini di design untuk saling berbaperang teh :D

Bener itu mas Wahab, kalo keterusan nanti lupa makan siang :D

Silahkan untuk berkomentar, siapa tau bisa saling kenal dan saling sharing. Sekedar tegur sapa dalam kolom komentar mungkin akan berlanjut untuk kopdar, sejatinya menjalin pertemanan itu lebih indah. Kalau pun ada kekurangan silahkan untuk kritik beserta sarannya. Jangan menyematkan link hidup di kolom komentar.
EmoticonEmoticon