Friday, February 16, 2018

Dilema Meminjamkan Uang Kepada Teman

MySatnite.com - Dilema Meminjamkan Uang Kepada Teman

Dilema Meminjamkan Uang Kepada Teman
Sumber pic masih dari pixabay
Ruang tamu
Postingan ini dikirim oleh:
Photo


Seorang traveler baper, penghulu kaum jomblo, owner dari blog Ngayap.com

Pinjam meminjam uang merupakan suatu hal yang lazim dilakukan oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Karena sebenarnya baik yang memberikan pinjaman dan pemberi pinjaman sama-sama di untungkan.

Yang meminjam dapat menggunakan uang yang dipinjam untuk kebutuhannya sedangkan yang memberikan pinjaman dapat menolong sesama.

Dalam Agama Islam juga, masalah pinjam meminjam di atur dengan cara yang jelas. Bahkan banyak pendapat ulama yang mengatakan meminjamkan uang pada hakikatnya sama dengan meminjamkan barang.


Jangan lupa baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan

Meminjamkan Uang Kepada Teman Itu Baik Tapi


Sebagai makhluk social memang kita tidak bisa hidup sendiri dan melakukan semuanya dengan sendiri. Kita sangat membutuhkan bantuan dari orang lain, termasuk ketika membutuhkan dana yang sangat mendadak dan kala itu keuangan sedang tidak baik.

Salah satu solusi yang paling sering digunakan adalah meminjam. Meminjam uang kepada teman adalah hal yang lumrah dilakukan, tapi sebagai peminjam dan pemberi pinjaman juga harus mempunyai niat yang baik, mulai dari niat ingin membayar sesuia dengan kesepakatan.

Pengalaman Meminjamkan Uang ke Teman


Jika ada teman yang ingin meminjam uang ke saya, saya sangat tidak bisa untuk menolaknya karena saya merasa kasihan dan saya juga sudah kenal dia. Hanya itu lah alasan umum yang saya gunakan, hingga suatu saat akhirnya saya mulai kapok meminjamkan uang.

Teman yang meminjam uang ternyata banyak yang ingkar janji, mulai dari ingkar janji sebulan, dua bulan, tiga bulan hingga akhirnya menghilang begitu saja. Ketahuilah kawan, uang yang kamu pinjam itu disisihkan untuk biaya kuliah semester adek saya.

Jika uang yang dipinjam berjumlah ratusan ribu saja sebenarnya tidak masalah, tapi jika uang yang diberikan cukup untuk membayar uang kos selama 4 bulan di Jakarta kan cukup nyesak juga, meski alasan dia meminjam untuk kebutuhan berobat keluarganya.

Orang yang memberikan pinjaman belum tentu dia mempunyai uang yang berlebih, hanya saja dia rela mengorbankana kebutuhan lainnya demi kamu kawan.


Uang Juga Bisa Merusak Persahabatan,


Tidak dipungkiri, banyak kasus diluar sana yang sudah sering kita dengarkan dan kita lihat dari berbagai media, bahwa persahabatan bahkan keluarga sendiri bisa bermasalah hanya karena uang. Miris sebenarnya, tapi itu lah faktanya.

Bahkan seorang anak rela memenjarakan orang tua nya hanya demi rupiah. Itu sudah hal yang lumrah kita lihat di media televisi di Indonesia. Nah, saya juga mengalaminya.

Sebenarnya saya sudah tidak pernah berkomunikasi dengannya sejak kejadian itu karena memang dia menghilang bak ditelan bumi. Karena chat saya tidak pernah di balas akhirnya saya juga tidak pernah menghubunginya lagi.

Lagian saya bukanlah seorang pengemis, yang harus meminta dan memohon supaya uang saya kembali. Mungkin saat ini  dia lebih membutuhkan daripada saya.Tapi kenyataannya persahabatan yang dijalin akan putus meski tidak ada niat untuk mengakhiri.


“Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu tolong menolong dalam dalam dosa dan permusuhan” Q.S Al Maidah ayat 2

Yang Memberikan Pinjaman Bukanlah Seorang Pengemis.


Sebenarnya kasus ini bukan hanya saya saja yang mengalami. Mungkin banyak teman-teman diluar sana yang mengalaminya. Bahkan teman saya juga mengalaminya, dan dia langsung update status di whatsApp tentang cara dia menagih uang yang dipinjamkannya.

Lantas yang membuat saya sangat heran adalah, dari percakapan tersebut seolah-olah yang memberikan pinjaman adalah pengemis yang harus memohon dan meminta supaya uangnya kembali.
 Bukankah dulu kamu datang dengan senyum manis dan sopan santun meminta untuk dibantu?

Lantas, begini kah cara kalian membalas pertolongan dari teman kalian? Jika memang tidak berniat untuk mengembalikan cukup kamu memberi penjelasan, supaya semuanya berakhir dengan baik-baik saja.

Ketahuilah kawan, uang bukan lah segalanya, jadi masih bisa diselesaikan dengan cara yang baik tanpa harus membuat pemberi pinjaman seperti pengemis.

Cara Menolak Memberikan Pinjaman ke Teman


Sebenarnya untuk menolak permintaan dari teman itu kadang sangat sulit, tapi jika kamu tidak yakin dengan teman kamu atau kamu tidak ingin ada permsalahan yang ditimbulkan suatu saat dikemudian hari.

Kamu bisa kok menolak permintaan teman kamu dengan cara yang halus dan sopan sehingga dia tidak tersinggung.

Salah satu cara yang layak kamu guankaan adalah dengan memeberi alasan yang baik dan tidak berbohong seperti sebenarnya saya ada uang, tapi saya harus membayar tagihan bulanan dan harus mengirimkan ke orang tua, jadi maaf ya saya belum bisa membantu untuk kali ini.

Atau bagi kamu yang berprinsip tidak akan meminjamkan uang ke siapapun bisa menjawab seperti ini

“Maaf belum bisa memberikan pinjaman, karena saya mempunyai prinsip tidak memberikan pinjaman ke siapapun termasuk keluarga”.

Padahal kan jika keluarga tidak harus meminjam tapi sudah selayakanya memberikan. Memang agak sadis sebenarnya tapi cukup bekerja kok kata teman-teman.

Jangan lupa baca juga : Mencoba Menikmati Tulisan Sendiri

Kesimpulan.


Sebenarnya jika kamu mempunyai uang yang berlebih tidak ada salahnya meminjamkannya kepada teman yang membutuhkan tapi perhatikan juga jumlah yang akan diberikan, jika suatu saat tidak dikembalikan jadi kamu tidak akan merasa rugi sekali.

Nah, kesimpulannya sebenarnya ada di tangan kamu. Toh yang mengetahui sifat teman kamu adalah kamu sendiri. Tapi ingat juga, uang memang bukanlah segalanya tapi dengan uang dapat merubah segalanya.

Hanya blogger biasa yang biasa melakukan kebiasaan diluar orang-orang biasa. Blogger part time yang sehari harinya bekerja di perusahaan branding kawasan jakarta.

66 komentar

pinjami uang dengan perjanjian hitam diatas putih, sekarang. yang harus digalakkan mas, takutnya dia menghindar hindar :D

Dari pengalaman yang sudah-sudah sih emang kadang dilema juga mau kasih pinjeman ke teman. Soalnya (dan mungkin juga sialnya) adalah kadang ketika mau nagih utang tersebut malahan kita yang repot, sampai pake bohong segala, keadaan kita dingenes-ngenesin secara hiperbola... hehehe.

cuman, kalu ingat bahwa siapa yang berbuat kebaikan itu kelak akan mendapat kebaikan pula, hati ini bisa agak tenang dikit. :D

salam, Mas. Semoga selalu diberikan kecukupan dan keberkahan rezeki. :D

Heemmhh seharusnya memang yang minjem yang sadar diri ya.. Tapi ada koq yang orangnya ga tegaan seperti ayah saya, meski sudah berkali-kali di tipu teman-temannya tetapi beliau berprinsip suatu saat Allah akan membalas dengan kebaikkan. Dan memang Alhamdulillah benar, saat ayah saya kesempitan, ada orang-orang lain yang dengan tulus menawarkan bantuan

Nah ini nih kadang saya juga bingung memahami saat teman minjem kebetulan budget lagi pas pasan terus mau boong takut dosa ,mau tak kasih entah nanti akan dikembalikan atau tidak jika nagih juga kayaknya gak mungkin karna temen duh bikin bingung jadinya ,hehe

aku pernah pinjam uang sama orang lain ya karena uang di dmpet lagi menipis banget tuh. tapi selang beberapa hari ya pasti dikembalikan. ada tuh yg pinjem uang malah nggak dikembalikan.

aku pernah pinjam uang sama orang lain ya karena uang di dmpet lagi menipis banget tuh. tapi selang beberapa hari ya pasti dikembalikan. ada tuh yg pinjem uang malah nggak dikembalikan.

Kalau aku lihat dulu siapa dan berapa yang aku pinjami. Kalau teman dekat dan bisa dipercaya, baru bisa dipinjami. Tapi dengan jumlah yang sudah dibatasi. Hal itu untuk mengurangi resiko jika uang tidak dikembalikan. Jarang nagih buat dikembalikan, paling tanya "aku ada utang sama kamu ga? Mungkin aja aku lupa kalau masih berhutang sama kamu"

kalau kita tahu bahwa teman kita memang sangat memerlukan tidak apa kalau kita pinjamkan , tapi kalau kita tahu dia suka minjam dan sering lupa bayar ya kita tolak dengan baik

Thsnks ya mimin, curhatan ane di publish jg..

saya pernah jadi peminjam dan yg meminjamkan nih,
di islam juga sudah di bahas ttg beratnya hutang ini, awal minjam juga memang kita niat bgt buat gantinya, cuman pas ada duitnya, cobaannya tu datang,jadinya suka nunda alasan ini itu lah,padahal duitnya ada.
jangan dekati hutang lah intinya.

masalah pinjamin duit boleh aja, cuma usahakan ada hitam di atas putih biar pas di tagih nanti yg minjam udah ga bisa alasan lagi. itu juga untuk kebaikannya dia kan biar ga mati dalam keadaan masih punya hutang. Ngeriii..

Nah kalau yg minjam ini teman akrab jg susah sih buat nolaknya,
kalau orangnya baperan lebih susah lagi. haha..

Btw, Mas idris lagi pusing nagih hutangnya gimana ya ini?

Saya pernah pinjam dan meminjamkan uang. Pernah juga tidak dikembalikan sampe sekarang tapi saya tidak enak menagihnya.

Uang memang bukan segalanya dalam hidup ini tapi kita hidup butuh uang.

wah mulia sekali buat kuliah adeknya, bisa memberikan pinjaman hal yang membanggakan, tapi ya itu kalau lagi berlebih, misal ga mengembalikan tidak dipikir.

Hahaa,,, sekali dua kali ditagih mah wajar, hbs itu lupain aja

Kalau soal hutang itu sangat banyak sekali kemumgkinan-kemungkinan yang dapat terjadi antara peminjam dan pemberi pinjam.

Sebenarnya semuanya akan menjadi baik jika kedua belah pihak saling berprasangka baik.

Khusus untuk si peminjam benar-benar harus serius dalam mengembalikan apa yang dipinjam dan sekecil apapun nominalnya.

Seenggak-enggaknya harus memberi kabar jika memang tidak bisa membayar atau telat membayarnya.

Komunikasi harus selalu di jaga agar kedua belah pihak saling terbuka dan tidak ada dusta.

Pas nagih, bilang aja: Mau saya tagih, apa malaikat yang nagih? :D

Betul juga,, nolak halus aja ya klo ragu ga dibalikin,, coz memang sering minjem kadang tmen jg sering lupa bayar, wkwk

Kalo saya jarang minjem, tapi teman saya yang minjem, dan dilema banget waktu itu, karena katanya mau bayar, eh malah mau minjem lagi, padahal saya juga lagi butuh huhuhu...

Saya baru baru ini juga ngalamin mas, minjemin kepada teman, dan dia ingin ganti saat gajian. Sampai sekarang mah gak ada digantikanπŸ˜…πŸ˜….

Di awal awal ketemu setelah pinjam , dia cuma bilang besok ya uangmu. Dengan santai saya jawab iya aman saja. Eh taunya sampai sekarang udah 1 bulan lebih Gk diganti.

Ya mau gimana, saya juga gak enak untuk ngomong.

Yang sering terjadi adalah, yang meminjam justru lebih galak daripada yang meminjamkan...insya Allah diganti dengan yang lebih baik. Dan pada akhirnya menjadi lebih hati-hati lagi kepada orang yang sudah ingkar..

Wah kalo saya sih jarang yang mau minjem

semakin majunya tingkat kebutuhan manusia , orang tidak bisa menghindari yang namanya life style...ujung ujungnya sono sini nyari pinjaman...wajar mas kasus ini bukan anda saja yang mengalami, saya pun juga begitu

Pernah sih ngalamin kasus kaya gini. Tapi memang nggak sesering orang lain, karena memang jarang temen yang minjam duit ke saya. Pun saya juga (sepertinya) belum pernah minjem uang ke mereka.

Kalau masalah orang yang nagih pinjeman, terus dibilang 'pengemis', wah itu apa ya nggak kebangetan to? Dulu dia udah rela minjemin uang buat si peminjam dengan niatan untuk membantu, malah ketika ditagih sampai hati bilang begitu. Ckck

Kl pas punya duit lebih ada temen minjem, cus pinjemin.. Gusti nggak akan keliru ngasih kita rezeki. Hhh
Tp suka kesel sih kl minjemin duit ke temen, dia bilang blm bisa ngembalinnya tp update piknik trs, kan ngeselin. Hhh

temen itu klo lagi butuh :)

ini dilema yg sering saya alami

Meminjamkan materi apapun jika pada orang yang membutuhkan tidak ada salahnya kita membantu kesusahannya teman atau keluarga yang penting hindari pinjaman-meminjam yang mengadung Riba. Wassalam?

Itulah resikonya jika punya tampang kaya, selalu menjadi tempat untuk pinjam duit, walau sebenarnya tidak punya duit, Dan seandainya memenjamkan belum tentu kelebihan duit. Soal tidak kembali, ya itu sudah menjadi resiko. Ikhlas :)

Berat sih mas kadang kalau kita mau minjemin uang ke teman. Kalau saya sih, sekali dia udah ngga balikin uangnya sesuai apa yg dia ungkapin, yah sampai disitu pula kepercayaan saya ke dia berakhir. Jadi sekarang kalo mau minjemin apa-apa ke teman, ngeliat orangnya dulu apakah bisa dipercaya atau ngga. πŸ˜„

Bner tuh mas fajar, sbagai bukti nantinya jika kita mau nagih :D

Kalo kita iklas membantu sesama, allah langsung yg turun tangan mwmbantu kita y mbak :D

Apa lg temen dket rasanya klo gk d pinjemin gak enak y mas :D

Banyak banget mas beny, pura2 amnesia :D

Klo temen deket dan bisa di percaya si gk masalah y mas :D

Bner tuh mang, kita tau la siapa temen kita :D

Sama sma mas idris, terima kasih kembali sudah mau nyumbang tulisan di mysatnite :D

Spertinya begitu, dia lg pusing nagih utang :D

Kadang malah yg meminjamkan itu gk enakan mau nagih mbak, uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang :D

Iya sangat mulia yg ngrim tulisan ini mas agus, membiayai kukiah adeknya :D

Kalo belum ada lebih baik ktakan belum ada dr pada menghindar itu lebih baik.
Tp manusia beda beda mas :D

Wah serem juga kalo ufah malaikat yg nagih mas zen :D

Kadang bukan lupa mas tp pura pura lupa :D

Kalo itu si serem y mas Amir, belum d bayar malah pinjem lg :D

Mungkin minta di jedotin kedinding dulu mas abdul temennya biar gk ilang ingatan :D

Bner tuh mbak muyas, selalu yg d tagih lebih galakan :D

Demi gengsi mempersulit diri sendiri y kang :D

Saya jg gakpernah minjem, kalo minjem k bos lgsung. Itupun kalo kepepet banget.:D

Yang kayak gini nih yg suka bikin dilema. Mau di tagih juga uang nya belum ada tp kita juga butuh.
Tips dari saya nih supaya ga di hutangi sama temen.
Usahakan hidup jangan glamour, hanya perlihatkan seolah kita juga kekurangan dan jgn pamer kepunyaan kita serta sedikit sesekali mengeluh seolah kita lagi pusing g punya uang. Otomatis org yg mw pinjam uang td mikir kembali (ga tega) untuk pinjam uang ke kita.

berarti minta di jitak itu temenya mbak ella :D

kalo gak butuh lupa ingatan ya mas :D

bener banget itu mang, menghindari riba :D

Iklas jalan terbaik dan semoga Allah menggantinya lewat pintu lain :D

Bner banget mbak Palamui, kita lihat dulu orangnya seperti apa. kalo gak bisa di percaya jangan deh. dari pada nyesel nantinya :D

saya makan indomie terus mas yogi, dan alhamdulillah gak ada yg minjem malah sering di kasihani haha :D

Emang sih serba salah, nggak dipenjemin, kasihan, tapi kalo dipinjemin ya itu resikonya - kadang dibalikin kadang ngga.
Untuk saya - orang yang nggak bisa nagih duit pinjeman dari temen - kadang menjadi dilema tersendiri :(

hehehe iya kalau masalah pinjam meminjam suka bikin urut dada, kalau gak bisa balikin setidaknya ngasih kabar kek, giliran ditagih galakan yg pinjem, dih #eh curcol saya :D

udah jadi resiko sih sebenernya.. dilema kalo mau minjemin mah.
tapi klo saya hanya orang tertentu saja yang mau saya pinjamin.
untuk orang yg g terlalu q percaya, klo dia minjam duit y g q pinjemin.. tapi q kasih duit seadanya yg nominalx tidak besar tanpa perlu balikin.

Bener banget a pinjam meminjam uang juga bs merusak persahabatan. Makanya kalau sebisa mungkin mah jangan sampai ya a pinjemin ke orang, lebih baik ngasi sebisanya daripada ngasi pinjem gede2 a

Hanya gara-gara uang, persahabatan juga bisa ikutan renggang ya. kalo saya jarang minjemin uang, yang ada malah saya yang minjem hahahahahahaha.....

Ketika mau menagih malah bingung :D

Dilema yang sering dialami dalam pershabatan, sayapun pernah mengalaminya, semoga yg meminjami diberikan rizki dari jalan lain yang tak terduga

Minjemin uang ke temen,pas ga punya uang ditagih abis itu temennya ga gubris. Trus rusak pertemanan karena sindir2an di sosmed.
#pokoknya ini bukan pengalaman pribadiku lo ya πŸ˜‚

kasih pinjem uang sama temen itu kudu ikhlas mas...

nek misal kembali ya bersyukur, kalau enggak ya wes ra po po..
nanti kalau ketemu tahun depan tinggal di ingetin, kalau gak ada ya wes..

yang penting jangan sampe sakit hati!

Yang berat itu kalau udahpasang muka melas..... Waduh... Langsun luluh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

kalau saya tetap berteman...namun jika ia pinjem yg kedua kalinya...mmm saya tidak kasih dng alasan lagi bokek dan banyak yg harus dibayar.... :)

emangnya kita mesin ATM ! tul ngk mas.... :)

Silahkan untuk berkomentar, siapa tau bisa saling kenal dan saling sharing. Sekedar tegur sapa dalam kolom komentar mungkin akan berlanjut untuk kopdar, sejatinya menjalin pertemanan itu lebih indah. Kalau pun ada kekurangan silahkan untuk kritik beserta sarannya. Jangan menyematkan link hidup di kolom komentar.
EmoticonEmoticon