Wednesday, January 3, 2018

Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang

MySatnite.com - Dewasa Muda

Usia Bertambah Sisa Hidup Semakin Berkurang
Sumber pic npr(org) tapi di edit lagi

Apa yang sudah kamu lakukan selama hidup dunia ini? Apa yang sudah kamu ketahui selama hidup dunia ini?
Pertanyaan yang selalu saya lontarkan dalam hati setiap tahunnya, setiap angka yang bernama usia itu bertambah. Namun nyatanya jatah hidup didunia semakian berkurang saja tanpa disadari.

Di usia sekarang ini katanya bukan lagi remaja tapi juga belum masuk dewasa, senior saya bilang ini masa dewasa muda. Sudah merasa pede dibilang ada dewasanya.

Terkadang juga masih merasa bingung dimana ada saatnya sudah tidak cocok lagi bergaya rock n roll dan kongkow ditempat tempat remaja.

Merasa sudah saatnya membangun wibawa dan membangun identitas diri, tidak lagi yang namanya mencari jati diri.

Pemikiran yang semakin berubah, dari yang tadinya sekedar hidup santai untuk hari ini saja. Namun sekarang lebih berfikir untuk kedepan, bahkan sudah jauh memikirkan masa depan tapi tetap dengan mempertimbangkan realitas hari ini.


Jangan lupa baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan


Tidak terasa sudah lama juga saya hidup didunia ini


Waktu itu tidak pernah mau menunggu,  walau sedetik sekalipun, semakin hari tidak terasa tahun demi tahun terlewati.

Terkadang masih merasa baru kemarin saya melepas seragam, baru kemarin saya tertawa bersama para sahabat, baru kemarin saya menuliskan dan bercerita omong kosong untuk sekedar menghadirkan gelak tawa. Mencerikatan mimpi mimpi besar dimasa depan.

Namun hari ini saya sudah di masa depan, meski harapan harapan dimasa lalu belum sepenuhnya tercapai, setidaknya saya sudah mulai berproses meraihnya.

“Waktu itu sperti pisau, jika kita tidak bisa menggunakannya dengan baik, dia akan melukaimu”

Menghadapi masalah dengan cara yang semakin berbeda


Setiap orang pasti memiliki permasalahan dalam hidupnya, entah itu dari masalah cinta, persahabatan, keluarga, pekerjaan dan masih banyak lagi.

Dulu jika ada masalah bukan langsung diselesaikan tapi malah update status di media sosial. Status yang memperlihatkan bahwa diri ini sedang banyak masalah antara hidup dan mati, merasa dunia tidak adil, merasa masalahnya yang paling berat di dunia.

Walaupun terkadang hanya sekedar di gigit nyamuk saja, updatnya sudah seperti kena hunus pedang di ulu hati.

Untuk sekarang lebih bisa mengatur diri, mengatur mana yang harusnya di tampilkan dan mana yang tidak seharusnya di publish ke publik.

Setiap menghadapi masalah juga tidak pernah lagi mengadu ke sosmed, karena sudah sadar itu tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada malah terlihat seperti manusia idiot.

Berbagi boleh saja, yang terpenting jangan terlalu menelanjangi diri di media sosial
“Berbagi yang sepantasnya saja, filter mana yang bisa di publish dan mana yang memang seharusnya tidak di tampilkan. Jangan terlalu menelanjangi diri di media sosial”

Sudah mulai pandai berhitung


Bukan berhitung satu sampai seratus, disini sudah mulai perhitungan dengan hal hal kecil yang disaat remaja merasa biasa saja.

Seperti menghabiskan waktu sia sia dengan kegiatan kegiatan yang tidak begitu bermanfaat. Menghabiskan uang sekedar kongkow kongkow bareng teman hanya untuk gengsi semata.

Sekarang sudah mulai perhitungan tapi bukan pelit. Perhitungan untuk memikirkan masa depan. Mulai merasa dari pada uang habis untuk hal tidak berguna lebih baik ditabung.

Meskipun tetap menyisihkan untuk sekedar  memanjakan diri dan memberikan hadiah pada diri sendiri yang sudah bekerja keras.
“Jangan menyia-nyiakan waktu untuk sekedar melakukan hal hal yang tidak berguna, itu tidak akan membawa perubahan yang baik di masa depan”

Selera penampilan yang ikut berubah


Saat remaja tampilan dengan gaya Rock n Roll, rambut sedikit acak acakan, saya sudah merasa orang paling tampan didunia saat itu, meskipun masih terlihat cupu.

Namun semakin kesini rasanya yang seperti itu bukan saya banget, sekarang lebih ingin tampil sederhana namun terlihat dewasa.

Tidak lagi terlalu mengikuti tren yang ada, lebih membangun identitas diri dari penampilan. Karena bukan saatnya lagi mencari jati diri, saya merasa sudah menemukannya.
“Perubahan tidak dapat dipaksakan, namun perlahan waktu demi waktu dari banyaknya perjalanan, pengalaman membuat diri semakin paham. Perubahan akan mengikuti seusai pemikiran dan pola kehidupan”

Sebuah lingkaran pertemanan yang sedikit bergeser


Seiring berjalannya waktu, usia yang katanya semakin bertambah. Terkadang kita tanpa sadar bahwa lingkaran pertemanan semakin mengecil dan menyempit.

Ini sebuah kenyataan yang saya alami sendiri, kehilangan beberapa kontak teman. Semakin hari semakin bertambah kontak yang tidak aktif dan mulai hilang perlahan.

Akhirnya tidak pernah tau kabar dan perkembangan nya. Tiba tiba kabar sudah mau nikah saja, itupun dari media sosial.

Namun dari sekian banyaknya kontak dan teman yang menghilang ada beberapa teman yang masih selalu setia menemani perjalanan dan selalu saling berbagi tentang perkembangan masing masing.

Memang tidak banyak, hanya ada satu dua orang saja, namun ini yang harus saya pertahankan. Mungkin ini yang disebut sahabat sejati.

Tapi memang seperti inilah perputaran kehidupan, siklus yang memang harus dilewati. Pertemuan pasti ada perpisahan.

Bertemu dengan orang-orang baru, cara berpikir yang baru, sudut pandang yang baru, pastinya membuat diri ini semakin berkembang.

Tidak ada yang sia-sia apapun yang terjadi didunia ini, semua sudah diatur oleh yang kuasa.
“Pertemanan itu bukan berlomba-lomba mengumpulkan banyaknya bongkahan batu, tapi lebih mencari sebutir berlian”

Lebih mendekatkan diri dengan Sang Pencipta


Kelakuan saat remaja yang kadang shalat bolong bolong, masih mengikuti hawa nafsu, emosi. Untuk sekarang rasanya sudah waktunya memperbaiki diri, memantaskan diri untuk lebih baik lagi.

Karena merasa usia katanya bertambah namun jatah hidup sudah mulai berkurang setiap harinya. Jadi sudah mulai merasa sayang menyia-nyiakan waktu.

Tidak ada kata menunggu besok atau lusa, seperti yang sering saya dengar  “syarat mati itu tidak harus tua, syarat mati tidak harus sakit, jadi pergunakan waktu mudamu untuk melakukan hal yang bermanfaat setidaknya untuk dirimu dulu,”

Karena saya laki-laki yang pastinya bakal jadi calon pemimpin untuk keluarga suatu saat nanti, jadi harus mempersiapkan diri dari sekarang.
“Hidup didunia itu singkat, pergunakanlan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai lalai dan nafsu mengendalikanmu”

***

Ada banyak yang sudah saya lalui selama 24 tahun ini, benar benar tidak terasa. Mungkin belum ada apa apanya dibandingkan orang orang yang sudah punya segudang pengalaman.

Namun bagi saya sudah sangat banyak perubahan yang saya rasakan, meskipun pengalaman masih belum begitu banyak.

Terutama pengalaman hidup jauh dari orang tua, mengeluarkan biaya makan, tempat tinggal, study yang membuat saya sadar beratnya orang tua saya dulu banting tulang pergi pagi pulang malam demi sekolah dan makan saya.

Di usia yang nominal angkanya semakin bertambah ini, tidak banyak yang saya harapkan, kecuali kebahagiaan dan kesehatan untuk orang orang terdekat saya.

Berapa banyak hal bodoh yang saya lakukan, berapa banyak waktu terbuang sia sia. Ada ketakutan yang selalu menghantui, yaitu diri saya sendiri. Takut diri ini tanpa sadar mengecewakan orang orang yang pernah hadir dalam kehidupan saya, entah yang baru kenal ataupun yg sudah lama.

Meskipun begitu, waktu tidak akan bisa diulang. Mungkin dengan bertambahnya angka ini saya bisa lebih mawas diri.

Hanya blogger biasa yang biasa melakukan kebiasaan diluar orang-orang biasa. Blogger part time yang sehari harinya bekerja di perusahaan branding kawasan jakarta.

50 komentar

Kalau selera penampilan, dari saya dulu tidak pernah berubah. Selalu suka denga gaya 70-an. Celana lebar dibawah. Dan baju lebih suka lipat se-siku.
Justru saya, merasa baru hidup kemarin. Hidup terasa singkat.

Saat kecil di tanya nanti mau jadi apa?
Jawabnnya banyak, polisi, dokter, dsb.
Udah dewasa, di tanya lagi mau jadi
Mmm
Banyak kawan2 yg terlalu ingin posisi atas, seperti halnya jawaban anak kecil.
Seandainya kawan2 mau memulai dari 0, tanpa ada rasa malu, gengsi, dll. Pasti kelak 10 tahun lagi pasti akan sukses.

udah gede di tanyai cita2..
jawabanya: "apa ajalah yang penting kerja" :D

jauh dari orang tua karena menimba ilmu,..

saya dari kecil sudah jauh dari ortu bang.. tetap semangat meraih mimpi, dan mengangkat harkat martabat keluarga...

Welcome to the world nak !

Yang jelas kalo tambah tua tambah banyak kebutuhannya.

Widih, sama bro. Ntah knp sekarang gak suka di kafe, dulu mah tiap minggu jabsnin bae

semakin lama hidup memang berubah ya di. kadang tanpa sadar kita sudah membuat masa lalu itu sebagai bingkai kenangan kita yang akan kita tertawakan pada perjalanan selanjutnya...
tapi itulah kehidupan.

poin yang terpenting tetap berusaha, berdoa, dan berserah mas :)

Masalah penampilan iya sih,, semakin dewasa semakin berbeda penampilan.. Kalau saya makin dewasa makin sederhana penampilannya ahaha..

-Traveler Paruh Waktu

Saya tadinya mengikuti trend aja mas bumi
tapi sudah beberapa tahun ini sudah mulai membangun identitas dan ingin tampil lebih wibawa aja :D

Irvan : Kalo sudah besar di tanya mau jadi apa, rasanya agak aneh juga ya.. :D

Juni : Yang penting halal ya :D

Waah berarti sudah pengalaman jauh dari orang tua
kalo saya baru 5 tahun ini jauh dari orang tua :D

Bener bang, semakin banyak kebutuhan yg diperlukan :D

Iya nih, rasanya udah kurang aja.
gak cocok lagi konkow2 di tempat2 sperti itu, di lain sisi masih ada pengen sesekali :D

Semakin panjang perjalanan, semakin banyak cerita yang bisa bagi. Semakin banyak pengalaman tntang kehidupan untuk menempa diri :D

Kalo berusaha, berdoa inysaAllah itu selalu dilakukan mas :D

Iya mas Bara, rasanya penampilan yang rock n roll udah gak cocok lagi :D

Merasa sudah saatnya membangun wibawa dan membangun identitas diri, tidak lagi yang namanya mencari jati diri.

makjleb tuh tulisan....tapi biasaaaa.....kalau remaja yang mulai beranjak dewasa emang suka lebay, padahal kelakuan mah tetep ajah nggak berubah

berubah jadi satri abaja hitam ya mang? heee
semoga bisa berubah aja kearah yang lebih baik lagi ya min? amin

Hahahahaha... MakJleb itu..
Kan pengen pencitraan gitu atuh mang. . :D

Cepat atau lambat, kedewasaan itu akan muncul ya mas.. kita harus siap menyambutnya. Makin berumur makin meningkat pula sikap dan cara berpikir kita.. Tapi saya lebih suka jiwa muda, biarlah usia ini terus beranjak, namun semangat ingin tetap seperti anak muada, hehehe...

Step step kehidupan perubahan pasti ada, teman lama berkurang itu biasa karena mereka juga punya prinsip sendiri dan teman baru datang itu sesuai dengan kondisi kita saat ini

kalo bicara masalah setiap tahun setiap bertamah umur berkurangnya jatah hidup swlalu saja memiliki kehasan tersendiri. mungkin suoaya makin membuat kita sadar jika hidup tinggal menunggu berakhir saja.

mungkin bisa jadi makin lama dewasa bakal kelewat ya mas :)

Barakallah, semoga semakin baik lagi menjalani sisa usianya, ya..Amiin
Setuju sekali dengan kalimat jangan lagi menelanjangi diri di media sosial, selain mengerikannya penyakit ain, hal semacam itu juga bisa memancing banyak masalah baru...semoga sy pun bisa bijak menggunakan medsos..

Bertambahnya usia menandakan juga proses kedewasaan juga ikut bertambah, dan juga pula selalu dapat bermanfaat bagi orang lain juga :)

Setuju mang, umur boleh tua tapi jiwa tetap muda
tetep semangat dalam menggapai apa yang kita inginkan dan cita citakan :D

Bener mbak maya, siklus seperti ini memang mau tidak mau akan kita lalui :D

Seperti cerita saja mang abdul, setiap paragraf punya cerita dan pastinya akan ada akhir :D

aamiin
memang harus bijak dalam menggunakan sosmed y mbak
setidaknya untuk kebaikan diri kita sendiri :D

Bener mas Rifai, semakin bertambahnya usia harusnya kita selalu introspeksi diri untuk lebih baik lagi

Jalani apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini. perlakukan yang terbaik. *malah nyanyi. :)

satu aja pesan saya dek jangan terlalu mementingkan pandangan orang yang penting baik menurut agama ya itulah yang harus dilakukan

banyak yg mengatakan, tetangga2 atau teman2.. saya dewasa sejak kecil.
mungkin karena jauh dari orang tua dari kecil kali ya, jadi sejak kecil sudah berfikir mandiri..
saya setuju jika segala sesuatu harus dikaitkan dengan sang pencipta..
orang seperti itu biasanya diikuti dengan integritas seperti etika
dan hal yang paling disukai manusia bahkan semua kalangan jika bertemu dengan orang lain yang memiliki etika yang bagus.

tulisannya aduhai banget terus jleb pula di hati..
ketika kita berusaha untuk berubah pasti lingkungan kita atau sesuatu hal juga ikut berubah. misalnya terjun dilingkungan baru, berpisah dengan teman, mantan, jauh dari orangtua, mau gak mau kalo mau merubah sesuatu pasti ada resikonya. PRnya bagaimana kita menghadapinya sehingga menjadi pribadi yg lebih baik.

Saya paling sedih kalo ditanya usia segini udah ngapain aja? Soalnya cuma gabut doang -_-

Bener sih semakin tua seseorang bakal ngalamin perubahan lingkungan. Kaya eaktu kerja dulu. Solidaritas sama rasa itu asdfghjkl yang ada malah "kalo ada duitnya baru kita kerjain"

Curhat di media sosial kebanyakan tentang cinta sih wkwk tapi udah jarang udah move on ke urusan politik :v

Point-pointnya bermanfaat. Mantap!

semakin bertambahnya usia harusnya sifat kekanakan akan hilang pasti. semakin bertambah usia tentu pola pikir akan berubah. yg dulunya mudah panik sekarang harus belajar utk tenang. selamat tahun baru 2018!

pasti lagunya ceribel hahaha bisa aja mas Adi :D

Bener sekali itu mang
terima kasih mang sarannya :D

Waah berarti bener2 hebat dong, sdh pengalaman soal kemandirian
kalo saya baru 4 tahun bang :D

Bener banget mbak daruma, lingkungan kita pasti ikut berubah seiring waktu
dan bagaimana kita beradaptasi, agar mampu mengimbangi. Setidaknya menjadi pribadi yang baik :D

Setidaknya kita banyak belajar mas alien eh kang asep. Dari perjalanan umur kita yang ktanya semakin bertambah ini :D

Selamat tahun baru juga mas benny
bener mas, apa lagi kalo ada kecoa, sekarang harus tenang dan jangan lari duluan :D

umur dewasa itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan :)

semakin bertambah usia, semakin berkurang sisa hidup ini ya mas, harus banyak-banyak beribadah dan berdoa serta harus lebih teliti dlm mengutamakan prioritas yg sdh direncanakan dan harus di dahulukan dalam kehidupan sehari-hari. Yang penting harus tetap semangat Mas Adi :D

Bener sekali mbak firsty
Dewasa itu lebih ke sifat dan watak kita dan itu tidak dipengaruhi usia..smua memang pilihan :D

Bner banget kang Eka, mendahulukan prioritas yg sdh d rencanakan
Yg paling penting mendekatkan diri ke sang pencipta :D

hore.. usianya bertambah, jadi, kapan bikin postingan liburan? :D

Tulisannya inspiratif sekali, aku suka. Jadi ikutan introspeksi diri dan termotivasi untuk melakukan hal2 baik. Makasih udah posting ini..

Silahkan untuk berkomentar, siapa tau bisa saling kenal dan saling sharing. Sekedar tegur sapa dalam kolom komentar mungkin akan berlanjut untuk kopdar, sejatinya menjalin pertemanan itu lebih indah. Kalau pun ada kekurangan silahkan untuk kritik beserta sarannya. Jangan menyematkan link hidup di kolom komentar.
EmoticonEmoticon