Thursday, October 5, 2017

Bahagia Sederhana Seorang Anak Kecil

mysatnite
inspirefirst

Ada kalanya kita berfikir untuk bisa kembali menjadi seorang anak kecil, bisa bebas berlarian kesana kemari tanpa beban yang ada. Paling juga di cariin sama emak kalo pulang nya kesorean. Seperti obrolan malam ini kumpul bareng temen-temen yang memang sudah lama enggak bersua.

Enngak ada acara apapun, hanya sekedar nongkrong di halaman rumah sambil canda tawa sesekali mengenang masa-masa di mana kita masih punya banyak waktu untuk main bersama.

Salah satu temenku bilang "Kapan ya terakhir kali kita ketawa lepas bareng kayak gini, kalo inget waktu kecil dulu kayaknya kangen banget pengen balik kemasa itu" (sambil termenung).
"Iya juga si, rasanya enggak ada beban hidup kecuali PR matematika, itu juga ngerjain nya di sekolah" (sambil tertawa).


Mendengar sentilan-sentilan dari teman-teman ku itu aku pun berfikir kayaknya menjadi anak kecil itu menyenangkan. Enggak perlu namanya mikirin laporan kerja, enggak perlu mikirin bayar kost, tugas kuliah, uang makan, uang bensin yang ada hanya PR matematika.

Anak kecil itu bahagianya sederhana, main bola di lapangan tanpa alas kaki pun sudah membuat mereka bahagia. Cara mereka berteman pun enggak ada yang namanya kebohongan, jujur dengan perasan mereka tanpa kepalsuan.

Enggak kayak kita yang sudah mulai beranjak menuju dewasa muda, perasaan sombong, angkuh, bahkan kebohongan dilakukan. Kadang enggak tanggung-tangung temen sendiri pun jadi korban keegoisannya.
Saat dewasa kita lupa menyederhanakan kebahagiaan, ketutup dengan ambisi-ambisi dalam diri kita.


Anak kecil itu selalu ceria di setiap waktunya, kalo pun sedih paling gara-gara nyariin emaknya yang lagi ngerumpi di rumah tetangga. Mereka enggak pernah menyimpan rasa dendam, kalo kamu lihat anak kecil berantem paling lama juga 1 jam udah itu baikan lagi kayak enggak pernah terjadi apa-apa.
Kenapa setelah gede kita di iringi kebencian, dendam, iri semua campur aduk bahkan sama sodara sendiri.
...
Apa perlu kita jadi anak kecil lagi untuk bisa merasakan kebahagiaan yang sederhana namun indah?.
Sebenernya enggak perlu dan enggak mungkin juga kan kita menyusut kembali jadi kecil lagi.

Yang bisa kita lakukan sekarang adalah jujur, jujur dengan diri sendiri sesekali melakukan hal-hal konyol bareng temen-temen enggak ada masalah kan. Seperti kutipan dari salah satu tokoh anime Gintama, Sakata Gintoki "Cara terbaik untuk menjalani kehidupan penuh adalah menjadi seorang anak kecil, tidak peduli berapa usiamu".

Dewasa enggak melulu tentang kehidupan yang terlalu serius, sesekali longgarkan syaraf-syaraf untuk hal-hal yang membuat kita bahagia sekalipun itu konyol.
...
Masa kecil itu sesuatu yang menyenangkan, masih punya imajinasi yang luas, bebas mengekspresikan diri, jujur dengan perasaan sendiri. Kebahagiaan sederhana dari seorang anak kecil itu terletak dari kepolosannya.

Hanya blogger biasa yang biasa melakukan kebiasaan diluar orang-orang biasa. Blogger part time yang sehari harinya bekerja di perusahaan branding kawasan jakarta.

1 komentar so far

Bahagia ku ketika bermain kelereng dan hujan2an, gak perlu mikir dan menjaga perasaan orang

Silahkan untuk berkomentar, siapa tau bisa saling kenal dan saling sharing. Sekedar tegur sapa dalam kolom komentar mungkin akan berlanjut untuk kopdar, sejatinya menjalin pertemanan itu lebih indah. Kalau pun ada kekurangan silahkan untuk kritik beserta sarannya. Jangan menyematkan link hidup di kolom komentar.
EmoticonEmoticon