Saturday, April 14, 2018

Tuhan Tau Kita Mampu Saling Rindu, Walau Tidak Pernah Bertemu

Tuhan Tau Kita Mampu Saling Rindu, Walau Tidak Pernah Bertemau
Sumber pic dari Unplash


Hai jodohku, masihkah kau menunggu hari ini. Bagaimana dengan kabarmu, aku tau menunggu itu sesuatu yang sangat melelahkan. Kadang ada banyak godaan yang membuatmu berhenti untuk menunggu.

Masih adakah namaku dalam setiap baris doamau di tengah malam, atau sudah berganti dengan nama lain, berganti dengan keinginan dan cita-citamu yang sekarang sedang kamu usahakan.

Aku tau kamu masih menunggu dan berharap untuk segera bertemu sembari harap-harap cemas, apakah kita di pesatukan atau tidak.

Jangan lupa baca juga : Hai Jodoh, Masih Sabarkah Kau Menunggu?


Tuhan tau kita mampu untuk saling rindu


Kita itu mungkin sedikit aneh ya, saling rindu meski tidak pernah bertemu. Aku harap kamu tidak lelah menunggu, aku disini sedang berjuang semampuku agar segera cepat datang kerumahmu untuk bertemu orang tuamu.

Meski kadang ada sedikit hambatan dengan keadaan, namun aku tidak akan kalah dengan keadaan itu. Doamu yang menguatkan aku untuk terus bertahan sampai saat ini. Meski kita tidak pernah saling tau, bahkan sekedar nama sekalipun.


Pernahkah kamu bayangkan pertemuan kita nanti


Adakah terbayang kita dipertemukan nanti, atau mungkin semua tidak seperti yang kita bayangkan. Kita masih belum tau apa kita di pertemukan setelah menjalin persahabatan atau bertemu di waktu yang tidak sengaja.

Biarlah itu tetap menjadi sebuah rahasia Tuhan untuk kita, hari ini kita mungkin saling berharap dan memantaskan diri sebelum pertemuan itu tiba.

Biarkan sang pemilik hati yang menentukan kepada siapa hati ini akan menetap nantinya.

Saling berjuang untuk menjadi  kita


Ada yang bilang perjuangan kita itu aneh, dengan cara yang sedikit aneh di mata orang-orang. Padahal kita hanya meyakini apa yang di janjikan – NYA bahwa manusia itu di ciptakan berpasang-pasangan.

Aku dan Kamu sedang berjuang untuk menjadi kita, meski setiap jalannya tidak selalu mulus. Selalu ada drama di tengah-tengah yang kadang membuat kita goyah, ada yang datang lalu pergi atau mungkin kita yang menghindar. Itulah cara kita yang sedikit aneh katanya.

Meskipun terkadang aku disini sempat goyah, tapi sekali lagi kamu yang menguatkanku. Aku tidak ingin kamu kecewa nantinya.

Memimpikan masa depan itu memang indah ya.. seakan tanpa beban yang menganggu, kadang sampai lupa dengan hari ini.

Kita akan buktikan bersama bahwa janji – NYA itu pasti, meski tanpa pertemuan hari ini. Aku yakin sudah ada tempat dan waktu yang di siapkan untuk kita saling bertemu.

Kita tidak akan mungkin menghindar dari takdirnya. Sekarang kita hanya bisa saling menguatkan karena tidak ada yang tidak bisa selama kita yakin dengan ketentuan-NYA.

Kita hanya belum saling siap, sehingga belum di pertemukan.

Belum selesai. . . . . .


Ruang tamu
Postingan ini dikirim oleh:
Photo

Hanya orang biasa yang biasa melakukan kebiasaan-kebiasaan diluar orang-orang biasa. Blogger part time yang sehari harinya bekerja di perusahaan branding kawasan jakarta.

Wednesday, April 11, 2018

Saya Titipkan Dulu Rasa Ini KepadaNYA, Karena Saya Mulai Jatuh Cinta

Saya Titipkan Dulu Rasa Ini, Karena Saya Mulai Jatuh Cinta
Sumber pic dari om gugel aja


Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hidup kita. Bahkan satu detik kedepan itu sudah masuk dalam masa depan. Tidak ada satupun manusia yang mampu memprediksi kehidupan. Begitu juga tentang perasaan kita, tidak tau kapan cinta itu akan datang, tidak pernah tau kapan perasaan itu akan tumbuh.

Namun seiring berjalannya waktu dari awal saya mengenal kamu, rasa itu mulai tumbuh perlahan. Saya tau ini sebuah kesalahan, karena rasa ini memang belum pantas untuk kita miliki.

Jangan lupa baca juga : Hai Jodoh, Masih Sabarkah Kau Menunggu?


Namun Ada Harap Untuk Bersatu Di lain Waktu


Kehadiranmu begitu indah namun dalam waktu yang tidak begitu tepat. Di saat saya sedang fokus untuk mengejar mimpi dan memprioritaskan orang tua saya.

Namun bukan berarti tidak ada rasa ingin memiliki dalam hati ini, rasa itu ada tapi memang belum waktunya.

Bukan saya menolak sebuah anugrah rasa dari sang pencipta, tapi lebih baik saya sendiri dulu disini dariapada berdua lalu bertumpuk dosa.

Percayalah, sejauh apapun kita melangkah. Jika di Lauh Mahfuzh namamu dan nama saya bersanding kita akan tetap bertemu.

Ada harapan dalam setiap doa yang saya panjatkan, harapan untuk bersatu denganmu dilain waktu. Dalam waktu yang tepat dan keadaan yang sudah saling siap.


Jujur, Saya jatuh cinta dengan sosokmu  yang sederhana itu


Tidak dipungkiri saat pertama kali melihatmu mungkin wajah dan matamu yang membuat hati ini terpikat.

Namun perlahan ketika sudah mulai mengenalmu dengan sosok sederhana dan sifat yang kamu miliki, saya mulai jatuh cinta.

Namun saya sadar ini memang perasaan yang salah, saya tidak ingin mengganggu fokusmu untuk mencpai apa yang kamu inginkan dan kamu cari.

Begitupun dengan saya disini, masih ada prioritas yang jauh lebih penting dari sekedar mengungkapkan perasaan yang belum pantas kita miliki.

Saya akan berusaha memantaskan diri terlebih dahulu, menyelesaikan tugas yang harus saya selesaikan. Semua saya serahkan kepada sang pemilik hati, kita akan berjodoh dan duduk bersamamu di pelaminan atau datang sebagai tamu undangan.

Bukan berarti pasrah tanpa usaha, di sini saya sedang berusaha. Kalaupun kita jodoh akan tetap bersama, kalaupun tidak berarti bukan namamu yang tertulis di Lauh Mahfuzh untuk saya.

Sementara saya titipkan dulu rasa cinta ini kepada pemilik-NYA


Saya titipkan dulu rasa ini kepada Allah, dan biarkan dia yang menjaganya sampai waktu itu tiba saya akan memintanya untuk jatuh cinta kepada jodohku saja. Kepada orang yang benar-banar pantas mendapatkannya.

Menjaga untuk seseoarang yang benar-benar akan mendapingi kehidupan saya. Bukan sekedar rasa cinta sesaat lalu pergi dan menyayat hati.

Sekarang kita fokus memperbaiki diri masing-masing, seperti kata orang tua Jodoh itu cermin diri, bagaimana kita sperti itulah jodoh kita nanti.

Jika nanti kita tidak dipertemukan ditempat duduk yang sama, percayalah hati ini pernah tertulis namamu. Disetiap baris doa yang saya panjatkan pernah terselip namamu.

Mungkin Allah memiliki rencana yang jauh lebih baik dari rencana kita. Yang tidak akan terpikirkan oleh manusia, percayalah itu yang terbaik untuk kita.

***

Menicntaimu itu sulit

Tuesday, April 10, 2018

Tentang Kamu Atau Tidak Sama Sekali

Tentang Kamu Atau Tidak Sama Sekali
Sumber pic dari pexels


Kata orang masa muda itu penuh dengan cerita, dari hal kecil sampai yang besar. Dari mulai jatuh cinta sampai patah hati. Masa muda itu penuh dengan kelabilan, apa lagi di hadapkan dengan sebuah pilihan yang terkadang hanya membuat hati semakin risau.

Kamu yang disana ini untuk kamu yang pernah mengusik kehidupanku. Menanam rindu lalu kamu tinggalkan begitu saja.

Kamu bukan sekedar mengusik, namun sedikit mengubah tatanan kehidupanku. Mengubah kebiasaan sebelum mengenalmu.

Dengan waktu yang tidak sedikit, perlahan kamu menyita semua waktuku. Dari hal kecil hingga melupakan semua yang menjadi prioritasku saat itu.

Kamu menginvasi  setiap harapan-harapan yang beterbangan di pikiranku. Menutup semua jalan, dan menahanku di sini.

Jangan lupa baca juga : Jomblo, Cara Tuhan Mengistirahatkan Kamu Dari Cinta Yang Salah


Merelakanmu Bukan Perkara Mudah Namun Harus


Kamu tau, sisi sore jakarta hari ini. Gelap tertutup awan mendung, tapi tak turun hujan. Aku tau kamu tak pernah tau soal itu.

Rindu yang kamu tanam ini seperti labirin, aku terperangkap didalamnya dan sulit menemukan jalan keluar.

Merelakanmu itu bukan perkara mudah, namun sebuah keharusan. Meski sulit namun perlahan aku bertahan menunggu pengganti yang sepadan.


Mata Sendumu Pasti Selalu Aku Rindu


Lagi-lagi tentang kamu, kamu tak begitu banyak bicara. Terkadang hanya dengan mata sendumu saja aku tau apa yang ada di fikiranmu. Tapi kamu tak pernah tau soal itu.

Sebentar lagi aku tak akan melihat sendunya mata itu. Mata yang pernah membuat sekujur tubuh sedikit kaku saat pertama kali melihatnya lalu kamu hiasi dengan senyum yang begitu mengganggu fikiranku.

Mungkin seharusnya aku tak memikirkan nya lagi dan mulai keluar dari labirin ini.

Kamu Bilang Aku Akan Baik-Baik Saja


Hiburanmu tak membuat senyum di wajahku. Sejak kapan kamu menjadi peramal, tapi mungkin aku akan tetap baik-baik saja.

Karena sebelum hati ini mengenalmu, aku dalam keadaan baik-baik saja. Tapi untuk recoveri kembali itu butuh waktu yang tidak sedikit.

Ayolah, sulit sekali raesanya menemukan jalan keluar dari labirin ini. Apa sudah kamu tutup pintu keluarnya. Tidak mungkin kan aku terus terperangkap didalam sini.

Semua Tentang Kamu Itu Manis Tapi Menyakitkan


Seperti kata beberapa orang, manis jangan dulu ditelan dan pahit jangan buru-buru dimuntahkan. Dari awal aku sudah kebanyakan makan gula, tanpa fikir panjang kuhabiskan tanpa sisa.

Kini tinggal aku nikmati sakitnya. Kamu tau senja di sudut jakarta, harusnya tak pernah aku tanyakan itu, karena memang kamu tak pernah tau.

Kini mendungnya semakin gelap, rintik air dari langitpun mulai berjatuhan satu persatu.
Sejauh mata memandang, hanya terlihat orang-orang yang berlarian untuk mencari tempat teduh, bukanya air itu menyegarkan. Kamau pernah bilang rindu dengan hujan, kamu bilang cinta dengan hujan, kamu pernah berharap satu hari penuh dengan hujan.

Lagi-lagi ini tentang kamu.

Tentang Kamu, Atau Mungkin Tidak Sama Sekali


Hari ini tentang aku yang bertahan dengan perasaan yang aku tau sebuah kesalahan. Menunggu pelangi di balik hujan senja di pojok Jakarta.

Hal yang aneh kan?, mungkin aku harus segera pulang dan meninggalkan sedikit jejak disini yang perlahan terhapus tetesan hujan.

Labirin yang kamu buat terlalu sulit untuk aku jelajahi, terlalu besar untuk aku kuasai. Mungkin sejenak aku berdiam diri didalamnya, menanti sesuatu yang akan menenmukanku lalu membawa ku pergi terbebas dari sini.

Tentang kamu atau tidak sama sekali.

Tuesday, April 3, 2018

Meski Kembali, Sesuatu Yang Telah Pergi Tidak Akan Pernah Sama Lagi

Meski Kembali, Sesuatu Yang Telah Pergi Tidak Akan Pernah Sama Lagi
Lupa saya ini gambar dari mana


Dicintai lalu pacaran puluhan tahun bukan jaminan untuk tidak di tinggalkan. Ini yang terjadi kepada sahabat saya yang sudah satu minggu ini masih saja gagal move on setelah ditinggalkan oleh sang mantan. Ini bukan yang pertama tapi yang kedua kalinya setelah mereka balikan.

Mencintai bukan jaminan kita akan terus bertahan, bisa jadi yang kamu cintai hari ini adalah sesuatu yang akan kamu benci di kemudian hari.

Cinta tidak selamanya menawarkan keindahan. Ketika kamu mulai untuk jatuh cinta bersiaplah untuk patah hati juga.

Dicintai dan mencintai bukan berarti kamu sudah berhak untuk memiliki. Ada saatnya cinta itu akan pergi meninggalkanmu.

Tidak ada yang abadi di dunia ini, namun terkadang merelakanpun sangat sulit dilakukan. Tentunya sudah begitu banyak kenangan yang terpatri dalam keseharian bersamanya.

Tapi bukan berarti yang pergi tidak akan kembali, ada saatnya cinta itu bersemi kembali dan menyadari kamulah yang pantas di cintai.


Jangan Lupa Baca juga : Perihal jodoh, Biarkan Tetap Menjadi Skenario Allah

Menerimanya kembali atau tidak sama sekali


Memaafkan dan tidak membenci itu pilihan yang bijak, tapi untuk menerima kembali setelah terluka mungkin butuh waktu sejenak berfikir lagi.

Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, begitupan dia yang telah menyakitimu. Mungkin kesempatan ini akan memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.

Kembali itu mudah, tapi soal rasa pasti akan sulit kembali semula. Bimbang antara menerima atau tidak sama sekali.

Yakinkan saja dirimu kalau dia benar-benar ingin memperbaiki bukan sekedar mampir sejenak, karena sudah hilang yang dia dapat disana.

Rasa yang bercampur aduk antara benci dan cinta


Benci dan cinta itu beda tipis, bahkan terkadang sulit untuk dibedakan. Dia ingin kembali mengulang semua dari awal setelah mengecewakanmu.

Tentu ada dilema dalam diri kamu, yang pasti masih ada rasa kesal saat kamu di tinggalkan demi orang lain. Disisi lain masih ada rasa cinta yang tersisa, meski tidak terlalu banyak rasa itu merayu kamu untuk kembali bersama dengannya.

Walaupun kembali bersamapun akan ada rasa yang tidak sempurna lagi. Seperti cermin yang pecah, akan sangat sulit menyatukan kembali. Meski bersatu tidak akan sempurna bahkan ada pecahan yang tajam dan bisa setiap saat melukai.

Jangan terlalu cinta, kamu akan kecewa dua kali


Kejadian pertama bisa menjadi bahan pelajaran untuk kamu. Setidaknya jangan terlalu memberikan perasaan  yang kamu punya.

Cintailah sewajarnya saja, bukan berarti membohongi. Hanya saja antisipasi, ketika kamu kecewa kedua kalinya kamu sudah siap untuk menghadapi.

Bukan untuk berprasangka buruk sama dia, tapi kembali saling mencintai tidak menjamin untuk tidak saling pergi bukan.


Sesuatu yang telah pergi lalu kembali itu tidak akan pernah sama lagi


Sulit memang menolak ketika masih ada rasa yang tersimpan lalu dia ngajak balik lagi. Meski perasaan itu campur aduk atara benci dan cinta. Tapi tetap saja rasa ingin bersamanya itu lebih besar.

Namun, meski kamu dan dia bisa bersama lagi. Ada hal yang berbeda akan kamu rasakan ketika bersamanya.

Ada rasa hambar yang mengambang, ini hanya ego atau memang cinta. Rasa untuk saling percayapun berkurang karena ada trauma yang sulit lupa.

Semakin hari rasa itu bukan bertambah tapi berkurang. Seiring waktu kamu akan merasa jenuh dan bosan.

Tidak ada jaminan kalian akan terus bersama, tidak ada jaminan bertahan dalam rasa kebohongan. Pada akhirnya yang pergi lalu kembali tidak akan pernah sama lagi.

Kecewa dua kali itu salah sendiri, berharap kepada manusia  pasti akan menemukan kecewa.

Friday, March 30, 2018

Perihal Jodoh, Biarkan Tetap Menjadi Skenario Allah

Perihal Jodoh, Biarkan Tetap Menjadi Skenario Allah
Sumber pic kali ini dari Islamidia


Aku akan menyerahkan semua urusanku pada Allah. Tentang semua resah, gelisah nan gundah, tentang rasa yang pernah kalah, tentang luka yang begitu parah dan tentang semua kejadian yang pernah terjadi dalam hidupku yang membuatku semakin mengerti apa arti dari seorang hamba.

Saat ini, aku hanya bisa pasrah, sabarku telah menyentuh langit dari dasar laut yang paling dalam. Aku tak ingin menjadi sebuah perahu yang tak berpenumpang, aku tak ingin menjadi pesawat tanpa pilot dan aku tak ingin juga bagai daun yang gugur di musim semi.

Jangan pernah kamu tanyakan kenapa pada perahu yang di hanyut dihempas ombak atau pada pesawat yang jatuh tanpa kendali itu, karena pilotnya hilang tak bertanggungjwab. Jangan tangisi perahumu, jika tak bisa lagi mengantarkanmu. Sebab, tenggelam lebih tenang dari pada mengambang.

Aku Selalu Berjuang Tanpa Terukur, Menemani Rasa yang Tersuhur.


Selama ini aku berjuang tanpa terukur, tawa tangis menemani rasa yg tersuhur, Terabaikan dalam perjuangan, aku rasa adalah hal yg wajar. Dan menghilang dari peredaran kini pilihan hatiku yang lelah mencari tempat bersandar. Aku memang pernah berkata akan memperjuangkanmu sebagai kasih yang aku cintai

Namun, akupun tak akan bisa menyangka, Hati ini berhenti dari harap yg dangkal tanpa dipinta, Langkah ini patah di tikam acuh yg tak bisa ku bantah. Aku tak bisa berdiam diri menikmati luka, meratapi nasib yang naas Sebab Allah memerintahkan untuk terus mencari obatnya.

Kumohon padamu, tolong kembalikanlah seonggok daging hatiku. Biar aku meramu obat pada luka yang menganga dalam kesendirianku.

Jangan Pernah Menahan Perasaanku yang Mengalir, Sungguh Ini Sangat Menyiksaku


Jangan pernah menahan perasaanku yang terlanjur mengalir. Aku ingin labuhkan pada arus lurus ke hili. Meski aku tak pernah tahu akan berujung dimana. Namun yang aku tahu, Allah takan membiarkan aku hanyut begitu saja. Seikat hening dari sisa perjuangan ini adalah sebagai obat untuk proses sembuh dan aku tak ingin  perang pada rasa yg kedua kalinya salah.

Aku selalu ingin hari esok yang lebih baik, tersentuh hangat mentari di pagi hari, tersenyum lepas di ufuk lelah pada sisa kisah, tertawa tanpa akhir yg mengundang tangis Seperti kala kecil yang tak memikul beban dalam menjalani hari. Setiap malam aku terus merenung, Belajar menerima kenyataan yg terabaikan.


Doaku Hanya Satu, Semoga Kau Bisa Bahagia Selamanya


Setiap malam doaku selalu untukmu, Semoga kau bisa menyebrangi lautan untuk pulang tanpa perahu yg kau tinggalkan atau kau terbang melintasi awan tanpa awak pesawat yg telah kau hancurkan. Aku rasa cukup sampai disini.

Pada lelah hati yang cukup menyakiti, pada kisah cinta yang tak sempurna dan pada luka yang terlanjur mengangah. Sekali lagi, biarkanlah kisah ini menjadi kenangan dan pelajaran bagi perjalanan hidup kita masing-masing yang bisa menempa hati supaya lebih kuat.

Memang sudah ditakdirkan bila kita tak berjodoh. Perihal jodoh, biar itu skenario Allah. Entahlah, Kau yg akan kembali atau kau hanya sekedar pelajaran hidup yg begitu berarti.



Ruang tamu
Postingan ini dikirim oleh:
Photo

Seorang traveler baper, penghulu kaum jomblo, owner dari blog Ngayap.com.

Saturday, March 24, 2018

Disini Aku Rindu, Bagaimana Kamu Disana

Disini Aku Rindu, Bagaimana Kamu Disana
Sumber pic Pexels


Mungkin berat ya untuk kita, atau hanya untuk aku sendiri. Kita mungkin saling rindu tapi tak mampu bertemu. Kita saling menunggu tanpa ada seorangpun yang tau, kita saling saut dalam doa mengadu kepada sang pemilik cinta.

Hai, ini malam minggu yang kesekian kalinya. Namun kita masih belum bisa berjumpa, masih tetap sama saling sapa dalam doa tanpa tau kabar bagaimana.

Cara kita mungkin tidak biasa di mata orang, cara kita sedikit aneh di mata mereka. Tapi mereka tidak perlu taukan, Cukup DIA kemudian saya yang tau rasa ini.

Aku bukanlah orang yang pandai mengartikan sebuah rindu lewat hujan, aku juga tidak pandai mengungkapkannya lewat lagu.

Aku tau kamu hari ini sedang menunggu, bukan hanya hari ini tapi sudah lama menungguku. Maaf untuk waktu yang kamu habiskan itu, kamu tidak lelahkan menunggu.

Jangan lupa baca juga : Hai Jodoh, Masih Sabarkah Kau Menunggu?

Aku tuangkan rindu itu dalam bait doa


Seperti inilah cara kita membingkai rindu, tanpa perlu mengumbarnya lewat media. Tanpa seorangpun yang tau bahwa kita saling sebut dalam doa.

Seperti inilah cara kita menghabiskan senja, tidak harus duduk berdua saling pandang di bawah langit jingga.

Rindu ini sudah terlalu berat untuk aku atasi sendiri, aku harap kita segera bertemu. Aku tau aku yang akan menjemputmu, jadi tetaplah sabar menunggu.

Bagaimana dengan harimu?


Disini sudah mulai senja, dan langit sedikit cerah tanpa ada tanda-tanda hujan akan turun. Bagaimana dengan langitmu disana?.

Bagaimana dengan hari ini?, apa harimu menyenangkan?. Aku harap semua yang kamu lakukan di mudahkan oleh - NYA.

Aku harap senjamu cerah dan tentunya bukan sekedar senja tapi hatimu jg cerah tanpa ada sendu di mata.

Sebentar lagi malam dan saat inilah kita bisa saling sapa, saling mengungkapkan bait rindu kepada-NYA.

***

Disini aku rindu, bagaimana dengan mu disana?. Tapi aku yakin pertemuan kita itu pasti, jadi tetaplah sabar menunggu.

Banyak orang yang datang untukmu lalu pergi dengan kecewa, mungkin malam ini kamu sedikit mendesak mengapa aku terlalu lama datang.

Percayalah, aku akan segera menemukanmu dalam sujud istiqarahku. Tetaplah jaga hati dan imanmu.

Selamat malam minggu ya untuk kamu.



Ruang tamu
Postingan ini dikirim oleh:
Photo

Seorang yang selalu setia dengan status jomblo, menanti yang tak pasti. Ya.. menanti kamu ninggalin pacar kamu.

Thursday, March 22, 2018

Kamulah Satu Doa Yang Ingin Aku Segerakan

Kamulah Satu Doa Yang Ingin Aku Segerakan
Sumber pic, pexels terus saya blur dan edit sesuka hati


Kita tidak pernah saling tegur sapa sebelumnya, untuk melihatmu saja rasanya malu diri ini. Aku dan Kamu tidak pernah saling kenal sebelumnya, bahkan kita sering berpapasan namun tidak ada saling mengetahui.

Sampai sang pemilik hati membalikan perasaan kita untuk ingin saling kenal. Bahkan dengan hal yang tidak pernah kita bayangkan.

Hari inipun kita bukanlah sepasang kekasih yang berbagi kalimat manis dan untaian kata indah setiap harinya.

Namun, kita melewati semuanya dengan canda, tawa tanpa sadar hati semakin berat. Tatap mata yang mulai berbeda, cara bicara yang mulai berubah seakan menandakan sebuah perasaan yang terpendam jauh di dalam.

Begitu juga dengan diriku, tapi rasa malu untuk mengungkapkan itu jauh lebih besar. Meskipun begitu kita saling memberi pesan rahasia ketika terlbat dalam obrolan yang seru.

Seperti yang kamu bilang waktu itu, kamu menolak seorang pria yang menungkapkan perasaan  nya kepadamu dengan alasan tertentu.

Alasan yang kamu buat itulah yang membuat aku yakin dan semakin jatuh hati dengamu. Kita saling paham tapi kita tidak ingin saling mengungkapkan, karena masih ada batasan yang kita jaga.

Jangan lupa baca juga : Hai Jodoh, Masih Sabarkah Kau Menunggu?

Ketahuilah, Kamu adalah doa yang ingin aku segerakan


Mungkin lidah kelu untuk mengatakannya dihadapanmu, hati ini malu untuk bisa mengutarakan niatku. Tapi ketahuilah, aku diam-diam menyebut namamu dalam setiap untaian doa.

Bahkan aku terang-terangan memintamu kepada sang pemilik hati, agar membalikan hatimu untuk mencintai aku.

Aku bukan sekedar meminta hatimu untuk mencintaiku, tapi aku ingin bisa menyegerakan perasaan ini. Perasaan yang lahir karena kebiasaan, perasaan yang hadir dari canda dan tawa.

Aku berharap kamu di sana sedang berdoa yang sama saat ini, tetaplah menunggu karena aku yang akan menjemputmu.

Percayalah, Aku sedang melatih lidah kelu ini untuk menjawab pertanyaan dari Ayahmu


Setelah aku melobi sang pemilik hati, sekarang hanya melatih lidah ini agar mampu menjawab setiap pertanyaan yang Ayahmu berikan.

Aku bukan menunda, tapi sedang menyiapkan. Aku tidak ingin satu kesalahan membuat semuanya berakhir.

Setelah Ayahmu, mungkin aku harus berusaha meyakinkan Ibumu. Orang yang selalu khawatir terhadapmu.

Sekarang aku mulai sedikit melatih kepercayaan diri, agar meyakinkan Ibumu bahwa anaknya dititipkan kepada orang yang tepat.

Rasa ini tidak perlu diungkapkan lewat lisan kepadamu kan?, kamu pun sudah mengetahui tanpa aku beritahu.

***

Percayalah, kamu adalah satu doa yang ingin aku segerakan. Setiap malam aku meminta kepada sang pemilik hati.

Aku berharap aku adalah alasan kamu tidak ingin mencari yang lain lagi, aku harap kamu yang duduk di belakangku dan mengamini setiap doaku.

Aku harap kamulah yang akan aku bangunkan nanti di setiap sepertiga malam dan aku yang berdiri di depan untuk menjadi imammu.