Wednesday, February 21, 2018

Bertahan Karena Jarak Itu Hanya Omong Kosong?

MySatnite.com - Bertahan Karena Jarak Itu Hanya Omong Kosong?

Bertahan Karena Jarak Itu Hanya Omong Kosong?
Sumber pic, kali ini saya main hati ke pexels masih cari yg gratis dan legal

Cinta itu tidak cukup hanya sekedar kata, bahkan sebuah pembuktianpun tidak menjamin kalau itu cinta. Tapi cinta tanpa pembuktian dibilang sekedar semu belaka. Kala sebuah gombalan hanya sebuah tipuan semata. Bicara cinta memang tidak pernah ada habisnya.

Semua orang punya definisi sendiri-senidiri tentang cinta, terserah bagaimana mereka mendefinisikannya.

Kali ini terlontar dari seorang teman yang gagal mempertahankan hubungan antar provinsi. “Alah bertahan untuk cinta jarak jauh itu hanya omong kosong doang, mending kamu putisin aja Mal” sambil berjalan ke arah dapur menasehati kamal teman satu kamarnya.

Saya hanya tersenyum melihat perdebatan mereka yang tidak pernah ada ujungnya, bahkan sudah dua hari ini mereka debat soal mempertahankan hubungan yang beda pulau dan provinsi.

Hal semacam itu seharusnya bukan untuk diperdebatkan, tapi ya begitulah. Setiap orang memiliki pendapat dan argumen berbeda.

Ada yang berbicara lewat pengalaman yang dialaminya, ada yang berbicara dengan logikanya, ada yang berbicara dengan pemikiran rasionalnya,  juga yang bicara karena memang sedang jatuh cinta.

Seperti pendapat dari beberapa ahlinya tentang cinta, tidak ada gunanya menasehi orang yang sedang jatuh cinta, kamu seperti bicara dengan orang yang fanatik dengan satu partai dan menyuruhnya untuk pindah, hanya sia-sia belaka.

Tidak ada yang salah dari pendapat manapun, semua tergantung bagaimana kita menyikapi dan menjalani bubungan itu sendiri.

Jangan lupa baca juga : Yang Meredup dan Menyala Karena Jarak


Bertahan karena jarak?, kenapa tidak.


Jarak bukan suatu halangan untuk menjalin sebuah hubungan. Malah menurut saya ini jauh lebih bagus dibanding yang jaraknya hanya lima langkah.

Kamu akan merasakan apa yang namanya rindu, rindu baik untuk suatu hubungan. Tapi yang terpenting jangan berlebihan saja, apa lagi sampai rindunya melebihi rindu kepada sang pencipta.

Kamu juga bisa belajar untuk saling  percaya satu sama lain, kalau biasanya kamu melihat doi tiap hari setelah membuka mata dan jendela kamar.

Tapi tidak untuk yang jarak jauh, ketika membuka mata mungkin yang difikiran masing-masing hanya membayangkan sedang apa dia disana. Apa lagi untuk yang bukan sekedar beda provinsi, tapi juga beda waktu.

Selain belajar untuk saling  percaya, tentunya bisa belajar untuk setia. Menahan godaan yang hilir mudik berganti. Mungkin ini ujian yang harus bisa di lewati jika kamu ingin bertahan meski lautan memisahkan.

Untuk bertahan kenapa tidak, apalagi ketika kalian mampu mempertahankan hubungan antar provinsi sampai menuju halal, itu sesuatu yang bisa kalian banggakan dan mungkin bisa menjadi inspirasi untuk anak muda lainnya bahwa jarak bukan suatu halangan.

Ketika bertemu, kalian juga bisa melepas semua rindu yang tertahan selama jarak memisahkan, apa lagi sudah sampai hubungan yang halal. Kalian bisa bebas untuk bersama, menghabiskan waktu yang hilang dulu, melepas semua rindu yang katanya berat itu.

"Tidak saling mencari tapi saling merindukan. Tidak saling mengabari tapi saling mendoakan"


Ketika jarak itu tidak menjauhkan kamu


Kenapa harus merasa jarak itu sebuah tembok besar yang menghalangi hubungan kamu dengan doi. Apa lagi sekarang kamu hidup di zaman yang katanya modern ini.

Yang beda negara saja bisa lebih dekat, apa lagi hanya sekedar beda provinsi. Masih satu negara ini, banyak pilihan operator seluler hanya untuk sekedar saling say hai.

Chating, video call, kirim voice, foto, video bisa kamu lakukan untuk lebih mendekatkan. Jika semua itu masih belum bisa membuat kalian terasa dekat.

Libatkan Allah didalamnya, tentu masih ada doa, masih ada sepertiga malam. Jadi kenapa harus bilang jarak itu omong kosong.

Tapi balik lagi kepada persepsi setiap orang yang berbeda-beda. Ada yang hanya beda kota saja sudah seperti beda benua, bahkan beda RT/RW saja terasa seperti beda negara.

Jadi, semua tergantung kepada pemikiran kamu, dan bagaimana kamu meyakinkan dia bahwa kamu siap bertahan.

Baca juga ya : Bukan Hanya Badai Jomblo Juga Pasti Berlalu

***

Semua memiliki pandangan tersendiri, tapi menurut saya jarak bukan suatu halangan. Jika memang jodoh tidak akan kemana, pasti akan dekat juga.

Walaupun yang hanya jarak lima langkah sekalipun, jika dikehendaki bukan jodoh ya tetap menjauh juga.

Walaupun yang jauh sudah memiliki pacar, tapi Tuhan bilang dia sama kamu, pacarnya bisa apa?

Friday, February 16, 2018

Dilema Meminjamkan Uang Kepada Teman

MySatnite.com - Dilema Meminjamkan Uang Kepada Teman

Dilema Meminjamkan Uang Kepada Teman
Sumber pic masih dari pixabay
Ruang tamu
Postingan ini dikirim oleh:
Photo


Seorang traveler baper, penghulu kaum jomblo, owner dari blog Ngayap.com

Pinjam meminjam uang merupakan suatu hal yang lazim dilakukan oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Karena sebenarnya baik yang memberikan pinjaman dan pemberi pinjaman sama-sama di untungkan.

Yang meminjam dapat menggunakan uang yang dipinjam untuk kebutuhannya sedangkan yang memberikan pinjaman dapat menolong sesama.

Dalam Agama Islam juga, masalah pinjam meminjam di atur dengan cara yang jelas. Bahkan banyak pendapat ulama yang mengatakan meminjamkan uang pada hakikatnya sama dengan meminjamkan barang.


Jangan lupa baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan

Meminjamkan Uang Kepada Teman Itu Baik Tapi


Sebagai makhluk social memang kita tidak bisa hidup sendiri dan melakukan semuanya dengan sendiri. Kita sangat membutuhkan bantuan dari orang lain, termasuk ketika membutuhkan dana yang sangat mendadak dan kala itu keuangan sedang tidak baik.

Salah satu solusi yang paling sering digunakan adalah meminjam. Meminjam uang kepada teman adalah hal yang lumrah dilakukan, tapi sebagai peminjam dan pemberi pinjaman juga harus mempunyai niat yang baik, mulai dari niat ingin membayar sesuia dengan kesepakatan.

Pengalaman Meminjamkan Uang ke Teman


Jika ada teman yang ingin meminjam uang ke saya, saya sangat tidak bisa untuk menolaknya karena saya merasa kasihan dan saya juga sudah kenal dia. Hanya itu lah alasan umum yang saya gunakan, hingga suatu saat akhirnya saya mulai kapok meminjamkan uang.

Teman yang meminjam uang ternyata banyak yang ingkar janji, mulai dari ingkar janji sebulan, dua bulan, tiga bulan hingga akhirnya menghilang begitu saja. Ketahuilah kawan, uang yang kamu pinjam itu disisihkan untuk biaya kuliah semester adek saya.

Jika uang yang dipinjam berjumlah ratusan ribu saja sebenarnya tidak masalah, tapi jika uang yang diberikan cukup untuk membayar uang kos selama 4 bulan di Jakarta kan cukup nyesak juga, meski alasan dia meminjam untuk kebutuhan berobat keluarganya.

Orang yang memberikan pinjaman belum tentu dia mempunyai uang yang berlebih, hanya saja dia rela mengorbankana kebutuhan lainnya demi kamu kawan.


Uang Juga Bisa Merusak Persahabatan,


Tidak dipungkiri, banyak kasus diluar sana yang sudah sering kita dengarkan dan kita lihat dari berbagai media, bahwa persahabatan bahkan keluarga sendiri bisa bermasalah hanya karena uang. Miris sebenarnya, tapi itu lah faktanya.

Bahkan seorang anak rela memenjarakan orang tua nya hanya demi rupiah. Itu sudah hal yang lumrah kita lihat di media televisi di Indonesia. Nah, saya juga mengalaminya.

Sebenarnya saya sudah tidak pernah berkomunikasi dengannya sejak kejadian itu karena memang dia menghilang bak ditelan bumi. Karena chat saya tidak pernah di balas akhirnya saya juga tidak pernah menghubunginya lagi.

Lagian saya bukanlah seorang pengemis, yang harus meminta dan memohon supaya uang saya kembali. Mungkin saat ini  dia lebih membutuhkan daripada saya.Tapi kenyataannya persahabatan yang dijalin akan putus meski tidak ada niat untuk mengakhiri.


“Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu tolong menolong dalam dalam dosa dan permusuhan” Q.S Al Maidah ayat 2

Yang Memberikan Pinjaman Bukanlah Seorang Pengemis.


Sebenarnya kasus ini bukan hanya saya saja yang mengalami. Mungkin banyak teman-teman diluar sana yang mengalaminya. Bahkan teman saya juga mengalaminya, dan dia langsung update status di whatsApp tentang cara dia menagih uang yang dipinjamkannya.

Lantas yang membuat saya sangat heran adalah, dari percakapan tersebut seolah-olah yang memberikan pinjaman adalah pengemis yang harus memohon dan meminta supaya uangnya kembali.
 Bukankah dulu kamu datang dengan senyum manis dan sopan santun meminta untuk dibantu?

Lantas, begini kah cara kalian membalas pertolongan dari teman kalian? Jika memang tidak berniat untuk mengembalikan cukup kamu memberi penjelasan, supaya semuanya berakhir dengan baik-baik saja.

Ketahuilah kawan, uang bukan lah segalanya, jadi masih bisa diselesaikan dengan cara yang baik tanpa harus membuat pemberi pinjaman seperti pengemis.

Cara Menolak Memberikan Pinjaman ke Teman


Sebenarnya untuk menolak permintaan dari teman itu kadang sangat sulit, tapi jika kamu tidak yakin dengan teman kamu atau kamu tidak ingin ada permsalahan yang ditimbulkan suatu saat dikemudian hari.

Kamu bisa kok menolak permintaan teman kamu dengan cara yang halus dan sopan sehingga dia tidak tersinggung.

Salah satu cara yang layak kamu guankaan adalah dengan memeberi alasan yang baik dan tidak berbohong seperti sebenarnya saya ada uang, tapi saya harus membayar tagihan bulanan dan harus mengirimkan ke orang tua, jadi maaf ya saya belum bisa membantu untuk kali ini.

Atau bagi kamu yang berprinsip tidak akan meminjamkan uang ke siapapun bisa menjawab seperti ini

“Maaf belum bisa memberikan pinjaman, karena saya mempunyai prinsip tidak memberikan pinjaman ke siapapun termasuk keluarga”.

Padahal kan jika keluarga tidak harus meminjam tapi sudah selayakanya memberikan. Memang agak sadis sebenarnya tapi cukup bekerja kok kata teman-teman.

Jangan lupa baca juga : Mencoba Menikmati Tulisan Sendiri

Kesimpulan.


Sebenarnya jika kamu mempunyai uang yang berlebih tidak ada salahnya meminjamkannya kepada teman yang membutuhkan tapi perhatikan juga jumlah yang akan diberikan, jika suatu saat tidak dikembalikan jadi kamu tidak akan merasa rugi sekali.

Nah, kesimpulannya sebenarnya ada di tangan kamu. Toh yang mengetahui sifat teman kamu adalah kamu sendiri. Tapi ingat juga, uang memang bukanlah segalanya tapi dengan uang dapat merubah segalanya.

Wednesday, February 14, 2018

4 Nasihat Para Blogger Yang Pernah Saya Dengar

MySatnite.com - Nasihat Yang Sering Saya Dengar

Nasihat Para Blogger Yang Pernah Saya Dengar
Sumber pic ya masih dari pixabay, disana yg cuma mengerti saya karena gratis dan legal



Saya mungkin baru-baru ini terfokus didunia blogging, pada awalnya saya memulai blog ditahun 2010. Namun begitu banyak kendala yang pada akhirnya vakum sampai waktu yang lama. Beberapa kali saya mencoba mulai blogging lagi tapi berakhir sama.

Dari mulai blog tentang komik, blog donwload, streaming, personal, gado-gado sampai blog yang hanya membahas berita viral.

Beberapa kali gagal di dunia blogging tetap saja tidak membuat saya menyerah begitu saja, sampai akhirnya saya memulai blogging lagi dengan Mysatnite yang niche nya juga saya tidak tau tentang apa.

Banyak blogger yang saya kenal meski hanya bertegur sapa dalam maya, dari tegur sapa itu banyak pelajaran yang saya dapatkan. Terutama nasihat yang mereka berikan benar-benar mampu mengembalikan semangat dan energi postitif buat saya.

Jangan lupa baca juga : Belajar Dari Kucing Untuk Membuat Sebuah Konten

Jangan membuang banyak waktu kamu


Ketika memulai blogging untuk pertama kalinya atau mulai membangun blog baru tentunya lalu lintas yang kita miliki itu sangat sedikit.

Tentu saja, kita harus memulai membuat konten dan mulai mempromosikan blog kita. Tapi tidak semudah itu untuk menarik pengunjung dengan hanya membuat konten dan promosi saja.

Blog yang baru pastinya belum terlihat dan dikenal, alih-alih kita menulis untuk menambah konten dan mempromosikannya, terkadang kita hanya asyik bersosial media dan mengharapkan pengunjung datang dengan sendirinya.

Nasihat dari para blogger bilang janganlah buang waktumu, luangkanlah setidaknya satu jam untuk mempromosikan blog.

Misalnya dengan menjadi penulis tamu di blog-blog besar, media, berkomentar di blog lain, berinteraksi di forum yang memiliki kesamaan dengan niche blog kita, dan lain sebagainya.

Tentunya jangan membuang waktumu untuk bersantai dan mengabaikan blog kamu.

Artikel kamu kurang bermutu atau tidak menarik


Untuk beberapa blogger bisa menghasilkan postingan yang hebat dan kaya konten setiap harinya. Tapi tidak semua mampu melakukannya, apa lagi untuk kita yang masih pemula.

Terkadang kita menemukan ide dan menulis apa saja yang ingin kita tulis lalu menekan tombol publish, itu memang sesuatu kebanggan dan rasa lega di hati.

Tapi kadang kita melupakan sesuatu hanya untuk sekedar memenuhi target sewenang-wenang kita, update setiap hari dan masa bodo dengan konten kita.

Nasihat dari para blogger bilang, luangkanlah waktu yang lebih lama disetiap postingan kamu dan lihatlah kesalahan-kesalahan umum blogging yang sering dilakukan.

Seperti ada typo, paragraf yang tidak rapih, tanda baca yang tidak pas, tata bahasa yang sulit dipahami dan pembahasan yang terlalu panjang lebar.

Lebih baik bersabar dan menunggu beberapa hari untuk di evaluasi lagi dan mengeditnya kembali. Jadikan ini sebuah kebiasaan maka alam bawah sadarmu akan terbiasa dengan postingan yang baik dan rapih.


Pembaca tidak menyukai blog kita


Kita mungkin pernah mampir di suatu blog yang isinya ternyata begitu banyak iklan bertebaran dimana-mana.

Meskipun kontennya beragam dan pembahasannya mendalam, tapi merasa terganggu dengan iklan.

Tidak ada yang salah dengan ini, setiap blogger juga butuh timbal balik dari apa yang mereka sudah berikan dalam konten mereka.

Apa lagi konten yang diberikan sangat bernilai dan luar biasa, tentu kita membutuhnkanya.

Nasihat dari para blogger bilang, buatlah nyaman pembaca dan pengunjung kamu terlebih dahulu. Jangan berambisi untuk kepentingan uang semata, nikmati blogging dengan rasa memberi. Soal timbal balik itu pasti, ada saatnya kita akan mendapatkannya.

Untuk seorang pemula mungkin kita harus membangun kepercayaan terlebih dahulu apa yang diinginkan pembaca.  Postingan pendek?, pembahasan yang mendalam?, atau sekedar postingan ringan yang sedang viral.


Kita mulai lelah dan kehabisan waktu, terkadang juga merasa bosan


Kita mungkin punya kegiatan lain di luar blogging, sperti bekerja, study, dan mengurus keluarga. Atau mungkin semuanya dalam bersamaan.

Dilain sisi kita ingin bertahan dalam dunia blogging, tapi waktu yang kita miliki tidak begitu banyak. Terkadang kita mulai merasa lelah untuk membuat sebuah postingan reguler.

Pada akhirnya kita jenuh dan bosan, ini akan berdampak dengan postingan yang kita tulis. Terkadang hanya sekedar yang penting ada postingan,  kita menulis asal saja lalu mengabaikannya. Postingan akan terasa biasa dan mulai ditinggalkan pembaca.

Nasihat dari para blogger bilang, jika kamu merasa mulai kehabisan waktu dan lelah maka istirahatlah. Ambil cuti ngeblog untuk beberapa hari atau beberapa minggu kedepan.

Beritahu para pembacamu atau yang sering mampir keblog kamu bahwa kamu tidak update untuk beberapa mingu kedepan dan akan segera kembali lagi.

Kamu bisa menikmati waktumu dengan keluarga dan refreshing, ketika kembali dalam blogging kamu merasa fresh dan mulai dengan ide-ide baru yang akan memanjakan mata para pembaca.

>***<

Jangan lupa baca juga : Tidak Memiliki Cukup Waktu Untuk Blog Kita Sendiri

Itulah beberapa nasihat dari para blogger yang pernah saya dengar, tentunya masih banyak lagi nasihat yang mampu membuat  kita semangat untuk ngeblog.Tapi tidak akan habis untuk dibahas dalam satu artikel.

Meskipun Mysatnite belum banyak menerapkan nasihat-nasihat diatas, seperti banyaknya typo dan tulisan yang sekedar saja.

Blogging itu asyik bagi yang mampu menikmati, banyak pengetahuan yang kita dapatkan dari membaca beberapa blog lain.

Seperti teknik blogging, tempat wisata, resep masakan, ataupun pengalaman pribadi yang mampu menginspirasi kita selain materi. Tentu saja ada bonus lain yang akan kita dapat tergantung seberapa besar effort dalam membuat konten dan membangun blog kita sendiri.

Seperti kata Mang Maman sering update blog agar traffic stabil dan cepet gajian hehe. Posting harian memang bisa menjadi strategi yang sangat bagus jika kita memiliki blog yang tepat.

Monday, February 12, 2018

Bukan Hanya Badai, Jomblo Juga Pasti Berlalu

MySatnite.com - Jomblo Pasti Berlalu

Bukan Hanya Badai, Jomblo Juga Pasti Berlalu
Sumber pic masih dari pixabay, cari yang legal tapi gratis

Untuk kamu yang hari ini masih dalam penantian atau yang sedang mempersiapkan penjemputan, semoga kebaikan menyertai kalian untuk segera bertemu. Untuk kamu yang sedang mempersiapkan diri dalam pertemuan yang akan disegerakan atau untuk kamu yang sampai hari ini masih bimbang, tetaplah fokus dengan prioritasmu dulu.

Jomblo itu sesuatu yang unik dan asyik untuk dibahas, tidak tau sampai kapan topik jomblo akan berhenti, mungkin ketika jomblo sudah punah.

Banyak yang bilang jomblo itu nasib, tapi saya tidak pernah sependapat. Nasib atau tidaknya itu tergantung seberapa besar usaha kamu saja.

Ingatlah, manusia itu diciptakan berpasang-pasangan, jadi tidak ada istilah jomblo itu nasib, selama kamu mampu merubahnya.

Jomblo biasanya hanya jadi bahan ledekan, walau terkadang yang ngeledek juga jomblo. Mungkin hanya sekedar saling menghibur diri saja.

Tapi tidak semua jomblo itu layak dibully, banyak mereka yang jomblo mampu membuktikan diri dengan prestasi.

Perkara jodoh itu masih menjadi rahasia Allah, walaupun begitu kita tetap berusaha. Tapi tidak perlu khawatir untuk tidak kebagian apa lagi ketuker, karena jodoh tidak pernah tertukar.

Tapi kekhawatiran kadang datang ketika satu persatu sahabat meninggalkan status jomblonya dan mulai dengan kehidupan baru bersama pasangan.

Pertanyaan demi pertanyaanpun menghampiri “Bro kapan nyusul?. Eeh bro masih sendiri aja?. Kamu ya betah banget, kapan nikahnya?. Kondangan sendiri aja, mana gandengannya?. Udah masuk musim hujan nih, masih bikin kopi sendiri?. Ke laundry mulu, memang gak ada yg nyuciin?.”

Setidaknya salah satu dari pertanyaan itu pernah kamu dapatkan dan hanya mampu kamu jawab dengan senyum tipis sedikit kerutan di dahi.

Tapi tenang saja, jomblo tidak selamanya akan menjadi jomblo, tergantung ada kemauan dalam diri kamu untuk segera menjemput jodohmu. Kalau belum ada, jemput teman saja, siapa tau jodoh.

Jangan lupa baca juga : Jomblo atau Singgle, Kamu Tetap Sendiri

Menempa diri untuk sekedar memantaskan


Jomblo adalah fase kehidupan yang memang harus kita lewati dan di syukuri. Hidup sendiri tanpa pasangan bukan berarti kita ngenes.

justru dengan sendiri kita seharusnya bisa memanfaatkannya untuk memperbaiki diri, menempa diri menjadi jomblo yang layak di perhitungakan.

Mungkin bisa dengan fokus di study sampai selesai, memperdalam ilmu agama untuk bekal ketika nanti pangeran atau bidadarimu telah datang.

Percayalah waktu itu akan datang ketika kamu benar-banar siap, Allah akan mempertemukan kalian.

“Saat seseorang memberi segelas air lemon, kita hanya perlu menambahkan sesendok gula ke dalamnya”


Pelangi akan hadir setelah hujan


Hujan pasti berhenti, badai juga pasti berlalu. Matahari pasti akan muncul kepermukaan. Tidak ada kesulitan yang abadi, begitupun dengan status jomblo, kecuali itu keinginan kamu sendiri untuk menjomblo seumur hidup. Karena memang jomblo itu bukan nasib, tapi sebuah pilihan.

Setiap yang jomblo pasti akan menemukan jodohnya suatu saat nanti. Cepat atau lambatnya itu tergantung niat dan usaha kamu sendiri. Jangan lupa tetap berdoa meminta kepanya-NYA agar segera didekatkan.

Tapi ketika sudah dekat lalu menjauh lagi bagaimana?. Disini kadang memang membuat hidup seakan terasa menderita, dunia terasa kejam. Tapi tetap kalem saja, mungkin Allah sedang menundanya, ambil hikmahnya lihat sisi terangnya.

Mungkin Allah sedang menyiapkan yang terbaik untuk kamu atau memang kamu yang belum pantas bersanding dengan dia.

Atau Allah sudah menyiapkan sesuatu untuk kamu, seperti mampu lulus dengan nilai tertinggi. Mendapatkan pekerjaan impian kamu, tapi itu semua jika kamu mampu berfikir dan mengolah waktu ketika kamu jomblo.

Semua yang diberikannya itu nikmat, seperti ketika orang bilang jomblo itu nasib, ya nikmatin saja. Tetap syukuri saja, karena dengan bersukur insyaAllah nikmat kita bertambah dan percayalah bukan hanya badai, jomblo juga pasti berlalu.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

***
Mulai sekarang tetap pede saja ketika datang kondangan sendirian, kalau takut sendiri ajak ponakan atau tetangga juga tidak apa-apa.

Ketika tiba-tiba ada pertanyaan kamu tiggal jawab saja “kami sedang LDR-an, sebentar lagi kami akan segera dipertemukan”.

Meskipun  kamu tidak pernah tau dia dimana, setidaknya tidak terus-terusan dikejar pertanyaan dan yang pasti untuk menghibur diri sendiri juga.

Mouse ditangan kanan, keyboard ditangan kiri, jodoh masih di tangan Tuhan.

Nikmati saja hari-harimu dengan melakukan hal-hal yang akan berdampak baik untuk kehidupanmu, apa yang kamu lakukan hari ini membentuk kamu di masa depan.

Tetap jadi jomblo militan yang tawakal tapi tidak radikal, karena jomblo sebuah pilihan, pilihan untuk bahagia sebelum jodoh tiba.

Wednesday, February 7, 2018

Kenapa Harus Merasa Kehilangan

MySatnite.com - Kenapa Harus Merasa Kehilangan

Kenapa Harus Merasa Kehilangan
Sumber pic masih dari pixabay, saya edit seenaknya saja.

Setiap orang pasti pernah merasakan kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya. Dari berbagai hal kecil sampai sesuatu yang besar. Kehilangan membuat gairah hidup kita menurun drastis, mood yang hilang bahkan semangat untuk menjalani hari itu sangat sulit.

Tapi tergantung apa dulu kehilangannya, kalau hanya kehilangan tutup botol aqua mungkin cuek saja. Tapi kalau yang hilang gebetan karena di tikung tetangga, ini yang kadang bikin repot.

Seperti  yang terjadi dengan salah satu teman kost saya sekarang, wajahnya murung makan tidak kenyang mandipun tidak basah.

Usut punya usut, ternyata ia baru saja kehilangan sang pujaan hatinya yang selama ini mengisi kehidupannya sehari hari.

Sang pujaan hatinya itu hilang dicopet teman dia sendiri, karena teman saya ini tinggal jauh dengan pacarnya jadi kecolongan.

Sempet saya bahas di artikel sebelumnya Yang meredup dan menyala karena jarak, mereka menjalin hubungan jarak jauh yang beda pulau dan beda provinsi.

Tentu saja teman saya ini sangat frustasi, merasa benar-benar kehilangan. Secara mereka sudah menjalin hubungan sangat lama, bahkan melebihi kreditan motor.

Sebagai teman saya ikut prihatin tapi tidak bisa apa-apa, mungkin hanya sekedar beberapa kata untuk menyamangatinya saja. Perkara jodoh memang tidak ada yang tau, semua masih rahasia Tuhan.


Jangan lupa baca juga : Sesekali Kamu Memerlukan Sepi

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan


Tidak ada yang abadi didunia ini, begitupun dengan sesuatu yang kita miliki. Suatu saat pasti akan merasakan kehilangan. Entah itu kita duluan yang menghilang atau sesuatu yang kita miliki itu yang duluan hilang.

Tidak pernah ada yang tau kapan, namun kita harus menyiapkan diri sebelum itu terjadi. Mungkin besok atau lusa.

Setidaknya kita sudah siap untuk menghadapinya, rasa kehilangan itu pasti tetap ada namun tidak di iringi dengan rasa kecewa yang berlebihan.

Lagian sebelum mengenal dia hidup kamu masih normal seperti biasanya, kenapa setelah kehilangan harus bingung.

Mungkin hanya butuh waktu saja, kamu akan terbiasa kembali dengan kehidupanmu tanpa dia.

“Apalah artinya kesedihan, bila tak mampu merubah keadaan. Apalah artinya kehilangan, jika tak mampu menggugah kesadaran”


Sebenarnya kita tidak memiliki apa-apa, kenapa harus merasa kehilangan.


Apa yang kita miliki sebenarnya, sedangkan kita lahir tidak membawa apa apa. Sebutir atompun kita tidak memilikinya.

Bahkan tubuh dan jiwa ini bukan milik kita seutuhnya, apa lagi anak orang yang kamu sebut dengan pacar itu.

jadi untuk apa kamu bersedih, apa lagi sampai berderai air mata untuk sekedar meratapi sebuah kehilangan. Waktumu akan terbuang sia-sia untuk hal seperti itu.

Satu menit bahkan sepuluh detik pun adalah waktu yang berharga, jadi jangan sia-siakan hanya sekedar menangisi yang telah pergi.

“Cobalah untuk ikhlas dari suatu kehilangan dan tersenyum dari suati kesakitan”

Kehilangan pasti digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih indah


Bukan waktunya untuk kamu bersedih dan mengurung diri di kamar. Inilah saatnya kamu mencari pengganti yang hilang itu dengan sesuatu yang lebih baik lagi.

Tidak harus mencari pacar baru, itu malah bikin kamu pusing lagi nanti. Penggantinya mungkin bisa dengan bertemu orang-orang baru, sahabat-sahabat kamu yang selama ini sedikit kamu abaikan karena sibuk dengan suara telpon dari dia.

Bisa juga dengan prestasi yang tertunda karena sibuk mikirin dia yang ternyata tidak setia. Mencoba hal-hal baru yang selama ini tidak pernah ada waktu karena sibuk balesi chating dia.

banyak hal yang bisa mengobati kehilanganmu selama kamu ada kemauan dan iklas tentunya.

“Terkadang kita memerlukan kehilangan untuk kembali mengerti apa arti dari menemukan dan memiliki” 

>***<

Sebenarnya kita tidak benar-benar kehilangan karena kita tidak sepenuhnya memiliki apa yang kita miliki. Semua hanya sekedar titipan, ketika sang pemilik sesungguhnya mengambilnya kembali kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Yang kita bisa lakukan hanyalah ikhlas dan memulai kehidupan yang baru karena sesuatu yang hilang akan di gantikan dengan yang lebih indah, jadi kenapa harus merasa kehilangan?.

Friday, February 2, 2018

Pacaran Bukan Sebuah Prioritas

Mysatnite.com - Pacaran Bukan Sebuah Proritas

Pacaran Bukan Sebuah Prioritas
Sumber pic Motherlap(in), lalu saya edit lagi seadanya

Sudah berapa lama saya hiatus dari yang namanya pacaran, vakum bertahun-tahun dan bertahan dalam kesinggelan. Begitu banyak pertanyaan yang menghampiri dan terkadang sedikit bingung untuk menjawabnya.

Ada yang tanya kenapa betah sekali dengan status jomblo?, ada juga yang nyidir “Hari gini jomblo, miris amat bro?”.

Walaupun dari sekian banyak pertanyaan dan sedikit sentilan untuk saya, sebagian dari mereka juga sebenarnya jomblo.

Itu hanya sebuah candaan untuk saling menghibur, di kala melihat anak yang masih SMP, SMA seliweran boncengin pacarnya.

Sedangkan kita yang sudah sering di panggil om sama anak tetangga tidak sekalipun terlihat membawa perempuan.

Tidak sedikit kalimat yang terlontar seperti “Kalian ini homo ya, perasaan gak pernah liat boncengin cewek”, pisang goreng yang tadinya masih panas tiba-tiba tertelan tanpa dikunyah lagi.

Saya tau itu hanya candaan bapak kost saja, untuk menghibur kita yang sehari-harinya begong mandangin jalan yang berdebu.

Bahkan keponakan saya yang masih duduk dibangku Smp saja sudah pandai meledek saya lewat telpon, “Om tama pacarnya mana si, jomblo ya. Kalah sama temen aku di kelas udah punya pacar”.

Saya hanya mampu menjawab dengan senyum tipis, karena saya tau ponakan saya bicara seperti itu di ajarin bapaknya, kedengeran ada yang bisikin di belakangnya.

Lagi-lagi itu hanya candaan dari orang-orang terdekat saya, mungkin mereka khawatir saya salah jalan dan menyimpang dari normalnya manusia.

Bukan saya mengabaikan setiap sentilan yang datang, pertanyaan yang menghampiri kepada saya. Namun ada yang jauh lebih prioritas dari sekedar pacaran bagi saya untuk saat ini.

Bahkan bukan hanya saya saja, setelah ngobrol ngalor ngidul bareng sahabat seperjombloan di kost, kita punya alasan kenapa kita betah menjomblo. Ada skala prioritas dalam hidup kita masing-masing.

Jandan lupa baca juga : Ketika Jomblo Menjadi Simbol Kebebasan

Fokus dengan impian yang belum terwujud dan masih diusahakan untuk di wujudkan


Setiap orang punya mimpi dan cita-cita tentunya, meskipun tidak terlalu tinggi namun tetap harus di usahakan.

Usia kita memang masih muda tapi bukan lagi remaja, kita juga pernah melewati fase dimana lagi senang-senangnya pacaran, keliling mall temanin pacar belanja, nonton, makan, bahkan anter jemput kemanapun dia mau pergi, dari sinilah ojek online itu terinspirasi.

Kita juga sudah pernah melewati fase dimana patah hati, putus, galau sampai nekat makan indomie empat bungkus pakai telor dua sama bon cabe juga,  ditambah kecap bangau, ini bukan iklan, Mysatnite tidak dibayar sama sekali.

Mungkin sekarang sudah cukup puas dengan berbagai pengalaman pacaran yang tentunya lebih banyak patah hati dan menderitanya dari pada bahagia.

Sekarang sudah waktunya untuk beralih lebih fokus terhadap apa yang selama ini jadi impian masing-masing.

Ada yang masih fokus menyelesaikan studynya karena tidak kunjung wisuda-wisuda. Ada yang masih berusaha tetap semangat di tengah-tengah godaan berhenti study.

Dan ada yang fokus mengejar kariernya demi mewujudkan apa yang diinginkan. Mungkin keinginan kita berbeda-beda tapi tujuan kita sama yaitu fokus untuk membangun diri demi masa depan.

Karena ketika dibarengi dengan pacaran, fokus sering hilang yang pada akhirnya kantong kosong fikiran resah impian melayang.

Jadi untuk kamu yang diledekin jomblo hari ini.Tenang saja,  kamu tidak sendiri bahkan kamu bisa lebih fokus membangun diri jadi lebih baik lagi.

“Mendung belum tentu hujan, dipacarin belum tentu dinikahin”


Ingin lebih serius membangun hubungan, bukan sekedar main-main lagi


Ketika remaja emosi masih belum stabil, di ledekin jomblo saja sudah terbawa emosi yang pada akhirnya tidak mau kalah dengan teman yang sudah memiliki pacar.

Asal melihat perempuan cantik saja langsung di pacarin, tidak peduli itu pacar orang atau transgender dari thailand sekalipun,  yang penting terakui kalau dirinya punya pacar dan tidak jomblo.

Untuk saat ini mungkin hal semacam itu tidak lagi mempan dengan kita yang sudah terlalu asyik menikmati kejombloan.

Meskipun ada juga rasa dimana ingin memiliki pacar, tetapi ada pagar yang bernama cita-cita yang membuat kita menahan diri.

Sekarang bukan lagi seoarang remaja, meskipun bertubi-tubi pertanyaan dan ledekan atau sekedar candaan tentang status jomblo tidak membuat kita goyah sama sekali.

Karena kita sadar hubungan bukan sekedar tentang senang-senang, makan, nonton, belanja dan keliling-keliling menghabiskan waktu.

Tapi bisa saling support dalam segala hal, bukan membatasi. Maka dari itu sekarang lebih ingin menjalin hubungan yang lebih serius, tidak perlu lagi hanya sekedar mengisi kekosongan lalu pergi dan patah hati lagi.

Hidup itu singkat, jangan sia-siakan waktu berhargamu hanya untuk sekedar patah hati dan galau.

“Pacaran itu tidak selamanya indah dan jomblo tidak selamanya suram”

>***<

Status jomblo itu bukan sesuatu yang hina, bahkan kamu bisa lebih merasakan kebahagiaan dan kebebasan dalam diri kamu.

Ketika jomblo kamu bisa bebas mengekspresikan diri dalam segala hal, mengembangkan hobi yang kamu miliki.

Berbaur dengan para sahabatmu tanpa ada gangguan telpon masuk atau sekedar pesan “kamu dimana?, telpon aku sekarang!!”.

Menjadi jomblo itu bukan nasib, tapi pilihan. Pilihan untuk bahagia, pilihan untuk fokus membangun diri, pilihan untuk kamu bisa lebih dekat dengan keluarga dan para sahabatmu.

Masih banyak yang jauh lebih penting dari sekedar pacaran, bukan tidak boleh tapi ada baiknya di hindari. Apa lagi untuk yang masih sekolah minta jajan dari orang tua, mending uangnya di tabung untuk beli kuota dan buka blog Mysatnite.

Mungkin hanya itu yang bisa saya tulis hari ini, sudah lama sekali rasanya Mysatnite tidak membahas tentang jomblo. Untuk yang membaca ini dan sudah berkeluarga mungkin bisa diberi sarannya.

Untuk yang pacaran jangan maki adminya karena kita beda pendapat dan untuk yang jomblo berbahagialah karena kamu tidak sendiri dan Mysatnite selalu hadir untuk kamu.

Tetap jadi jomblo militan yang tawakal tapi jangan radikal. Karena bukan hanya badai, jomblo juga pasti berlalu.

Tuesday, January 30, 2018

Yang Meredup dan Menyala Karena Jarak

MySatnite.com - Yang Meredup dan Menyala Karena Jarak

Yang Meredup dan Menyala Karena Jarak
Sumber pic saya lupa, pokoknya dari gugel aja

Jarak memang kerap kali menjadi sebuah penghalang untuk menjalin sebuah hubungan, terpisah di tempat yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula,  sedikit menyulitkan untuk sekedar saling percaya.

Rasa curiga dan cemburu tentu akan hadir menghiasi setiap hubungan yang berlatarkan jarak dan waktu ini.

Bertahan dengan sebuah kata setiapun sepertinya sangat sulit, ada kalanya hati berpaling sejenak untuk melepaskan rasa kesepian yang melanda.

Seperti yang terjadi dengan salah seorang teman saya sendiri, kemarin pagi wajahnya terlihat sedikit kacau. Yang biasanya tidak bisa diam, tiba-tiba seperti ayam sakit dan memperlihatkan wajah yang tidak seperti biasaya.

Setelah kita ngobrol bareng dan ia begitu antusias cerita, ternyata teman saya ini sedang galau karena kekasihnya yang sekarang jauh di provinsi lain itu sedang menjalin hubungan dengan pria lain.

Sebuah kesetiaan memang benar-benar diuji saat jarak dan waktu memisahkan, yang begitu dekat saja masih mampu mencuri kesempatan untuk berpaling kelain hati, apa lagi yang begitu jauh.

Jangan lupa baca juga : Ketika Kata Cinta Saja Tidak Cukup

Grafik yang tidak akan terus menanjak


Tidak ada yang selalu mulus, jalan tol yang katanya bebas hambatanpun terkadang masih saja menghadirkan sebuah kemacetan.

Begitupun sebuah hubungan, tidak ada yang bisa menduga tidak ada yang bisa meramalnya. Kita hanya bisa berencana membuat list-list di atas kertas namun kembali lagi Tuhan lah yang menentukan segalanya.

Ada kalanya rindu yang melanda membuat resah namun cinta semakin membara, tetapi di lain sisi ada saatnya rasa itu melemah dan mulai dirasuki dengan virus kebosanan.

Tentunya sebuah perasaan tidak akan terus sama, ada saatnya rasa itu manis dan ada kalanya terasa hambar.

Seperti sebuah grafik yang selalu naik turun dan sulit mempertahankan posisinya.


Api masih membutuhkan bara untuk selalu menyala dan sedikit hembusan angin


Komitmen dan saling percaya adalah bara yang selalu menghembusakan panasnya agar api tetap menyala.

Tapi bicara komitmen tentu bukan hal yang mudah, janji bisa terlupakan ucapan bisa saja berubah.
Sulit untuk bisa saling percaya, namun tidak ada cara lain agar menjaga sang api tetap menyala.

Apa lagi dizaman yang katanya sudah modern ini, yang jauh bisa terasa dekat. Jadi tidak begitu banyak alasan lagi untuk memadamkan api yang sudah menyala.

Meredup itu pasti, karena ada angin yang selalu menghembus, tapi tetap jaga jangan sampai padam sepenuhnya.

Ketika jarak membuat hati merana, tapi percayalah akan tergantikan bahagia ketika kamu bertemu kembali

Jarak hanya sebuah perbedaan tempat yang menguji hubungan kamu, namun ketika bisa saling percaya dan saling mendoakan jarak bukanlah sebuah halangan.

Hubungan yang termakan oleh jarak dan waktu membuat kamu bisa saling rindu, disaat bertemu rasa itu akan semakin kuat.

Terpisahkan karena jarak mungkin cara Tuhan untuk menguji hubungan kalian, menyeleksi apakah ia pantas untuk kamu.

Apakah ia pantas untuk kamu perjuangkan, dikala kalian mampu melewatinya maka pertemuan akan disegerakan oleh-NYA.

Tetapi disaat salah satu tereliminasi, api itu akan mulai meredup dan padam. Rasa yang penuh dengan bara mulai hilang tertiup angin ketidaksetiaan.

Ketika angin ketidaksetiaan sudah mulai kencang meniup bara, dan api mulai membesar namun akan segera padam karena perlahan mulai menjadi abu.

Disaat seperti ini semua kembali kepada diri kamu dan pasanganmu, bertahan atau berakhir. Kesalahan bisa di maafkan, perbuatan bisa diperbaiki.

Namun kaca yang pecah meski mampu di sambung kembali tidak akan terlihat sempurna, bahkan sambungan nya yang tajam bisa melukai.


Komunikasi dan saling terbuka


Mau jarak sejauh apapun jika kita ada usaha untuk saling menjaga tentu hubungan yang berakhir tragis bisa dihindari.

Dari beberapa teman yang menjalin hubungan antar kota, provinsi bahkan beda negara, salah satu kekuatan dan kunci mereka bertahan adalah komunikasi.

Selain itu keterbukaan satu sama lain, sebuah kejujuran dalam setiap hubungan memang diperlukan.
Tidak perlu ragu untuk menceritakan hal-hal kecil yang terjadi hari ini dengan pasangan beda pulau dan provinsi itu.

Setidaknya untuk menambah topik pembicaraan agar tidak monoton dan membosankan dari sekedar say hai atau dialog tanya jawab soal sudah makan atau belum.

Mungkin dengan menceritakan kejadian-kejadian kecil seperti bertemu kecoa berantem di pinggir jalan mampu membuat hubungan kalian tetap hangat dan terus menyala.

***

Cinta itu memang sulit untuk di terjemahkan dalam bentuk apapun, setiap orang memiliki definisi tersendiri.

Begitupun dalam sebuah hubungan, tidak ada satupun orang mampu meprediksinya. Mungkin hari ini mampu bicara cinta namun esok hari lidahpun berat mengucap.

Tidak ada sebuah hubungan berjalan dengan mulus sesuai keinginan kita, apa lagi untuk yang terlampau jauh oleh jarak dan pulau.

Namun tidak sedikit juga yang mampu menerobos jarak, tidak memperdulikan berapa jauhnya sebuah jarak yang memisahkan.

Jika memang ada keseriusan dalam menjalin sebuah hubungan dan berkomitmen untuk menuju jalur yang bebas hambatan, semua bisa di lewati, bukan kamu atau dia, tapi kalian.

Yang meredup dan menyala karena jarak, percayalah dikala kalian bertemu getir akan berubah menjadi bahagia.

Thursday, January 25, 2018

Bersahabat Dengan Pagi

MySatnite.com - Bersahabat Dengan Pagi

Bersahabat Dengan Pagi
Sumber pic pixabay lagi, tapi saya edit

Setelah bebarapa waktu lalu saya menulis tentang  mencoba berteman dengan malam. Kali ini saya sudah bersahabat dengan pagi. Entah sudah berapa lama saya selalu bersahabat dengan pagi ini.

Dari bangun pagi sampai tidur yang sudah menjelang pagi. Namun saya tidak begitu menikmati suasana pagi hari.

Mungkin bukan tidak menikmati hanya saja saya yang belum bisa menikmatinya. Namun beda dengan beberapa hari kemarin, setelah bangun di pagi hari.

Saya mencoba menikmati suasananya, dari menikmati secangkir teh hangat bersama beberapa cemilan untuk mengganjal lambung yang sudah ksosong.

Meski setiap menghirup udaranya tidak sesegar suasana di perkampungan, setidaknya tidak sesesak saat menjelang siang  yang penuh debu dan asap kendaraan.

Duduk sejenak sambil membaca berita yang sedang hangat hari itu, kepulan uap dari secangkir teh sedikit mengembun di kacamata saya.

Tidak terasa matahari mulai mengintip dari ujung timur, saatnya bersiap memanjakan kaki untuk berlari dan menikmati minggu pagi.

Jangan lupa baca juga : Ketika Kata Cinta Saja Tidak Cukup

Suasana yang hening, hanya sedikit saut menyaut si ayam jantan


Entah sudah berapa lama saya menjadi manusia malam, bahkan tidak bisa menikmati lagi indahnya mimpi yang biasa orang-orang ceritakan di pagi hari.

Terkadang sampai lupa jika fajar sudah mulai hadir, semua karena terlalu menikmati berteman dengan sang malam.

Tidak dipungkiri hanya malam yang bisa memberikan waktu untu saya menuangkan ide-ide kreatif.

Meski lelah berteriak merayu tubuh untuk berbaring, namun otak tetap memberikan perintah kepada mata untuk tetap terjaga.

Tapi kali ini berbeda, saya bisa menikmati pagi.  Meski kami sudah lama bersahabat, namun tidak pernah sedekat ini.

Hari ini pagi memberikan saya suasana baru yang tidak diberikan sang malam. Suara koko ayam jantan yang saling bersautan, serta harum masakan ibu kost yang membuat perut ini sedikit risau.

Fikiran terasa jernih, sekilas ide-ide muncul tanpa disadari. Tidak seperti malam yang harus sedikit dipaksa untuk mengeluarkan potensinya.

“Aku tidak begitu mengerti arti rindu, karena begitu banyak pagi yang terlewatkan"

Waktu yang tepat untuk merencakan sesuatu


Jam menunjukan 5:30am, dengan suasana yang sedikit hening dan fikiran yang belum terkontaminasi polusi dunia luar.

Waktu yang pas untuk merencakan sesuatu, kegiatan apa yang akan di lakukan hari ini atau sekedar memanjakan tubuh untuk bermalas-malasan.

Seperti pagi itu saya merencakan beberapa kegiatan untuk sekedar menyibukan diri. Mengatur jadwal dari matahari mulai mengintip sampai kembali terlelap di sudut barat.

Rencana yang dibuat di pagi hari biasanya lebih terorgansir, terlaksana atau tidaknya itu kembali kepada diri kita masing-masing.

“Pagi adalah sebuah berkah yang indah dari sang pencipta, tidak perduli cerah ataupun mendung”

Berolahraga sembari menikmati suasana pagi di taman atau alun-alun


Waktu yang pas untuk berolahraga, dari sekedar joging keliling taman menikmati suasana pagi sembari merefresh dan meregangkan otot kepala yang sudah mulai penat dengan kegiatan yang monoton.

Nafas terasa lega, kepala yang penuh dengan file-file sampah mulai terisi oleh energi-energi positif.

Tidak pernah saya sangka, pagi mampu meberikan hal seperti ini yang tidak pernah saya dapatkan dari malam hari.

Keringat yang mulai menetes dari dahi, baju yang mulai basah, tidak terasa 30 menit sudah kakai melaju membawa tubuh berkeliling taman.

Pagi yang benar-benar sempurna untuk hari ini, karena saya bisa benar-benar lebih dekat bersahabat dengan pagi, hingga saya bisa menikmatinya.

“Pagi adalah awal yang indah untuk memulai sesuatu yang baru”

Waktunya mengembalikan semangat baru


Matahari  yang sudah tidak sabar lagi ingin segera naik, menandakan pagi yang harus segera pergi.

Meskipun singkat namun saya bisa merasakan jika pagi mampu memberikan pengalaman yang lebih baik.

Mungkin karena saya yang terbiasa menjadi manusia malam, hingga merasa pagi itu terasa sangat istimewa meskipun dengan beberapa kegiatan yang biasa saja.

Pagi kali ini mampu mengembalikan semangat baru untuk saya, membuka harapan jika saya ingin lebih dekat dan mulai bersahabat lagi dengan pagi.

Bukan sekedar bersahabat, tapi mampu menikmati suasana pagi. Suasana yang hampir terlupakan, hingga terasa asing ketika kaca mata bertemu dengan uap teh hangat.

Untuk malam, kita akan tetap bersahabat. Karena saya membutuhkanmu disaat siang tidak memberikan jeda waktunya.

"Jikalau kau takut mati hari ini, jangan kau nikmati pagi ini"

***

Mungkin mulai sekarang saya akan mencoba menikmati pagi, sebelum melakukan berbagai kegiatan atau berangkat kerja.

Rasa syukur saya masih bisa menikmati dinginnya pagi dan hangatnya mentari.

Menyapa pagi dan say hai untuk suara ayam jantan yang tidak merdu dan sedikit mengganggu. Sebelum saya terbangun dan pagi tidak bersama saya.