Monday, May 14, 2018

Sahabat Menikah, Sekarang Siapa Yang Berubah?

Sahabat Menikah, Sekarang Siapa Yang Berubah?
Sumber pic, pixabay lagi males edit gambar


Sudah lama Mysatnite libur, akhirnya bisa kembali lagi dengan kegiatan nulis setelah lepas dari beberapa kegiatan yang buat admin sok sibuk. Oh ya, Kalau ada rumor saya tidak update karena balikan sama mantan itu hoax apa lagi gara-gara patah hati terus menyendiri , ini fitnah.

Beberapa minggu ini saya banyak  mendapat kabar bahagia dari kanan, kiri, depan, belakang. Dari teman biasa, saudara bahkan sahabat sendiri.

Kabar gembira itu undangan pernikahan, ya pernikahan. Karena saya jauh kebanyakan undangan elektrik, via WA dan telpon bahkan yang lebih ekstrim lewat facecame. Tapi tetap ada undangan fisik yang dikirim kerumah orang tua saya.

Mungkin lewat via gadget lebih irit, tidak harus mengeluarkan biaya tambahan, hanya kuota yang mungkin lebih murah dari kertas undangan. Alasannya tentu karena saya sekarang memang sedang diluar kota.

Sebenarnya mereka tau kalau saya seratus persen tidak akan hadir, tapi mereka tidak mengharapkan saya hadir juga, yang penting amplop nya sampe ke kotak amal, eh kotak apalah itu.

Yang membuat saya bahagia lagi adalah sahabat kecil saya yang sudah menyandang status jomblo kini melepas status jomblo nya.

Sebagai sahabat tentu hanya doa terbaik yang bisa saya berikan, ada keinginan untuk hadir namun keadaan memang tidak memungkinkan.

Dengan satu sahabat yang menikah tentu ada perubahan setelahnya, terutama nanti waktu kumpul saat liburan idul fitri.

Tidak mungkin bisa bebas ngumpul bareng seenaknya, apa lagi numpang tidur dirumahnya lagi, mustahil kan.

Jangan lupa baca juga : Jomblo Ditengah Isu Facebook Akan Ditutup

Berkurang lagi satu temen nongkrong


Setiap tahun kita selalu kumpul bareng, karena memang setelah lulus dari sekolah semua minggat dari kota kelahiran, ada yang kerja, kuliah,  hanya beberapa saja yang masih tinggal di tempat.

Jadi momen satu tahun sekali itu dimanfaatkan untuk bisa saling silaturrahmi, berbagi pengalaman dan cerita masing-masing.

Yang memang Qadarullah kita semua di beri amanat untuk jomblo dulu, kita mencintai status jomblo karena memang menganggap pacaran itu akan mengganggu konsentrasi dan fokus.

Setiap tahun pasti selalu berkurang  temen nogkrong karena sudah hijrah status dari jomblo menjadi halal.

Ada perasaan sedih tapi yang pasti kita sangat bahagia, sedih karena satu kursi kosong lagi, pesen cappucino nya berkurang satu lagi. Tapi inilah kehidupan perubahan pasti di lalui, meski begitu kita akan selalu kompak.

Semakin menguat pertanyaan “Kapan nikah?”


Rata-rata sahabat saya menikah di usia muda, bahkan yang paling muda menikah di usia 18 tahun. Saya salut dengan keputusan mereka yang berani.

Semakin banyak sahabat yang sudah beralih status, tentunya berimbas pada kami yang masih setia dengan status jomblo. Tentunya pertanyaan kapan nikahnya?, kapan nyusul?, mana jodohnya?, kok masih sendiri aja?, si anu anaknya udah bisa jalan?, kalian normalkan? Dan seterusnya.

Ini pengalaman setiap tahun kalau main kerumah sahabat yang sudah menikah, apa lagi kalau ketemu orang tuanya. Habis pokoknya di bully.


Semakin jauh dan hanya sesekali komunikasi


Ada beberapa sahabat yang sudah menikah dan memilih tinggal di daerah pasangannya. Alhasil terkadang tidak bisa bertemu.

Hanya sesekali tegur sapa via facecame dan chat, semakin terasa kehidupan itu semakin berubah dan menua.

Tapi inilah momen yang membuat kita faham, kalau kebersamaan kita dulu penting dan bisa jadi cerita nantinya.

Ada saat kita kumpul bersama dan bercerita tentang sok berkuasanya kita di jalanan ketika mengendarai kuda besi.

Hari itu kita merasa sangat keren, meski hari ini kita sadar hampir 99 persen emak-emak nyumpahin kita waktu itu.

Sekarangpun saya kadang sedikit kesel kalau liat anak-anak yang kebut-kebutan di jalan dan masih menggunakan seragam sekolah.

Kita tidak pernah mensyukuri kita pernah nakal, tapi kita bersyukur kita bisa sadar dan merubah keadaan.

Hidup jauh dari keluarga, sahabat, menjadi asing di negeri orang membuat kita faham tidak ada tempat merengek kecuali kepada – NYA.

Persahabatan kita sudah cukup lama, bahkan orang tua kita hampir semua ikut berteman baik, namba-nambah saudara.

Masih ingatkan kita dulu pernah berjanji ketika menenggak es cappucino di taman.
Kita tidak akan pernah berubah dan selalu tetap kompak seperti ini. Tapi kita sadar hari ini, semua perlu perubahan, karena tidak mungkin jomblo terus hihi.

Ketika dulu kita semangat ingin cepat menjadi orang dewasa, bisa mencari uang sendiri. Duduk di cafe menikmati hasil keringat sendiri sambil makan kentang goreng dan mencari wifi, namun sekarang kita berharap bisa duduk bersama sekedar menikmati es cappucino khas kaki lima.

Ini lah kehidupan, tidak akan bisa kita hindari. Terkadang hal ini yang membuat saya takut, ketika saya menua, usia semakin berkurang. Orang tua saya juga ikut menua bersama waktu yang semakin cepat berlalu.


***

Untuk sahabat-sahabat saya yang sudah menikah semoga bisa SAMAWA, untuk yang baru nikah sama aja SAMAWA  dan ceritakan pada kami bagaimana rasanya tidak jomblo lagi.

Untuk yang mau menikah semoga di berikan kelancaran, maaf kalau saya tidak bisa hadir tapi doa saya hadir untuk kalian.

Untuk yang baru punya anak, tolong ya tidak usah kirim-kirim video bareng anaknya di ke DM saya dan pake caption membully plus bikin manas-manasi.

Untuk yang  masih jomblo, kita nikmati cappucino dan mie ayamnya sampai puas sebelum satu kursi kosong lagi. Kita tidak tau kursi mana yang akan segera kosong kembali.

Yang masih kuliah tapi belum wisuda-wisuda mending nikah aja deh, yang masih sibuk cari kerja semangat, yang sudah kerja semoga sukses karirnya.

Kapan kita makan mie ayam dan cappucino bareng lagi?

Monday, April 23, 2018

Jomblo Ditengah Isu Facebook Akan Ditutup

Jomblo Ditengah Isu Facebook Akan Ditutup
Sumber pic Pixabay terus saya edit sesuka hati


Hari ini setelah pulang kerja salah satu temen kost manggil, ngajak ngumpul bareng seperti biasa. Karena sudah beberapa bulan ini saya tidak ikut nimbrung dalam obrolan yang kadang ngalor ngidul tidak karuan itu.

Kebetulan di sini lingkungan nya rata-rata jomblo semua, yang lebih tepat bukan kebetulan tapi sepertinya memang takdirnya tempat ini isinya jomblo semua.

Dari jomblo pemula sampai yang expert, dari yang jomblo magang sampai jomblo gadungan. Semua jenis jomblo ada disini.. Kebetulan saya masih jomblo magang.

Setelah saya ikut nimbrung, ternyata mereka semua sedang membahas soal isu facebook akan di tutup. Memang beberapa hari ini beranda saya penuh dengan keluhan pengguna fb soal ini.

Karena disini isinya jomblo semua, beberapa teman pun melontarkan keluhan jika nanti benar-benar tidak ada facebook. Tapi tenang, tentunya mereka hanya bercanda saja.

Jangan lupa baca juga : Bukan Hanya Badai, Jomblo Juga Pasti Berlalu

Tidak bisa stalking mantan atau gebetan lagi


Sebagai jomblo yang hakiki tidak abdol rasanya kalau buka fb tidak stalking akun mantan, tapi ini untuk yang punya mantan. Kalau yang tidak punya ya minimal gebetan, kalau belum punya juga mungkin pacar orang juga tidak apa.

kalau facebook memang jadi di tutup, tidak mungkin lagi bisa stalking status gebetan dan mantan. Tapi yang namanya jomblo itu biasanya kreatif dan otaknya jalan untuk hal semacam ini.

Dan inilah yang di keluhkan salah satu teman kost saya malam ini, "Waah, gak bisa lagi dong kita stalk doi, antisipasi cari IG nya dulu lah".

Lebih dekat dengan kenyataan


Sebelum menjamurnya media sosial seperti sekarang ini, kebanyakan orang lebih senang untuk bertatap muka secara langsung. kalau sekarang ngumpul cukup di group saling chating pakai emoticon yang kadang tidak sesuai dengan yang terjadi. Misalnya ketawa.

Dan untuk jomblo mungkin bisa lebih memberanikan diri berkenalan secara langsung tanpa sembunyi di balik nama palsu atau foto profil palsunya.

Tentunya tidak akan tertipu dengan cantik atau gantengnya foto profil ya..


Tidak bisa lagi tebar pesona


Kebiasaan para jomblo itu di media sosial sering cari perhatian, terutama ke si doi. Buatlah status bijak, kadang sengaja tag ke yang bersangkutan.

Pajang foto terbaik dari ribuan foto yang ada di HP. Kalau facebook di tutup, tidak mungkin lagi bisa begini.

Hilang satu senjata untuk dapetin perhatian dari doi, mau pakai WA nomornya saja tidak punya.
Tapi tidak semua jomblo seperti ini ya, banyak jomblo yang kalem kok.

Tidak bisa curhat Online lagi


Hampir semua orang sekarang mencurahkan isi hati nya di laman facebook. Dari sedih, bahagia, sampai masalah di gigit nyamuk pun kadang curhat di sana.

Saya juga kadang begitu kok (Pengakuan sebelum di bully).

Jika facebook jadi di tutup, mungkin tidak bisa lagi curhat online. Dampak untuk jomblo tidak bisa lagi mengeluhkan malam minggu di facebook.

Bisa beralih ke media sosial lain, tapi mungkin feel yang di rasa itu beda.

Karena memang facebook sudah menjadi teman untuk sebagian lapis masyarakat, bukan sekedar curhat, cari jodoh, atau share baju baru.

Sekarang facebook lebih ke bisnis, banyak akun facebook teman saya yang sudah beralih jadi akun OL Shop.

Meskipun begitu masih banyak gantinya, sekarang selain facebook ada WA, IG dan bisa jadi di kemudian hari ada sosmed baru lagi yang muncul.

Untuk jomblo yang sulit move on dari mantan ini pukulan berat, tapi tetap santai saja, soalnya kebenaran facebook akan di tutup masih belum jelas.

Namun begitu banyak berseliweran di linimasa saya status perpisahan, yang kadang bikin ketawa sendiri.

Kalaupun isu itu sebuah kebenaran masih banyak opsi lain untuk silaturrahmi, jika itu HOAX jomblo lah yang paling bersyukur duluan.

Kita tunggu saja kebenaran berita yang beredar, untuk jomblo siap-siap cari nomor WA nya ya..

***

Artikel ini di tulis berdasarkan obrolan ngalor ngidul tidak jelas, tanpa riset ataupun penelitian terlebih dahulu. Jadi jika ada data yang tidak akurat salahkan saja kecoa di dapur.


Saturday, April 14, 2018

Tuhan Tau Kita Mampu Saling Rindu, Walau Tidak Pernah Bertemu

Tuhan Tau Kita Mampu Saling Rindu, Walau Tidak Pernah Bertemau
Sumber pic dari Unplash


Hai jodohku, masihkah kau menunggu hari ini. Bagaimana dengan kabarmu, aku tau menunggu itu sesuatu yang sangat melelahkan. Kadang ada banyak godaan yang membuatmu berhenti untuk menunggu.

Masih adakah namaku dalam setiap baris doamau di tengah malam, atau sudah berganti dengan nama lain, berganti dengan keinginan dan cita-citamu yang sekarang sedang kamu usahakan.

Aku tau kamu masih menunggu dan berharap untuk segera bertemu sembari harap-harap cemas, apakah kita di pesatukan atau tidak.

Jangan lupa baca juga : Hai Jodoh, Masih Sabarkah Kau Menunggu?


Tuhan tau kita mampu untuk saling rindu


Kita itu mungkin sedikit aneh ya, saling rindu meski tidak pernah bertemu. Aku harap kamu tidak lelah menunggu, aku disini sedang berjuang semampuku agar segera cepat datang kerumahmu untuk bertemu orang tuamu.

Meski kadang ada sedikit hambatan dengan keadaan, namun aku tidak akan kalah dengan keadaan itu. Doamu yang menguatkan aku untuk terus bertahan sampai saat ini. Meski kita tidak pernah saling tau, bahkan sekedar nama sekalipun.


Pernahkah kamu bayangkan pertemuan kita nanti


Adakah terbayang kita dipertemukan nanti, atau mungkin semua tidak seperti yang kita bayangkan. Kita masih belum tau apa kita di pertemukan setelah menjalin persahabatan atau bertemu di waktu yang tidak sengaja.

Biarlah itu tetap menjadi sebuah rahasia Tuhan untuk kita, hari ini kita mungkin saling berharap dan memantaskan diri sebelum pertemuan itu tiba.

Biarkan sang pemilik hati yang menentukan kepada siapa hati ini akan menetap nantinya.

Saling berjuang untuk menjadi  kita


Ada yang bilang perjuangan kita itu aneh, dengan cara yang sedikit aneh di mata orang-orang. Padahal kita hanya meyakini apa yang di janjikan – NYA bahwa manusia itu di ciptakan berpasang-pasangan.

Aku dan Kamu sedang berjuang untuk menjadi kita, meski setiap jalannya tidak selalu mulus. Selalu ada drama di tengah-tengah yang kadang membuat kita goyah, ada yang datang lalu pergi atau mungkin kita yang menghindar. Itulah cara kita yang sedikit aneh katanya.

Meskipun terkadang aku disini sempat goyah, tapi sekali lagi kamu yang menguatkanku. Aku tidak ingin kamu kecewa nantinya.

Memimpikan masa depan itu memang indah ya.. seakan tanpa beban yang menganggu, kadang sampai lupa dengan hari ini.

Kita akan buktikan bersama bahwa janji – NYA itu pasti, meski tanpa pertemuan hari ini. Aku yakin sudah ada tempat dan waktu yang di siapkan untuk kita saling bertemu.

Kita tidak akan mungkin menghindar dari takdirnya. Sekarang kita hanya bisa saling menguatkan karena tidak ada yang tidak bisa selama kita yakin dengan ketentuan-NYA.

Kita hanya belum saling siap, sehingga belum di pertemukan.

Belum selesai. . . . . .


Ruang tamu
Postingan ini dikirim oleh:
Photo

Hanya orang biasa yang biasa melakukan kebiasaan-kebiasaan diluar orang-orang biasa. Blogger part time yang sehari harinya bekerja di perusahaan branding kawasan jakarta.

Wednesday, April 11, 2018

Saya Titipkan Dulu Rasa Ini KepadaNYA, Karena Saya Mulai Jatuh Cinta

Saya Titipkan Dulu Rasa Ini, Karena Saya Mulai Jatuh Cinta
Sumber pic dari om gugel aja


Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hidup kita. Bahkan satu detik kedepan itu sudah masuk dalam masa depan. Tidak ada satupun manusia yang mampu memprediksi kehidupan. Begitu juga tentang perasaan kita, tidak tau kapan cinta itu akan datang, tidak pernah tau kapan perasaan itu akan tumbuh.

Namun seiring berjalannya waktu dari awal saya mengenal kamu, rasa itu mulai tumbuh perlahan. Saya tau ini sebuah kesalahan, karena rasa ini memang belum pantas untuk kita miliki.

Jangan lupa baca juga : Hai Jodoh, Masih Sabarkah Kau Menunggu?


Namun Ada Harap Untuk Bersatu Di lain Waktu


Kehadiranmu begitu indah namun dalam waktu yang tidak begitu tepat. Di saat saya sedang fokus untuk mengejar mimpi dan memprioritaskan orang tua saya.

Namun bukan berarti tidak ada rasa ingin memiliki dalam hati ini, rasa itu ada tapi memang belum waktunya.

Bukan saya menolak sebuah anugrah rasa dari sang pencipta, tapi lebih baik saya sendiri dulu disini dariapada berdua lalu bertumpuk dosa.

Percayalah, sejauh apapun kita melangkah. Jika di Lauh Mahfuzh namamu dan nama saya bersanding kita akan tetap bertemu.

Ada harapan dalam setiap doa yang saya panjatkan, harapan untuk bersatu denganmu dilain waktu. Dalam waktu yang tepat dan keadaan yang sudah saling siap.


Jujur, Saya jatuh cinta dengan sosokmu  yang sederhana itu


Tidak dipungkiri saat pertama kali melihatmu mungkin wajah dan matamu yang membuat hati ini terpikat.

Namun perlahan ketika sudah mulai mengenalmu dengan sosok sederhana dan sifat yang kamu miliki, saya mulai jatuh cinta.

Namun saya sadar ini memang perasaan yang salah, saya tidak ingin mengganggu fokusmu untuk mencpai apa yang kamu inginkan dan kamu cari.

Begitupun dengan saya disini, masih ada prioritas yang jauh lebih penting dari sekedar mengungkapkan perasaan yang belum pantas kita miliki.

Saya akan berusaha memantaskan diri terlebih dahulu, menyelesaikan tugas yang harus saya selesaikan. Semua saya serahkan kepada sang pemilik hati, kita akan berjodoh dan duduk bersamamu di pelaminan atau datang sebagai tamu undangan.

Bukan berarti pasrah tanpa usaha, di sini saya sedang berusaha. Kalaupun kita jodoh akan tetap bersama, kalaupun tidak berarti bukan namamu yang tertulis di Lauh Mahfuzh untuk saya.

Sementara saya titipkan dulu rasa cinta ini kepada pemilik-NYA


Saya titipkan dulu rasa ini kepada Allah, dan biarkan dia yang menjaganya sampai waktu itu tiba saya akan memintanya untuk jatuh cinta kepada jodohku saja. Kepada orang yang benar-banar pantas mendapatkannya.

Menjaga untuk seseoarang yang benar-benar akan mendapingi kehidupan saya. Bukan sekedar rasa cinta sesaat lalu pergi dan menyayat hati.

Sekarang kita fokus memperbaiki diri masing-masing, seperti kata orang tua Jodoh itu cermin diri, bagaimana kita sperti itulah jodoh kita nanti.

Jika nanti kita tidak dipertemukan ditempat duduk yang sama, percayalah hati ini pernah tertulis namamu. Disetiap baris doa yang saya panjatkan pernah terselip namamu.

Mungkin Allah memiliki rencana yang jauh lebih baik dari rencana kita. Yang tidak akan terpikirkan oleh manusia, percayalah itu yang terbaik untuk kita.

***

Menicntaimu itu sulit

Tuesday, April 10, 2018

Tentang Kamu Atau Tidak Sama Sekali

Tentang Kamu Atau Tidak Sama Sekali
Sumber pic dari pexels


Kata orang masa muda itu penuh dengan cerita, dari hal kecil sampai yang besar. Dari mulai jatuh cinta sampai patah hati. Masa muda itu penuh dengan kelabilan, apa lagi di hadapkan dengan sebuah pilihan yang terkadang hanya membuat hati semakin risau.

Kamu yang disana ini untuk kamu yang pernah mengusik kehidupanku. Menanam rindu lalu kamu tinggalkan begitu saja.

Kamu bukan sekedar mengusik, namun sedikit mengubah tatanan kehidupanku. Mengubah kebiasaan sebelum mengenalmu.

Dengan waktu yang tidak sedikit, perlahan kamu menyita semua waktuku. Dari hal kecil hingga melupakan semua yang menjadi prioritasku saat itu.

Kamu menginvasi  setiap harapan-harapan yang beterbangan di pikiranku. Menutup semua jalan, dan menahanku di sini.

Jangan lupa baca juga : Jomblo, Cara Tuhan Mengistirahatkan Kamu Dari Cinta Yang Salah


Merelakanmu Bukan Perkara Mudah Namun Harus


Kamu tau, sisi sore jakarta hari ini. Gelap tertutup awan mendung, tapi tak turun hujan. Aku tau kamu tak pernah tau soal itu.

Rindu yang kamu tanam ini seperti labirin, aku terperangkap didalamnya dan sulit menemukan jalan keluar.

Merelakanmu itu bukan perkara mudah, namun sebuah keharusan. Meski sulit namun perlahan aku bertahan menunggu pengganti yang sepadan.


Mata Sendumu Pasti Selalu Aku Rindu


Lagi-lagi tentang kamu, kamu tak begitu banyak bicara. Terkadang hanya dengan mata sendumu saja aku tau apa yang ada di fikiranmu. Tapi kamu tak pernah tau soal itu.

Sebentar lagi aku tak akan melihat sendunya mata itu. Mata yang pernah membuat sekujur tubuh sedikit kaku saat pertama kali melihatnya lalu kamu hiasi dengan senyum yang begitu mengganggu fikiranku.

Mungkin seharusnya aku tak memikirkan nya lagi dan mulai keluar dari labirin ini.

Kamu Bilang Aku Akan Baik-Baik Saja


Hiburanmu tak membuat senyum di wajahku. Sejak kapan kamu menjadi peramal, tapi mungkin aku akan tetap baik-baik saja.

Karena sebelum hati ini mengenalmu, aku dalam keadaan baik-baik saja. Tapi untuk recoveri kembali itu butuh waktu yang tidak sedikit.

Ayolah, sulit sekali raesanya menemukan jalan keluar dari labirin ini. Apa sudah kamu tutup pintu keluarnya. Tidak mungkin kan aku terus terperangkap didalam sini.

Semua Tentang Kamu Itu Manis Tapi Menyakitkan


Seperti kata beberapa orang, manis jangan dulu ditelan dan pahit jangan buru-buru dimuntahkan. Dari awal aku sudah kebanyakan makan gula, tanpa fikir panjang kuhabiskan tanpa sisa.

Kini tinggal aku nikmati sakitnya. Kamu tau senja di sudut jakarta, harusnya tak pernah aku tanyakan itu, karena memang kamu tak pernah tau.

Kini mendungnya semakin gelap, rintik air dari langitpun mulai berjatuhan satu persatu.
Sejauh mata memandang, hanya terlihat orang-orang yang berlarian untuk mencari tempat teduh, bukanya air itu menyegarkan. Kamau pernah bilang rindu dengan hujan, kamu bilang cinta dengan hujan, kamu pernah berharap satu hari penuh dengan hujan.

Lagi-lagi ini tentang kamu.

Tentang Kamu, Atau Mungkin Tidak Sama Sekali


Hari ini tentang aku yang bertahan dengan perasaan yang aku tau sebuah kesalahan. Menunggu pelangi di balik hujan senja di pojok Jakarta.

Hal yang aneh kan?, mungkin aku harus segera pulang dan meninggalkan sedikit jejak disini yang perlahan terhapus tetesan hujan.

Labirin yang kamu buat terlalu sulit untuk aku jelajahi, terlalu besar untuk aku kuasai. Mungkin sejenak aku berdiam diri didalamnya, menanti sesuatu yang akan menenmukanku lalu membawa ku pergi terbebas dari sini.

Tentang kamu atau tidak sama sekali.

Tuesday, April 3, 2018

Meski Kembali, Sesuatu Yang Telah Pergi Tidak Akan Pernah Sama Lagi

Meski Kembali, Sesuatu Yang Telah Pergi Tidak Akan Pernah Sama Lagi
Lupa saya ini gambar dari mana


Dicintai lalu pacaran puluhan tahun bukan jaminan untuk tidak di tinggalkan. Ini yang terjadi kepada sahabat saya yang sudah satu minggu ini masih saja gagal move on setelah ditinggalkan oleh sang mantan. Ini bukan yang pertama tapi yang kedua kalinya setelah mereka balikan.

Mencintai bukan jaminan kita akan terus bertahan, bisa jadi yang kamu cintai hari ini adalah sesuatu yang akan kamu benci di kemudian hari.

Cinta tidak selamanya menawarkan keindahan. Ketika kamu mulai untuk jatuh cinta bersiaplah untuk patah hati juga.

Dicintai dan mencintai bukan berarti kamu sudah berhak untuk memiliki. Ada saatnya cinta itu akan pergi meninggalkanmu.

Tidak ada yang abadi di dunia ini, namun terkadang merelakanpun sangat sulit dilakukan. Tentunya sudah begitu banyak kenangan yang terpatri dalam keseharian bersamanya.

Tapi bukan berarti yang pergi tidak akan kembali, ada saatnya cinta itu bersemi kembali dan menyadari kamulah yang pantas di cintai.


Jangan Lupa Baca juga : Perihal jodoh, Biarkan Tetap Menjadi Skenario Allah

Menerimanya kembali atau tidak sama sekali


Memaafkan dan tidak membenci itu pilihan yang bijak, tapi untuk menerima kembali setelah terluka mungkin butuh waktu sejenak berfikir lagi.

Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, begitupan dia yang telah menyakitimu. Mungkin kesempatan ini akan memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.

Kembali itu mudah, tapi soal rasa pasti akan sulit kembali semula. Bimbang antara menerima atau tidak sama sekali.

Yakinkan saja dirimu kalau dia benar-benar ingin memperbaiki bukan sekedar mampir sejenak, karena sudah hilang yang dia dapat disana.

Rasa yang bercampur aduk antara benci dan cinta


Benci dan cinta itu beda tipis, bahkan terkadang sulit untuk dibedakan. Dia ingin kembali mengulang semua dari awal setelah mengecewakanmu.

Tentu ada dilema dalam diri kamu, yang pasti masih ada rasa kesal saat kamu di tinggalkan demi orang lain. Disisi lain masih ada rasa cinta yang tersisa, meski tidak terlalu banyak rasa itu merayu kamu untuk kembali bersama dengannya.

Walaupun kembali bersamapun akan ada rasa yang tidak sempurna lagi. Seperti cermin yang pecah, akan sangat sulit menyatukan kembali. Meski bersatu tidak akan sempurna bahkan ada pecahan yang tajam dan bisa setiap saat melukai.

Jangan terlalu cinta, kamu akan kecewa dua kali


Kejadian pertama bisa menjadi bahan pelajaran untuk kamu. Setidaknya jangan terlalu memberikan perasaan  yang kamu punya.

Cintailah sewajarnya saja, bukan berarti membohongi. Hanya saja antisipasi, ketika kamu kecewa kedua kalinya kamu sudah siap untuk menghadapi.

Bukan untuk berprasangka buruk sama dia, tapi kembali saling mencintai tidak menjamin untuk tidak saling pergi bukan.


Sesuatu yang telah pergi lalu kembali itu tidak akan pernah sama lagi


Sulit memang menolak ketika masih ada rasa yang tersimpan lalu dia ngajak balik lagi. Meski perasaan itu campur aduk atara benci dan cinta. Tapi tetap saja rasa ingin bersamanya itu lebih besar.

Namun, meski kamu dan dia bisa bersama lagi. Ada hal yang berbeda akan kamu rasakan ketika bersamanya.

Ada rasa hambar yang mengambang, ini hanya ego atau memang cinta. Rasa untuk saling percayapun berkurang karena ada trauma yang sulit lupa.

Semakin hari rasa itu bukan bertambah tapi berkurang. Seiring waktu kamu akan merasa jenuh dan bosan.

Tidak ada jaminan kalian akan terus bersama, tidak ada jaminan bertahan dalam rasa kebohongan. Pada akhirnya yang pergi lalu kembali tidak akan pernah sama lagi.

Kecewa dua kali itu salah sendiri, berharap kepada manusia  pasti akan menemukan kecewa.

Friday, March 30, 2018

Perihal Jodoh, Biarkan Tetap Menjadi Skenario Allah

Perihal Jodoh, Biarkan Tetap Menjadi Skenario Allah
Sumber pic kali ini dari Islamidia


Aku akan menyerahkan semua urusanku pada Allah. Tentang semua resah, gelisah nan gundah, tentang rasa yang pernah kalah, tentang luka yang begitu parah dan tentang semua kejadian yang pernah terjadi dalam hidupku yang membuatku semakin mengerti apa arti dari seorang hamba.

Saat ini, aku hanya bisa pasrah, sabarku telah menyentuh langit dari dasar laut yang paling dalam. Aku tak ingin menjadi sebuah perahu yang tak berpenumpang, aku tak ingin menjadi pesawat tanpa pilot dan aku tak ingin juga bagai daun yang gugur di musim semi.

Jangan pernah kamu tanyakan kenapa pada perahu yang di hanyut dihempas ombak atau pada pesawat yang jatuh tanpa kendali itu, karena pilotnya hilang tak bertanggungjwab. Jangan tangisi perahumu, jika tak bisa lagi mengantarkanmu. Sebab, tenggelam lebih tenang dari pada mengambang.

Aku Selalu Berjuang Tanpa Terukur, Menemani Rasa yang Tersuhur.


Selama ini aku berjuang tanpa terukur, tawa tangis menemani rasa yg tersuhur, Terabaikan dalam perjuangan, aku rasa adalah hal yg wajar. Dan menghilang dari peredaran kini pilihan hatiku yang lelah mencari tempat bersandar. Aku memang pernah berkata akan memperjuangkanmu sebagai kasih yang aku cintai

Namun, akupun tak akan bisa menyangka, Hati ini berhenti dari harap yg dangkal tanpa dipinta, Langkah ini patah di tikam acuh yg tak bisa ku bantah. Aku tak bisa berdiam diri menikmati luka, meratapi nasib yang naas Sebab Allah memerintahkan untuk terus mencari obatnya.

Kumohon padamu, tolong kembalikanlah seonggok daging hatiku. Biar aku meramu obat pada luka yang menganga dalam kesendirianku.

Jangan Pernah Menahan Perasaanku yang Mengalir, Sungguh Ini Sangat Menyiksaku


Jangan pernah menahan perasaanku yang terlanjur mengalir. Aku ingin labuhkan pada arus lurus ke hili. Meski aku tak pernah tahu akan berujung dimana. Namun yang aku tahu, Allah takan membiarkan aku hanyut begitu saja. Seikat hening dari sisa perjuangan ini adalah sebagai obat untuk proses sembuh dan aku tak ingin  perang pada rasa yg kedua kalinya salah.

Aku selalu ingin hari esok yang lebih baik, tersentuh hangat mentari di pagi hari, tersenyum lepas di ufuk lelah pada sisa kisah, tertawa tanpa akhir yg mengundang tangis Seperti kala kecil yang tak memikul beban dalam menjalani hari. Setiap malam aku terus merenung, Belajar menerima kenyataan yg terabaikan.


Doaku Hanya Satu, Semoga Kau Bisa Bahagia Selamanya


Setiap malam doaku selalu untukmu, Semoga kau bisa menyebrangi lautan untuk pulang tanpa perahu yg kau tinggalkan atau kau terbang melintasi awan tanpa awak pesawat yg telah kau hancurkan. Aku rasa cukup sampai disini.

Pada lelah hati yang cukup menyakiti, pada kisah cinta yang tak sempurna dan pada luka yang terlanjur mengangah. Sekali lagi, biarkanlah kisah ini menjadi kenangan dan pelajaran bagi perjalanan hidup kita masing-masing yang bisa menempa hati supaya lebih kuat.

Memang sudah ditakdirkan bila kita tak berjodoh. Perihal jodoh, biar itu skenario Allah. Entahlah, Kau yg akan kembali atau kau hanya sekedar pelajaran hidup yg begitu berarti.



Ruang tamu
Postingan ini dikirim oleh:
Photo

Seorang traveler baper, penghulu kaum jomblo, owner dari blog Ngayap.com.