Saturday, December 16, 2017

Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang Bukan Sekedar Teman

MySatnite.com - Teman Yang Bukan Sekedar Teman

Teruntuk Kamu Seorang Teman Yang Bukan Sekedar Teman
Sumber pic litlepups terus diedit lagi - jangan tanya kenapa kucing - ini cuma fiksi lo

Aneh rasanya saat sebuah kebersamaan yang selalu kita lalui berubah menjadi perasaan yang ambigu. Pada awalnya tidak pernah ada terbesit untuk menyimpan rasa, bahkan untuk menyapamu dengan lembut saja sangat sulit.

Tapi dengan berjalannya waktu, semua berubah dari yang sederhana menjadi rumit. Dari yang biasa menjadi sesuatu yang sulit diterka.

Tapi kau menganggap semuanya seperti biasa, tidak ada terlihat yang berubah. Namun semakin hari aku merasa tersiksa menahan perasaan yang terlanjur tercipta.

Perasaan ini sedikit mengganggu namun aku bahagia merasakannya


Sedikit mengganggu karena ada rasa cemburu, tapi apa daya tidak ada upaya untuk aku mampu berkata.

Ingin rasanya mengatakan "Hey, Akina. Aku pengen makan mie ayam". Asal kau tau bukan itu yang ingin aku ucapkan.

Tapi lidah kelu rasanya dan berdalih mencari alasan agar mampu duduk dan makan berdua denganmu.

Bahagia ketika aku memiliki perasaan ini, tidak tau kenapa? yang pasti rasanya perasaan ini membuat semangat hidupku meningkat 50%.

"Cinta memang sulit dimengerti, tapi tidak ada habisnya untuk dibahas dan tidak pernah ada rasa bosan untuk saya membahasnya"

Jangan lupa baca juga : Akina Bunga Dimusim Semi

Perasaan ini hadir ketika pertemanan kita sudah terjalin


Bingung rasanya antara sebuah pertemanan yang sudah terjalin atau mengikuti ego dan perasaan yang baru saja hadir.

Ingin rasanya lidah ini mengucap tapi selalu terdiam saat kau berdiri didepanku dengan senyum sedikit sayu.

Tidak ada yang salah, mungkin karena sebuah kebersamaan yang membuat rasa ini hadir tanpa aku sadari.

"Seperti lagu zigaz saja Sahabat jadi cinta, saya pikir ini hanya terjadi dalam lagu dan ftv saja. Di dunia nyata bahkan sering terjadi"

Kenapa tidak jujur saja?


Terkadang ingin rasanya jujur dengan perasaan yang sedang dirasakan tapi seperti yang aku katakan diatas. Lidah ini kelu untuk berucap, hanya bisa berucap untuk mengajak makan mie ayam.

Takut ketika perasaanku tidak berbalas dan hubungan pertemanan ini sedikit demi sedikit akan merenggang.

Jadi aku putuskan untuk tetap diam dan menikmati saja yang terjadi dari hari kehari sebelum semuanya berakhir. Karena aku yakin semuanya tidak akan selalu seperti ini, ada awal pasti ada akhir.

"Lucu memang, cinta itu membutakan segalanya terkadang diri kita seperti orang idiot dibuatnya. Tapi seperti apapun cara pandang masing-masing orang, cinta itu tetap sebuah anugrah dari tuhan"

Pada akhirnya akan tetap sama


Meski sedekat apapun jarak kita, kalau memang Allah berkehendak kita tidak bersama apa mau dibuat.

Jadi biarkanlah perasaan ini selalu aku simpan dan menunggu waktu yang tepat disaat hati sudah mantap dan siap.

Bukan sebuah ungkapan semata tapi sebuah rencana yang lebih dari sekedar kata-kata. Mungkin suatu saat kita terpisah jauh, tapi jika Allah menakdirkan kita bersama, semua akan kembali sama.

Aku simpan saja rasa ini dan setiap hari akan kubuat proposal untuk memintamu dari tangan-NYA lewat baris doa.

"Pada akhirnya cinta itu masih menjadi sebuah rahasia tuhan, meski kita bicara saling cinta dan berjanji untuk bersama. Namun ketika Allah berkata, dia bukan jodohmu, mau bilang apa"

***

Lihatlah Akina, hujan pertama di minggu kedua bulan Desember telah reda. Meski tidak ada pelangi sesudahnya namun tetap saja ada mentari dan harapan di sudut senja.

Kau tau, seperti namamu "A-k-i-n-a" yang berarti bunga dimusim semi. Meski diterpa derasnya angin dan air hujan kau tetap berdiri dengan senyum sayumu, secantik bunga yang mekar dimusim semi.

Bahagia rasanya bisa duduk berdua denganmu di bawah tenda biru ini, sambil menikmati pemandangan orang yang berdatangan. Indah bukan.

Saya : "Bang, mie ayamnya satu lagi"

Akina : "Kamu gak kenyang-kenyang Tam, saya juga satu lagi deh di tambah baksonya ya :D"

Thursday, December 14, 2017

Blogging Jangka Panjang dan Sulitnya Membangun Kredibilitas

Blogging Jangka Panjang Membangun Kredibilitas

Blogging Jangka Panjang dan Sulitnya Membangun Kredibilitas
Tidak ada sumber - ini gambar bikin sendiri


Rasa lelah setelah pulang  liburan masih terasa, meskipun banyak rencana yang gagal karena hujan sepanjang hari. Namun semua sudah rencana dari yang di atas, hikmahnya kami bisa kumpul dan ngobrol bersama.

Dalam sela obrolan ada seorang teman bertanya seputar blog, namun pertanyaannya sangat mainstream. Karena memang selalu ditanyakan oleh beberapa orang yang memang ingin ngeblog atau mulai tertarik dengan aktivitas blogging.

“Bro, saya pengen ngeblog. Katanya bisa dapet duit dari ngeblog. Ajarin la biar cepet kaya”

Pertanyaan yang selalu saya dapatkan dari beberapa orang yang ingin memulai blog. Tidak ada yang salah dengan pertanyaan dan motivasi ia untuk ngblog.

Semua orang butuh uang,  banyak yang memang menjadikan aktivitas blogging sebagai pendapatan utama.

Tidak dipungkiri sayapun tertarik untuk bisa mendapatkan pundi pundi kertas berharga itu dari aktivitas ngeblog.

Tapi tidak semudah itu, banyak yang harus di lewati. Bukan sekedar membuat artikel, publish besoknya dapat uang.

Impian akan ketenaran dan sebuah tanda dollar tidak akan di dapat dalam semalaman.

Apakah kamu sudah bersedia bekerja keras dalam blogging untuk jangka waktu yang lama?, Apakah kamu sudah siap menerima resiko diabaikan oleh pembaca?, Apakah kamu sudah siap untuk menjadikan blogging sebagai aktivitas sehari hari kamu?

Itu pertanyaan yang selalu saya lontarkan untuk beberapa teman yang katanya ingin mencoba ngeblog.

Karena membuat blog itu mudah, namun untuk merawat dan membangun kredibilitasnya yang sulit.

Saya pernah mengalami kegagalan dalam blogging, dari blog yang tidak terurus sampai akun adsense yang di banned.

Dari 2010 ngeblog apa yang saya dapatkan?, hanya pengalaman saja dan pelajaran bahwa ngeblog bukan sekedar cepat cepat dapat uang.

Tapi lebih bagaimana kita menjaga aktivitas blogging untuk jangka panjang, percuma jika hari ini sebesar gunung didapat besok sudah kelaparan lagi.

Semua butuh proses dan pengorbanan


Tidak ada sesuatu yang diraih dengan sekejap mata, semua harus melalui proses. Ada yang cepat ada juga yang pelan pelan merambat.

Pengorbanan dari waktu, kreatifitas bahkan kuota internet. Untuk mengawali semuanya harus mengeluarkan sedikit pengorbanan yang pasti akan sedikit membuatmu lebih sibuk.

Yang terpenting  jangan pernah patah asa ketika semua pengorbanan belum memperlihatkan hasilnya. Tetap nikmati saja prosesnya sambil belajar dan meningkatkan lagi kualitas artikel kita.

Ada harga yang harus dibayar


Harganya adalah kamu harus berkomitmen, harga yang tidak mahal namun terkadang sulit untuk membayarnya.

Blog sudah jadi dan tertata dengan rapi, namun ketika kita tidak berani untuk berkomitmen menjaga dan merawatnya semua akan berakhir.

Blog ibarat sebuah rumah makan tidak terawat, siapa yang ingin mampir ditempatmu walau hanya sekedar minum air putih saja.

Apa yang ingin kamu hidangkan untuk tamu yang mampir tadi, secangkir teh, atau makanan.

Ketika kamu tidak ada komitmen untuk menjaga, merawatnya dan memberikan pelayanan yang baik semua pengunjung tidak akan kembali lagi.

Mungkin hanya sekedar lumut yang menempel ditembok yang terlihat.


Bangun sebuah kredibilitas meskipun sulit


Seperti saya bilang sebelumnya, semua butuh proses. Begitupun untuk membangun sebuah kredibilitas dari audience atau para sahabat blogger lain yang berkunjung.

Sayapun belum memiliki kredibilitas itu, namun terus berusaha dari menjaga etika dalam blogging, etika dalam berkomentar di blog sahabat.

Bangun sedikit demi sedikit sebuah kredibilitas dari prilaku kita yang secara konsisten memberikan sebuah kesan dan meyakinkan bahwa kita adalah orang yang memiliki karakter, yang tidak hanya mengatakan yang sebenarnya tapi siap untuk menjalaninya.

Semua bisa diperoleh namun butuh waktu yang tidak singkat untuk membangun sebuah kepercayaan dari pembaca.

Bangun blog untuk jangka panjang


Sebelum memulai semuanya, pikirkan matang-matang sampai mana kamu akan bertahan dalam aktivitas blogging.

Untuk sekedar ikut tren atau untuk investasi jangka panjang, karena sekarang blog memang bukan sekedar tempat berbagi keluh kesah saja.

Banyak yang bisa kita lakukan, menjadi  tempat bisnis, lahan promosi atau untuk menggaet para pengiklan.

Jadi tentukan apa yang ingin kamu bahas di dalam blog kamu agar mampu bertahan sampai 5 atau 10 tahun kedepan. Bahkan bisa menjadi role model bagi blog-blog baru.

Tidak ada yang tidak mungkin jika kamu berusaha.

Nikmati saja prosesnya jangan terlalu terburu buru


Nikmati saja proses ngeblognya, pelan pelan namun tetap konsisten. Kecuali kamu memiliki konsep yang benar benar brilian dan keberuntungan yang mampu membawa blog kamu kedalam posisi yang kamu inginkan.

Dengan pendapatan yang layak seperti yang kamu idamkan.
Tapi tetap saja kamu masih butuh namanya sebuah keberuntungan dan kerja keras.

Berjam jam didepan komputer, berfikir dengan strategi cerdas untuk membuat konten yang berkualitas.

Tidak ada sesuatu yang diraih dengan instan, meski kamu punya ide brilian sekalipun.

Sebuah hasil itu akan mengikuti seberapa besar usaha kita, anggap saja itu bonus atau hadiah untuk diri kita yang sudah berusaha.

kalau tidak mau melakukannya jangan pernah berharap hadiah yang datang tiba tiba.

***
Membangun sebuah blog memang membutuhkan waktu yang panjang, dari hari kehari bahkan bertahun tahun untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tetap konstan menulis artikel diblog, perlahan waktu kewaktu akan menjadi sesuatu yang cukup besar dan dikenal banyak orang.

Buatlah sebuah tujuan yang mampu memotivasi kamu untuk tetap menikmati aktivitas blogging.

Pasang target-target kecil yang mampu kamu capai, seterusnya sampai dimana kamu mendapatkan apa yang diinginkan.

Tapi ingat, ngeblog untuk cepet kaya itu bohong, tapi bisa kaya  itu bener, semua tergantung usaha dan butuh waktu.

Saya berbagi bukan untuk menggurui, sekedar mengeluarkan keresahan atau untuk orang yang ingin memulai blogging dan juga sebagai pengingat diri saya sendiri bahwa saya harus tetap konsisten.

Hidup itu singkat, jadi tunggu apa lagi let’s start do it. 

Saturday, December 9, 2017

Tentang Sebuah Tombol Bernama Publish

Tentang Sebuah Tombol Bernama Publish
Sumber pic shutterstock terus saya edit lagi


Seperti biasanya saya selalu menikmati kegiatan menulis meski harus berkutat dengan padatnya deadline pekerjaan yang selalu menuntut untuk diselesaikan. Waktu yang begitu sempit membuat saya harus bekerja ekstra untuk membagi waktu kerja dengan kegiatan menulis.

Karena menulis sedikit membantu pikiran terasa lebih tenang dan menimbulkan emosi positif dalam diri saya. Kegiatan menulis juga membantu merefresh pikiran saya selain bermain game atau sekedar nonton tv.

Ketika sedang menulis terasa santai namun terkadang merasa serius. Tapi benar-benar bisa saya nikmati apa lagi ditengah gelapnya malam dan diiringi nada khas dari hujan bersama secangkir cappucino hangat di samping meja.

Setelah paragraf demi paragraf saya selesaikan, tibalah saatnya yang selalu saya nant-nanti. Yang selalu membuat saya merasa puas dan lega terkadang rasa bahagiapun hadir menyertai.

Menekan tombol publish, momen diamana semangat hidup naik 30 persen, yang tadinya merasa ngantuk tiba-tiba merasa segar bugar kembali.

Namun ada beberapa momen yang selalu membuat kesal setelah menekan tombol publish.

Jangan lupa juga baca : Apa Yang Harus Saya Tulis Diblog?

Selalu melakukan kesalahan yang berulang


Kecerobohan sering terjadi karena terlalu semangat untuk menekan tombol publish, yang pada akhirnya saya melupakan untuk mengoreksi dan mengedit ulang tulisan saya.

Terjadilah typo dimana-mana, walaupun saya merasa sudah membaca ulang tulisan saya namun selalu terlewatkan, mungkin juga pengaruh tengah malam yang membuat fokus jadi sedikit kacau dan terganggu.

Bahkan pernah typo di judul, itupun ketahuan setelah sehari diposting ada sahabat blogger lain yang memberi tahu.

Kadang merasa malu sendiri, begitu cerobohnya saya dan mengulang kesalahan berulang kali hanya demi tombol yang bernama publish itu.


Selalu merasa ada yang kurang setelah menekan tombol publish


Artikel telah terbit, biasanya saya membaca ulang postingan berkali-kali. Disini saya terkadang baru sadar dan merasa tulisan saya ada yang kurang. Kalau masak itu sudah jadi tapi ketika dicicipi ada rasa kurang asin atau manisnya.

Lupa memiringkan tulisan yang seharusnya miring, menebalkan tulisan yang seharusnya tebal.

Lupa memberi enter, ada juga yang enternya lebih dari satu kali jadi terlihat jauh sekali jaraknya.

Alhasil tulisan kembali di edit kedalam draft dan mengulang proses editing. Sebenarnya ini kegiatan yang benar-benar merugikan waktu.

Merasa ragu dan berfikir lama


Begitu banyak tulisan yang saya hasilkan berakhir di draft dan tidak pernah saya selesaikan, bahkan ada yang telah selesai namun ragu untuk menekan tombol publish.

Merasa tulisan kurang bagus dan masih datar sekali, mempertimbangkan apakah tulisan ini saya publish atau tidak itu kadang memakan waktu sampai berjam-jam bahkan berhari hari.

Ujung-ujungnya tulisan masih tetap berakhir di draft dan tidak tahu bagaimana nasibnya kedepan apakah akan saya publish atau bertahan menunggu antrian.

Menang dan bahagia


Tujuan akhir setelah tulisan kita selesai adalah menekan tombol publish dan hidup itu terasa lega seperti terlepas dari ruangan yang sempit dan pengap menuju alam bebas.

Merasa memenangi pertarungan dengan rasa malas yang selalu menghasut dan menunda kita untuk menulis.

Rasa bahagiapun tidak dipungkiri menyelimuti hati, merasa bangga karena telah mampu menyelesaikan tulisan yang tadinya diganggu dengan rasa malas.

Saya juga tidak tahu apa yang membuat saya merasa begitu bangga dan bahagia ketika menekan tombol publish, meski sering terjadi kecerobohan lupa mengoreksi dan mengedit kembali tulisan yang telah di publish.

Selalu merasa bersalah


Ketika kecerobohan terulang, tulisan yang dirasa masih kurang. Ada rasa bersalah kenapa saya terlalu terburu-buru untuk menekan tombol publish padahal belum tentu tulisan saya sudah benar.

Merasa bersalah karena kurang teliti ketika mengoreksi dan megedit tulisan sebelum di publish.

Mungkin dari tulisan ini saya akan belajar untuk lebih teliti lagi dan tidak terlalu terburu-buru untuk menekan tombol publish.

Walaupun hasrat untuk menekan tombol “publish’’ itu tinggi, saya akan sedikit menahannya.

Tapi bukan berarti saya akan berhenti, saya akan terus berusaha untuk menekan tombol publish sampai berapa kalipun saya akan lakukan dan menerbitakan artikel-artikel diblog ini.

Semoga saja sampai 1 tahun, 2 tahun bahkan 10 tahun yang akan datang tidak pernah bosan untuk menekan tombol bernama “Publish”.

Yang mungkin harus saya pelajari adalah membuat konten yang lebih baik lagi, meminimalisir kecerobohan yang selalu terjadi.

Ini sekedar sharing pengalaman dengan tombol publish dari saya, bagaimana dengan pengalaman para sahabat blogger?

Apakah pernah mengalami seperti saya atau punya cerita lain dengan tombol bernama “publish”. Silahkan tulis di kolom komentar.

Wednesday, December 6, 2017

Salam Sapa Blogger Personal

Salam Sapa Blogger Personal
Sumber pic dari Blogger Energy dan saya edit campur gambar saya sendiri, klik aja gambarnya langsung

Salam hangat semua untuk para blogger personal dan sahabat MySatnite, kali ini saya tidak posting tentang keresahan atau kejadian kejadian yang menyelimuti keseharian saya. Untuk hari ini saya ingin membuat postingan perkenalan atau untuk sekedar menyapa para blogger, seperti kata pepatah  "Tak kenal maka tak sayang".

Sebenarnya perkenalan seperti ini sudah ada di laman tentang saya, namun karena ada syarat untuk bergabung di salah satu Group atau komunitas yaitu Blogger Energy. Akhirnya saya membuat postingan ini.

Syaratnya untuk membuat perkenalan atau postingan Salam Sapa Blogger Personal, katanya untuk lebih meyakinkan para pengurus kalau benar benar blog personal.

Sebagai blogger yang taat aturan dan memang pengen juga gabung disana dengan senang hati saya membuat postingan ini. Semoga saja mampu meyakinkan para adminnya dan dimasukin ke group.

Dibalik Mysatnite

Dibalik blog Mysatnite ada saya tentunya hehe, Adi Stia Utama S. Bisa dipanggil dengan Adi atau Tama. Saya pengurus tunggal di Blog ini, sebenarnya ada teman yang membantu awal pembuatan tapi beliau sudah bikin blog personal sendiri.

Akhirnya saya harus mengelola blog ini sendiri dengan cara saya sendiri. Sebagai wadah untuk menuangkan keresahan dalam diri saya pribadi.

Alasan saya memilih genre Personal

Alasan yang paling kuat adalah bebas, dengan blog personal saya bebas menentukan tulisan yang ingin saya tulis. Bebas untuk menentukan gaya penulisan sendiri, mau formal atau pakai bahasa alay sekalipun tidak akan ada yang melarang selama masih bisa dibaca.

Dengan blog personal juga saya bisa menuangkan keresahan yang selalu mengganjal hati dan pikiran. Dari lingkungan, teman dan kehidupan sehari hari yang saya jalani.

Dari pada saya pendam dan disimpen sendiri, mending saya bagikan lewat tulisan. Karena saya yakin sekecil apapun pengalaman yang kita bagikan, sedikitnya bisa membuat inspirasi dan motivasi yang membaca walaupun persentase nya kecil.

Selain itu alasan saya memilih genre personal, saya ingin menulis dengan jujur dengan apa yang sedang saya rasakan dan pikirkan.

Kenapa mau gabung di Blogger Energy?

Ini berawal dari mampir ke beberapa blog teman dan terpampang logo Blogger energy, setelah itu saya klik saja langsung menuju blognya.

Setelah saya baca baca ternyata ini salah satu komunitas untuk para blogger personal, karena saya merasa blogger personal akhirnya saya putuskan untuk bergabung.

Awalnya karena penasaran juga, ini group tertutup tidak semua orang bisa bergabung dengan mudah disini. Jumlah anggotanyapun tidak terlalu banyak seperti group group yang lain.

Ingin menambah jaringan pertemanan antar blogger, saya ingin bukan sekedar nulis dan posting artikel saja.

Kalau ada kesempatan untuk menjalin pertemanan dari ngeblog kenapa tidak. Mungkin bukan sekedar saling sapa di kolom komentar tapi bisa berlanjut dengan kopdar.

Salah satu caranya adalah dengan bergabung di komunitas seperti Blogger Energy. Sebagai wadah dan tempat kumpulnya para blogger blogger personal.

Mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan, mengapa saya memilih genre personal, kenapa saya ingin bergabung dengan Blogger Energy. Selebihnya salam kenal untuk yang pertama kali mampir disini dan salam hangat untuk yang sering mampir, semoga selalu terjalin sillaturrahmi antar blogger.

Tuesday, December 5, 2017

Ngeblog Sambil Berbagi Ilmu dan Informasi, mungkinkah?

Ngeblog Sambil Berbagi Ilmu dan Informasi, mungkinkah?
Sumber pic masih dari Pixabay tapi saya edit lagi

Saya mengenal dunia blogger sudah cukup lama namun baru baru ini yang memang sedikit lebih fokus. Begitu banyak blogger yang bermunculan setiap tahunnya tapi tidak sedikit juga yang sudah memutuskan meninggalkan blognya dan mulai beralih ke youtube.

Tidak dipungkiri dunia per-youtuban sekarang semakin banyak peminatnya dan ringi dengan kebiasaan orang indonesia yang memang lebih suka melihat video daripada membaca.

Seperti yang terjadi sore tadi, salah satu teman saya menanyakan sesuatu “Bro apa si yang bisa di bagi lewat blog?, kenapa gak bikin channel youtube aja. Memangnya masih ada yang baca itu blog?.”

Belum sempat saya jawab, ada teman saya yang lain menjawabnya “Kamu aja yg memang males baca, masih ada la yg suka baca. Lagian ngeblog juga bisa berbagi banyak hal dari cerita, pengetahuan atau berita berita gitu.”

Saya juga sempat berfikir begitu sebelumnya, apa masih ada orang membaca artikel blog?. Tapi karena memang masih ada minat yang kuat untuk membangun blog akhirnya tetap saya jalani saja.

Terus jika ada yang bertanya apa yang bisa dibagi lewat blog?, menurut saya banyak hal bisa di bagikan di blog dalam bentuk tulisan seperti berbagi ilmu mungkin.

Selama saya mengenal internet dan browsing di om gugel sudah banyak blog yang saya hampiri dari yang lokal sampai yang blogger luar. Dari sekedar iseng sampai memang sengaja mencari informasi yang saya butuhkan.

Begitu banyak hal yang bisa dibagikan melalu tulisan diblog dari hal yang biasa saja sampai yang tidak biasa.

Seperti berbagi pengalaman lewat ngeblog


Mungkin terdengar sedikit biasa saja, tapi sebuah pengalaman yang di bagikan mungkin bisa menginspirasi atau malah menambah pengetahuan bagi para pembaca.

Seperti berbagi tentang pengalaman ditolak adsense berkali kali, mungkin untuk sebagian blogger yang sudah di terima ini bukanlah hal yang penting lagi. Tapi untuk para blogger pemula ini adalah informasi yang sangat penting.

Tanpa di sadari ini juga bagian dari ilmu yang di bagikan lewat ngeblog, karena ilmu bukan tentang Matematika dan kimia saja.

Gudangnya  pengetahuan yang bisa diakses secara gratis


Kalau dilihat lagi begitu banyak pengetahuan yang  bisa kita ambil dan pelajari di internet. Semua itu tidak hadir dengan sendirinya, tentu ada yang membuat konten tersebut.

Siapa lagi kalau bukan penulis, blogger, dan para konten writer lainnya. Mereka membagikan ilmu yang dimiliki dengan gratis, meskipun ada yang dibuat menjadi bisnis. Tapi coba lihat begitu banyak blog tentang tutorial, resep masakan, teknologi dan lain sebgainya.

Itu semua sumber ilmu dan pengetahuan yang kita dapatkan hanya bermodalkan kuota. Bayangkan saja kalau kita harus kursus dan membayar mentor, berapa banyak uang yang harus kita keluarkan. Sekali lagi ini membuktikan aktifitas blogging bisa berbagi ilmu.

Sekedar menulis cerita


Pasti pernah membaca sebuah blog yang berisi cerpen ataupun cerita series.  “Memangnya ada ilmu yang bisa di dapet?” . Selama saya membaca cerita yang dibuat oleh para blogger lain dari mulai cerpen sampai cerita bersambung.

Banyak hal yang bisa saja pelajari dan hikmah yang bisa dipetik dari cerita yang ditulis. Kalau kita memahami alur ceritanya, selalu ada sebuah pesan moral yang disampaikan dalam sebuah cerita pendek.

Tapi semua itu kembali lagi jenis apa ceritanya dan bagaimana kita mengambil kesimpulan dari cerita tersebut.

Menjadi media informasi yang valid menurut saya


Dari mulai tempat wisata, kuliner bahkan tempat nongkrong anak kekinian. Semua di rangkum dalam sebuah tulisan yang menarik dan lebih objektif. Biasanya dari para blogger blogger personal informasi yang di sampaikan lebih jujur dan terhindar dari namanya HOAX.

Dari tempat wisata yang belum pernah tereksplore sebelumnya, makanan khas dari daerah lain yang selama ini tidak pernah mendengar bahkan tidak tau kalau ada makanan sejenis itu.

Informasi seperti tanah longsor didekat daerahnya, pembangunan, jembatan putus, bahkan kemacetan yang terjadi pun bisa kita dapatkan. Yang tadinya tidak pernah tau menjadi tau.

Begitu banyak hal yang bisa di bagi dengan aktifitas ngeblog, jadi kalau ada pertanyaan “Apa si yang bisa di bagikan di blog?.”

Mungkin bukan sembako atau nasi kotak, tapi sebuah informasi, pengetahuan, dan ilmu yang bisa kita bagikan.

Namun bukan sebuah keharusan juga, belum ada yang bisa kita bagikan setidaknya tidak menulis yang merugikan. Seperti yang saya tulis sekarang ini, mungkin bukan sebuah pengetahuan atau ilmu yang bermanfaat tapi hanya sekedar menulis apa yang menjadi pertanyaan teman saya saja.

Untuk yang memiliki banyak pengetahuan dan ilmu, dari pada dipendam mending di bagikan untuk yang membutuhkan. Mungkin hal itu spele seperti cara memasak nasi, untuk sebagian orang ini akan menjadi bahan tertawaan.

Tapi ingat tidak semua orang bisa, mungkin saja ada yang baru belajar untuk memasak dan tutorial itu sangat bermanfaat dan membantu untuknya.

Hal sekecil apapun yang kita bagikan dan kita anggap tidak terlalu penting, mugkin saja sangat di tunggu tunggu oleh sebagian orang.

Keep writing and happy blogging, tetap lakukan yang terbaik dan tulis apa yang menurut kita baik.

Sunday, December 3, 2017

Ketika Kata Cinta Saja Tidak Cukup

Ketika Kata Cinta Saja Tidak Cukup
Sumber pic Pixabay tidak saya edit tapi cuma nambah gambarnya doang

Minggu pagi kemarin yang seharusnya libur dan waktunya untuk malas malasan di kamar kost. Tapi terganggu dengan adanya pekerjaan dadakan. Minggu itu hari dimana selalu saya nantikan untuk tidur siang dan hibernasi.

Tapi ada pekerjaan yang harus saya selesaikan bertemu dengan klien di luar. Sebenarnya ini tugas rekan kerja saya, tapi berhubung beliau sedang tidak enak badan jadi saya yang menggantikannya.

Kebetulan akhir bulan juga, biasanya kalau ada klient ngajakin ketemu di bayarin makannya. Lumayan kan hemat di akhir bulan.

Meski pada akhirnya yang bayar tetap saya juga, karena orangnya pergi duluan katanya ada keperluan mendadak. Untung bawa duit kalau tidak paling cuci piring.
Tapi bukan ini yang ingin saya ceritakan, sekedar pembuka saja dan sedikit curhat.

Kejadian yang membuat saya ingin menulis ini adalah ketika pulang dari bertemu klien tadi. Kebetulan hujan jadi saya berteduh di halte dulu sambil bengong liatin iklan AOV.

Bukan di halte busway, saya juga tidak tau ini halte atau bukan soalnya tidak ada satupun bus atau apapun yang berhenti disini. Apa memang dibikin untuk berteduh saja mungkin.

Disebelah saya ada sepasang remaja, kalau dilihat dari wajahnya kisaran anak sekolahan. Tidak ada yang mencurigakan dari mereka berdua, tapi ada kalimat yang tidak sengaja saya dengar dari pembicaraan mereka.

Jangan lupa baca juga : Mantan dan Patah Hati

Ini si ceweknya yang ngomong “Kamu sudah berubah sekarang, aku enggak butuh sekedar kata cinta doang, Buktiin la kalo kamu memang cinta.” Dengan sedikit kesal, suaranya cukup keras karena bukan saya saja yang mendengar. Saya tidak tau apa yang terjadi sebelumnya, karena saat disini mereka sudah ada.

Saya hanya senyum mendengarnya sambil bergumam dalam hati “Emaknya mana nih, tolong bawa pulang anaknya suruh belajar, jangan keliaran.” Bukan saya tidak suka atau terganggu tapi lucu saja.

Inikan tempat umum dan banyak orang, memangnya tidak malu ribut ribut begitu. Tapi saya juga sadar diri zaman saya sekolah dulu juga memang sudah banyak yang pacaran tapi tidak sampai begitu juga. Ini lingkungan yang saya kenal, tidak tau kalau diluar jangkauan saya.

Saya jadi teringat juga dengan salah satu teman sekolah yang nyatain perasaannya dengan gebetan. Waktu itu saya hanya jadi saksi dari momen itu, karena teman saya ini tidak PD kalau sendirian katanya.

Setelah menyatakan perasaanya, sicewek hanya menjawab “Aku bukan cewek yang mudah yakin dengan kata kata cinta saja. Aku butuh bukti kalau kamu benar benar cinta, sampai kamu bisa buktiin aku baru kasih jawaban”.

Tapi memang benar adanya apa yang dikatakan oleh cewek cewek ini ya. Kalau hanya sekedar mengucap kata cinta, siapapun juga bisa melakukannya. Namun untuk membuktikan kalau cinta nya bukan sekedar kata kata itu yang jadi pertanyaan.

Cinta itu butuh sebuah perjuangan bukan sekedar mengungkapkan


Lidah bisa saja berdusta ringan untuk berkata. Kita sebagai cowok jangan hanya bermodalkan kalimat manis saja. Cewek modern sekarang semakin pintar, kalau dilihat kita tidak ada sedikit usaha. Ucapkan selamat tinggal saja.

Buktikanlah kalau kamu benar benar mencintainya, yang pasti dengan sesuatu yang mampu membuatnya yakin.

Misal jemput tiap hari di kampusnya, deketin orang tuanya dan bawakan makanan kesukaan mereka. Biasanya ini si ampuh.

Tapi jangan sampai juga dipermainkan, kalau pembuktiannya di suruh lompat dari jembatan mending cari cewek lain lagi.

Sebelum mengungkapkan perasaanmu, yakinkan dulu apakah kamu benar benar ada rasa atau hanya sekedar menganggumi saja.

Terkadang cinta juga butuh sebuah pengorbanan


Banyak yang memang harus kamu korbankan untuk membuat doi benar benar yakin. Berkorban waktu untuk sekedar menemani ia keliling keliling mall cari barang yang mau di beli.

Berkorban bensin untuk antar jemput doi kemana saja, belanja, kekampus, tempat kerja. Berkorban pulsa untuk mendengarkan curhatan doi yang kadang tidak terlalu penting untuk kita sebenarnya. Dan paling penting harus berkorban uang juga untuk membelikan kado ketika ulang tahun. Apa lagi doi minta nya yang aneh aneh.

Masih banyak lagi pengorbanan yang harus kamu lakukan, kalau tidak ingin berkorban mending jomblo saja. Uangnya ditabung untuk persiapan di masa depan, itu pilihan yang bijak.


Kalau memang benar cinta, bukan sekedar mengungkapkan tapi di halalkan


Tidak ada yang lebih meyakinkan selain kamu berani mengajak ke jalan yang benar. Dengan cara ini mungkin doi akan benar benar yakin bahwa kamu serius mencintainya bukan sekedar cinta yang keluar lewat kata kata saja.

Tapi untuk yang masih sekolah mending fokuskan dulu untuk belajar, pacaran untuk sekedar penyemangat saja. Jangan sampai mengganggu proses belajar apa lagi sampai galau galau.

Ingat orang tuamu banting tulang kerja siang malam agar kamu bisa mengenyam pendidikan yang layak, jadi jangan kecewakan kerja keras mereka hanya karena cinta yang ada monyetnya.

...

Ketika kita sudah berani untuk mengungkapkan cinta berarti kita sudah siap menanggung segalanya. Kita harus benar benar bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita ucapkan.

Cinta bukan sekedar yang keluar dari dalam mulut saja tapi benar benar apa yang di rasakan di hati. Kalau memang belum siap mending jomblo saja sambil menyiapkan dan memantapkan diri.

Tuesday, November 28, 2017

Beberapa Alasan Untuk Masa Bodo dengan Omongan Orang Lain

Beberapa Alasan Untuk Masa Bodo dengan Omongan Orang Lain
Sumber pic Pixabay dan saya edit lagi jadi gini hehe

Sebagai makhluk sosial kita selalu hidup berdampingan dan saling ketergantungan. Sulit rasanya jika harus hidup sendiri melakukan segala sesuatu sendiri, semisal cukur rambut sendiri. Mungkin bisa, namun tidak akan maksimal juga.

Didalam kehidupan bersosial juga kita harus pandai mengambil sikap agar tidak terbentur dalam sebuah perselisihan. Meskipun begitu terkadang masih saja ada oknum yang memang tidak suka dengan keberadaan kita.

Apapun yang kita lakukan akan selalu menjadi bahan pembicaraan, meski itu hal baik sekalipun. Hal semacam ini akan selalu terjadi dimanapun kita berada. Akan selalu ada orang orang yang memang pekerjaannya seperti itu.

Seperti beberapa hari yang lalu ditempat kerja saya, namun ini terjadi terhadap salah satu rekan kerja. Orang nya memang rajin, tapi ada segelintir orang yang memang tidak suka dan mulai mengganggu dengan kalimat-kalimat yang kurang mengenakkan.

Alhasil ia pun mulai tidak betah dan akhirnya mengajukan pengunduran diri karena memang tidak kuat dengan lingkungan yang tidak sehat seperti ini.

Kalau sudah begini apa mau dibuat, seperti inilah kehidupan. Meskipun kita melakukan hal baik namun belum tentu dimata orang lain. Apa lagi kita dalam posisi sebagai orang baru di lingkungan itu.

Saya juga pernah mengalami hal semacam ini, namun karena saya tidak terlalu peduli jadi masih tetap bertahan. Karena bagi saya selama suara-suara itu tidak berdampak baik bagi kita untuk apa kita dengarkan, yang ada hanya akan menajadi beban pikiran.

Jangan lupa baca juga : Memberi dan Sebuah Kebahagiaan

Mereka hanya iri dengan diri kamu


Tidak perlu membuang-buang waktu untuk sekedar mengurusi hal semacam ini. Anggap saja hanya angin lalu, karena mereka hanya iri saja dengan diri kamu.

Mungkin ada hal didalam diri kamu yang mereka tidak punya, bukan harta atau materi tapi lebih personal. Mungkin kemampuan dan kepribadian baik yang kamu miliki.

Saat kamu rajin dikantor saja bisa jadi bahan obrolan makan siang mereka, padahal memang kamu seperti itu. Maka dari itu tetap masa bodo saja, tetaplah bersikap seperti biasa tidak perlu pedulikan suara-suara yang akan menganggu karir dan kehidupanmu.


Masih ada prioritas yang harus kamu lakukan dan itu jauh lebih penting


Dari pada kamu capek-capek mendengarkan celotehan mereka, mending fokuskan diri untuk prioritas yang ada didepan. Ada banyak hal yang jauh lebih penting dari sekedar mendengarkan suara suara yang hanya menganggu konsentrasi.

Semisal ada deadline yang harus kamu selesaikan atau ada target kerja yang harus kamu capai. Ini lebih penting dan jauh lebih bermanfaat untuk kamu, jangan buang waktu berhargamu hanya sekedar mendengarkan sesuatu yang tidak penting.


Tidak akan berdampak signifikan untuk kehidupan kamu


Mereka menyebarkan suara-suara negatif tentang kamu ke setiap penjuru, namun ini tidak akan terlalu berdampak untuk kehidupanmu. Mungkin hanya ada segelintir yang mempercayai cerita-certa mereka.

Tapi tetaplah lakukan hal yang baik seperti biasanya, patahkan semua stigma negatif tentang kamu. Orang akan menilai sendiri seperti apa kepribadian kamu dengan cara kamu bersikap .

Selama kamu tidak terlalu peduli dan tetap fokus dengan apa yang sedang kamu lakukan, suara suara itu akan menghilang dengan sendirinya. Anggap saja itu bagian dari ujian untuk kamu mencapai sesuatu yang lebih baik lagi.


Kamu tidak menggantungkan hidup ditangan mereka


Tidak harus didunia kerja, hal semacam ini sering terjadi dimana saja. Dalam lingkungan bertetangga, sekolah ataupun usaha. Selama kamu tidak hidup di bawah tangan mereka buat apa kamu peduli dengan celotehan mereka.

Kecuali kehidupanmu semua ditanggung oleh mereka, dari makan, pakaian, tempat tinggal dan lainnya. Mungkin kamu memang harus mendengarkan celotehan mereka. Selama itu tidak terjadi senyumin saja, nanti juga hilang sendiri.


Seperti pribahasa anjing menggongong kafilah tetap berlalu


Selama anjing itu hanya menggogong tdak perlu khawatir tetap jalan saja dan jangan pedulikaan kecuali kalau sampai mengigit itu sudah lain ceritanya.

Jadi biarkan saja orang lain mau bicara apa tentang kamu selama mereka tidak menyakiti kamu. Tetap lakukan apa yang ingin kamu lakukan selama itu baik dan positif.

Apa lagi yang kita lakukan tidak merugikan orang lain, kenapa harus down dengan celotehan mereka. Dengarkan saja suara-suara yang mampu membuat kamu termotivasi dan semangat, bukan hal yang negatif.

Hidup memang seperti ini, kemanapun kita berdiri selalu saja ada orang yang tidak suka dengan keberadaan kita atau dengan apa yang kita lakukan. Mungkin kita sudah merasa melakukan hal yang wajar dan bersikap baik.

Namun dalam sudut pandang orang lain mungkin berbeda, terkadang apa yang kita lakukan bisa saja mengusik ketenangan mereka, seperti merasa takut tersaingi, merasa hadirnya diri kita itu sedikit mengganggu tatanan kehidupan mereka.

Meskipun begitu kita juga harus tetap introspeksi diri. Mungkin memang ada yang salah dalam diri kita, sehingga timbul stigma negatif dalam diri kita. Segera perbaiki dan melanjutkan kehidupan seperti biasa.

Yang paling penting tetap melakukan hal yang baik dimanapun berada, lakukan yang mampu berdampak positif untuk diri kita dan orang orang sekitar kita, tidak peduli apa kata orang lain selama itu baik.